NovelToon NovelToon
SUKSES BERKAT DUKUNGAN ANAK ANAK

SUKSES BERKAT DUKUNGAN ANAK ANAK

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Tak Berguna / Duda
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: E'Ngador Together

Ketika dunia seolah runtuh di sekelilingnya, hanya cinta anak-anak yang bisa membangunnya kembali.

Rian baru saja di-PHK ketika rumah tangganya yang sudah berjalan 7 tahun hancur berkeping-keping. Dituduh selingkuh oleh istri, Novi, dan dipermalukan oleh keluarga besarnya, ia tidak punya pilihan selain kembali ke kampung halaman dengan membawa dua anaknya – Hadian dan Alea. Kedua anak itu dengan tegas memilih mengikuti ayahnya, bahkan menolak untuk bertemu dengan ibunda kandung mereka yang kini sudah hidup dengan orang lain.

Di rumah panggung peninggalan orangtuanya, Rian memulai dari nol. Dengan tangan yang terlatih bekerja keras dan dukungan tak lekang dari kedua anaknya, ia mengolah lahan pertanian, membuka peternakan, hingga akhirnya mendirikan perusahaan dan restoran yang sukses.

Setiap langkah kemajuan yang diraihnya tak pernah lepas dari kehadiran Hadian dan Alea. Ketika pertemuan tak terduga dengan Novi dan keluarga barunya terjadi berkali-kali, anak-anak itu tetap berdir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon E'Ngador Together, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. HADIAN MEMILIH AYAHNYA

Suasana di ruang tamu terasa sangat berat dan penuh dengan ketegangan. Rian dan Novi duduk berhadapan, masing-masing dengan wajah yang penuh dengan kesedihan dan ketakutan akan keputusan yang akan diambil oleh anak-anak mereka. Hadian berdiri di tengah ruangan, sementara Alea sedang berada di pangkuan Novi dengan wajah yang bingung dan sedikit takut.

“Kita perlu bicara dengan kamu, Hadian,” ujar Rian dengan suara yang lembut namun jelas, melihat putra sulungnya dengan mata yang penuh dengan cinta dan kekhawatiran. “Seperti yang kamu dengar, kita sedang menghadapi masa-masa sulit dan perlu membuat keputusan yang sulit tentang masa depan keluarga kita.”

Hadian mengangguk perlahan, tangannya menggenggam ujung baju dengan erat. Dia bisa merasakan bahwa apa yang akan dibicarakan sekarang akan mengubah hidupnya selamanya.

“Jika Papa dan Bu Mama harus tinggal terpisah untuk sementara waktu,” lanjut Novi dengan suara yang bergetar, mencoba untuk menahan tangisan, “kamu dan Kakak Alea harus memilih dengan siapa kamu ingin tinggal. Kita tidak akan memaksakan kamu untuk tinggal dengan seseorang yang tidak kamu inginkan.”

Alea langsung menangis dan menyembunyikan wajahnya di dada Novi. “Aku tidak mau Papa dan Bu Mama terpisah!” teriaknya dengan suara yang lembut dan penuh dengan kesedihan.

Hadian mengambil napas dalam-dalam, seolah sedang mengumpulkan semua keberanian yang ada di dalam dirinya. Dia melihat ke arah Novi dengan mata yang penuh dengan rasa sayang namun juga keyakinan, kemudian melihat ke arah Rian dengan ekspresi yang semakin tegas.

“Bu Mama,” panggilnya dengan suara yang jelas dan mantap, membuat kedua orang tuanya terkejut dengan kesudahan yang dia tunjukkan. “Aku ingin tinggal bersama Papa.”

Novi merasa seperti ada pisau yang menusuk langsung ke hatinya. Dia menangis deras dan tidak bisa berkata apa-apa, hanya menatap putra sulungnya dengan mata yang penuh dengan keterkejutan dan kesedihan yang luar biasa.

“Hadian, kenapa?” tanya Rian dengan suara yang lembut, merasa sangat terkejut dengan keputusan putranya namun juga merasa sedikit lega karena tahu bahwa putranya masih menginginkannya.

Hadian mendekat sedikit dan melihat langsung ke arah ibunya dengan mata yang penuh dengan kesedihan. “Aku mencintaimu, Bu Mama,” ujarnya dengan suara yang jelas. “Tapi kamu sering tidak pulang malam dan ketika kamu ada di rumah, kamu selalu marah atau sedih. Aku merasa tidak aman ketika kamu tidak ada di rumah dan aku khawatir akan apa yang terjadi padamu.”

Dia kemudian melihat ke arah ayahnya dengan mata yang penuh dengan cinta dan kepercayaan. “Papa selalu ada di rumah ketika kita membutuhkannya,” lanjutnya dengan suara yang semakin tegas. “Meskipun kita mengalami kesulitan dan tidak punya banyak uang, Papa selalu ada untuk Kakak Alea dan aku. Dia membantu kita belajar, bermain dengan kita, dan selalu menjelaskan dengan sabar ketika kita tidak mengerti sesuatu.”

