NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Menjadi Istri Kedua Yang Tak Diinginkan

Transmigrasi: Menjadi Istri Kedua Yang Tak Diinginkan

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Mengubah Takdir / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:457.5k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Jeslyn tidak percaya jika dirinya masuk kedalam cerita novel dan parahnya menjadi istri kedua yang tidak diceritakan dalam novel, ibu tiri dari pria yang diceritakan akan meninggal karena memperebutkan seorang wanita.

Jeslyn istri tidak diinginkan suaminya serta anak tirinya berniat mengubah takdir Lucian anak tirinya, siapa sangka niatnya hanya ingin menyelamatkan tokoh Lucian saja malah mendapatkan bonus jika suaminya malah jatuh cinta padanya dan juga Lucian yang bucin pada ibu tirinya.

Mampukah Jeslyn menyelamatkan Lucian dan mengubah takdir Lucian? Selamat Membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mimisan Karena Perut Berotot!

Gerakan kuat yang tiba-tiba menendang dari dalam perutnya membuat Jeslyn tersentak bangun. Perut buncitnya terasa sesak, seolah bayi di dalamnya sedang melakukan latihan bela diri pagi. Dengan susah payah dan napas terengah, Jeslyn berusaha memposisikan tubuhnya untuk duduk. Perutnya benar-benar besar, berat, dan rasanya seolah ia sedang menggendong satu buah semangka raksasa.

​"Aduh, sayang... tenang sedikit, ya," bisik Jeslyn sambil mengusap perutnya.

​Matanya kemudian menyapu sekeliling ruangan dengan pandangan bingung. Tunggu dulu. Di mana ini? Kamarnya yang asli didominasi warna pink soft dan putih gading yang feminin, sementara ruangan ini... ruangan ini sangat maskulin dengan nuansa warna grey yang dingin dan elegan. Jantung Jeslyn berdegup kencang. Ia panik, berusaha mengingat apa yang terjadi semalam, namun ingatannya hanya sampai pada saat ia tertidur di sofa ruang santai.

​Tiba-tiba, suara pintu yang terbuka mengalihkan perhatiannya.

​Seorang pria baru saja keluar dari kamar mandi, hanya mengenakan sehelai handuk yang melingkar rendah di pinggangnya, memamerkan dada bidang yang basah oleh sisa-sisa air. Itu Keith. Dan pemandangan pagi ini benar-benar... ah, sangat mencerahkan mata!.

​Jeslyn membeku. Mulutnya menganga lebar, matanya tak berkedip menatap otot-otot dada Keith yang terlihat begitu kokoh dan nyata. Ia ingin menjerit, namun suaranya seolah tersangkut di tenggorokan.

​Keith mendengus geli melihat reaksi istrinya. Ia melangkah santai mendekati ranjang sambil mengusap rambutnya dengan handuk kecil.

"Tutup mulutmu, Jeslyn. Iler-mu akan segera jatuh kalau kamu terus menatapku seperti itu."

​Seketika, kesadaran Jeslyn kembali. Wajahnya memerah padam. Dengan gerakan panik, ia menutup mulutnya dan mengusap ujung bibirnya dengan punggung tangan.

"Apaan sih! Nggak ada iler ya! Kamu jangan mengada-ada!"

​"Oh ya?" Keith tersenyum miring, sebuah senyum kecil yang terlihat sangat tampan sekaligus menyebalkan.

"Barusan saja aku melihatnya akan menetes."

​Jeslyn melotot, merasa harga dirinya sebagai wanita bar-bar yang tidak mudah goyah kini sedang dipertaruhkan.

"Nggak lucu! Kenapa aku ada di kamarmu? Jangan bilang kamu macam-macam semalam, ya!"

​Keith menyipitkan matanya, lalu berjalan mendekat. Langkah kakinya yang tenang membuat Jeslyn semakin terpojok. Setiap inci tubuh Keith yang mendekat membuat detak jantung Jeslyn tidak karuan. Ia menelan ludah saat menyadari bahwa dada bidang berotot pria itu kini berada tepat di depan matanya.

