NovelToon NovelToon
Mahar Rasa Bersalah

Mahar Rasa Bersalah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:63.3k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Sekar, seorang buruh penimbang paku di sebuah toko grosir bahan bangunan. Hidupnya hanya tentang bertahan hidup dari hari ke hari, hingga sebuah malam kelam dia harus terjebak malam kelam bersama atasannya sendiri, Mas Danu.

​Danu bukan CEO dengan jet pribadi. Ia hanyalah pria berusia 32 tahun yang ulet, pemilik toko bangunan warisan orang tuanya yang sukses. Ia tampan dan sangat berwibawa .

​Saat Sekar mengetahui dirinya hamil, ia memilih bungkam. Ia sadar posisi ia hanya orang kecil, sementara Danu sudah memiliki kekasih bernama Lidya, wanita kota yang cantik, berpendidikan tinggi, dan setara secara sosial.
Namun, rahasia tak bisa selamanya disimpan. Saat Danu tahu, ia memutuskan untuk bertanggung jawab dan menikahi Sekar, dan memutuskan hubungannya dengan Lidya.

Lalu apa Sekar bisa hidup bahagia dengan pernikahannya, sedangkan yang ia tau Danu terpaksa memutuskan hubungannya dengan Lidya, karena harus bertanggung jawab kepdanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Adik ipar

​Pagi itu, rumah besar keluarga Subroto tampak lebih sibuk dari biasanya. Mbok Sum terlihat bolak-balik membersihkan kamar di lantai dua, sementara Bu Subroto sibuk di dapur memerintah asisten rumah tangga lainnya untuk memasak hidangan istimewa. Penyebab keriuhan itu hanya satu, Riana, adik bungsu Danu yang kuliah di luar kota, akan pulang untuk liburan semester.

​Di dalam kamar utama, Sekar duduk di tepi ranjang dengan perasaan waswas yang tak kunjung surut. Jemarinya yang ramping terus meremas ujung daster katunnya. Sejak semalam, saat Danu memberitahunya bahwa Riana akan pulang, tidur Sekar tidak nyenyak.

Semalam, Sekar juga sudah memutuskan untuk tetap tinggal di rumah itu. Dia begtu dibenci oleh Ibu mertuanya, dia tidak mau Ibu mertuanya semakin membencinya karena mengajak Danu pindah dari rumah itu. Sekar juga tidak mau membuat Danu terpaksa pindah dan meninggalkan Ibunya karena dirinya.

​Sekar mengenal Riana. Gadis itu sering pulang saat libur kuliah dan membantu Danu di toko bangunan. Dulu, saat Sekar masih menjadi buruh kasar, yang bertugas menimbang paku dan membungkus semen di gudang yang berdebu, Riana adalah satu-satunya orang dari keluarga Subroto yang mau menyapanya dengan tulus. Riana sering membawakannya air minum dingin atau sekadar tersenyum manis saat Sekar bersimbah keringat di balik timbangan paku.

​Namun, itu dulu. Dulu saat status mereka jelas antara majikan dan buruh. Kini, segalanya telah berubah karena sebuah insiden malam itu, insiden yang memaksa Danu menikahi Sekar.

"​Bagaimana kalau Riana membenciku sekarang?" Batin Sekar pedih. Dulu dia baik padaku karena kasihan pada buruh kakaknya. Tapi sekarang, aku adalah wanita yang menjebak kakaknya ke dalam pernikahan tanpa cinta. Dia pasti merasa aku tidak tahu diri.

​Suara deru mobil terdengar berhenti di halaman depan. Tak lama kemudian, teriakan ceria seorang gadis memecah kesunyian rumah yang biasanya kaku itu.

​"Mas Danu! Ibu! Riana pulang!"

​Sekar yang sedang berada di lantai atas semakin gemetar. Ia ingin bersembunyi, namun ia tahu itu pengecut. Dengan langkah yang sangat pelan, ia menuruni tangga jati satu per satu. Di ruang tamu, ia melihat Riana sedang memeluk Danu dengan erat. Gadis itu tampak semakin cantik dengan gaya berpakaian mahasiswi kota yang modis.

​Langkah Sekar terhenti di anak tangga terakhir. Ia mematung saat Riana menoleh ke arahnya. Danu segera menghampiri Sekar, merangkul pinggang istrinya dengan protektif, sebuah gestur yang menunjukkan pada sang adik bahwa Sekar kini memiliki posisi penting di hidupnya.

​"Riana, kamu masih ingat Sekar, kan?" Tanya Danu dengan suara baritonnya yang tenang.

​Sekar menunduk dalam, tidak berani menatap mata Riana. Ia bersiap untuk mendengar cacian atau melihat tatapan dingin. Namun, yang terjadi justru sebaliknya.

​"Mbak Sekar!" Seru Riana.

​Riana berlari kecil menghampiri Sekar. Tanpa ragu, ia meraih kedua tangan Sekar yang kasar karena bekas kerja keras di masa lalu, lalu menggenggamnya dengan sangat hangat.

