NovelToon NovelToon
Diam-diam Cinta

Diam-diam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Diam-Diam Cinta / Cintamanis / Office Romance / Romansa / Komedi
Popularitas:89.2k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Lisa Kanaya, meninggalkan keluarganya yang toxic untuk bertugas di pelosok desa. Siapa sangka dia berada di tengah tim yang absurd. Trio semprul dan dokter yang diam-diam menghanyutkan.

"Mana tahu beres tugas ini saya dapat jodoh," ucap Lisa.

“Boleh saya amin-kan? Kebetulan saya juga lagi cari jodoh," sahut Asoka.

“Eh -- "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Jangan Ganggu

Bab 31

 

 

Rama membuang puntung rokok dan menggerus dengan kakinya, melihat langit sudah mendung. Ujang pun sudah datang untuk jaga dan piket IGD ada dua orang bidan magang.

“Balik bang, udah mendung.”

“Parkir dulu,” seru Beni memindahkan ambulance ke area carport puskes. Keduanya pulang dengan motor masing-masing.

Mendapati rumah ternyata sepi, padahal yang lain sudah pulang sejak tadi. Pintu depan terlihat terbuka.

“Sepi amat, ya,” ucap Rama memasuki rumah dan ….

Bugh.

Grusak

“Aduh, Sa!”

Rama terkejut mendapati Asoka tersungkur di lantai, sedangkan Lisa berada di sofa.

“Eh, maaf dok.”

“Lah, pada ngapain ini?”

Lisa memegang tangan Asoka yang mengusap bok0ngnya, mengajak untuk berdiri. Merasa bersalah karena refleks mendorong dengan kencang saat mendengar ada yang datang. Tidak ingin menjadi tontonan karena Asoka akan menciumnya.

“Kenapa?” tanya Beni yang baru masuk.

“Nggak tahu nih,” sahut Rama lalu terkekeh sambil berlalu. “Gagal ya dok, harusnya kasih kode biar kita entar-entaran pulangnya.”

Beni menatap Asoka yang terlihat biasa saja dan Lisa yang salah tingkah sambil cemberut. “Selamat berjuang dok, kayaknya nggak mudah.”

“Apaan sih? Rama nggak jelas, bang Beni juga apaan dih,” keluh Lisa lalu memukul lengan Asoka. “Dokter sih, ngapain coba tadi.”

Asoka terkekeh dan gemas melihat tingkah Lisa yang mau-malu karena hampir ketahuan.

“Jika tidak hari ini mungkin minggu depan, jika tidak minggu ini mungkin bulan depan, jika tidak bulan ini mungkin tahun depan. Terus aja sampai karatan.”

Rama bersenandung agak berteriak. Beni pun ikut tergelak.

Yuli terjaga dari tidurnya ikut berteriak. “Berisik, sar4f. Lo nyanyi apa sih?”

“Ada yang lagi usaha, Jule. Udah lo sini, jangan ke depan.”

“Usaha apa? Emang siapa yang ada di depan?” Yuli penasaran, dia pikir maksud di depan adalah di depan rumah, malah mendapati Asoka dan Lisa dalam situasi yang canggung di sofa. “Kalian kenapa?”

“Di bilang jangan ke sini.” Rama menarik Yuli pinggang membuat sang gadis meronta dan berteriak.

“Lepas, ih, pe4.”

“Eh, mulutnya nggak boleh gitu. Gini-gini gue calon imam lo tau nggak.”

Yuli terkekeh dan terkikik geli.

“Sa, mau pindah ke kamar nggak? Kamar jenazah,” cetus Rama.

“Bukannya tercipta romantis malah muncul adegan horror,” tambah Beni diiringi tawa ketiga orang itu, Sapri hanya celingukan. Nyawanya belum terkumpul, terbangun karena teriakan teman-teman semprulnya.

“Rama sinting,” jerit Lisa.

***

Malam minggu, Lisa dan Yuli asyik di depan laptop milik Rama menonton dracin. Lengkap dengan cemilan dan jaket. Suasana di luar hujan lebat, bahkan sejak tadi sore. Trio semprul menghangatkan badan dengan rokok dan vape di beranda, tempat nongkrong mereka yang asyik meski cuaca lumayan dingin.