​"Kamu sendiri yang berjalan diam-diam ke kamarku semalam," ujar Keith dengan suara berat yang menenangkan namun menggoda.

​"Bohong! Aku ingat sekali aku tidur di sofa ruang santai!" bantah Jeslyn, meski suaranya mulai kehilangan taringnya.

​"Kalau tidak percaya, tanya saja pada Lucian. Dia saksinya," sahut Keith santai.

​Jeslyn merasa otaknya mulai korsleting. "Ayolah, Jeslyn, sadar! Kamu istri sahnya, kamu punya bayi di perut, jangan sampai kamu mimisan sekarang!" batin Jeslyn berusaha menenangkan diri.

Namun, instingnya sebagai wanita normal benar-benar sedang diuji. Tangannya, seolah memiliki kehendak sendiri, tiba-tiba terulur dan mendarat tepat di dada bidang Keith.

​Hangat. Keras. Berotot.

​Keith tersentak kecil, matanya melebar sejenak menatap tangan Jeslyn yang masih menempel di dadanya. Jeslyn pun tersentak, wajahnya yang tadi merah sekarang sudah seperti kepiting rebus. Ia ingin menarik tangannya, tapi sensasi otot dada itu membuatnya terpaku.

​Mata biru Keith menatap wajah Jeslyn yang tampak mupeng alias muka pengen yang tidak bisa disembunyikan. Keith tersenyum kecil, kali ini lebih lembut dari sebelumnya. Tanpa peringatan, ia meraih tangan Jeslyn yang lain dan menariknya ke bawah, mendaratkannya tepat di otot perutnya yang keras dan berbentuk six-pack.

​"Mau merasakannya lebih jelas?" bisik Keith tepat di telinga Jeslyn.

​Panas. Kepala Jeslyn terasa seperti terbakar. Otaknya mendadak blank total. Ia tidak bisa bergerak, tidak bisa bicara, hanya terpaku menatap tubuh Keith dengan tatapan linglung. Dan kemudian, sebuah sensasi hangat mengalir dari lubang hidungnya.

​Mimisan.

​"Jeslyn!?" suara Keith berubah menjadi panik. Ia segera melepaskan tangan Jeslyn dan menatap wajah istrinya yang kini sudah merah padam dari leher hingga ke telinga dengan noda merah menetes dari hidungnya.

"Astaga! Kamu mimisan!"

​Jeslyn masih blank. Matanya tetap terpaku pada otot perut Keith, tidak peduli dengan darah yang mulai mengotori tangan dan sprei.

​"Jeslyn! Bangun!" Keith segera meraih tisu di atas nakas, mencoba menghentikan darah di hidung Jeslyn dengan gerakan yang kikuk dan panik.

​"A-apa? Apa aku tadi...?" Jeslyn akhirnya tersadar, namun ia tidak bisa menarik pandangannya dari tubuh Keith. Ia benar-benar syok.

"Kenapa... kenapa kamu harus punya otot perut sejelas itu di pagi hari?!"

​"Itu karena aku rutin berolahraga, bukan karena aku sengaja ingin membuatmu mimisan!" seru Keith, antara panik dan merasa geli.

​"Kamu jahat! Kamu sengaja melakukan ini buat menjebak ku!" Jeslyn berusaha menutupi wajahnya dengan bantal, merasa harga dirinya hancur lebur di depan suaminya sendiri.

​Keith tertawa keras, suara tawa yang jarang sekali ia tunjukkan. Ia meraih tisu baru dan membersihkan noda darah dengan telaten.

"Aku tidak menyangka istriku yang bar-bar ini ternyata selemah itu hanya karena melihat otot perut suaminya."

​"Diam kamu!" teriak Jeslyn dengan suara serak.

"Gara-gara kamu, aku jadi terlihat seperti wanita mesum yang tidak pernah melihat pria tampan!"

​"Ya, kamu memang terlihat seperti itu tadi," goda Keith sambil menarik Jeslyn untuk bersandar di dadanya, mengabaikan fakta bahwa ia belum berpakaian lengkap.