​"Mbak, aku kaget banget waktu Mas Danu telepon bilang sudah menikah. Tapi jujur, aku senang banget kalau istrinya itu Mbak Sekar! Aku dari dulu selalu bilang ke Mas Danu, Mbak Sekar itu cantik dan rajin banget kalau nimbang paku, nggak pernah curang" Ucap Riana sambil tertawa renyah, mencoba mencairkan suasana.

​Sekar mendongak pelan, matanya berkaca-kaca karena ucapan Riana.

"Riana, ka-kamu tidak marah?"

​"Marah buat apa, Mbak?" Riana memiringkan kepalanya, menatap Sekar dengan tulus.

"Aku tahu Mbak orang baik. Apapun yang terjadi, aku yakin Mas Danu tahu apa yang dia lakukan. Sekarang Mbak jadi kakak iparku, artinya aku punya teman curhat di rumah ini!"

Sekar menatap Danu dengan haru, ternyata bukan hanya Danu yang menerima keberadaannya, namun Riana juga.

Danu tersenyum tipis menanggapi tatapan mata Sekar yang terlihat lega itu. Tangannya mengusap pucuk kepala Sekar dengan lembut.

​Siang harinya, Riana tidak membiarkan Sekar menjauh darinya. Di meja makan, Riana terus bercerita tentang dosen-dosennya yang galak di kampusnya, membuat suasana yang biasanya tegang karena kehadiran Bu Subroto menjadi lebih hidup.

​Danu memperhatikan interaksi itu dengan senyum tipis yang jarang ia perlihatkan. Pria berusia tiga puluh dua tahun itu merasa sangat lega melihat adiknya bisa menerima Sekar dengan begitu tangan terbuka.

​"Mbak Sekar, nanti ajari aku masak sambal goreng hati ya? Mas Danu bilang masakan Kakak juara" Goda Riana.

​"Riana" Sela Bu Subroto dengan suara ketus.

"Kamu itu jangan terlalu akrab dengan dia. Dia itu di sini untuk beristirahat karena hamil, bukan untuk jadi teman mainmu"

​Riana tidak menciut. Ia justru merangkul bahu Sekar yang duduk di sampingnya.

"Justru karena hamil, Mbak Sekar harus banyak senyum, Bu. Biar keponakanku nanti lahirnya ceria kayak aku, nggak kaku kayak Mas Danu" Lirik Riana pada Kakaknya yang menurutnya begitu kaku.

​Setelah makan siang, Riana menarik Sekar menuju taman belakang. Mereka duduk di ayunan kayu. Di sana, Riana menggenggam tangan Sekar lagi, kali ini dengan ekspresi yang lebih serius dan dewasa.

​"Mbak, aku tahu Mbak pasti takut ya sama aku?" Bisik Riana.

"Aku takut kamu berpikir saya wanita jahat, Riana. Kamu tahu posisiku dulu di toko Mas Danu hanya buruh, dan cara pernikahan ini terjadi..."

​"Sssttt" Riana menepuk tangan Sekar yang ia genggam.

"Mbak, dengar. Mas Danu itu pria paling berwibawa dan dewasa yang aku kenal. Dia tidak mungkin mengambil keputusan kalau dia tidak mau. Kalau dia memilih bertanggung jawab, itu karena dia memang ingin menjaga Mbak. Aku sudah lama melihat cara Mas Danu memperhatikan Mbak di gudang dulu, meski dia nggak pernah bilang"

​"Maksudmu?" Sekar agak terkejut dan bingung.

"Mas Danu memang sering memperhatikan semua karyawannya secara diam-diam untuk melihat kerja mereka. Tapi aku lihat cara Mas Danu memperhatikan Mbak itu beda. Entah apa yang dipikiran dia waktu menatap Mbak Sekar" Terang Riana membuat Sekar juga ikut bertanya-tanya.

​"Mas Danu itu kaku, Mbak. Tapi dia pria yang sangat baik. Jangan pernah merasa rendah diri di depan aku. Buatku, Mbak Sekar yang dulu penimbang paku atau Mbak Sekar yang sekarang jadi istri Mas Danu, tetap orang yang sama orang yang tulus dan sabar"

​Riana memeluk Sekar dengan erat. Pelukan yang bagi Sekar terasa seperti obat bagi luka batinnya. Di usia Riana yang baru dua puluh tahun, kedewasaannya dalam melihat orang lain membuat Sekar semakin mengagumi keluarga Subroto, terutama Danu.

​Malam harinya, di dalam kamar, Sekar menceritakan pertemuan itu pada Danu. Ia sedang membantu Danu melepaskan kancing kemejanya, tugas yang selalu ia lakukan dengan penuh pengabdian.

​"Mas, Riana sangat baik. Dia bahkan ingat saat saya masih di bagian timbangan paku" Ucap Sekar sambil tersenyum kecil.