Asoka baru datang, setelah piket jaga di IGD. Sebagian bajunya basah meski menggunakan payung.

“Lah, kenapa nggak nelpon dok. ‘Kan bisa dijemput.”

“Dijemput pakai apa, hujan deras gini pakai motor juga basah,” sahut Asoka.

Rama menggeser keset ke arah Asoka karena kaki yang basah dan sedikit kotor terkena lumpur sebab menggunakan sandal jepit.

“Sa, laki lo balik nih!”

Asoka bahkan melepas kemeja di luar meninggalkan kaos yang pas di badan mencetak tubuhnya.

“Apaan sih, ganggu aja. Eh, udah pulang dok?”

“Hm.”

“Bikin aer kek, kopi atau apa gitu. Belajar jadi istri yang baik, bukan asyik nonton dracin.”

“Rama bawel, kayak ibu-ibu komplek lagi gosip,” ejek Lisa mengikuti Asoka yang masuk ke rumah. “Mau masak air dulu nggak, dingin tau.”

“Nggak usah, yang. Kalau tidak keberatan, aku mau kopi tanpa gula.”

“Oke.”

Lisa tersenyum dan Asoka mengusap kepalanya. Sibuk di dapur untuk membuat secangkir kopi spesial untuk orang yang spesial. Asoka membawa handuk dan pakaian ganti menuju toilet.

“Awas, airnya panas,” ujar Asoka saat melewati dapur.

“Udah biasa dok.”

Secangkir kopi, setoples cemilan juga sebungkus roti sobek disajikan di atas nampan di karpet dekatnya menonton drama.

“Putar lagi, aku kelewat.”

“Ih, lagi seru nih. Identitas Yu Long hampir ketahuan,” ungkap Yuli dengan pandangan tidak lepas dari layar.

Rama ikut bergabung di karpet ruang tengah karena di luar semakin dingin. Sedangkan Beni dan Sapri di ruang tamu, fokus dengan ponsel masing-masing. Di mana Beni menghubungi keluarganya dan Sapri menjadi pendengar setia.

“Nonton apaan sih, berdua aja rame banget. Nonton ya nonton, ini malah pada komentar sama diskusi.”

“Ram, diem,” cetus Lisa.

Asoka sudah selesai mandi, sempat ke kamar untuk menggantung handuk dan menumpuk pakaian kotornya.

“Ini kopinya ya, tanpa gula tetap manis apalagi sambil lihat aku,” ujar Lisa dibalas Asoka dengan senyum dan mengusap kepalanya.

“Makasih, sayang.”

“Yul, lo nggak mau bikin gue apa gitu. Biar gue bilang sayang.”

“Ogah, lagi sibuk.”

Rama ikut menyimak drama yang sedang diputar. Sungguh malam minggu yang gabut karena cuaca buruk sampai dia ikutan menonton drama.

Asoka berada di belakang Lisa, tangannya memainkan ujung rambut gadis itu. Sesekali menyesap kopinya sedangkan cemilan sudah dibawa Sapri atas izin pemiliknya.

“Heh, itu punya dokter Oka, kalian udah juga.”

“Mubazir kalau nggak dimakan. Dia dokter jelas tahu ini makanan tidak sehat, biasa dikonsumsi rakyat jelata macam kita,” tutur Beni.

“Si Mei-mei bakalan jadi menantu konglomerat,” Yuli mengomentari kisah di drama itu.

“Aneh nggak sih Yul, hubungan Yu Long sama Mei-mei. Level mereka beda dan perbedaan strata sosial jelas kentara banget. Pewaris bisnis dengan gadis biasa, kayaknya serem ya.”

“Astaga,” keluh Rama. “Drama aja lo bilang serem.”

“Namanya juga film Sa, pasti happy ending ini.”

“Tapi kalau aku jadi Mei-mei, kayaknya nggak sanggup. Meski hidup akan terjamin, tapi keluarga Yu Long tidak akan bisa menerima dia begitu aja. Pasti banyak konflik dan drama ya.”

