Franceska wanita cerdas berpendidikan tinggi, berparas cantik dan berprofesi sebagai guru matematika. Suatu kombinasi yang melengkapi penampilannya yang good looking, cemerlang dan bersinar dari keluarga sederhana.
Prestasi akademik, serta kecerdasannya mengola waktu dan kesempatan, menghentarkan dia pada kesuksesan di usia muda.
Suatu hari dia mengalami kecelakaan mobil, hingga membuatnya koma. Namun hidupnya tidak berakhir di ruang ICU. Dia menjalani penglihatan dan petualangan dengan identitas baru, yang menghatarkan dia pada arti kehidupan sesungguhnya.
》Apa yang terjadi dengan Franceska di dunia petualangannya?
》Ikuti kisahnya di Novel ini: "Petualangan Wanita Berduri."
Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗
Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 09. PWB
...~•Happy Reading•~...
Boby menatap Rina dengan berbagai pertanyaan dalam kepala yang berdenyut, nyeri. Dia mulai waspada dan tidak bisa menganggap enteng wanita yang sudah menjadi duri dalam keluarganya.
Boby sadar, apa yang dilakukan Rina pada keluarganya bisa merusak reputasinya. Tapi dia coba bertahan demi harga dirinya sebagai laki-laki.
"Tidak mau keluar dari rumah ini? Tunggu saja, apa yang akan kulakukan." Boby tidak mau beradu lebih lama dengan Rina, karena melihat kemarahannya. Dia perlu menyusun strategi baru untuk hadapi Rina yang sudah berubah.
"Silahkan. Aku tunggu. Huss huusss...." Ceska mengusir Boby dengan marah sambil menggerakan tangan seperti mengusir hewan.
Boby jadi geram dan menutup pintu dengan kuat. Dia berjalan cepat ke mobil, tanpa menghiraukan tetangga yang keluar mendengar bunyi bantingan pintu.
Dia harus segera mencari pengacara untuk mendampingi orang tua dan kakaknya. Dan mengatur rencana, juga taktik jitu, agar rumah tetap menjadi milik keluarganya.
'Huuuu... Rina, mari jangan hanya menangis. Orang itu tidak pantas ditangisi. Kau harus bersiap-siap.' Ceska menyentak kesadaran Rina. Dia yakin, Boby bisa menggunakan tangan orang lain untuk mengusir Rina dari rumah.
'Iya, Mba Ceska, aku mau masak sesuatu untuk makan. Aku sudah tidak kuat berdiri.'
'Ok. Mari lihat di dapur. Mungkin ada sesuatu yang bisa dimakan.' Ceska baru menyadari, Rina sangat lemah setelah ditinggal Boby.
Rina membuka kulkas untuk melihat bahan makan yang bisa dimasak. Karena lapar dan sudah terbiasa masak, dia segera mengeluarkan perangkat dan bahan.
Ceska hanya diam melihat yang dikerjakan Rina. Seketika bau harum masakan memenuhi dapur. Ceska mengagumi cara Rina meracik dan memasak.
Tidak lama kemudian, Rina makan ayam goreng dikeprek dengan sambal yang tidak terlalu pedas, dan sangat lezat. Rina makan dengan nasi panas seperti orang yang tidak pernah makan berhari-hari.
'Makan pelan-pelan, Rina. Semua itu untukmu.' Ceska mengingatkan, agar Rina tidak tersedak.
'Maaf, Mba. Aku baru bisa makan ini dengan bebas. Selama ini, kalau aku masak seperti ini, akan dihabisin sama tiga orang itu.' Rina berkata sambil terus makan.
'Pantas mereka tambun seperti sapi. Tapi memang masakanmu terasa lezat." Ceska mengakui masakan yang dimakan Rina.
'Kau belajar masak dari siapa?' Tanya Ceska setelah Rina minum dan merapikan piring kosong dari atas meja.
'Dari orang yang datang ke panti untuk ajarkan kami memasak, Mba.' Rina berkata sambil mencuci perangkat masak. Rina mulai terbiasa berbicara dengan Ceska dalam berbagai kondisi. Karena dia tidak perlu berbicara sambil duduk tenang atau melihat Ceska.
'Ok. Kalau sudah selesai di sini, kau ke kamar untuk masukan semua milikmu ke dalam koper. Supaya kalau orang itu kembali dan mengusirmu, tidak ada yang tertinggal.'
'Iya, Mba. Aku tidak pikir itu.' Rina jadi meletakan sisa cucian kotor, lalu menarik nafas panjang. Dia mengakui yang dikatakan Ceska, karena Boby sudah bilang dia bukan istrinya.
Rina segera ke kamar mertuanya untuk ambil koper, karena dia tidak punya apa pun untuk membawa pakaiannya. Kemudian dia ambil yang dia anggap sebagai upahnya.
Ceska memikirkan apa yang harus dilakukan untuk menolong Rina, sebagaimana tugasnya.
Setelah memasukan pakaian yang tidak seberapa dalam koper, Rina duduk di tempat tidur yang lebih baik dari kamar tempat dia disekap.
