NovelToon NovelToon
Mutiara Di Balik Lumpur

Mutiara Di Balik Lumpur

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:268.6k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Season 1

Di sebuah Kota yang dimana banyak para penjudi, pemabuk, bahkan prostitusi bertebaran, hidup seorang gadis bernama Bian Almeta yang harus menjaga dirinya dan juga kehormatannya dengan menutupi seluruh tubuhnya menggunakan arang hitam supaya Pamannya tidak menjadikan wanita bayaran.



Season 2
Mengisahkan sahabatnya Bian yang juga di jadikan jaminan atas kekalahan judi oleh ayahnya dengan menjadikannya wanita pelayan pria hidung belang.

Apakah gadis itu mampu menjaga kehormatannya? atau, dia akan melakukan apapun demi orang yang mereka sayangi?

Yuk, ikuti kisahnya hanya di sini.

Ig : @ai.sah562
FB : Mmah Abidah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

"Tante." Bian memanggil Meta ketika dirinya sudah tiba di butik. Gadis itu menghampirinya lalu memberikan salam dengan sedikit membungkukkan tubuhnya.

"Hai, dimana Ibumu? kenapa tidak ikut?" Meta celingukan mencari Ibunya Bian, lalu pandangannya beralih lagi menatap Bian.

"Ibu sedang kurang enak badan, Tante. Beliau ingin istirahat katanya. Tidak apa kan jika Ibu tidak ikut?"

Meta tersenyum, tangannya terulur mengusap bahu Bian. "Tidak masalah, mungkin dia kelelahan. Ayo masuk!" Meta membawa Bian masuk ke dalam Butik. Meta juga mencarikan gaun pengantin yang cocok di kulit hitamnya Bian.

Tak lama kemudian, datanglah Nathan dengan raut wajah di tekuk lesu. Dia langsung mendudukan bokongnya di sofa tanpa melihat ke arah dua wanita yang sedang sibuk melihat gaun pengantin. Meta yang menyadari kehadiran anak sambungnya menoleh.

"Nathan, giliran kamu yang fitting baju. Calon istrimu sudah," ujar Meta berdiri tak jauh dari sana.

Bian juga ikut menoleh penasaran dengan calon suaminya. Matanya seketika tak bisa berpaling pada wajah Nathan, untuk pertama kalinya dia melihat sosok pria tampan nan mempesona. Meski penampilannya terkesan bad boy namun itu semua malah membuat pria itu terlihat semakin tampan.

Begitupun dengan Nathan yang juga mendongak menoleh. Matanya tak lepas melihat wanita yang berada di dekat Meta. "Siapa wanita hitam itu?" tanya Nathan penasaran.

"Ini calon istrimu, dia Bian Almeta." Meta memperkenalkan Bian.

"What?!" Nathan memekik saking terkejut sontak ia berdiri. "Wanita hitam ini yang telah kalian jodohkan denganku? Ck, kalian sungguh buta ya, perempuan seperti ini yang akan menjadi nyonya Jonathan Fernandez? ini gila!" Nathan tidak mengerti kenapa Papanya memilih wanita hitam jelek bagaikan Malika.

"Jangan kau nilai dari luarnya saja, Nathan. Nanti juga kau akan tahu siapa dia." Meta tak terima Nathan menghina gadis di sampingnya karena dia sudah tahu siapa Bian yang sebenarnya.

"Aku menolak perjodohan ini!" ujar Nathan tegas.

"Kau pikir aku juga mau menikah dengan pria sombong sepertimu? tidak! Meskipun ku jelek dekil, hitam, tapi ku lebih memilih menikah dengan orang yang bisa menghargai wanita." Bian membalas perkataan Nathan.

"Oohh itu bagus, jadi kita batalkan perjodohan ini!" Nathan menatap tajam penuh kebencian pada Bian.

"Kau menolak maka kekasihmu akan hancur!" sahut Meta dingin.

