seorang gadis SMA menyukai seorang polisi ganteng yang memberikan surat tilang kepadanya saat dia mengendarai mobil nya tanpa SIM, perjuangan berat yang harus dia lakukan untuk melepaskan sang polisi ganteng dari masa lalunya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9
9
Rumah sakit BHAKTI DARMA
Dua orang gadis SMA memasuki rumah sakit dan berjalan kearah meja pendaftaran
"Mbak, mau nanya apa saya bisa ketemu dengan dr. Luna ?" Tanya gadis yang tidak lain adalah Hana
"Dokter Luna siapa ya, soalnya dokter Luna ada dua?" Jawab petugas pendaftaran
"Luna siapa Sinta? Gue lupa nama lengkapnya" tanya Hana pada sahabat nya
"Putri Una Briana, biasa dipanggil Luna, Dokter spesialis anak" jawab Sinta
"Oh apa maksud anda nyonya Danu?"
"Ah iya, Nyonya Danu, tapi kan beliau dokter anak, jadi ada yang bisa saya bantu?"
"Iya saya kan juga anak-anak ya kan?" Jawab Hana asal
".." petugas pendaftaran itu tidak menjawab karena merasa bingung dengan kedua anak gadis itu
"Jadi? Apa boleh?" Tanya Hana penuh harap
"Apa anda sebelumnya sudah membuat janji dengan beliau?"
"Belum mbak hehe..." Hana hanya bisa nyengir pada petugas itu
"Nah itu beliau dokter Luna" kata petugas pendaftaran itu menunjukkan tangannya kepada seorang wanita memakai pakaian dokter sedang berjalan di lobi menuju kearah kedua gadis itu
Hana dan Sinta saling menatap satu sama lain, mereka tidak yakin dengan apa yang mereka lihat, wanita cantik yang umurnya terlihat tidak jauh dari usia mereka, sangat cantik dan elegan terlebih dia terlihat sexy, tidak ada yang akan menyangka jika dia adalah ibu dari dua orang anak, apalagi anak sulungnya sudah kelas satu SMA
"Dokter Luna, kedua gadis ini ingin bertemu dengan anda" ucap petugas itu
"Hai, ada yang bisa saya bantu?" Sapa Luna
"Apa anda benar dokter Luna ibu nya Ray?" Tanya Hana memastikan
"Iya betul Ray anak saya kenapa dengan anak saya?" tanya Luna panik
"Oh tidak, dia tidak kenapa-napa" jawab Hana panik
"Syukurlah, lalu ada apa kamu mencari ku?"
"Itu, bisakah kita berbicara ditempat lain?" Pinta Hana
Luna terlihat berfikir sejenak sebelum akhirnya menyetujuinya
"Baiklah, dimana kita akan berbicara?"
"Kita cari tempat terdekat dari sini, sepertinya disana tadi saya melihat ada cafe di dekat sini" ucap Sinta
"Baiklah ayok"
_____
Sesampainya di cafe, mereka mencari tempat duduk dan kemudian memesan minuman
"Baiklah bisa ku tahu sekarang apa yang akan kamu katakan?"
"Begini dokter "
"Panggil saja ibu atau kakak atau Tante atau Luna, biar lebih akrab" potong nya
"Baiklah, bagaimana kalau aku panggil kak Luna saja" tanya Hana
"Sure...lalu siapa nama kalian?"
"Aku Hana, dan dia sahabat ku Sinta, kami kakak kelas nya Ray"
"Oh begitu"
Senyum manis Luna merekah, begitu terlihat semakin cantik dan dewasa, dia akan dengan mudah akan menggaet siapapun yang dia inginkan
'gimana kak Nathan enggak susah move on, kalau cinta pertamanya begini cantik nya, dia sangat terlihat anggun dan menawan' batin Hana
Wajahnya terlihat murung, Sinta yang menyadari nya menginjakkan kakinya ke kaki Hana
"Aww...!!!" Teriaknya
"Ada apa?" Tanya Luna panik
" Enggak ada apa-apa kok kak, ini tadi kayak nya kakiku digigit semut" jawab Hana sekenanya, membuat Luna tersenyum dan menggelengkan kepalanya
"Jadi, ada perlu apa kalian menemuiku?" Tanya Luna
"Mmm itu, jadi..."
