NovelToon NovelToon
AKU BISA MEMBUATMU JATUH CINTA, TUAN

AKU BISA MEMBUATMU JATUH CINTA, TUAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikah Kontrak / Cinta setelah menikah
Popularitas:86.5k
Nilai: 5
Nama Author: Hany Honey

Seri kedua Kau Curi Suamiku, Kucuri Suamimu. (Hans-Niken)
(Cerita Dewa & Fitri)
Masih ada secuil tentang Hans-Niken, ya? Juga Ratu anak kedua Hans.

Pernikahan yang tak diharapkan itu terjadi, karena sebuah kecelakaan kecil yang membuat warga di kampung Fitri salah mengartikan. Hingga membuat Fitri dan Dewa dipaksa menikah karena dituduh melakukan tindak asusila di sebuah pekarangan dekat rumah Fitri.
Fitri berusaha mati-matian supaya Dewa, suaminya bisa mencintainya. Namun sayangnya cinta Dewa sudah habis untuk Niken, yang tak lain istri dari Papanya. Dewa mengalah untuk kebahagiaan Papanya dan adik-adiknya, tapi bukan berarti dia berhenti mencintai Niken. Bagi Dewa, cinta tak harus memiliki, dan dia siap mencintai Niken sampai mati.
Sayangnya Fitri terus berusaha membuat Dewa jatuh cintai padanya, meski Dewa acuh, Fitri tidak peduli.
"Aku bisa membuatmu jatuh cinta padaku, Tuan!"
"Silakan saja! Cinta tidak bisa dipaksakan, Nona! Camkan itu!"
Apakah Fitri bisa menaklukkan hati Dewa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hany Honey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 9 - Jangan Pergi

Sudah hampir dua puluh menit Fitri berada di kamar mandi. Dia masih menangis, dia masih merasakan sakitnya apa yang telah Dewa perbuat tadi. Meski Dewa suami sahnya, tetap saja ada rasa sakit dan sedikit trauma dengan apa yang Dewa lakukan tadi.

Fitri merasakan tubunya sudah lumayan segar kembali. Meski masih ada sedikit nyeri di area intinya, tapi Fitri sudah merasa sedikit enakan. Fitri langsung beranjak dari bathub dengan pelan supaya tidak terlalu nyeri. Ia lalu membilas tubuhnya di bawah shower. Setelah dirasa bersih, Fitri mengambil handuk lalu membersihkan tubuhnya dengan handuk dari sisa air yang menempel di kulitnya. Dirasa sudah tidak ada air yang menempel di kulinya, Fitri langsung memakai bathrobe lalu keluar dari kamar mandi.

Fitri keluar dari kamar mandi. Dia melihat kamarnya sudah kembali rapi, sprey dan selimutnya sudah diganti dengan yang baru, dan lebih terkejut lagi, ada satu stel piyama di atas tempat tidurnya. Fitri tahu semua itu Dewa yang melakukannya. Mau siapa lagi, toh di rumahnya hanya ada Dewa dan dirinya saja.

Fitri menatap pantulan tubuhnya di cermin setelah memakai baju yang diambilkan oleh Dewa tadi. Ia melihat leher jenjangnya, banyak sekali bercak merah di lehernya. Ternyata tidak di dada saja yang tadi Fitri lihat saat mandi. Di leher pun ternyata ada.

Fitri mengusap air matanya yang kembali menetes di pipinya. Ia mengingat kejadian tadi, saat Dewa menyetubuhinya dengan kasar, dan entah kenapa Dewa tiba-tiba seperti itu. Padahal saat tadi di tempat makam malam, Dewa baik-baik saja. Masih bicara dengan lembut padanya. Namun saat perjalanan pulang, sikap Dewa berubah sampai tadi saat menyetubuhinya dengan begitu kasar.

“Kamu jahat Dewa!” ucap Fitri lirih dengan terisak.

Meskipun dia sah-sah saja disentuh Dewa, tapi Fitri ingin sentuhan yang lembut dan penuh cinta dari suaminya. Bukan seperti tadi yang Fitri mau. Dewa menyentuhnya dengan begitu kasar. Terlebih suaminya sedikit pun tidak mencintainya.

Ceklek ...

Terdengar suara pintu kamar Fitri terbuka. Fitri melihat ke arah pintu. Dewa masuk dengan membawa nampan yang berisikan segelas susu, roti selai, dan potongan buah pir madu. Tadi Dewa melihat isi kulkas, dan ternyata ada buah pir, lalu megupasnya, dan membuatkan roti selai kacang juga segelas susu untuk Fitri. Dewa tahu Fitri pasti membutuhkan semua itu, apalagi energinya tadi sudah terkuras habis saat dirinya menyentuh Fitri.