Nathan mengepalkan tangannya menatap kedua wanita itu secara bergantian penuh dengan kemarahan. "Berani kau menyakiti Eliza, aku sendiri yang akan menghabisimu!" Ancamnya penuh peringatan lalu pergi dari sana.

Meta membuang nafas secara kasar begitupun dengan Bian yang juga menunduk. Bian tahu semua ini pasti tak akan mudah.

"Jangan kau masukan kedalam hati ucapan Nathan, tunjukan kepada dia jika kau adalah yang terbaik. Dan satu lagi, mending kamu hapus warna hitam ini lalu tunjukan kulit putihmu dan wajah cantikmu!"

Bian menggelengkan kepalanya. "Tidak Tante, aku akan tetap memakai pewarna hitam ini sampai aku menemukan pria yang benar-benar mencintaiku apa adanya."

**********

"Siaaal... Papa sungguh terlalu menjodohkanku dengan si hitam itu. Aneh nya, kenapa mereka berdua kekeh menjodohkan ku dengannya? mantra apa yang di berikan dia?" di dalam mobil, Nathan berpikir keras. Dia merasa ada ke anehan di sini. Mana mungkin Papanya memilih wanita seperti itu kalau tidak kena guna-guna. "Aku yakin Papa dan Tante Meta kena guna-guna. Ya, aku yakin itu."

Nathan mengambil earphone lalu di sematkan ketelinga dan ia menghubungi seseorang. "Halo, Billy. Kau cari tahu tentang wanita bernama Bian Almeta sekarang juga! Jangan sampai ada yang terlewatkan sedikitpun! Ku tunggu hasilnya di kantor!" ucap Nathan kepada asistennya. Nathan pun melajukan mobilnya menuju kantor

*********

Kedatangan Nathan ke kantor di sambut baik oleh para pegawainya. Dia memang anak satu-satunya Abraham Fernandez pewaris perusahaan yang bergerak di bidang perancangan, perkembangan, dan penjualan barang-barang perangkat lunak komputer, komputer pribadi, serta elektronik konsumen yang masuk ke dalam salah satu perusahaan yang berpengaruh di dunia dengan penghasilan yang sangat fantastis.

Dan tidaklah heran jika pria bad boy itu di gandrungi oleh banyak wanita namun dia tipekal pria yang setia pada satu wanita.

Nathan langsung saja duduk di kursi kebesarannya menunggu sang asisten tiba. Sembari menunggu, Nathan mengecek beberapa laporan tentang perusahaan. Ya, meskipun usianya baru 25 tahun namun ia pria yang bertanggungjawab dalam pekerjaan dan juga sangat pintar. Di saat Papanya mengerjakan pekerjaan di Nevada, dialah yang memimpin perusahannya di Amerika serikat.

Tok...tok...tok...

"Masuk!"

"Bos, ini data orang yang kau cari." Rupanya dia adalah Billy sang asisten pribadinya Nathan. Cukup mudah bagi Billy mendapatkan informasi seseorang termasuk kekasihnya Nathan. Namun Nathan tak pernah mau membuka data Eliza karena di butakan oleh cintainya.

Nathan mendongak, dia mengambil berkas itu. "Kau yakin ini akurat?" tanya memastikan.

"Yakin, Bos." Dan, Nathan membukanya membaca setiap kata yang tertulis di sana.

"Bian Almeta, berusia 23 tahun tinggal di las Vegas, Nevada. Anak satu-satunya dari Nyonya Rebecca dan Tuan Aston. Ibunya bekerja sebagai wanita panggilan di PEPPERMILL'S FIRESIDE LOUNGE (Nama club & bar) Ayahnya sudah tiada. Memiliki utang sebesar 5 juta dolar pada salah satu mucikari. Menurut yang beredar, Bian bukanlah anak kandung dari Aston melainkan anak haram." Tangan Nathan terkepal kuat sampai kuku-kukunya memutih. Rahangnya mengeras sampai menggertakan giginya.

