NovelToon NovelToon
Berandal Termanis

Berandal Termanis

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: sinta amalia

"Maaf ka, boleh nanya ? Saya dapet tugas dari kaka OSIS."

Dia menghentikan petikan di senar gitarnya. Mendadak tawa beberapa anak laki-laki itu terhenti, senyumnya merekah seperti rengginang saat menyentuh minyak panas.

"Nama kamu Tiara ?" gadis itu menggeleng.
"Sela, Asri ?" ia menggeleng lagi.
"Udin, Fahri ?"

"Bukan !" gadis itu malah melotot.

"Berarti tebakanku yang ini ga akan salah !"
"Kamu...tulang rusukku yang sudah lama hilang !"

"GA JADI NANYA !" bentaknya, ingin rasanya ia melempar buku dan pulpen yang dipegangnya ke arah pemuda tadi.

"Ciee ! Gitu aja marah, jangan marah nanti aku sayang, kan berabe !" pekik Azka pada gadis yang pergi meninggalkannya dengan rasa kesal.

Sejak pertemuan pertama dengannya, hidup Sekar seakan dipenuhi moment masa muda yang sangat berkesan dengan seorang pemuda yang mengaku sepupunya Zayn Malik, adik angkatnya Iqbal Ramadhan, muridnya Kahlil Gibran, dan anak santrinya Rhoma Irama.

sequel dari CINTAKU DIPALAK PREMAN PASAR SOLEH.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sepercik rasa

Azka menunggu di parkiran. Hukuman yang diberikan pak Arka ternyata cukup mengasyikan untuknya. Mengantar pak Arka ke daerah Palasari, untuk membeli beberapa buku dan berkeliling kota Bandung.

"Tinggalkan saja motormu di rumah saya. Nanti kita pergi memakai mobil," ujar pak Arka.

"Siap pak,"

Rumah pak Arka di daerah Cipaganti. Ia mengantar guru BK nya itu, berkeliling kota Bandung terkhusus daerah Palasari sampai pukul 5 sore, Azka cukup mengenal para pedagang buku disana, terlebih buku-buku loak atau buku bekas tapi layak baca, kebanyakan buku-buku lama yang sudah tak terbit lagi.

Sementara Arka mencari buku yang ia butuhkan, Azka melihat-lihat buku komik dan Kahlil Gibran, sesekali pemuda itu tertawa.

***

"Terimakasih Azka sudah mengantar saya, maaf jika selama mengajar ada sikap dan kata-kata yang tidak berkenan di hati," Arka menepuk-nepuk pundak Azka.

"Bapak mau kemana ?" tanya Azka.

"Masa bertugas saya di Bandung sudah selesai, saya sudah merampungkan tesis dan akan melaksanakan sidang. Saya akan kembali ke Jakarta, sudah rindu istri dan anak ditambah istri saya sedang hamil tua."

"Bapak mau mengundurkan diri dari sekolah ?" tanya Azka, Arka mengangguk.

"Yahhh, bakal kangen sama guru tampan..." keluh Azka, membuat Arka mengangkat kedua alisnya, apakah anak ini masih normal?

"Maksud saya, bukan saya pak...tapi siswi-siswi di sekolah, bakalan kehilangan idolanya," Arka tertawa.

"Saya kira kamu, kamu kehilangan guru yang selalu menghukum...tenang masih ada pak Agus !"

"Bukankah sekolah masih punya idolanya disini?" tanya Arka menepuk pundak Azka.

Azka mengehkeh, "salam buat keluarga bapak di Jakarta."

"Insyaallah nanti saya sampaikan. Salam juga untuk ayah dan ibumu, ucapkan rasa terima kasih saya untuk keduanya karena bantuannya," Azka mengerutkan dahinya, bantuan ??

Azka sedikit bingung, melihat Arka membeli banyak buku dengan berbagai judul berbeda, bukankah pak Arka hanya guru kimia ?

"Kalau begitu saya pamit pak, sudah sore !" pamit Azka.

"Azka, saya cuma berpesan...tetaplah jadi diri kamu yang apa adanya, dan jangan dengar yang orang katakan, buktikan jika kamu adalah manusia berkualitas !" pesannya, kali ini Azka belum mengerti apa maksud dari guru kimia di sekolahnya ini, padahal selama mengajar di sekolah Azka belum pernah merasakan belajar bersama Azka karena kelas yang ia ambil tak ada pelajaran kimia.

"Iya pak, terimakasih. Semoga sukses ! Saya pamit, assalamualaikum."

"Wa'alaikumsalam,"

Pemuda itu menaiki motornya dan pergi dari kediaman Arka.

