NovelToon NovelToon
Istri Tersembunyi Dokter Galak

Istri Tersembunyi Dokter Galak

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Perjodohan / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Dokter Genius / Kaya Raya
Popularitas:46k
Nilai: 5
Nama Author: Ocean Na Vinli

Tak pernah terlintas di benak Casey Cloud bahwa hidupnya akan berbelok drastis. Menikah dengan Jayden Spencer, dokter senior yang terkenal galak, sinis, dan perfeksionis setengah mati. Semua gara-gara wasiat sang nenek yang tak bisa dia tolak.

"Jangan harap malam ini kita akan bersentuhan, melihatmu saja aku butuh usaha menahan mual, bahkan aku tidak mau satu ruangan denganmu." Jayden Spencer

"Apa kau pikir aku mau? Tenang saja, aku lebih bernafsu lihat satpam komplek joging tiap pagi dibanding lihat kau mandi." Casey Cloud.

Di balik janji pernikahan yang hambar, rumah sakit tempat keduanya bekerja diam-diam menjadi tempat panggung rahasia, di mana kompetisi sengit, dan kemungkinan tumbuhnya cinta yang tidak mereka duga.

Mampukah dua dokter dengan kepribadian bertolak belakang ini bertahan dalam pernikahan tanpa cinta ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocean Na Vinli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menggadu

"Bagaimana kabarmu?" tanya sosok itu lagi sambil melempar senyum tipis. Seolah-olah dia tak melihat keadaan di sekitar Casey saat ini.

Casey enggan menjawab, memilih sibuk melanjutkan kembali aktivitasnya. Casey tak menyangka akan bertemu brondong yang dulu sempat hinggap di hatinya.

Bisa-bisanya kalimat pertama yang didengar dari mulutnya, menanyakan kabarnya. Lelaki itu hilang tanpa kabar, setelah Casey mengutarakan perasaannya.

Melihat respon Casey, sosok itu mendadak murung.

"Casey, kau ...."

"Pak Elang, bisa minggir sebentar, kami harus menyelesaikan tugas kami," ucap Jayden sambil melirik tajam ke arah Casey.

"Eh ya dok, kebetulan saya juga datang ke sini, mau cari dokter tadi kata perawat dokter ada di sini." Elang, pria berkulit eksotis itu lantas menanggapi dengan senyum kikuk terlukis di wajah.

"Iya tunggu saja di ruanganku, sebentar lagi aku ke sana, hasil rontgen sudah dibawa kan?" Sambil sibuk memeriksa pasien yang baru saja diberi tindakan pertama.

Jayden masih melirik-lirik ke arah Casey, tampak sangat penasaran.

"Sudah dok." Tanpa melepaskan pandangan dari Casey, Elang perlahan-lahan melangkah keluar dari ruang IGD.

Selang beberapa menit, pasien berjenis kelamin laki-laki yang mengalami kecelakaan sudah selesai diberi penanganan. Dan akan menjalankan pemeriksaan lanjutan.

"Kau kenal dengan keluarga pasien yang bernama Elang itu?" tanya Jayden seketika.

Membuat Casey yang baru saja selesai membersihkan tangan, mulai mengerutkan dahi sebab Jayden terlihat penasaran.

'Kesurupan apa gimana nih orang, tumben nanya-nanya.'

"Kenal," jawab Casey, singkat padat dan jelas, tanpa menatap sang lawan bicara.

Semalam, Casey sudah bertekad akan bersikap seperti Jayden. Jika Jayden cuek padanya, dia pun bersikap cuek.

Jayden mengedipkan mata berulang kali dengan respon Casey. "Pacarmu?" tanyanya.

"Bukan urusanmu, kalau pun pacar memangnya kenapa, kau saja bisa punya pacar, kenapa aku nggak bisa, permisi, aku mau visit ke ruang anggrek," jawab Casey dengan nada ketus dan mata mendelik tajam. Lalu cepat-cepat melangkah ke lorong lain.

Jayden terperangah. Memandang kepergian Casey dengan mulut sedikit terbuka.

"Wanita ini benar-benar ya, astaga," ucap Jayden tampak syok. Matanya masih tertuju pada punggung Casey yang kini sudah mulai menghilang dari pandangannya.

Dia tak menyangka ada seseorang yang berani melawannya selain neneknya. Casey adalah wanita pertama yang membuat dia tak bisa mengontrol emosinya akhir-akhir ini.

Jayden yang selalu tampak tenang dan kaku seperti patung, kini mulai seperti makhluk hidup.

Demi meredam emosinya yang meledak-ledak tak karuan. Jayden mengendurkan dasi merahnya sambil menarik dan membuang napas berulang kali.

Cukup lama Jayden berdiri di tengah lorong, sampai pada akhirnya salah satu perawat jaga ruangan datang menghampirinya, mengabarinya bahwa pasien di depan ruangan sudah banyak.

