NovelToon NovelToon
Marwa (Istri Tangguh Tuan Rayyan)

Marwa (Istri Tangguh Tuan Rayyan)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:96.4k
Nilai: 5
Nama Author: El Viena2106

Annisa Marwa harus pergi dari kehidupan keluarganya setelah dia tahu bahwa dua orang yang dia sayangi dan dia percaya menjalin hubungan dibelakangnya.

Disakiti oleh kedua orangtuanya, Dikecewakan oleh Kakak dan Tunangannya tak membuat Marwa mundur atas kepergian itu. Tak ada air mata tangisan yang mengiringi langkahnya dalam meninggalkan kota itu.

Hingga pertemuannya dengan Rayyan Al Ghafa Pangestu merubah hidupnya. Marwa menjadi wanita yang lebih tangguh dan kuat dalam menghadapi apapun.
••••••••
"Aku Marwa, Sesuai dengan namaku.. Aku akan jadi wanita tangguh dan kuat tanpa takut pada siapapun.. " Annisa Marwa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Ada Air Mata

Setelah duduk cukup lama ditaman. Marwa akhirnya bangkit. Gadis itu menghubungi jasa ojek online untuk bisa mengantarkan ia pulang. Bukan pulang, Lebih tepatnya hanya singgah untuk sementara.

Rencana untuk pergi dari rumah peninggalan kedua orangtuanya Marwa tidak akan mundur sama sekali. Gadis itu benar-benar pulang bukan untuk menangis atau meratapi nasib melainkan membereskan pakaiannya serta membawa barang-barangnya yang memang benar-benar harus dibawa.

Marwa benar-benar akan pergi dari rumah itu. Tidak mungkin kan Marwa akan tetap tinggal sementara semua orang yang berada dalam sekitarnya adalah orang-orang yang menyakitinya.

Marwa masuk kedalam rumah itu. Sejak kecil dia memang tinggal disini bahkan saat masih ada kedua orangtuanya.

Karena rumah ini memang adalah rumahnya. Yang jadi pertanyaan ialah, Kemana surat sertifikat rumah serta tanah milik ayah dan bundanya? Kalau memang surat itu ada dirumah ini pasti Paman dan Bibinya sudah menemukannya..

Akan tetapi pembicaraan Paman dan Bibinya yang ia dengar beberapa hari yang lalu mereka tidak tahu dimana surat itu berada.

Andai memang tidak ada suratnya kemungkinan rumah ini akan diambil alih oleh pemilik yang sebenarnya. Bisa jadi kan? Apalagi dijaman sekarang banyak orang yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan keuntungan.

Akan tetapi rumah ini masih aman-aman saja. Bahkan sekarang rumah ini masih di kuasai oleh Paman dan Bibinya itu.

Benar kata orang, Musuh yang paling berbahaya itu bukan berasal dari orang lain melainkan orang terdekat kita sendiri. Dan Marwa mengalaminya sekarang.

"Surat itu pasti ada.. Tapi dimana? Paman dan Bibi pasti sudah menggeledah seluruh rumah ini.. Kalau tidak ada disini, Lalu ada dimana?" Gumam Marwa yang otaknya kini mulai berpikir dimana letak surat sertifikat tanah, Serta rumah yang ia tinggali ini.

Paman dan Bibinya lebih tahu bukan. Kalau mereka sudah menggeledah seluruh rumah dan tak menemukannya. Itu artinya semua sertifikat tersebut telah diamankan oleh kedua orangtuanya. Tapi dimana orangtuanya meletakkan barang rahasia itu?

"Ini bukan waktunya untuk berpikir, Yang paling penting ialah sekarang aku harus segera pergi.." Marwa mulai meraih tas besar, Tapi sebelum itu Marwa menghubungi ojek online lebih dulu agar segera sampai.

Gadis itu memasukan sebagian pakaiannya. Pakaian milik Marwa yang dibeli dengan hasil kerjanya sendiri. Pakaian atau barang yang dibelikan Tania dan Raski tidak gadis itu bawa. Bahkan ponsel baru yang dari Raski beberapa bulan yang lalu Marwa Letakkan diatas nakas.

Mulai sekarang Marwa akan melepas semua yang bersangkutan dengan orang-orang itu.

"Semangat Wa.. Jangan sampai patah semangat.." Ucapnya dengan menyemangati diri sendiri. Kalau bukan dia yang menyemangati dirinya sendiri lalu siapa?

Kini tatapan Marwa beralih pada foto keluarganya. Gadis itu bangkit meraih foto tersebut.

