NovelToon NovelToon
Sebuah Janji Di Balik Rindu

Sebuah Janji Di Balik Rindu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:579
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​Saat Azka berbalik untuk menuju kelasnya sendiri, langkahnya mendadak terhenti. Di ujung koridor yang ramai, seorang murid baru berdiri memegang peta denah sekolah. Rambutnya sebahu, matanya bulat jernih—persis seperti mata bocah yang dulu suka duduk di dahan kamboja.

​Gadis itu menoleh. Pandangan mereka bertabrakan.

​Waktu seolah berhenti. Suara bising siswa-siswi yang lalu-lalang mendadak senyap di telinga Azka.

​"Azka...?" bisik gadis itu. Suaranya bergetar, memanggil nama yang selalu ia simpan rapi dalam doanya selama tiga tahun terakhir.

​"Anggi?" suara Azka nyaris tak keluar.

​Anggi tersenyum lebar, matanya berkaca-kaca. Ia melangkah maju dengan binar kebahagiaan yang tak mampu dibendung. Tiga tahun menunggu, pindah kembali ke kota ini, dan akhirnya takdir membawanya tepat ke hadapan laki-laki yang memegang janjinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tatapan Di Ujung Pintu

​Kehidupan kampus berjalan begitu cepat dan dinamis. Anggi dan Mely kini resmi menjadi mahasiswi jurusan Seni di salah satu perguruan tinggi ternama. Hari-hari mereka diisi dengan jadwal kuliah yang padat, tugas-tugas kurasi, hingga proyek pembuatan karya yang tak ada habisnya.

​Meskipun kesibukan kampus kerap menyita waktu, Anggi tak pernah lupa menjaga komunikasinya dengan Zayan. Justru, impian untuk segera bertemu kekasihnya itu menjadi bahan bakar semangat terbesar bagi Anggi.

​Sejak awal masuk kuliah, Anggi bersama Mely merencanakan sebuah rahasia besar: Anggi menyisihkan tabungannya dan mengurus visa untuk menyusul Zayan ke Australia tepat di liburan akhir semester pertama nanti—sebagai kejutan tanpa sepengetahuan Zayan sama sekali! Tentu saja, rencana ini didukung penuh oleh kedua orang tua mereka yang sudah memegang alamat apartemen Zayan secara rahasia.

​Setelah penerbangan belasan jam yang melelahkan, burung besi yang ditumpangi Anggi akhirnya mendarat di Australia. Udara dingin menyambut kedatangannya, namun kehangatan di dadanya mengalahkan rasa lelah itu. Dari bandara, Anggi langsung menaiki taksi menuju alamat apartemen Zayan.

​Setibanya di lorong lantai apartemen tempat Zayan tinggal, jantung Anggi berdegup kencang tak beraturan. Senyum manis terukir di wajahnya. Ia merapikan rambutnya sebentar, lalu dengan napas terengah penuh antusias, jemarinya mengetuk pintu nomor 402.

​Tok... tok... tok...

​Hening sejenak, hingga terdengar langkah kaki mendekat dari dalam. Pintu perlahan terbuka.

​Namun, senyum di bibir Anggi seketika membeku.

​Bukan Zayan yang berdiri di balik pintu itu, melainkan seorang wanita asing berparas cantik dengan pakaian santai yang membukakan pintu. Wanita itu menatap Anggi dengan dahi berkerut bingung.

​Belum sempat Anggi bersuara atau sekadar mengedipkan mata, sebuah suara berat yang sangat amat familiar terdengar merdu namun menusuk dari arah dalam apartemen.

​"Who is it, babe?" (Siapa, sayang?)

​Suara Zayan. Suara yang selama bertahun-tahun ini selalu menjadi penenang Anggi, kini terucap dalam bahasa Inggris dengan panggilan manis untuk wanita lain.

​Gagang koper di genggaman Anggi terlepas begitu saja. Rasa lelah penerbangan belasan jam seketika menumpuk di dadanya, berubah menjadi rasa sesak yang luar biasa hebat. Dunia Anggi seolah berhenti berputar di lorong dingin apartemen itu.

Sesosok laki-laki bernapas terengah muncul dari balik lorong dalam apartemen. Zayan berjalan santai sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, masih mengenakan kaos polos dan celana rumah.

​"I told you, it's probably just the delivery—"

​Kalimat Zayan terhenti di udara. Lidahnya mendadak kelu saat matanya bertabrakan langsung dengan manik mata gadis yang berdiri terpaku di depan pintunya. Handuk kecil di tangannya terjatuh begitu saja ke lantai.

​"Anggi...?" suara Zayan nyaris tak terdengar, gemetar hebat ditimpa kebingungan dan rasa tak percaya.

​Anggi berdiri mematung di lorong yang dingin. Wajahnya pucat pasi, tatapannya kosong menatap Zayan dan wanita di sampingnya bergantian. Dua kata bahasa Inggris yang baru saja meluncur dari mulut Zayan beberapa detik lalu—babe, panggilan yang dulu hanya milik mereka—masih bergema bising di dalam kepalanya, menghancurkan seluruh kebahagiaan dan kejutan yang sudah ia rangkai berbulan-bulan.

​"Anggi, kamu... kok bisa ada di sini?" Zayan melangkah maju dengan terburu-buru, mencoba meraih jemari Anggi yang terasa dingin. "Kamu ke Australia kok nggak kabarin aku dulu?"

​Anggi mundur satu langkah, secara refleks menghindar dari sentuhan Zayan. Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya lolos membasahi pipinya yang memerah.

​"Aku cuma mau kasih kejutan liburan semester, Kak..." suara Anggi bergetar pelan, sarat akan rasa sakit yang tak tertahankan. "Tapi ternyata aku yang dapet kejutan di sini."

​Wanita yang membukakan pintu mengerutkan dahi, menatap Zayan dengan pandangan bertanya-tanya. "Zayan, who is she? Is everything okay?"

​Zayan tak mengacuhkan pertanyaan itu. Matanya membelalak panik melihat air mata Anggi yang menetes. "Gi, tunggu dulu, ini nggak seperti yang kamu bayangin! Biar aku jelasin—"

​"Cukup, Kak Zayan," potong Anggi cepat sambil menyapu air matanya. Ia membalikkan badan, memegang kembali gagang kopernya dengan tangan gemetar, lalu melangkah pergi secepat yang ia bisa menuju arah lift tanpa berpaling lagi.

1
Lisa
Bahagia selalu y Anggi..
Lisa
Congratz y Anggi..semangat & sukses yaa 🙏
Lisa
👍 semangat Anggi utk menyongsong masa depan..
Lisa
Semangat y Anggi 💪
Lisa
Kayaknya Anggi bakal balik sama Azka lg nih .
Lisa
Ternyata Zayan selingkuh nih 🤭
Lisa
Congratz y Anggi..sukses y utk langkah selanjutnya 👍
Lisa
Aku mampir Kak
Waaaaaa_: Terimakasih😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!