Ponselnya bergetar. Dan ia mengangkatnya.

"Ya ?"

(..)

"Oke, nanti malam gue ke markas !" jawab Azka.

******

Azka terlambat hari ini ke sekolah, padahal sekolah tengah mengumpulkan para siswanya untuk berpamitan dengan salah satu guru mereka, pak Arka yang selesai masa bertugasnya di Bandung. Semalam ia kembali pulang jam 1 malam, sepaket dengan luka di kening dan lengannya. Tak ketinggalan Nara yang mengguyurnya dengan air dingin di tengah malam di halaman belakang karena Azka pulang dalam keadaan kotor dan luka, sementara Rama hanya tertawa-tawa menontonnya, seakan ia mengingat dirinya dulu dan kini terjadi pada putra sulungnya.

"Azka !!!" pekik Pak Marno menggetarkan kalbu memecah gendang telinga.

Azka ketahuan manjat melewati pagar karena gerbang yang sudah di tutup, heran saja ia manusia apa mo_nyet pake senengnya manjat-manjat.

"Kamu lagi..kamu lagi, mau luka kamu, manjat-manjat tembok !" jewernya di telinga Azka.

"Gampang pak, tinggal di obatin aja kalo engga dibawa ke rumah sakit," jawab pemuda itu terkekeh tanpa rasa canggung ataupun takut.

"Kalo cuma rumah sakit, kalo sampe kamu inalillahi bagaimana ? pas loncat kepala duluan, atau pas loncat kamu ketabrak bebek ?"

"Dikubur lah pak, masa mau digeletakin buat makan kucing kaya ikan asin," jawab Azka masih dengan senyum konyolnya.

"Baris di depan !" bentaknya membawa Azka ke lapangan. Tradisi sekolah yang menyuruh para siswa pelanggar aturan berbaris di depan seperti ikan pindang di pasar yang siap dipilih calon pembeli.

Bukannya malu, Azka malah tersenyum bangga pada teman-teman yang mengenalinya di barisan di tengah lapang, termasuk Sekar. Saat pandangan mereka bertemu Azka menggoda Sekar dengan membuat wajahnya terlihat konyol, terkadang ia membuat matanya juling, terkadang membuat gerakan bibir aneh. Seketika Sekar tertawa kecil karena ulah Azka. Padahal matahari cukup menyorot ke arah lapang dan membuat para siswa kepanasan dan kepayahan pagi itu.

"Dasar aneh !" gumam Sekar. Bukan hanya Sekar yang tertawa tapi beberapa yang melihat Azka pun begitu, Ahhh ! Azka memang pemuda humoris. Meskipun wajahnya dibuat sekonyol mungkin, tapi justru terkesan cute. Sekar akui itu.

"Kar, mau ikutan OSIS ?" tanya Zahra.

"Emhhh, ga tau !" jawabnya.

"Ikutan yuuk, kayanya seru !" seru Zahra.

"Boleh deh," jawab Sekar.

Hari ini Sekar dan Zahra istirahat di area gerobak, tapi sejauh mata memandang tak ada Azka disana, jujur hati kecilnya ingin melihat pemuda konyol itu lagi. Yap ! Sekar ketagihan tingkah Azka yang selalu diluar nalarnya.

"Hay Kar," sapa Andra yang tiba-tiba duduk di samping Sekar. Kini Sekar dan Zahra tengah menikmati jajanannya di pinggir lapang.

"Besok acara penerimaan anggota OSIS baru, kamu ngajuin ngga ?" tanya Andra.

"Ikut kak, ngajuin ko !" jawab Zahra.

"Pasti kalian diterima deh," jawab Andra lagi. Sekar mengangguk pelan, tapi arah pandangannya ke depan, tepat saat Azka baru saja kembali bersama teman-temannya, entah darimana.

Pandangan mereka bertemu, tapi Azka tampak tersenyum tipis dan berlalu, hal itu berhasil membuat Sekar menegakkan badannya melongok ke arah Azka pergi sampai sosok Azka tak terlihat dari pandangannya.

Sekar memegang dadanya, kenapa ada rasa tak enak dihatinya saat ini ? Lagipula, siapa Azka...

"Jadi gimana Kar ?" tanya Andra.

"Ya ?" Sekar tak fokus mendengarkan Andra bicara.

"Astaga, Kar ! kak Andra nanya sama loe, padahal posisi loe sebelahan, masa loe ga denger sih !" senggol Zahra kesal.

"Sorry kak, aku tadi ngelamun !" kekeh Sekar menghembuskan nafas kasar.

"Ga apa-apa, aku cuma nanya kamu mau ngga ku ajak jalan ?" tanya Andra.

