Menceritakan seorang gadis cantik imut dan polos, yan rela tinggal serumah dengan seorang pemuda berhati dingin hanya untuk melunasi hutang kedua orang tuanya?...
"Nabilah itulah namaku usiaku uda 24 tahun tapi belom nikah,apakah aku bisa melunasi hutang ke dua orangtuaku?...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9
Seharian tidak makan Nabila merasa sangat kelaparan, Nabila mulai beranjak dari tempat tidur kemudian berjalan ke arah dapur,Nabila merasa bingun setelah dia masuk di area dapur, Nabila mencoba membuka kulkal namu di sana tidak ada makanan yang bisa langsung di makan.
"Aduh, bagaimana ini, aku tak tahu masak,apa yang harus aku makan?,"
Berkata sendiri di dapur.
Setelah beberapa saat pintu Apartmens terbuka,Nabila merasa kaget dan juga takut, Nabila bersembunyi di bawa kolom dapur sambil berkata dalam hati.
"Siapa yang datang tampa membunyikan bel pintu," Ucap Nabila dalam hati.
Dan tiba -tiba masuklah Doni,Doni berjalan masuk ke arah dapur dan tampa Doni ketahui kalau saat ini Nabila sedang bersembunyi di kolom dapur.Doni kaget melihat Nabila ada di bawa kolom dapur lalu bertanya.
"Sedang apa kamu di situ." Tanya Doni datar.
Nabila keluar dari persembunyiannya sambil berkata.
"Aku pikir pencuri, jadi aku bersembunyi di situ." Tunjuk Nabila pada kolom dapur.
Mendengar ucapan Nabila, di dalam hati Doni tersenyum, karna melihat Nabila saat ini Doni merasa lucu sendiri.
"Terus,ngapain di sini?," Tanya Doni lagi.
"Aku sangat lapar, dan mencari makanan yang bisa ku makan saat ini," Ucap Nabila sambil mengelus perutnya.
Mendengar ucapan Nabila, Doni sedikit bingun bertanya lagi.
"Banyak bahan makanan yang bisa kamu masak di dapur,masak lah kalau kamu mau," Melihat ke arah Nabila.
Mendengar ucapan Doni, Nabila terdiam sesaat lalu berkata.
"Aku,ngak bisa masak," Sambil menundukkan wajahnya.
Mendengar jawaban Nabila,Doni berjalan mendekati kulkas,Doni mengeluarkan beberapa bahan makanan kemudian memakai celemek dapur dan mulai memasak.
Nabila yang melihat pemuda dingin dan datar itu menggunakan celemek dapur, Nabila merasa gemes melihatnya.
"Lucunya," Ucap Nabila pelan, namun ucapannya itu masih bisa di dengar jelas oleh Doni.
"Kamu kenapa, tersenyum sendiri kaya gitu?,ini makanlah," Berkata sambil meletakkan sepiring nasi goreng di hadapan Nabila.
Nabila tersenyum manis sambil melihat sepiring nasi goreng yang ada di depannya.
"Ini buat aku?,Makasih ya Tuan karna sudah membuatnya." Berkata sambil memasukkan suapan pertama dalam mulutnya.
Doni duduk di hadapan Nabila lalu berkata sedikit lembut.
"Jangan panggil aku Tuan, panggil saja Namaku Doni."
"Baik lah," Ucap Nabila lembut.
Selesai makan Nabila mencuci sendiri piringnya lalu menyimpanya di rak piring yang ada di dapur,Lalu berjalan keluar mencari keberadaan Doni, seaampai di ruangan depan Nabila belum juga menemukannya keberadaan Doni, hingga akhirnya Nabila memutuskan berjalan naik ke lantai atas untuk mencarinya.
Sesampai di lantai atas tampa mengetuk pintu Nabila langsung membuka pintu kamar Doni,setelah membuka pintu kamar Doni Nabila merasa sangat kaget karna melihat Doni baru saja keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggannya saja.
Aaaaaa, teriak Nabila ketika melihat Doni.
"Maaf,maaf,aku tak sengaja," Ucap Nabila sambil berbalik badan membelakangi Doni.
Melihat tingkah konyol Nabila Doni tersenyum sambil berkata.
"Kamu ngapain ke sini?."
Nabila kemudian berkata.
"Aku tunggu kamu di bawah." Berucap sambil berlari keluar dari kamar Doni.
Doni tersenyum melihat Nabila berlalu keluar dari kamarnya di dalam kamar Doni berkata.
"Dasar gadis kecil yang nakal."
selesai berpakaian Doni menghampiri Nabila di ruangan tamu,Doni langsung duduk di hadapan Nabila lalu berkata datar.
"Apa yang ingin kamu katakan?."
"Aku ingin membahas soal pernikahan kontrak itu." Jawab Nabila pelan.
"Lalu apa keputusan kamu?."
"Aku menerima tawaran ini, asal kamu juga bisa menerima syaratku."
Ucap Nabila sedikit berani.
Mendengarkan ucapan Nabila,Doni menatap Nabila dengan pandangan tajam lalu berkata.
"Baik lah katakan syaratmu."
Nabila tersenyum ketika mendengar ucapan Doni, lalu berkata.
"Baik, besok pagi aku akan menulis semua syratku dan aku berharap anda menerimanya, dan mungking sebaiknya aku kembali masuk ke dalam kamarku, karna ini sudah sangat larut, Selamat malam Doni," Ucap Nabila sambil tersenyum manis lalu berlalu masuk ke dalam kamarnya.
"Malam," Ucap Doni dalam hati.
tp sya ska thor😘😘😘😘lnjut kn thor syemangatttt
tp sya ska thor😘😘😘😘