Citraleka yang sedang berjuang untuk kesembuhan neneknya dikejutkan dengan sebuah penawaran dari seorang pria kaya yang memintanya untuk melahirkan seorang anak untuk pria itu dengan imbalan biaya untuk perawatan neneknya yang sedang menderita penyakit komplikasi.
"Berikan aku seorang anak, maka aku akan membiayai pengobatan nenekmu. " - Davidson fernandez.
Citra tak habis pikir bagaimana bisa seorang pria beristeri yang memiliki image baik bisa mengucapkan kata-kata itu dengan mudah dan akankah ia menerima tawaran sang pria yang memiliki istri seorang supermodel itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeju Oranye, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Sementara di tempat lain, tepatnya di Penthouse milik Flora, keadaan ruangan yang awalnya seperti kapal pecah kini kembali seperti semula, pecahan- pecahan kaca, bingkai foto dan barang- barang lain yang rusak dan berserakan sudah di sapu bersih, dan keadaan sudah seperti sedia kala.
Flora yang awalnya pingsan dan terluka kini sudah mendapatkan perawatan dari dokter pribadinya. Di dampingi oleh zergan, yang selalu setia berada di samping wanita itu sejak dia datang kemari beberapa jam yang lalu.
"Untung nya luka yang di buat nya tidak terlalu parah, " kata dokter Edmund setelah keadaan flora sudah mulai membaik.
"Apa dia menyakiti dirinya sendiri lagi? " tebaknya membuat anna dan zergan saling melempar pandang, keduanya sama-sama ragu untuk menjawab, yang satu karena belum tahu apa yang terjadi dan yang satunya ingin bercerita namun takut melanggar privasi sang nyonya.
Melihat dua orang di depan nya hanya diam saja, membuat dokter Edmund membuang napas kasar. Dirinya sudah menjadi dokter pribadi Flora sejak perempuan itu masih sangat kecil, tentu selain kesehatan fisiknya, dokter Edmund juga tahu bagaimana kondisi tentang mental Flora. Walaupun soal itu bukan termasuk dalam ranahnya namun Flora mempunyai psikiater sendiri yang merupakan sahabat dari dokter Edmund, jadi sedikit tahu dia tentang penyakit mental yang di derita Flora.
"Jika dia sampai menyakiti dirinya lagi, ku sarankan untuk menemui dokter Flyan kembali, dia yang paling tahu bagaimana kondisi mental nona Flora saat ini, " kata dokter Edmund memberikan saran, karena sepanjang ia menjadi dokter pribadi Flora, dia sudah menganggap perempuan itu seperti puterinya sendiri.
Anna, yang bertugas sebagai asisten Flora mewakili dengan menganggukkan kepala. "Baik dok, saya akan mendiskusikan sekaligus membujuk nyonya nanti agar mau datang lagi ke psikiater. "
Dokter Edmund membalas dengan anggukan kecil. "Saya sudah merespkan obat, nanti di minum karena tadi saya memeriksa badan nona juga mengalami demam, jadi pastikan dia meminum obat nya. "
"Baik dokter," kata Anna, setelah nya dokter Edmund pun pamit undur diri, Anna lalu menoleh kepada Zergan, ijin untuk mengantar dokter sampai ke depan, dan di balas anggukan kecil oleh Zergan.
"Aku yang akan menjaga Flora di sini," katanya yang lantas membuat Anna paham, jika mereka membutuhkan waktu berdua.
Sepeninggalan dokter Edmund dan Anna, kini hanya ada Zergan di samping Flora yang masih terlelap akibat obat bius karena tadi dia sempat mengamuk saat di perban lukanya.
"Lepas! aku harus menemui pellakor itu! David tidak boleh menjadi milik nya, lepas! "
Zergan kembali mengingat kata- kata yang selalu Flora ucapkan saat dia mengamuk tadi. Kepalanya di penuhi tanda tanya yang ingin di beri jawab soal semua yang sedang terjadi, namun dia memilih sabar menekan rasa penasaran sampai Flora kembali pulih.
Menit demi menit berlalu, Zergan masih setia di samping Flora sampai akhirnya wanita itu perlahan-lahan membuka matanya.
Kedua netra Flora membulat saat dia menyadari Zergan sudah ada di samping nya, wanita itu buru- buru bangkit dan menyandarkan punggung nya di dashboard ranjang lalu kedua tangannya memeluk sang pria di samping dengan erat.
"Zergan! kau datang! " Flora sangat senang, dia tahu pria yang selalu ia harapkan itu akan datang kapanpun saat ia membutuhkan nya.
"Ya, Flora. Aku di sini, " zergan menjawab dengan nada lembut, mengusap punggung Flora dengan sayang.