“Fit, ini aku bawakan kamu susu dan roti selai. Juga buah pir yang udah aku potong. Dimakan, ya?” ucap Dewa lalu menaruhnya di atas meja kecil yang ada di kamar Fitri.

Fitri hanya diam saja, tidak bicara sedikit pun. Dewa mendekati Fitri yang sedang duduk di tepi ranjang. Lalu Dewa berjongkok di depan Fitri, dia kemudian menggenggam tangan Fitri lalu bersimpuh mencium tangan Fitri yang ada dipangkuan Fitri.

“Maafkan aku, Fit. Sungguh aku minta maaf. Tolong jangan diam, maafkan aku,” ucap Dewa dengan penuh penyesalan dan suara yang serak.

“Kenapa kamu melakukan ini padaku, Dewa? Kenapa?” ucap Fitri dengan terisak.

“Maafkan aku, aku sudah melakukan itu padamu.”

“Aku ingin pulang, Dewa,” ucap Fitri.

“Pulang? Pulang ke mana, Fit?”

“Antar aku ke rumah Bi Ratna. Aku ingin pulang ke sana.”

“Gak, Fit. Kamu di sini saja.”

“Aku menyerah, ceraikan aku, Dewa. Aku gak bisa begini.”

“Gak, Fit! GAK! Aku gak akan menceraikan kamu!” tegas Dewa.

Fitri meringkuk, membelakangi Dewa. Dia kembali menangis. Bagaimana dirinya tidak minta cerai? Dewa saja tidak pernah bisa membuka hatinya?

“Maafkan aku. Aku janji, aku akan perbaik semuanya, Fit. Aku mohon jangan pergi ya, Fit?”

“Untuk apa aku di sini, Dewa? Kalau kamu saja tidak pernah menganggapku? Aku tidak mau jadi pemuasmu saja. Aku ini istrimu, bukan perempuan pemuas nafsumu seperti perempuan di luar sana yang tadi kamu sebut. Aku bukan jal-ang, Dewa! Aku istrimu!” pekik Fitri.

“Aku minta maaf, Fit. Aku minta maaf. Apa pun yang kamu mau akan aku lakukan, asal kamu jangan pergi dari sini, dan jangan meminta cerai dariku. Aku tidak bisa, aku sudah menyentuhmu, Fit. Meski aku salah caranya. Please .... jangan pulang, ya?” ucap Dewa dengan mengusap pungungg Fitri yang sedang membelakanginya.

“Aku mau tidur, silakan kamu keluar, Dewa.”

“Aku akan menemanimu di sini, aku tidur di sofa, aku takut kamu pergi, aku takut kamu kenapa-napa,” ucap Dewa.

“Keluar, Dewa! Aku ingin sendiri!”

“Baiklah, tapi jangan pergi, Fit.”

Dewa akhirnya keluar dari kamar Fitri. Dia benar-benar menyesal dengan apa yang sudah ia perbuat pada Fitri. Dewa terpaksa menarik sofa yang ada di ruang keluarga untuk di taruh di samping kamar Fitri. Dia akan tidur di sofa itu, supaya dia bisa memantau keadaann Fitri, dan tahu Fitri baik-baik saja atau tidak di kamarnya.

^^^

Sementara di tempat lain, Ratu sudah berada di apartemennya. Dia bersama laki-laki yang menjemputnya tadi seusai makan malam. Ratu membuatkan kopi untuk pria itu yang sedang duduk santai di depan TV.

“Ini kopinya, Mas,” ucap Ratu.

“Mas bilang gak usah bikinin kopi, Mas gak pengin lama-lama di sini, bisa bahaya soalnya.”

“Bahaya yang bagaimana, Mas? Sudah jangan macam-macam! Aku ganti baju dulu, Mas!”

“Iya sana bersih-bersih, ganti baju dulu. Mas di sini nunggu kamu.”

Ratu masuk ke kamarnya. Dia membersihkan diri lalu mengganti bajunya dengan baju tidur lengan panjang, dan celana panjang. Setelah itu, dia kembali ke depan untuk menemui tamunya itu yang sedang menikmati secangkir kopi buatannya.

“Sini duduk sini, mas pengin bicara serius sama kamu, Sayang.”

“Serius amat, Mas?”

“Ya memang ini sangat serius.”

“Mau bicara apa, Mas?” tanya Ratu.

“Mas ingin menikahimu,” ucapnya.

