Berawal dari Ariell kehilangan sosok ibunya, dia harus menjalani beratnya bertahan hidup. hingga suatu hari dia harus kehilangan semua yang dia miliki akibat perbuatan ibu tirinya. dengan tekad yang bulat dia harus membalas semua dendam nya terhadap ibu tiri dan juga ayah kandungnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon myranda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 9
" baik nyonya" kata kepala asisten rumah tangga itu.
" bunda sudah bilangin kok ke Bu Narti, supaya bajunya diantar. ya sudah bunda pergi dulu menemui ayahmu" kata bundanya Irwan
" bunda hati-hati" kata Irwan sambil menyalam tangan bundanya.
" iya sayang" kata bunda Irwan
tidak lama kemudian kepala asisten rumah tangga pergi menemui Ariell.
" Ariell, tolong antarkan baju yang sudah kamu setrika ke kamar majikan kita" kata asisten kepala rumah tangga itu
" baik bu" kata Ariell
lalu Ariell pergi membawa baju yang sudah disetrika menuju kamar majikan nya. pertama dia pergi ke ruangan nyonya nya. setelah dia sudah menyusun baju-baju tersebut ke lemari, dia pergi menuju kamar Irwan.
Ariell mengetuk pintu kamar Irwan,.
"iya masuk " kata Irwan sambil membuka pintu kamarnya.
Irwan dan Arilll sama-sama terkejut.
" Ariell sedang apa kamu di sini?" kata Irwan
" aku bekerja di sini sudah sebulan ini tuan" kata Ariell
Irwan langsung menutup pintu kamarnya,
" apa yang kamu katakan aku bukan tuan mu, " kata Irwan
" Anda adalah majikan saya, jadi saya harus bersikap sopan kepada anda" kata Ariell
Irwan langsung mencium bibirnya Ariell, dan tentu Ariell sangat terkejut dan mendorong badan Irwan.
" apa-apaan kamu" kata Ariell kepada Irwan
"jangan memanggilku tuan, jika kamu mengulangi itu maka aku akan melakukan nya lagi" kata Irwan
" ini bajumu dimana saya akan menyimpannya" kata Ariell
" letakkan saja di situ biar aku saja yang menyusunnya nanti" kata Irwan
" tidak,,,, ini adalah pekerjaanku. biarkan aku yang mengerjakannya" kata Ariell
" apa aku perlu akan mengulanginya lagi" kata Irwan
" iya sudah.... pakaian mu aku letakkan disini" kata Ariell
lalu Ariell pergi meninggalkan Irwan, namun sebelum Ariell pergi Irwan langsung menarik tangannya Ariell.
" ada apa?" kata Ariell
" kenapa kamu melakukan pekerjaan seperti ini?" kata Irwan
" karena aku ingin bertahan hidup" kata Ariell
Irwan langsung memeluk badan Ariell.
" apakah ayah mau begitu kejam kepada kamu?" kata Irwan
" dia bukan ayahku aku tidak mempunyai ayah" kata Ariell
" Ariell.... maukah kamu menjadi pacar ku?" kata irwan kepada Ariell
" apa yang kau katakan,,,, aku hanya seorang pembantu" kata Ariell
" lalu kenapa emangnya dengan pembantu? aku tidak perduli, dan aku mencintaimu, aku jatuh cinta kepada mu disaat pertama kita bertemu" kata Irwan
" maaf aku tidak bisa" kata Ariell
lalu Irwan langsung menciumi bibir Ariell, Ariell mencoba mendorong badan nya Irwan namun tenaga nya kalah dengan Irwan. akhirnya Ariell diam saja. sejenak Irwan menghentikan ciumannya.
" mau yah jadi pacarku" kata Irwan
akhirnya Ariell mengangguk kan kepalanya pertanda setuju. Irwan mencium kembali bibir Ariell, dan Ariell membalas nya, agak lumayan lama aktifitas berciuman itu hingga handphone Irwan berdering, dan mereka tersadar.
muka Ariell begitu merah,
" tunggu sebentar " kata Irwan lalu mengangkat hp nya, disana teman tim basket nya yang menelepon.
setelah Irwan selesai berbicara dia melihat Ariell, dan Ariell juga melihat nya dan mereka langsung sama-sama tertawa.
" aku pergi dulu, masih banyak yang mau aku kerjakan" kata Ariell
" iya... aku juga mau pergi bertanding basket" kata Irwan
lalu Ariell pergi meninggalkan Irwan, dan Irwan juga langsung berangkat.
malam ini Ariell beserta kedua temannya melanjutkan pekerjaannya di kafe untuk menghibur para pengunjung, begitulah kegiatan Ariell.