"Hah ? Jalan ya ?!" tanya Sekar meringis, Zahra menyenggol Sekar.

"Mau gitu ! Kapan lagiii. Bukannya kamu suka sama kak Andra ?" tanya Zahra.

Sekar meringis, ia memang pernah mengakui bahwa ia mengagumi dan menyukai Andra. Seharusnya ia tak boleh ragu lagi saat ini, bayangkan betapa kerennya jika ia bisa pacaran dengan ketos keren, baik, ganteng, dan pemes, ayahnya juga pasti akan setuju jika pacarnya sekelas Andra, murid teladan.

"Boleh deh kak, kapan ?" tanya Sekar. Bak gayung bersambut, Andra tersenyum merekah.

"Nanti sore ?" tanya Andra.

"Boleh," jawab Sekar.

"Oke, nanti kujemput kamu ya.."

"Di depan kompleks aja kak, nanti aku whatsapp alamatnya !"

"Oke, sampai ketemu nanti !" jawab Andra membungkuk dan tersenyum simpul.

Selepas kepergian Andra, Zahra kembali menyenggol-nyenggol bahu Sekar.

"Cieeee, bau-baunya ada yang mau lepas status jomblo nih !! peje ya !" kikik Zahra.

"Apa sih Ra," tapi kembali pandangan netra Sekar jatuh dimana tadi Azka menghilang.

****

"Ra, emang selain di area gerobak sama kantin ada tempat jajan lain ya ?" tanya Sekar.

Zahra terlihat berfikir, "emhhh ga ada deh kayanya !"

"Oh, kalo tempat nongkrong ?" tanya nya lagi.

"Maksudnya ?" tanya Zahra tak mengerti.

"Iya tempat biasa anak-anak ngabisin waktu isirahat selain pinggir lapang, kantin, perpus, sama ruang ekskul ?"

"Paling belakang sekolah tuh, tapi biasanya isinya anak-anak nakal semua !"

"Ko, loe tau sih Ra ?" tanya Sekar, padahal ia dan Sekar masuk di waktu yang sama di sekolah ini.

"Kebetulan sih, dulu waktu awal masuk udah disuruh bunda Nara nyariin A Azka, ngumpet gara-gara uang spp dipake buat dandanin motor," jawabnya.

"Oh, belakang sekolah ya," gumam Sekar.

"Eh kamu tau ngga, a Azka tuh ikutan geng motor, sama kaya om Rama dulu !" seru Zahra.

"Geng motor ? Pinter ngaji gitu ! Anak geng motor ?!" tanya Sekar tak percaya.

Zahra mengangguk, tapi sedetik kemudian ia mengerutkan dahinya, "kamu tau darimana a Azka pinter ngaji ?"

.

.

.

1
Maya Djdj
Rama artinya Roma irama nih🤔
Maya Djdj
blm baca kisah ortunya, ntar hrs baca💪
Tsaqib Hasbi
ih ,mimin sin, aku teh penasaran zahra sama siapa ?
Tsaqib Hasbi
d sini aku kasian sama zahra ya!, tp yg namanya hati kan gk bisa d paksa
juwita
lamun gadis cabe"an lamun lalaki terong " an🤣🤣🤣
Sri Wahyuni
aku padamu kak 🥰🥰🥰🥰🥰
Eka Widya
entah sudah karya kak sin yg ke berapa yg sudah aku khatamin.makin lama makin bikin nagih🤩🤩🤩
narti bintang
👍👍👍👍👍👍👍
Anonim
ini nih yang aku suka da lamjutan ortuny
ini grnerasi Bang Ramadhan dan teh Nara
berikutnya generasi Om Fal dan De ya min
Kastini
br buka lapak ternyata ada lanjutannya dr anak mereka 🤭
Miko Celsy exs mika saja
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
👏👏👏👏kerrren rame.reusep
novel destiny
turunan Rama banget aa mboyy..
plek ketiplek banget 🩷
novel destiny
seruu seruuuu...
tapi emang kayanya dikit 😁😁
tapi berasa si manis2 nyaaa
novel destiny
lama juga yaaa pacaran nyaa.. aa mboy kurang gercep daripada si daddy nih 😁😁
novel destiny
itu ngapa jadi pindahan kesitu semua 🤣🤣🤣
novel destiny
papa ram mah cemburu nya ga abis abis dari jaman sekolah 🤣🤣🤣
novel destiny
temen2nya param ga kaleng2 emang
novel destiny
pake papatong hejo nya ajah atuhh 😁😁
novel destiny
greget min 😁😁😁
tapi feel nya lebih dapet di emak bapaknya 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!