NovelToon NovelToon
Pesona Duda Memikat Hati Kembang Desa

Pesona Duda Memikat Hati Kembang Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Romansa pedesaan / Anak Genius / Selingkuh / Duda
Popularitas:20.6k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Jika biasanya istri yang dikhianati suaminya, maka yang terjadi pada Rohan tidak demikian. Dia lah yang dikhianati oleh sang istri.

Pernikahan yang dibangun oleh cinta nyatanya tak selalu manis. Rohan harus menerima kenyataan pahit istrinya berselingkuh.
Perceraian pun tak terelakkan. Ia mendapatkan hak asuh putra putrinya yang baru berusia 5 dan 3 tahun.

Tak ingin berlarut dan mengingat sakit hatinya, Rohan menjual semua asetnya di kota dan berpindah ke desa.

Namun siapa sangka, di sana dia malah menjadi primadona.

"Om Dud, mau dibantuin nggak jemur bajunya? Selain jago dalam pekerjaan rumah, aku juga jago dalam hal lain lho."

Entah sejak kapan itu terjadi tapi yang jelas, gadis itu, gadis yang dijuluki Kembang Desa tersebut mulai mengusik kehidupan dan hati Rohan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

Bestari kembali ke rumah dengan perasaan yang sedikit lega. Ucapan dari Lina tadi ternyata cukup membuat hatinya terasa ringan.

Namun kelegaan itu ternyata tak berlangsung lama. Kakinya baru saja menginjak di teras rumah tapi sudah ada seseorang yang memanggilnya untuk bicara hal yang tidak penting.

"Dari mana to kamu, Bestari? Kamu kenapa nggak kerja, dan malah ngedatengi warga baru itu terus. Lihat tuh anakku si Maya, cuma lulusan sma tapi dia kerja tiap hari berangkat pagi dan pulang sore. Kamu lho lulusan sarjana kok cuman nganggur dirumah nggateli duda."

Bestari menahan nafasnya sekaligus emosinya. Tidak selamanya menyandang predikat kembang desa itu baik dan juga membanggakan. Banyak sekali orang yang menuntutnya menjadi sempurna. Dan tak jarang orang menggunjing dan berkata buruk tentangnya.

Seperti tetangga yang satu ini. Namanya Bude Karni, dia selalu saja mencari celah buruk terhadap dirinya. Setiap waktu, Bude Karni selalu menyinggung Bestari dan juga membandingkan anak perempuannya.

Entah mengapa wanita paruh baya itu selalu berkata demikian. Yang pasti Bestari sendiri tak pernah menyinggungnya atau putrinya. Bahkan Bestari juga tak berteman baik dengan Maya, nama anak perempuan dari Bude Karni. Dia dan Maya memliki umur yang sama. Dan mereka dulu juga sekolah di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang sama. Hanya saja ketika SMA mereka tak sama karena Bestari masuk ke SMA unggulan karena prestasi yang di dapatnya.

"Bude, mau kayak apa saya itu bukan urusan Bude. Saya mau nggateli kek, mau nganggur kek, mau males-malesan kek, itu bukan urusan Bude Karni. Lha wong bapak saja nggak masalah kok sama apa yang saya lakukan. Dan satu lagi, kuliah lalu menjadi sarjana tidak lantas harus diukur dengan pekerjaan. Sekolah tinggi itu untuk memiliki pengetahuan dan ilmu agar tidak sembarangan mengomentari urusan orang lain yang bukan ranahnya. Permisi."

Bestari sangat kesal sebenarnya dan ingin bicara kasar. Akan tetapi dia masih memiliki rasa hormat kepada orang yang lebih tua sehingga memilih untuk bicara dengan hormat.

Akan tetapi Bestari juga tidak sebaik itu. Dia tetap memberi jawaban yang tegas dan menohok agar Bude Karni tak lagi bicara seperti itu terhadapnya.

"Dasar, sukanya kok nyinyir mulu jadi orang. Heran banget. Mbok ya ngurusin anaknya sendiri dari pada ngurusin anak orang lain,"gumam Bestari kesal.

Sudah berada di dalam rumah, dia masih saja mendengar suara Bude Karni yang mengumpat kesal. Bestari tentu tidak peduli. Selama ini dia tidak pernah membicarakan orang lain, tapi mereka lah yang membicarakan dirinya.

"Kenapa?" tanya Dewa ketika melihat putrinya bersungut-sungut.

"Biasa Bude Karni. Aku beneran heran deh Pak, kenapa sih dia seneng banget ngurusin urusan keluarga kita. Nggak cuman sekali ini dia ngomongin tentang kita, entah itu aku atau bapak. Aku inget banget, dari dulu dia selalu ngomong buruk tentang aku dan bapak. Ada aja bahasan yang bisa dijadikan pembicaraan,"jawab Bestari. Kali ini dia kesal dan meluapkan rasa kesalnya itu.