Atensi Asoka terfokus pada ucapan Lisa. Konflik di drama agak mirip dengan hubungan mereka. Posisinya sebagai salah satu pewaris dari rumah sakit tempat mereka mengabdi yang sampai saat ini masih dirahasiakan.

Brak

“Rama!”

“Emang, pacar laknat kamu ya.” Rama berlari dikejar Yuli karena layar laptop mendadak ditutup. 

Asoka menarik pinggang Lisa agar mundur dan duduk dekat dengannya. “Sayang,” panggil Asoka.

“Hm.” Lisa menoleh, pandangan mereka bertemu dan saling mengunci.

“Seru kisah drama yang kamu tonton?” Lisa mengangguk. “Kalau kamu ada di posisi tokoh wanita, gimana?”

“Mending mundurlah. Pasti berat menjalani hubungan dengan pewaris keluarga kaya atau terpandang. Secara aku bukan siapa-siapa dan tingkat sosial kita berbeda. Sudah pasti banyak dramanya. Di kehidupan nyata juga banyak kayak gitu.”

Asoka menghela nafas dan menelan saliv4nya.

“Kenapa dok? Jangan bilang kamu putra dari pemilik Yu Long Company atau ternyata CEO perusahaan minyak.” Lisa terkekeh karena candaannya. “Tenang aja, aku cinta dokter Asoka Harsa apa adanya.”

Tangan Asoka menangkup wajah Lisa lalu mengecup pelan bibir semerah ceri yang selalu menggoda.

“Eh.”

“Astaga, mata gue ternoda. Nggak harus minggu depan apalagi bulan depan, udah mendarat aja itu bibir.”

Yuli terbahak, lalu menarik Rama. “Udah kita keluar lagi, jangan ganggu mereka.”

“Ih, Asoka,” pekik Lisa.

 

 

1
mery harwati
Inka anak tiri belagunya selangit, tabok lah Rama itu Inka pake botol infusan 😄
Iccha Risa
bapak kost langsung tlpn aja dech gosah ketak ketik
juwita
emak sm anak sama" pny penyakit hati🤣🤣🤣
Shee_👚
gass malah kesenengan asoka itu mah🤣
Shee_👚
lah staf doank juga kalau kerjanya rajin dan jujur lama-lama bisa naek jabatan. inka ini mau nya langsung di atas aja tanpa mau berproses 😒
Shee_👚
ibu sama anak sama aja pengin kaya tapi g mau kerja. kalau gitu mah cari aki-aki yang kaya tapi dah mau mati biar hartanya jadi milik sendiri🤣
Vtree Bona
hahahhaa si Rama kebakaran jenggot 🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Bang Beni pasti ngetiknya panjang kali lebar, gak kelar²🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Hati² Lisa, bahaya🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Kalo ngambek mah tinggal dikokop aja/Chuckle/
Septyana Kartika
Bang Ben ngetiknya berasa mau kultum, gak selesai2
mmh nengmuti
sapri panggil penghulu 🤣
Lia Kiftia Usman
suka sikapnya doni... putus...😊👍
stnk
gassss...grebek aja Ram biar langsung dikawinin...🤭🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
hahaha ada yang senewen, ga dapat calon menantu sekaliber dokter Asoka, sudah dokter, anak pemilik rumah sakit pula. kak penulis, tolong jangan ada drama INKA menjebak dokter Asoka, supaya INKA bisa jadi istrinya, dan menyingkirkan Lisa, aku ga rela kak
Siti Dede
Lagi enak²nya baca dah habis aja🤪
Siti Dede: iya🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
Elia Rossa
tambah tantrum Inka tau Asoka anak direktur RS....rasain 😀
Eva Karmita
lanjut otor 🥰🥰🥰🥰
Siti Dede
Gimana reaksi Inka dan mamanya ya saat tahu calon suami Lisa anak pemilik RS?
Ranita Rani
asoka jgn macem2 cpet anter lisa plg,,,,gak usah dkokop dulu cz sekli ngrasa isa ketagihan,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!