'Sambil istirahat, tolong ceritakan proses kau dibawa ke sini. Apa pengurus panti tahu ini?' Ceska ingin tahu lebih banyak proses Rina dilamar Boby. Agar bisa membantu Rina saat berhadapan dengan penyidik.
'Pengurus panti tidak tahu, Mba....' Rina menceritakan yang dia tahu. Ceska mendengar dengan tekun, hingga Rina tertidur karena kecapean.
...~▪︎▪︎~...
Ke esokan hari ; Rina didatangi oleh polisi yang menangkap mertua dan iparnya. "Bu Rina, apa sudah sembuh? Tadi kami ke rumah sakit dan dibilang sudah pulang." Polisi menjelaskan setelah duduk di ruang tamu dan melihat wajah Rina masih ada bekas tindak kekerasan.
"Sebenarnya, belum sembuh sepenuhnya, Pak. Cuma tidak tahan di rumah di rumah sakit, jadi minta berobat jalan." Rina menjelaskan perlahan.
"Baik. Mengenai kasus kekerasan yang dialami, apa Ibu Rina sudah punya pengacara untuk mendampingi...." Polisi menjelaskan, agar Rina mengerti, kasusnya sudah ditangani oleh pihak berwajib.
"Belum, Pak. Karna baru pulang rumah sakit. Silahkan bapak tinggalkan alamat kantor polisi, nanti saya datang bersama pengacara." Ceska mengambil alih, karena Rina diam tidak mengerti.
"Baik. Ini alamat kantor polisi dan ini nomor telpon saya. Apa anda punya nomor telpon?" Polisi meletakan catatan di atas meja.
"Tidak, Pak." Jawab Rina pelan.
"Nanti saya hubungi bapak." Ceska menambahkan, karena baru tahu, Rina tidak punya telpon.
"Baik. Sampai ketemu. Jaga kesehatan anda." Polisi berkata serius, karena melihat bekas kekerasan.
"Terima kasih, Pak." Rina berdiri dan menyalami polisi.
Setelah mobil polisi meninggalkan depan rumah, Rina masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu. 'Rina, kau belum pernah punya hand phone?'
'Belum, Mba Ceska. Karna setelah di sini, hanya di rumah...' Penjelasan Rina membuat Ceska harus berpikir cepat, kalau mau menolongnya.
'Ganti baju. Kita pergi beli ponsel, supaya bisa lakukan banyak hal yang perlu.' Ceska bergerak cepat, karena Rina tidak menyadari kondisi kasus yang ditangani polisi.
...~▪︎▪︎~...
Beberapa waktu kemudian, mereka tiba di sebuah toko yang menjual telpon selular. Ceska berinisiatif memilih ponsel yang agak murah tapi bisa digunakan untuk keperluan Rina.
'Nanti di rumah baru aku ajari cara gunakan ponsel ini.' Ceska berkata cepat, karena dia lebih butuhkan ponsel saat itu dari pada Rina.
'Iya, Mba. Aku tidak tahu caranya.' Rina mengakui.
Ceska dengan cepat mengusai cara menggunakan ponsel, seakan dia pernah menggunakan lebih canggih dari ponsel itu. Jadi baginya, ponsel di tangan hanya standar. Dia bisa langsung gunakan fitur-fitur berbahasa inggris tanpa dirubah ke bahasa Indonesia.
Ceska segera googling mencari pengacara yang bisa membantu Rina secara gratis. Ketika melihat di layar ponsel nama firma hukum teratas yang membantu orang yang bermasalah hukum secara gratis. Ceska mencari kasus yang pernah ditangani, agar Rina tidak ditipu oleh pengacara abal-abal berkedok mau membantu.
Ketika membaca berita tentang kasus rudapaksa seorang wanita bernama Enni yang dimenangkan oleh pengacara dari Mathias Law & Firm, Ceska bersemangat.
Dia bisa membaca berita kasus Enni yang tersebar di media. Karena kasus Enni fenomenal dan jadi perhatian publik. Sehingga banyak media yang memberitakan proses persidangan.
Ceska langsung mengirim pesan ke nomor yang tertera untuk minta tolong pendampingan terhadap Rina. Dia menulis inti kasus untuk menarik perhatian pengacara.
Baru selesai terkirim, Ceska terkejut, karena chatnya tidak dibalas, tapi langsung ditelpon. "Hallo Ibu Rina. Saya Elwan. Pengacara dari Mathias Law and Firm. Tolong kirim alamatnya, kami akan menemui anda."
"Hallo, Pak Elwan. Terima kasih sebelumnya." Ucap Ceska. Rina yang mendengar percakapan Ceska dan pengacara Elwan langsung terduduk di kursi toko. Hatinya sangat terharu ada yang mau menolongnya lagi.
...~▪︎▪︎▪︎~...
...~•○¤○•~...
...Untuk kasus rudapaksa Enni yang dimenangkan oleh pengacara dari Mathias Law & Firm, dapat dibaca dalam Novel "Menghapus Jejak"...
...~•○¤○•~...
...~▪︎▪︎▪︎~...