Jayden segera pergi ke ruang spesialis bedah, hendak melayani pasien-pasien yang datang memerlukan pengobatan.

Tepat pukul empat sore, di saat Jayden sudah selesai dengan tugasnya dan sekarang beristrahat sejenak di ruang pribadinya, tepatnya di lantai dua sembari membaca rekam medis beberapa pasien.

Seketika, perhatian Jayden teralihkan dengan bunyi ketukan pintu di luar.

"Masuk," kata Jayden, tanpa melirik ke arah pintu.

Pintu langsung terbuka, memperlihatkan Dea masuk ke ruangan dalam keadaan muka cemberut, seperti habis kalah dalam pertandingan.

"Jay, aku sedih banget hari ini, ada dokter yang usilin aku," kata Dea perlahan mendekati Jayden.

"Sedih kenapa? Memangnya siapa dokter yang berani sama kau."

Jayden tak sedikit pun berniat melirik Dea. Rekam medis terlihat lebih menggiurkan di matanya dibanding kekasihnya itu. Namanya juga Jayden tidak pandang bulu kalau soal bersikap, terhadap pasangannya saja, sikapnya juga dingin.

Melihat respon Jayden, Dea berdecak kesal, bibirnya makin turun ke bawah. "Jay, bisa nggak sih manggil aku sayang, aku ini pacarmu loh."

Sontak perkataan Dea membuat Jayden terpaksa mengalihkan pandangan. "Bukannya dari awal aku sudah bilang, aku nggak bisa romantis," katanya dengan tatapan dingin, dan berhasil membuat Dea tersenyum hambar sekarang.

"Iya, iya maaf, sudah jangan marah ya." Demi meredakan emosi sang kekasih. Dea mengalungkan kedua tangannya di leher Jayden dari belakang, tapi Jayden segera menurunkan tangan Dea.

Dea mendesah berat. "Jay, kok gitu, aku mau mesra-mesra loh."

"Aku lagi capek Dea, kita lagi di rumah sakit jangan aneh-aneh, jadi cepat katakan siapa dokter yang kau maksud tadi? Apa yang membuat kau sampai harus datang ke sini?" tanya Jayden masih menatap layar komputer.

Dea hanya dapat menahan kesal. Namun, dia tak bisa membantah sebab Jayden akan marah padanya bila dia melampaui batas.

"Iya, sorry, namanya dokter Casey."

Mendengar nama Casey disebut, Jayden melirik ke samping. "Lalu?"

"Tadi pas ada aku di ruang IGD, dia bilang aku ini nggak pantas bersanding samamu, apa aku serendah itu di mata orang-orang, aku sedih banget Jay," kata Dea, mulai melancarkan aksinya untuk balas dendam.

Jayden tak menanggapi, malah mengambil gagang telepon kemudian menekan angka tiga.

"Vero, tolong panggilkan dokter Casey untuk datang ke ruanganku sekarang."

'Haha, mampus kau.' Mendengar ucapan Jayden, Dea tersenyum penuh kemenangan.

Selang beberapa menit, bunyi pintu diketuk terdengar dari luar.

Di depan pintu ruangan, Casey tampak terheran-heran, mengapa Jayden memanggilnya tiba-tiba, apa dia membuat kesalahan? Entahlah ....

Setelah mendengar suara Jayden di dalam, Casey mendorong pintu dengan pelan.

Baru saja pintu terbuka lebar. Pemandangan pertama yang di lihatnya adalah Dea yang kini menampilkan raut wajah sedih. Wanita itu berdiri tepat di samping Jayden yang sedang duduk di kursi sambil menatap layar komputer.

'Apa lagi nih? Aduh please semoga nggak ada kaitannya sama Dea.' batin Casey perlahan-lahan melangkah masuk.

"Ada apa Dok?" tanya Casey, dengan jarak dua meter dari Jayden dan Dea.

Jayden langsung mengalihkan pandangan ke depan. Tatapannya terasa sangat dingin, hingga membuat ruangan seketika terasa seperti di dimensi lain.

"Jelaskan padaku, apa benar kau mengatakan kalau Dea nggak pantas bersanding denganku?" tanya Jayden.

Jika karyawan lain akan takut ditatap dengan begitu dingin, tapi tidak dengan Casey. Dia malah mendadak bengong.

"Hah? Kapan saya bilang begitu?"

Dea terkesiap, untuk pertama kalinya ada seseorang yang tidak takut berhadapan dengan Jayden. Dea pikir Casey akan menunduk atau paling tidak memperlihatkan raut wajah ketakutan begitu.

"Kata Dea tadi pas di IGD," kata Jayden, melirik Dea sekilas.

Dea terlihat mulai panik.