Hana bingung mau ngomongin apa, dia tidak mungkin kan mengatakan kalau dia hanya ingin tau kenapa kak Nathan suka sama dia
"Jadi?" Tanya Luna yang penasaran pada Hana
"Hana ingin belajar memasak sama kak Luna, kata Ray, kak Luna pinter banget masak, soalnya gebetan Hana, pengen Hana jago masak, iya kan Hana? Ucap Sinta menyelamatkan sahabatnya
"i..i..iya bener kak, boleh?" Kata Hana tergagap
Luna menaikan sebelah alisnya, menatap kedua gadis remaja didepannya, lalu tersenyum pada mereka
"Baiklah, kalian bisa datang ke rumah saya kalau nanti saya libur, jadi kita bisa belajar memasak bersama, bagaimana?" Ucap Luna
"Benarkah, terimakasih banyak" ucap Hana
" Baiklah ini kartu nama saya, disitu ada no hp dan alamat rumah, jadi kalian bisa menghubungi ku kapan saja" ucap Luna menyodorkan sebuah kartu nama pada Hana
Hana menerima kartu itu dengan penuh semangat
"Terimakasih banyak kak"
"Sama-sama, kalau begitu saya mau kembali ke rumah sakit dulu ya"
"Iya, maaf sudah mengganggu waktu nya"
"Never mind, jangan dipikirkan, saya senang kalau bisa membantu, kalau begitu saya permisi"
Luna segera meninggalkan kedua gadis itu dan kembali ke rumah sakit
Sementara Hana dan Sinta masih berada di cafe tersebut
"Sin, gue pesimis" ucap Hana
Sinta mengerti apa yang di rasakan oleh sahabatnya, bagaimana tidak jika dia punya saingan yang lebih unggul dari segala aspek
"Yaah belum apa-apa sudah nyerah, dimana Hana sahabat gue yang tahan banting" ucap Sinta memberikan semangat kepada sahabatnya
"Gimana enggak pesimis, elo liat sendiri gimana bentuk dan rupa dokter Luna, sedangkan gue, ampun boro-boro menarik, cantik juga enggak"
"Oke, mungkin elo sama dia cantik dia, pinter dia, dewasa dia, mapan dia, anggun dia, sexy dia, terus apalagi ya, intinya dia lebih dari elo dari segala sisi dan mungkin elo kalah telak" ucap Sinta membuat Hana menabok nya dengan buku menu
"Sialan loe, bukanya bantuin malah ngata-ngatain" kesal Hana
"Tapi... Elo lebih muda, lebih fresh, dan jelas lebih punya ide-ide baru yang kekinian buat deketin kak Nathan, gue yakin elo pasti berhasil dapetin hatinya kak Nathan" ucap sinta menyemangati sahabatnya
Hana tersenyum pada Sinta
"Thanks ya sin, elo emang sahabat terbaik gue"
"Sama-sama, elo juga sahabat terbaik gue"
"Oh iya darimana elo bisa tau kalau kak Luna pinter masak?" Tanya Hana penasaran
"Gue ngarang aja..."
"What?!!!"
"Iya, secara dia kan dokter, dokter spesialis anak pula, otomatis dia pinter pilih menu masakan, dan otomatis dia jago masak" jelas Sinta
" Tumben pinter" cibir Hana
"Gue dari lahir juga udah pinter kalii.."
"Iya pinter, pinter ngarang"
"Sialan loe!!"
jangan lupa like ya sama komentar nya juga 😉
jangan lupa baca novel author yang lain,klik profil saya dan baca karya author yang lain. thanks😘
ceritanya sangat menarik