NovelToon NovelToon
Rain Bukan Petaka

Rain Bukan Petaka

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Lari Saat Hamil / Preman
Popularitas:706
Nilai: 5
Nama Author: Asrar Atma

Rain menjadi ketua, dari geng yang dibuat sendiri, Rksabi. Yang berkecimpung pada tugas jasa, geng yang terdiri enam orang itu mencari klien dengan berbagai masalah demi mengumpulkan pundi-pundi uang. Sampai satu tugas yang menawarkan bayaran mahal, membawanya pada gadis muda, dan Rain merasa terjebak disana, di dalam rumah mewah keluarga Vick sebagai Pengawal pribadi Yasmin Celia. Dia datang untuk menyelesaikan misi sebagai Pengawal pribadi yang melindungi, tapi selesai tugas justru jadi Bapak yang mencari keturunannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asrar Atma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9

Perempuan itu adalah klien kita yang ke 20 dengan misi pasangan gubuk, dia mendapatkan nomor dari tukang kebun dirumah singgah persetan. Keduanya punya hubungan dekat karena anak tukang kebun itu muridnya " beritahu Sandi, ia butuh beberapa hari menyelidiki sebelum sampai pada kesimpulan.

"Hmm, pecat dan kasih sedikit contoh pada yang lainnya, apa yang akan terjadi jika berani bertindak diluar perintah" jawab Rain di seberang sana.

"Baik ketua, dan ada satu informasi lagi. Rksabi diundang sayembara lagi ketua, bagaimana menurut kau?" Ada jeda sejenak dari percakapan keduanya karena pria diseberang sana tampak berpikir, itu adalah undangan kedua mereka setelah 7 tahun berlalu.

"Kapan?"

Tujuh tahun lalu ketika hujan turun dengan lebat membawa serta angin kencang, guntur sesekali menggema bersamaan dengan petir yang menerangi jalanan pada malam yang gelap. Waktu yang tepat untuk bersembunyi dalam selimut, mencari kehangatan dibandingkan harus keluar dan berhadapan dengan badai. Begitu pun yang dikeluhkan Rksabi yang terjebak dalam gubuk tua.

"Ada orangnya nih" tutur pria berambut kribo sembari menelisik pintu, pasalnya ada sepeda motor didepan halaman.

"Ketuk Kri" titah pria berkepala plontos, tubuhnya menggigil di balik kaos hitam yang basah.

"Motor doang bagus, rumah reyot." Pria berwajah manis mendengus setelah melihat-lihat rumah dan motor itu bergantian, ucapan nya yang asal itu membuat pemuda berusia 16 tahun terkekeh.

"Daripada kau tidak punya apa-apa" sahut pria berwajah sangar yang tengah melipat celana panjangnya yang basah, pria berwajah manis bernama Alex itu hanya tersenyum menanggapi ucapan Sandi.

"Bocah, ikat dulu luka kau" sela pria blasteran sembari melemparkan potongan kaos nya, dan ditangkap oleh pemuda itu.

"Kapan kena?" Alex membantu mengikat lengan kawan nya yang paling muda.

"Ngga tahu Bang, kerasa juga ngga "jawab pemuda berusia 16 tahun itu, Haneul.

Sedangkan Pria blasteran yang kerap dipanggil Taka menengadahkan tangan mengumpulkan hujan untuk diminum. "Tidak ada yang menyahut, tidur apa bagaimana orangnya"kribo menjauh dari pintu melihat usaha panggilan sopan nya tidak membuahkan hasil.

"Padahal kita butuh pertolongan, lihat Botak udah meringkuk" semua mata lantas langsung tertuju pada Bintang yang memeluk lutut, pria itu terlihat paling rapuh setelah dihantam badai.

"Aman"ucap Bintang mengacungkan jempol pada teman-teman.

"Belajar lagi bela diri dengan guru Sintang, pergerakan kalian belum gesit" ujar Rain, ikut duduk dilingkaran yang dibuat anak buahnya

"kita udah usahakan Taka, tapi botak malas " yang dibicarakan melengos menatap pintu.

"Dilain hari Lawan kita bisa saja lebih tangguh dari geng Api, tidak ada waktu untuk malas-malasan"mereka serempak mengangguk menerima saran dari ketua, Haneul memutar badan menghadap penuh pada Abang-abang nya.

"Kita juga perlu peralatan yang canggih seperti punya orang-orang itu, kita naik kan tarif lebih tinggi. Modal penting" Haneul mengeluarkan pistol dari saku nya, lalu meletakkan benda yang dipungut dari musuh ditengah lingkaran.

Kribo mengulurkan tangan mengelus benda itu, baru pertama kali melihat pistol sedekat itu Kribo terpana. Selama setengah tahun Rksabi menjalankan tugas, baru kali itu mereka mendapatkan yang paling berat. Biasanya tugas yang mereka ambil hanya berupa menagih hutang untuk orang, menangkap pencuri, dan membalas perbuatan penganiayaan, yang paling pribadi terkhusus untuk Alex adalah menjadi gigolo. Tidak heran mereka merasa tengah berperang saat menghadapi geng Api, untuk memperebutkan uang seratus juta dalam sayembara yang diselenggarakan geng Ayam.

"Dengan uang kemenangan ini, kita bisa beli senjata api" Sandi menepuk tas besar dipangkuan nya, hasil kemenangan mereka mengalahkan geng Api.

*****

Enam pria dalam balutan kaos hitam dan celana panjang berdiri berdampingan, wajah mereka ditutup dengan masker dan topeng Bintang. Mereka menyebutkan diri sebagai Rksabi. Dihadapan mereka ada geng Api yang menutup wajah dengan helm, orang-orang itu berjumlah sepuluh orang.