Casey tersenyum miring. "Dan Anda percaya begitu saja Dok? Saya nggak pernah bilang begitu, malah saya tadi yang dilabrak sama pacar dokter di IGD, Bu Dea salah paham sama gosip yang beredar kemarin, saya minta maaf sama Bu Dea, tapi Bu Dea malah bilang saya ini bermuka dua dan–"

"Hei, jangan asal tuduh kau! Untuk apa aku melabrakmu!?" potong Dea cepat.

Casey mencoba untuk tetap tenang. "Kenyataannya memang begitu, saya punya dua saksi kalau dokter nggak percaya sama saya, mau saya panggilkan sekarang."

Dea makin panik.

"Lancang kau! Saksi yang kau maksud pasti sudah kau sogok kan?!" Dea tiba-tiba menyentuh pundak Jayden.

Melihat pemandangan di depan, dada Casey terasa mulai panas.

"Lihat Jayden, wanita ini pandai bersilat lidah, dia memutar balikkan fakta, aku nggak mungkin melabrak dia," ucap Dea, cepat.

Casey terlihat mulai muak dan tiba-tiba tersenyum penuh arti. "Asal Bu Dea tahu gosip kemarin nggak sepenuhnya benar dan salah, saya kemarin nggak sengaja lihat burung pacar Anda loh."

"Apa?! Kau bilang apa tadi?"

1
Ariany Sudjana
pasti si pelacur murahan mau ketemu sama kekasihnya
Ariany Sudjana
bobby bodoh, mau saja dikendalikan sama Mak lampir Dea . kapan sih Mak lampir ini kena batunya? terlalu lama dibiarkan bertindak semaunya
@Resh@
perasaan setiap novell aku selalu nemu adegan jebak2 menjebak di kamr tidur 🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
ini kenapa lagi pebinor malah ikut mancing di air keruh? Casey lebih baik kamu sabar, jangan kamu pergi dari rumah dan mengajukan perceraian dengan Jayden. kalau itu kamu lakukan, yang menang si pelacur murahan itu Casey, benar seperti sarannya Hannah, kamu dengarkan sarannya Hannah
iskooo~
apasih bobby, kesel bgt deh.
iza
up lgi thor
O: oke nanti agak sore ya
total 1 replies
𝕊𝕚𝕥𝕚 𝕄𝕒𝕣𝕚𝕪𝕒𝕥𝕦𝕟
halah
axm
mana papa calvin tunjukkan kekuasaan mu 🤣🤣🤣
Nittha Nethol
lanjut thor
axm
ayo jayden buktikan kamu ngga salah kan ktnya orang berpengaruh pasti gampang buktiin💪
axm
Dea harus sadar cesey bukan orang sembarangan dia dr keluarga terpandang buka seperti dea yg mata duitan😄
Ariany Sudjana
dasar Dea pelacur murahan, wajar kok Casey dan Jayden, kan mereka pasangan suami istri yang sah. kalau kamu kan hanya pelakor 🤣🤣🤭🤭 kalau kamu mau, tuh sama selingkuhan kamu saja 😄
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu Dea, kalau Casey dan Jayden seperti itu wajar, kan mereka suami istri yang sah. beda ceritanya kalau kamu yang begitu, status kamu apa? owh iya yah kamu kan pelacur murahan, sudah dibooking sana sini, apalagi sama Andreas, kamu kan partner ranjangnya 🤭🤭🤣🤣
iza
bnr2 si dea bkin greget
Eridha Dewi
kok Dea satu rumah sama keluarga jayden
MomRea
cek cctv-nya kan gak mungkin hotel tiba tiba cctv-nya mati..bisa jadi di sengaja.
MomRea: kok jadi kemana mana ini othor bilang di unfavorit, saya komen karena suka, puas dan merasa masuk di dalam cerita, karena othor salah paham dgn komen saya, saya minta maaf, terima kasih karena sdh buat kami para readers bisa baca karya mu dgn gratis, teruslah berkarya dan author sehat selalu 🙏. sepertinya othor kurang suka dengan saya jadi saya mundur diri 🙏, sekali lagi terimakasih atas karya othor yg sdh saya baca.
total 3 replies
MomRea
di periksa dong darahnya...darah perawan apa darah haid... dokter kok bego
Ariany Sudjana
Dea Dea, dasar kamu jalang murahan, bukan Lala dan Tarno yang ga tahu diri, tapi kamu yang ga tahu diri. kamu ingin dihormati pelayan di rumah jayden? mimpi kamu ketinggian, kan kamu sudah jadi teman ranjangnya Andreas, ya kamu balik ke sana. pelayan saja tahu kalau kamu itu hanya pelakor 🤣🤣🤭🤭
O: si Dea serakah kak 🤭
total 1 replies
Emily
paok
Emily
Buyung Buyung🦜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!