"Jadi dia berasal dari kampung pendosa. Wanita itu juga murahan? pasti Ibunya dan dia sudah merayu Papa sampai Papa bersedia menjodohkanku dengan anaknya. Ck, anak haram, wanita matre." Pikirannya berpikir jika Ibunya Bian telah merayu Papanya untuk membayar seluruh utangnya dan Papanya tergoda tanpa sepengetahuan Meta.

Billy memperhatikan raut wajah bosnya. "Semua datanya tidak lengkap, Bos. Kau akan tahu nanti setelah kau menikahinya," gumam batin Billy. Ya, Billy mendapatkan semua informasi ini dari Bos besar Tuan Abraham. Abraham sendiri yang memberikan semua datanya sebelum Nathan minta. Billy juga di beritahukan semuanya mengenai siapa Bian dan memintanya untuk menjaga Bian dari jauh.

Nathan beranjak pergi, tujuannya adalah kekasihnya. Hanya Eliza yang saat ini bisa merendamkan amarahnya.

**********

Setelah melakukan fitting baju, Bian pun memutuskan pulang. Awalnya sang sopir ingin mengantarkannya sampai depan rumah tapi Bian meminta berhenti di tengah jalan beralasan ingin mampir ke supermarket untuk membeli keperluan wanita. Disinilah dia berada, salah satu pusat perbelanjaan WALMART.

Meski banyak pasang mata yang memperhatikannya, dia tetap tak peduli. Yang penting dirinya tidak merugikan orang lain. Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, Bian langsung membayarnya dan kemudian keluar dari Walmaart tersebut. Bian kembali memeriksa belanjaannya, saking fokusnya pada belanjaan, dia sampai menabrak tubuh seseorang.

Brukk...

"Maaf Tuan, saya tidak sengaja." Bian membungkukkan sedikit tubuhnya lalu mendongak meminta maaf pada pria kekar di hadapannya.

Pria itu menatap lekat-lekat wajah Bian dan memperhatikannya dengan seksama. "Tidak masalah Nona, saya yang salah. Ini kartu nama saya jika Anda mengalami cidera." Pria itu merogoh saku jasnya dan memberikan kartu nama.

Bian bingung kenapa pria itu memberikan kartu nama, namun ia tak urung menerima dan membaca namanya. "SEAN RAJENDRA KINARIUS," ucap batin Bian.

Di saat Bian memperhatikan kartu namanya, pria itu melanjutkan langkahnya namun ia sempat menoleh lagi kebelakang. "Bian Almeta, aku menemukanmu," gumam pria itu melengkungkan senyumannya.

Bersambung.....

1
Devi Novita
kyk dr Indonesia ke Amerika aja 19 jam 😂 kyknya pesawatnya bolak balik berhenti deh mknya 19 jam
juwita
mampir
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
lah daddy sendiri datang k pusat pelacuran... bagaimana ngak memberi contoh... 🤭
Yanti Yanti
Luar biasa
Indah Maya Sari
orang tia serakah .. seperri hartax dia bawa mati saja, 🤭
Putri Minwa
Dibalik kesetiaan Nayla mampir ya thor
Def-rehanQu
lanjut
Daniela Whu
jangan" bapkx kandung x bian ini
Unknown
Nevada itu Amerika Thor hahaha, lu kira Nevada itu Meksiko
Unknown
apa bedanya las Vegas sama Amerika serikat Thor 🥴🥴🤣🤣 soalnya las Vegas juga USA
Ashraf Syafikah
wow banyaknyaaaa
Novianti Ratnasari
harus nya Anggelia jangan.mau melakukan hubungan suami istri klw blum nikah
Novianti Ratnasari
kaya nya kekasih nya Sean lg hamil ank orang
Novianti Ratnasari
cinta belum kelar
Novianti Ratnasari
knp ya laki2 pd takut am kecoa ketimbang tikus.
Novianti Ratnasari
tinggal Sean yg nikah am Mila
Novianti Ratnasari
Billi keren
Novianti Ratnasari
jangan2 Aiden mantan nya Nathan
Novianti Ratnasari
gila si Austin.bukan nya menjaga dn melindungi istri ini malah di jadikan pelacur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!