Peraturan pun dibacakan dari sayembara yang diadakan oleh geng Ayam yang dikenal paling berjaya dan punya kekayaan. Bahwa anggota dalam geng diantara keduanya harus bisa bertahan tanpa ada yang hilang kesadaran. Geng akan dinyatakan menang jika berhasil membuat musuh tidak bisa bangun dan diberi bonus bila ada korban yang mati. Mereka bisa menggunakan alat apa saja untuk memenangkan sayembara.

"Tiga puluh menit kalian yakin akan bertahan? Aku bisa meminta agar diringan kan, mungkin sepuluh menit" ucap ketua geng Api pongah, para anak buahnya pun sontak tertawa.

"Kenapa tidak pakai Alat yang lebih bagus seperti... Spatula? " Katanya lagi sembari memutar pistol, tawa membahana mengikuti perkataannya.

"Aku baru tahu ada geng seperti itu, Rksabi. darimana kalian selama ini, Gunung hantu?" Pria itu semakin besar kepala melihat alat yang dipegang lawannya hanya belati, parang dan bambu runcing.

"Ini bertaruh nyawa, jangan pikir kami hanya membuat lawan pingsan. Jadi aku saran kan mundur atau ganti senjata" pria itu berdecak karena lawannya hanya diam sementara waktu pertempuran akan dimulai dalam hitungan detik,

"jika mati memang kalian harapkan, kami bersedia membantu" mereka bersiap dengan peregangan kecil.

Pengeras suara memberitahukan tiap detik sebelum dimulai,"Tiga, dua, dor...." lalu tembakan tanda dimulai dilantunkan ke udara. Rksabi berlari memangkas jarak sembari mengacungkan alat mereka, selain itu mereka juga harus bergerak lincah menghindari peluru. Bersembunyi pada tembok, mereka mengelak dengan gesit. Rain melempar tombak dari bambu dan mengenai lengan penembak, orang itu seketiak mengerang mencoba menarik bambu.

"Bangsat"umpat ketua geng Api.

Haneul menggunakan katapel membalas serangan peluru mereka, menghantam berulang kali kemaluan musuh. Tembakan berhenti bersahutan, Alex dengan parang panjangnya menghempaskan pistol hingga terlempar jauh.

Sementara Rain tidak sungkan menebas jari musuh, Bintang sempat bengong melihat aksinya hingga nyaris terkena peluru. Beruntung irfan menjambak rambut Bintang dan membuat kepala itu tertunduk dibalik meja yang dijadikan sebagai perisai.

Sandi menghajar musuh dengan tangan kosong, disisi nya berdiri Alex yang siap menghadang peluru dengan parang. Haneul yang kehabisan peluru katapel beralih menyerang dengan belati, namun dalam adu kekuatan itu belati berhasil direbut musuh. Ia terkena serangan belati dilengan, tapi ia mampu membalik keadaan, kaki nya bergerak menendang hingga musuh terduduk.

"Cah, tangkap!" Seru Irfan melempar belati dan ditangkap Haneul, lalu belati itu ditusuk ke paha dalam musuh.

Sepuluh orang itu kini hanya tersisa satu orang, ketua geng api beringsut mundur saat Rain terus mendekat maju menyeret parang. Pistol pria itu terlempar ke pojok bangunan, ia melirik senjata nya beberapa kali sebelum berlari menghampiri. Namun tebasan dikaki nya membuat tubuh itu terjerembab begitu saja, rintihan nya memenuhi bangunan tua terbengkalai.

"Kalian bahkan kalah dalam waktu 7 menit, bagaimana menurut kau Spatula kami? Mungkin kau baru mendengar Rksabi hari ini tapi setelah nya tidak mungkin lupa" Ujar Rain, sembari mengayunkan parang ke leher ketua geng Api.

"Bagaimana menurut kau dengan bonus, boleh aku ambil dari nyawa kau?"

"Geng api masih sanggup kah kalian bertahan? Atau perlukah permainan ini diselesaikan sekarang?" Tanya seseorang dari balik pengeras suara, jauh dari bangunan mereka diadu seseorang pria baya yang menonton dibalik layar tersenyum.

"Siapkan uang untuk Rksabi! mereka pemenang baru dalam permainan ini, memecah rekor dalam waktu kurang dari 8 menit"

"Selamat untuk Rksabi telah keluar sebagai pemenang " sistem pengeras suara itu memberikan ucapan selamat saat ketua geng api mengangkat tangan dihadapan kamera, tanda menyerah.

1
Anala.
lanjut, aku tak bisa berkata apa-apa 👍
Anala.
elahh🤣
Anala.
tenang, kamu malah dpt anak 🤭
Anala.
benar itu
Anala.
lanjut thor 🙏
Anala.
heh, dosa itu
Anala.
buat sendiri, Yas 😄
Anala.
lanjut thor
Anala.
dasarrr.... enggak baik!
Anala.
hahahaha, usil🤣
Anala.
malah deras aliran nya. karena bocor tembak🤭
mungkin: ya iya ya👍🤣
total 1 replies
Anala.
waduhh, Petaka... muncul!
Anala.
up. seperti fans benaran aku😄
mungkin: kok sempat sih
total 1 replies
Anala.
sering-seringlah, mengumpat Petaka. karena nanti kamu akan mencari kecebong mu🤣
mungkin: apa lagi kosakata nya?
total 1 replies
Anala.
ketemu Han enggak nih
mungkin: ngga La/NosePick/
total 1 replies
Anala.
bisa, bisa nya Lo yang bilang menarik
Anala.
kejam banget
Anala.
apa ini, Mr Petaka sudah memiliki anak, hmm....
mungkin: iya /Drowsy//Drowsy/
total 1 replies
Anala.
hahaha/Hammer/
Anala.
pelit banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!