"Ayah, Bunda.. Maaf. Wawa gak bisa tinggal disini lagi.. Untuk sementara, Wawa harus pergi dulu dari rumah peninggalan kalian ini.. Tapi Wawa janji, Suatu hari nanti, Wawa akan kembali datang dan mengambil semuanya kembali.." Marwa menghapus air matanya dengan kasar. Kemudian Marwa memasukan foto tersebut juga kedalam tas. Karena hanya itulah peninggalan kedua orangtuanya yang terakhir.

...****************...

Dirumah sakit tempat Tania dirawat. Wanita itu sejak tadi tidak mau jauh-jauh dari sang kekasih hati. Terlebih sekarang ada kedua orang tua Raski yang datang untuk menjenguk kakak sepupu Marwa itu.

Tentu saja ini dibuat kesempatan yang baik bagi Tania. Karena memang sejak awal yang dibawa Raski kerumahnya untuk dikenalkan adalah Tania tapi yang dilamar justru Marwa.

Maka dari itu jangan suka bermain api kalau tidak ingin tangannya terluka akibat bara api tersebut. Semua itu sama dengan apa yang dilakukan oleh Tania. Dia yang meminta Raski untuk melamar Marwa akan tetapi dia juga yang kepanasan.

"Apa Mama bilang.. Tania itu lebih cocok daripada si pincang itu.. Papa sih gak percaya.." Ucap Muna Mama Raski yang sejak dulu memang lebih setuju putranya menikah dengan Tania.

"Memangnya Marwa tidak cocok?

Muna melirik suaminya agar diam saja. Pria itu mendekati Tania lalu berkata.

"Tania, Lain kali kalau kamu punya barang yang berharga. Jangan asal kamu kasihkan barang itu kalau ujungnya akan kamu rebut kembali.. Sikap seperti itu tidak baik.." Tania hanya diam saja setelah diberi nasihat oleh Papa Raski. Memang benar kan, Kalau masih sayang dengan barang tersebut akan lebih baik disimpan dengan erat jangan asal berikan ke orang lain kalau ujungnya akan direbut kembali.

"Kalian juga, Jadi orangtua harus bisa mendidik anak dengan baik.. Putri kalian melakukan kesalahan bukannya ditegur malah didukung.. Orangtu macam apa kalian ini?" Tak hanya Tania yang mendapatkan teguran dari Papa Raski. Tapi Haris dan Dartik pun sama.

Mereka yang sejak tadi cengengas cengenges pun hanya diam saja. Papa Raski sudah tahu masalah yang terjadi. Karena Orangtua Tania telah bercerita semuanya. Sayangnya Papa Raski tidak suka orang yang seperti itu.

Orang yang bangga karena telah menyakiti hati orang lain. Sementara Raski sendiri, Pria itu hanya diam saja.

"Malam ini aku akan pulang bersama kedua orangtua ku.." Kata Raski pada Tania membuat wanita itu murung.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Tidak harus menunda untuk besok, Malam ini Marwa benar-benar pergi dari rumah tersebut. Dia tak mau dicaci dan dihina lagi. Cukup selama bertahun-tahun ini Marwa diam dan tak sanggup melawan.

Bukan tak sanggup melawan, Marwa hanya menghargai Paman dan Bibinya saja karena bagi Marwa mereka adalah pengganti orangtuanya. Kalau bukan mereka siapa lagi? Hanya mereka yang Marwa punya.

Tapi sekarang, Gadis itu tak punya siapapun lagi. Marwa akan memulai hidup diatas kakinya sendiri.

Malam ini, Tujuan Marwa adalah kerumah Nina. Sebelum dia pergi dan benar-benar menghilang, Marwa akan pamit pada sahabat baiknya tersebut.

"Stop Bang.. " Abang ojek tersebut menghentikan laju motornya. Marwa dengan hati-hati segera turun dari kendaraan roda dua itu.

"Ini ongkosnya Bang.. Makasih ya.."

"Ya, Mbak sama-sama.." Abang ojek pun segera pergi usai mengantar Marwa. Gadis tersebut segera melangkah kearah pintu utama rumah Nina.

Tok

Tok

Tok

"Assalamualaikum.. Nin.. Ini aku Wawa.. Kamu udah tidur belum?" Marwa mengetuk pintu sekali lagi, Dan tak lama pintu pun terbuka.

"Loh? Nak Wawa.. " Bunda Nina cukup terkejut dengan kedatangan sahabat putrinya ini.

"Nak, Kamu? Kita masuk dulu yuk.. Diluar dingin soalnya.. Kamu duduk dulu ya, Bentar Tante panggilkan Nina dulu. " Wanita paruh baya itu terlihat sangat antusias sekali menyambut kedatangannya. Dan sungguh semua itu membuat hati Marwa tersentuh.

"Ya Allah Wawa.." Marwa tersenyum melihat Nina yang keluar dari kamarnya.

"Nin..

"Ngapain kamu malem-malem kesini?" Tanya Nina, Hingga matanya melihat Tas Marwa yang tergeletak diatas lantai.