"Udah, biarin aja. Kamu kan tahu dari dulu dia emang kayak gitu. Jadi nggak usah dipikirin. Nggak usah dianggep dan nggak usah dimasukin hati. Anggep aja angin lalu,"sahut Dewa. Dewa juga tahu tentang perangai tetangganya yang satu itu,tapi dia enggan untuk meladeninya.

Bestari mengangguk paham. Dia kemudian melenggang pergi masuk ke dalam kamar untuk segera mandi dan mengganti pakaiannya.

Sedangkan Dewa dia langsung membuang nafasnya kasar. Ada satu hal yang tidak diketahui oleh Bestari sebab mengapa Karni begitu membenci keluarga mereka.

Karni dulu menyukai Dewa. Akan tetapi tidak dengan Dewa. Dan wanita itu mungkin sakit hati ketika melihat Dewa membawa wanita untuk menikah yang tak lain adalah ibunya Bestari.

Jadi Dewa menganggap rasa tidak suka Karni kepadanya dan putrinya karena hal tersebut.

"Tapi kan itu sudah lama berlalu, masa iya dia sama sekali tidak lupa sih? Ah nggak tahu, bodoh amat juga. Bukan urusanku. Yang penting kan dulu aku nggak pernah ngasih harapan ataupun nanggepi dia,"ucap Dewa tak acuh.

Siang yang dingin, ya mau seperi apa matahari bersinar, tetap saja daerah yang ditinggali oleh Bestari terasa dingin. Siang hari tetap mengenakan pakaian yang tebal. Meski tak memakai kipas angin ataupun AC rasanya tetap dingin.

Tapi berbeda dengan tempat yang ditinggali Ista. Di sana rasanya sangat panas meski sudah malam. Jika tak ada pendingin ruangan, sudah pasti peluh akan membasahi tubuh dan terasa tidak nyaman.

Apalgi jika hati kesal dan pikiran penuh dengan emosi. Sudahlah, akan terasa semaki gerah. Dimana itu saat ini yang tengah dirasakan oleh Ista. Dia kesal bukan main hari ini karena ulah banyak orang.

Gery dan Dani, dua pria itu membuat kesal dengan cara yang berbeda dan alasan yang berlainan juga.

"Sial, Dani bener-bener nolak aku sekarang. Terus Gery, brengsek tuh orang. Aku jadi nggak bisa tahu dimana Rohan berada. Kalau gini kan aku harus ngubungin dia lagi," keluh Ista. Ia memutar-mutar ponselnya, tengah menimbang akan menghubungi Rohan atau tidak.

"Tapi, katanya dia mau bilang dulu sama anak-anak. Kira-kira udah bilang belum ya?Jangan-jangan dia lupa lagi?" sambungnya. Entah apa tujuan Ista kembali lagi ingin berhubungan dengan anak-anaknya setelah beberapa waktu sama sekali tidak peduli dengan mereka.

TBC

1
Esther Lestari
cocok nih anak2 mau ketemu Ista kalau Bestari ikut.
Esther Lestari
Dani sudah sadar akan perbuatannya dan tahu bagaimana Ista, makanya dia datang ke Rohan untuk meminta maaf.
mustika ikha
nah ini nih baru seru pertemuan pertama antara masa lalu dan masa depan, siapakah yang menang dan apakah 2 bocil cuek bebek sm bundanya dan welcome sm ibunnya, eit masih ada apakah masalah antara ista dan rohan juga bakal bestari ketahui, semangaaaat 💪💪💪💪
marie_shitie💤💤
lagi rugi bgt KLO mpe balik m model wanita jalang seperti itu
marie_shitie💤💤
uuuuh Dani kirain si jalang
Nie
bagus anak2 biar bundamu yg sableng itu kepanasan kalo liat kalian bawa ibun baru
ElHi
🤣🤣🤣tuing tuing jadinyaa
GiZaNyA
wahhh kayaknya bakalan seru nihh nanti klo ketemuan antara Ista dan anak2nya... ada Bestari juga gitu lohh🤣🤣
Dew666
💥🪻
Dew666
❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹
Dew666
Bagus Dani kasih tau rohan tentang ista biar rohan gak rujuk lagi sama ista
Dewi kunti
semangat mas duda
GiZaNyA
Ista seorang petualang soalnya sekarang... makanya kelakuannya out of the box...
meita
ceritanya bagus tdak berbelit,
Dew666
🪸🪸🪸🪸🪸
Attaya Zahro
Sama..Q juga gitu,meski habis minum kopi kalo dah rebahan ujung²nya juga merem 😅😅
mustika ikha
wah siapa tuh? dani kah ?
GiZaNyA
wahhh si Dani itu yang dateng...
Vie
tamu be like : "iya aku" 🤭🤭🤭🤭🤭
Vie
kayaknya kafein dalam kandungan kopi tidak berpengaruh pada rohan... 😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!