​Jeslyn memejamkan mata, mencoba menenangkan detak jantungnya yang masih saja menggila. Ia merasa dipermalukan, tapi di sisi lain, ia merasa sangat... beruntung. Ternyata, kehidupan barunya bersama Keith tidak seburuk yang ia bayangkan sebelumnya. Bahkan, mungkin ini akan menjadi petualangan yang sangat menyenangkan.

​"Sudah berhenti mimisannya?" tanya Keith lembut, mengelus rambut Jeslyn.

​Jeslyn mengangguk pelan, masih menyembunyikan wajahnya di dada Keith yang kini tertutup oleh handuk yang mulai melonggar.

"Sudah. Tapi jangan dekat-dekat dulu! Aku butuh waktu untuk menetralkan detak jantungku!"

​Keith kembali tertawa, kali ini ia mencium kening Jeslyn dengan lembut. "Terserah kamu. Tapi perlu kamu tahu, mulai hari ini, aku tidak akan membiarkanmu tidur di sofa lagi. Kamu akan tidur di sini, di sampingku, setiap malam. Jadi, biasakan dirimu dengan pemandangan ini setiap pagi."

​Wajah Jeslyn kembali memerah, mimisannya nyaris muncul kembali. "Kamu... kamu benar-benar pria yang sangat menyebalkan, Keith!"

​"Dan kamu adalah istri yang sangat menggemaskan saat sedang mimisan," balas Keith dengan nada final. Ia bangkit, meraih kemeja yang tergantung di dekat pintu, dan mulai memakainya, meninggalkan Jeslyn yang masih terbaring di ranjang, memikirkan bagaimana caranya ia bisa bertahan hidup dengan pria yang baru saja membuatnya mimisan hebat di pagi hari.

Bersambung...

Parah banget Jeslyn ya🤣 Ada yang pengalaman begini nggak? Mimisan karena melihat cowok tampan atau karena alasan sesuatu?.🤭

Semoga kalian suka ya, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian.

1
aryuu
makan tuh... masa sih keadaan belum aman udah berani jalan2 🤣🤣🤣 mampus
aryuu
benar Daniel, kalo didunia nyata ada anak kandung didekati ulet Keket pasti buru buru dibasmi, ini mah dunia halu jadi nunggu kejadian baru dibahas🤭 Keith sama bininya wedus
Aprillia Syafitri Delhis
dapet bgt ini ceritaa. ikuttt nangissss bacanyaaaa 😭
Erna Masliana
semoga ibu dan bayi nya sehat...aku suka terharu kalo ada cerita yang akhirnya hamil setelah sekian lama apalagi kalo udah ada vonis susah hamil tapi akhirnya bisa hamil berasa ikut senang
Tijanud Darori Tiara
Masya Allah cerita nya bagusss sekaliii,
aku lanjut baca cerita kk yg lain
sehat selalu buat kk author nya
Erna Masliana
heh keguguran
Erna Masliana
akhirnya damai... bahagialah kalian semua
Erna Masliana
ngeselin banget s Jhon ini.. gak gitu caranya langsung bersimpuh di umum..mau menjelekan nama Lucian hah
Erna Masliana
emang udah atletis?? perasaan yang hot itu bapaknya..body nya beuh bikin mimisan Mami
Erna Masliana
Vivian ini playing victim dia yang buang anak dia yang seolah korban.. padahal itu karmanya dirundung rasa bersalah penyesalan sampe gila
Erna Masliana
kirain pengawal Lucian yg muncul nendang pisau..eh Alina menyerahkan diri untuk ditusuk
Erna Masliana
Daniel mulutmu 👍
Erna Masliana
jambak ampe rontok Lin💪
Erna Masliana
pengecut pecundang sejati
Erna Masliana
dih bilang aja ketagihan
Erna Masliana
lebay nya Lucian/Facepalm/.. bener kata Keith kayak anak perawan kehilangan Lucian ini
ara lianna
skip bab ini... ngga kuat.. sadis banget sepertinya
It's me Ri🥕: T...tapi minta ya sadis2 kakk🙏😭
total 1 replies
Erna Masliana
puas banget ih ✌️
Erna Masliana
tidak semudah itu.. mati cepat keenakan
Erna Masliana
jangan di matiin cepat.. patah patahkan tulangnya aja dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!