Perlahan dekapan Flora semakin erat, dan wanita itu mulai terisak, Zergan yang tertegun lantas merangkul Flora dengan lebih erat.
"Ada apa? "
"Zergan, hiks, belakangan ini adalah hari yang berat untuk ku. "
"Ceritakan padaku, " kata zergan sambil membelai rambut Flora.
"Kau tahu, advani & co, perusahaan perhiasan yang sangat terkenal itu yang mendatangi kontrak kerja sama dengan ku sebagai modelnya, tiba- tiba membatalkan kontrak yang di sudah di buat begitu saja hanya karena aku melakukan sedikit kesalahan, aku sangat kesal di tambah kali ini David sama sekali tak mau membantu ku, lalu... "
Zergan menatap Flora saat wanita itu menghentikan cerita nya.
"Kau tahu Zergan... David, dia berselingkuh huwaaa! " Seketika itu juga tangis Flora pecah, hanya di depan zergan dia bisa bersikap seperti ini.
"Selingkuh? David? dia tidak mungkin melakukannya, flo. "
"Tapi dia mengakui nya sendiri, dia berselingkuh Zergan, bahkan menikahi wanita itu sebagai istri sirihnya sampai rela masuk ke dalam agama wanita itu agar dapat menikahinya. "
Zergan tertegun, hatinya bergemuruh. David, tidak mungkin sampai melakukan hal setega itu? bukankah pria itu sudah berjanji padanya?
"Tapi aku sudah mengenal David sejak lama Flo, dia tidak mungkin melakukan hal sebadjingan itu?! "
"Jika kau tidak percaya, coba tanyakan langsung padanya. Kalian kan berteman. " sungut Flora. Dia kembali terisak hebat.
Zergan tercenung, matanya menerawang jauh lalu kembali menatap Flora. "Apa mungkin ini hubungan nya dengan kau yang enggan untuk memiliki anak? " tebalnya dan jika memang benar berarti di sini bukan sepenuhnya salah David.
Flora lantas melepas pelukannya pada Zergan, dia mengusap sudut matanya. "Ya, tapi bukan berarti dia harus berselingkuh kan?! "
Mendengar jawaban Flora, Zergan sontak menarik napas.
"Flo, coba ceritakan padaku dari awal. "
Sambil menyusut air matanya, Flora pun menceritakan semua dari awal perdebatan nya dengan David di rumah ibu mertua nya waktu itu ketika ibu mertua nya lagi mengungkit cucu di hadapan mereka sampai datanglah wanita bernama citra yang menjadi benalu dalam rumah tangga mereka.
Zergan mengamati cerita Flora bukan hanya dari sisi wanita itu tapi juga dari sisi David dan dia dapat menyimpulkan bahwa keduanya sama-sama salah.
"Flora, jelas dari cerita mu awal permasalahan rumah tangga kalian ini berasal dari mu sendiri, " kata zergan dengan hati- hati.
"Kau yang membuat rencana lalu memberikan ide pada David untuk mencari wanita di luar sana, tapi setelah David menyanggupi nya kenapa kau malah berubah pikiran dan marah- marah? "
"Itu... karena ku pikir David enggak akan benar-benar melakukannya. " elak Flora lantas membuang pandang ke arah. Dia sudah menebak jika dari penilaian zergan dia pasti akan di salahkan dan dia tidak suka itu.
" Tapi saat kau bilang, David mengatakan akan membuahi rahim wanita itu sendiri tanpa program bayi tabung ataupun sejenisnya, kau menyanggupi nya? "
Flora terdiam, tak tahu harus menjawab apa.
"Biar ku tebak, kau sebenarnya tidak kesal karena David dan wanita bernama citra itu, tapi kau kesal karena masalah pekerjaan mu dan akhirnya kau melampiaskan itu semua pada masalah mu dan David,dan wanita itu yang menjadi sasarannya, benar? "
Flora menggigit bibirnya, Zergan memang paling tahu tentang isi hatinya bahkan yang kadang tak ia sadari.
"Ya... kau benar, memang lebih ke masalah pekerjaan ku, tapi di samping itu apakah aku tidak berhak marah karena David tidak menceritakan apapun padaku soal dia yang tiba-tiba menikahi wanita itu meski hanya secara sirih! "
Zergan membuang napas kasar. "Flora, apa kau tahu seberapa sabar selama ini David padamu?"
Pertanyaan zergan sontak membuat flora terdiam.
****
di tunggu up nya
🙏🙏🙏
di ceraikan oleh David
dan Citra hamil...
lanjut thor ceritanya
suka sama Flo...
dilema
akankah Citra
langsung Hamidun
dengan sekali tendang...
lanjut thor ceritanya
si tunggu up nya