“Aku tidak mau tinggal dengan seseorang yang sering tidak ada di sisiku,” tambah Hadian dengan suara yang penuh dengan kesusahan namun tetap tegas. “Aku ingin tinggal bersama Papa dan membantu dia dengan segala cara yang bisa aku lakukan. Kita bisa hidup bersama dengan baik, bahkan jika kita harus hidup sederhana.”

Novi menangis lebih deras mendengar kata-kata putranya. Dia menyadari bahwa semua kesalahan yang dia lakukan selama ini – bekerja terlalu banyak, sering keluar larut malam, dan tidak bisa mengendalikan emosinya – telah membuat putranya merasa tidak aman dan tidak nyaman tinggal bersamanya.

“Maafkan aku, Hadian,” ujarnya dengan suara yang bergetar, membuka pelukannya untuk memeluk putranya. “Aku tidak pernah bermaksud membuatmu merasa tidak aman atau tidak dicintai. Aku hanya ingin bekerja keras agar kita bisa hidup lebih baik.”

Hadian mendekat dan memeluk ibunya dengan lembut. “Aku tahu itu, Bu Mama,” jawabnya dengan suara yang lembut. “Aku juga ingin kita hidup lebih baik, tapi aku lebih suka hidup sederhana bersama Papa daripada hidup dengan banyak uang tapi tidak pernah melihatmu.”

Setelah beberapa saat, mereka melepaskan pelukan dan melihat ke arah Alea yang masih menangis di pangkuan Novi. Rian mendekat dan mengambil putrinya dengan lembut, menepuk punggungnya dengan perlahan untuk menenangkannya.

“Apa kamu mau tinggal bersama Papa juga, Nak?” tanya Rian dengan suara yang lembut, melihat putrinya yang masih kecil dengan mata yang penuh dengan cinta.

Alea mengangkat kepalanya dan melihat wajah ayahnya, kemudian melihat wajah ibunya dengan mata yang bingung. “Aku mau tinggal bersama Papa dan Kakak Hadian,” ujarnya dengan suara yang lembut namun jelas, membuat Novi menangis lebih deras lagi. “Tapi aku juga mau sering melihat Bu Mama ya.”

Rian dan Novi saling melihat mata, masing-masing dengan wajah yang penuh dengan kesedihan namun juga pemahaman. Mereka menyadari bahwa keputusan anak-anak adalah hal yang paling penting sekarang, dan mereka harus menghormati pilihan yang telah mereka buat.

“Kita akan tetap bertemu setiap hari ya, Nak,” ujar Novi dengan suara yang lembut, mendekat untuk mencium dahi Alea. “Mama akan selalu datang mengunjungimu dan Kakak Hadian, membawa makanan yang kamu suka dan bermain denganmu.”

Hadian mengangguk dan mengambil tangan adik perempuannya dengan lembut. “Kita akan selalu bisa bertemu dengan Bu Mama, Kakak Alea,” ujarnya dengan suara yang penuh dengan semangat. “Dan suatu hari nanti, mungkin kita bisa semua tinggal bersama lagi seperti dulu.”

Mereka semua saling memeluk erat di ruang tamu, menangis bersama-sama sambil menyadari bahwa hidup mereka akan berubah drastis mulai sekarang. Rian merasa sangat bersyukur bahwa anak-anak memilih untuk tinggal bersamanya, namun juga merasa sangat sakit hati melihat kesedihan yang dirasakan oleh Novi.

Novi menyadari bahwa dia perlu membuat perubahan besar dalam hidupnya jika ingin mendapatkan kepercayaan dan cinta anak-anak kembali. Dia bertekad untuk mengurangi pekerjaannya dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama anak-anak, bahkan jika itu berarti mereka harus hidup dengan lebih sederhana.

Di malam hari itu, setelah anak-anak tertidur pulas dengan rasa aman di pangkuan ayahnya, Rian dan Novi duduk bersama di teras depan rumah melihat langit yang penuh dengan bintang-bintang. Mereka tidak banyak berbicara, hanya saling memegang tangan dan merenungkan segala sesuatu yang telah terjadi.

Mereka tahu bahwa jalan yang akan ditempuh tidak akan mudah dan bahwa mereka akan menghadapi banyak tantangan di masa depan. Namun mereka juga merasa bahwa dengan cinta dan penghormatan yang mereka miliki satu sama lain, serta dengan kebahagiaan anak-anak sebagai prioritas utama, mereka pasti akan bisa mengatasi segala rintangan yang ada dan membangun hubungan yang lebih baik satu sama lain – baik sebagai pasangan yang terpisah maupun sebagai orang tua yang selalu bekerja sama untuk kesejahteraan anak-anak mereka yang sangat dicintai.

1
Dewiendahsetiowati
ada typo Thor Budi yang harusnya kakak jadi ayah
Dewiendahsetiowati
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!