​Danu memegang tangan Sekar, menghentikan gerakannya. Ia menatap istrinya dengan pandangan yang dalam.

"Sudah Mas pastikan padamu, Sekar. Riana tidak akan pernah merendahkanmu. Dia menyukaimu karena dia tahu aku tidak salah pilih"

Ucapan Danu membuat ​Sekar terpaku pada pria tinggi di hadapannya.

"Tidak salah pilih?" Kalimat itu terdengar seperti pengakuan tersirat di telinga Sekar, namun ia tidak berani bertanya lebih jauh. Ia hanya bisa menatap suaminya dengan penuh pemujaan. Pria berusia tiga puluh dua tahun ini telah memberinya segalanya, perlindungan, martabat, dan kini seorang adik yang menyayanginya.

​Sekar memberanikan diri menyandarkan kepalanya di dada bidang Danu yang selalu terasa hangat. Ia merasa sangat beruntung. Meskipun Bu Subroto masih menjadi duri dalam daging, kehadiran Riana yang menerima masa lalunya sebagai buruh penimbang paku telah memberikan kekuatan baru bagi Sekar untuk tetap bertahan di rumah besar ini.

"Kenapa nih? Kok istri Mas tiba-tiba manja kaya gini?" Goda Danu pada Sekar yang tiba-tiba saja menyandarkan kepala di dadanya.

1
Esther
nyesek sekali rasanya
vania larasati
lanjut
Jumi🍉
Makin menjadi rendah dirinya sekar diserang depan belakang ditambah Danu yang belum selesai sama masa lalu.😌
🌷Vnyjkb🌷
sekarrr ini apa cobaaa,,, gemesss ,, hrs Kuat!!! gak hdp dg Omongan org, yg Penting km itu Istri danu, tunjukkan pesonamu bkn keTerpurukanmu yg malah jd Bahan ghibah org lain!
🌷Vnyjkb🌷
nahhhh itu Bedanya kamu dan danu, gakkk lepellll, org klu high class itu merunduk, org yg setengah² kyk kamu emang sukanya Dongak,,, kesandung baru amsiong lu!!!!
Melly
aku masih kuat baca nya thor, lanjut🤭🤭
Ariany Sudjana
dasar perempuan lemah kamu sekar, gimana kamu ga ditindas sama mertua kamu? kamu itu ga pantas jadi istrinya Danu, kelas kamu itu kelas kampungan 😂😂
Ariany Sudjana
ah orang miskin aja bertingkah, kamu harus tahu diri sekar, kamu itu miskin, dan orang miskin ya ga pantas dengan Danu, kamu itu cengeng dan hanya bisa nangis dan nangis, dasar perempuan lemah kamu
Herman Lim
Danu kamu harus lebih sabar terhadap Sekar yg bnr² merasa di rendah kan
Amel_
makasih Doble up nya kak Santi , ceritanya semakin bikin greget
Amel_: iyakah , aku gak ngeh lhooo 😄
total 2 replies
Endang Sulistiyowati
Menyesakkan dada...Sekar lagian ngapain sih masih bertahan disitu. Dengan smua rasa rendah diri kamu dan suami yg masih terpaku masa lalunya, kamu yg akan terus merasa terluka Sekar.
santi.santi: sabar dong sistahhhh🥰
kalau Sekar pergi sekarang, nanti cepat habis ceritanya dong🤣🤣
total 1 replies
sikepang
emang yh mulut 2 julid org yg gatau apa2 jahat bgt. aku sih berharap ga apa² klo danu kasi sekar waktu sendiri dlu. krn org ug hilang rasa percaya diri mau dikasih penjelasan apa pun ga akan masuk
Retno Fitriyaningsih
/Sob//Sob//Sob/
Shankara Senja
Tapi klo Sekar bisa tegas,belajar memposisikan dirinya sebagai istri Danu,ga ada yg netemehkannya.Sekar yg diutamain nangis terus.Tunjukan klo kamu pantas hetdiri disisi Danu tsnpa menyombongkan diri.
dyah EkaPratiwi
kasian sekar ayo jangan hiraukan omongan orang demi debay
MamDeyh
Makanya kak Santi. Coba bikin Sekar berani keluar dr zona nya Danu. 😄
MamDeyh
Tp sangat paham kondisi Sekar. Dari org kampung diangkat derajatnya dadakan dg keadaan yg blm siap menerima dia. Dan bodohnya Danu yg katanya jd tameng tp setengah2. Parahnya tinggal jg sm emaknya yg julid.. Hormon kehamilan jg mempengaruhi. Gw jg pernah di kondisi mental down krn kehamilan
MamDeyh: Betul betul... Harus siap mental
total 2 replies
falea sezi
pergi jauh aja sekar
falea sezi
boleh gk nampol wajah si bego ini heran. laki. oon bgt nunggu cerai lah balik aja sono ke mantan mu yg katanya hot
mb peppy
aaahhhh thoorr nyeseknya tanggung ini😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!