"Kamu pergi dari rumah?" Marwa mengangguk. Nina mengajak Marwa untuk duduk.

"Ada apa Wa? Apa yang membuat kamu malam-malam kesini?" Marwa hanya tersenyum saja. Tak ada kesedihan dan tak ada air mata yang mengalir. Pantang bagi Marwa untuk mengeluarkan air matanya untuk mereka.

"Aku pergi dari rumah Nin.. Siang tadi Kak Tania jatuh dari tangga, Dan posisinya kita berdua ada diatas tangga itu.. Kak Tania nuduh aku yang dorong dia. Dan semua orang percaya..

"Apa??

Marwa pun mulai terbuka tentang hubungan Raski dan Tania yang sebenarnya sudah Nina ketahui. Gadis itu genggam tangan sahabatnya itu..

" Wa.. Maafin aku ya..

"Minta maaf buat apa?

"Sebenarnya aku udah tahu tentang hubungan mereka Wa...

TBC

1
Ayudya
ga ke bayang gimana malunya Tania
Evi alvian
duh senengnya marwa yg dapet hadiah jam tangan mahal tp lebih bahagianya lg setelah Rayyan dapet hadiah spesial dari Marwa🥰🥰
Nice1808
hahhhaa mampus kau tania, malu kan🤭hadiah dr rayyan jam tangan mahal, hadiah dr marwa testpack🤭🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
hahaha mampus kamu Tania, maksud hati mempermalukan marwa dan tetap meneruskan fitnah, kalau marwa mendorong kamu, malah kamu yang dibuat malu sama sepupu Rayyan 🤣🤣😂😂 dasar pelacur murahan kamu itu Tania. sudah terima saja kalau kamu itu sudah salah dan kelas kamu jauh dibawah kelasnya marwa
Yus Nita
waaoowww... kena mental gaktych..
Dina mana.. dina manaaa..
biar makin seru nechdrama ny 😃😃😃
Muft Smoker
nah melati udh beraksiii ,,
gmn tuuh ,, gmn tuuuh ,,
pgen jungkir balik rasa ny aq ,, 🤸🤸🤸🤸🤸🤸🤸
aq rasa udh ijooo mukany si tania ,,
Muft Smoker
masiih aj mimpii taniaaa ,, 😂😂😂
Maria Magdalena
alu senang dgn ucapan melsti rasain lu tania kebongkar deh rshadiamu 😁😁😁
Ayudya
lah kan malu sendiri kamu tania🤣🤣🤣🤣🤣
Lucy
Dulu KLO raski dgn marwa mungkin Rayyan dgn wanita lain🤣gak mungkin dgn kau Tania krna cinta Rayyan mentok di Wawa saat dia magang🤭🤣
Evi alvian
nah makan tuh omongan pedas melati biar tau rasa si Tania biar nyadar diri
Ariany Sudjana
Tania Tania kamu berharap jadi istrinya Rayyan? kan keinginan kamu sendiri dulu untuk merebut raski, yang sudah bertunangan dengan marwa, dan sekarang kamu rasakan sendiri gimana sikap raski dan kedua mertua kqmu. dan kamu ingin mempermalukan marwa, di hadapan semua keluarga besarnya? belum apa-apa kamu sudah dapat reaksi dingin dari keluarga besarnya Rayyan 🤣🤣😂😂 dasar pelacur murahan kamu itu Tania
Ri♡
Idih kagak sadar diri banget,orng jahat kek lu mana lh pantes dapat pasangan spek Rayyan😒😒😒,mimpi lu ketinggian Tania 🤣🤣🤣
Ani
🤣🤣🤣🤣🤣 bagus Melati... kena mental gak tuh 🤣🤣🤣🤣🤣
mmh nengmuti
di bikin malu dia🤣🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
nah kan ,, baru tau belang ny yx keluarga perempuan yg dlu km bela sampe km nampar marwaa ,,
udh pulang aj ke Susan ,, dy juga istri km koq raskii ,,
Maria Magdalena
klo aku nunggu kpn nih si dartik dan haris diusir fr rmh milik marwa.
Nice1808
hahhaha Darti gak tau diri, dah susah mau ikut2an kayak marwa , sadar dir darti Raski bukan org kaya dan gampang kau stir🤣🤣🤣
Evi alvian
dartik gak nyadar hidup susah aja aja sok"an gayanya kek orang kaya
Ariany Sudjana
Skak mat darti, ga tahu terima kasih, sudah dibantu biaya admin, masih juga ingin dirawat. hallo ibu sadar? kalau mau bebas dari tugas rumah, ya nginap di hotel, tapi kan masalahnya kamu ga punya uang, jadi lebih baik pulang saja 🤣🤣😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!