Raut wajah ratu berubuh seketika saat laki-laki itu bilang ingin menikahinya. Bagaimana bisa dirinya menikah dengan pria yang statusnya pernah menjadi ayah tirinya, dan dia juga mantan suami dari mama sambungnya sekarang. Ya, Reyfan yang sedang duduk di depan Ratu saat ini. Sekaligus orang yang tadi menjemput Ratu selesai makan malam.

Bagaimana caranya Ratu bicara pada orang tuanya, juga kakak dan adiknya kalau dia akan menikah? Dan yang akan menikahinya itu adalah laki-laki yang pernah membuat sakit hati mama sambungnya, dan papanya? Dua orang yang sangat Ratu sayangi. Ratu tahu ini salah, dia salah sudah menjatuhkan hatinya pada pria berstatus duda itu, yang tak lain mantan suami mama kandungnya, dan mama sambungnya dulu.

“Mas, bagaimana aku  bilang sama Papa dan Mama? Juga Kak Dewa dan Putri? Mas tahu kan bagaimana mereka?” ucap Ratu.

“Ya mas tahu, kalau kamu belum siap, Mas akan menunggu kamu siap, Sayang. Mas akan menunggu sampai kapan kamu siap. Mas sayang kamu, Mas cinta sama kamu. Maafkan mas, mas tidak tahu bisa memiliki perasaan sedalam ini sama kamu, Ratu. Mas memang merasa tidak pantas untuk menikahimu, jika melihat masa lalu mas dulu.”

1
Asriaty
jangan dong ratu sm rey,,,kasi muncul tokoh baru thor,,atau sm di duda sj
Yusniwati Wati
ga sabar ni nunggu kelanjutannya
Bagus Rahmad
suerrr yg tekwewr...kewer
Eni Hayati
saya suka banget lanjut KK
Ning Suswati
surat apa sih, bikin penasaran lho
Ning Suswati
kasih ada permainan petak umpet pada viona, jg sampai keduluan viona yg bermain main, kok pa2 hans belum bertindak, helllo pak mafia, jgn sampai lho, viona berbuat nekat sama keluarga lho, gk usah kasih kesempatan
Ning Suswati
fitri2masih saja ragu, ya pastas2 saja sih, 3 thn dianggurin, tapi cobalah sedikit membuka hati dan yakin dewa sdh benar2 jatuh cinta sama fitri
Ning Suswati
semoga dg kedatangan viona, dewa semakin takut kehilangan fitri,
Ning Suswati
aq suka ratu bisa menyadari kesalahan fatal yg di perbuat, dan fakus mengadap kedepan, buka mata lebar2 dan tdk terpuruk pada hati yg sdh salah memilih
Ning Suswati
semoga saja ratu membuka matanya lebar2 dan menggunakan otaknya dg benar, apalagi masalah cinta2an,
Ning Suswati
semoga saja ratu sadar se sadar2nya bahwa itu bukan cinta, tapi otaknya yg gk berfungsi dg baik
Ning Suswati
tama sangat bijak menasehati ratu, emang benar dia sendiri juga gk becus dlm mengelola hati dan perasaan, tapi si ratunya aja otak nya di taruh di dengkul, anak perawan sih susah diatur, malah menjerumuskan diri ke dlm.lumpur, gk pernah bersyukur di berikan kehidupan yg layak bergelimang harta, malah kesemsem dg masa lalu ma2nya yg buruk.
Ning Suswati
rasain kamu dewa, emang enak dicuekin, nikmati dan sadari apa yg telah diperbuat selama nikah, dan sabar dlm menghadapi dan usaha tuk memperbaiki diri dan hati
Ning Suswati
ada y manusia bertahan selama itu, tapi mau kata apa, ortunya sendiri gila dan harus pulang kemana juga, lanjut aja, semoga dewa emang mau memperbaiki nya
Ning Suswati
gila abis si ratu tapi sinting plus plus, itu bukan cinta tapi opsesi balas dendam karena niken tdk jadi pisah dg pa2 hans, tolol apa bodoh sih ratunya, kaya gk ada laki2 dlm dunia ini, melek dikit ratu matanya, jgn pura2 buka dan tuli, masa laki2 bekas ma2nya dan ma2.sambung di embat juga, sebelas dua belas kali otaknya dg ma2 zahra, jgn dong thor, masa anak sama emak gila semua
Ning Suswati
eh siapa sih, pacar rahasia ratu, kok manggilnya om, jgn2 mantan ma2 niken
Ning Suswati
bagus dong sifat hans selalu mencintai isterinya, daripada kelayapan celup sana sini, kan lebih aman dg isteri
Ning Suswati
hhhh, bagus deh fit aq suka, lanjut aja
Ning Suswati
lanjut thor, aku baru mampir setelah selesai curi2an suami 🤭
Safa Rizkia
malu2in viona mengerjar suami orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!