Kyra Andini resmi menjadi Nona di keluarga Wiratama. Namun, gelar itu tak seindah harapannya. Nyatanya pria yang menjadikannya halal, justru membenci kehadirannya.
Setiap hari perlakuan Kaisang Adipta Wiratama tak pernah baik, selalu dingin dan menganggap Kyra hanya patung pajangan saja.
Karena suatu malam terjadi kesalahan, menjadikan Kyra mengandung anak Kai. Meski begitu, Kai masih tetap berlaku kasar. Bahkan, tanpa sepengetahuan istrinya, Kai berselingkuh dengan sekretarisnya di kantor.
Bagaimanakah kelanjutan kisah rumah tangga Kai dan Kyra? Tetap bertahan, atau bercerai?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei_Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fakta Alasan
Melihat Kai masuk ke kamar mandi, Kyra berarah ke dapur untuk membuatkan mie instan. Bukan dia tidak mau membuat makanan lainnya, hanya saja bahan makanan tidak ada persediaan. Wanita itu belum sempat berbelanja. Sedangkan tadi memasak hanya sedikit saja, dan tidak ada sisa.
Hanya sekira 10 menit, Kai sudah nampak keluar. Pria itu mengenakan pakaian yang tadi karena tidak ada baju ganti. Ponsel di atas meja makan berdering, dia segera menyambarnya.
"Halo, Mi?"
"Kamu dan Kyra ke mana?"
"Aku dan Kyra ke rumah Kyra yang dulu. Memang kenapa, Mi?"
"Oh. Mami hanya rindu dengan kalian. Mampir ke rumahmu tapi kalian tidak ada. Kapan kalian pulang? Istrimu sedang hamil besar, jangan buat dia kelelahan dengan perjalanan jauh atau melakukan apapun yang membuat Kyra kecapean," ucap Hana memberi petuah.
"Beres, Mi. Ini keinginan Kyra sendiri, katanya dia kangen dengan suasana rumahnya, makanya dia ngajak pulang. Mungkin besok kami sudah kembali, karenakan Kai juga banyak kerjaan."
"Hem, baiklah. Mami akhiri teleponnya, Salam buat Kyra, dan selamat malam, Kai."
"Iya nanti Kai sampaikan. Malam juga Mi." Sambungan telepon berakhir, Kai masih fokus pada layar ponsel karena ada pesan masuk dari sekretaris yang merangkap menjadi selingkuhan.
'Sayang, aku merindukanmu. Kalau sudah baca pesan ini, segera balas. I love you.'
"Dasar wanita," desis Kai dengan sudut bibir sebelah terangkat.
Tak! Bunyi mangkuk beradu dengan meja.
"Anj*ng! Ngagetin!" pekik Kai.
"Kata-katamu selalu kotor, Kai," ucap Kyra. "Itu makan malammu. Jangan protes, kalau gak suka, gak doyan, cari aja makanan di luar. Di sini gak ada bahan makanan lain." Selancar itu Kyra mengucap kalimat dan berlalu begitu saja.
Kai diam dengan sorot mata tak berkedip. Baru ini dia melihat sisi lain dari Kyra Andini. Wanita dengan sikap lemah lembut, kini berubah kasar dan garang. Kai berkedip-kedip. Selama ini Kyra tidak pernah melawan atau membantah, tetapi saat ini sikapnya benar-benar berubah. "Damn it!"
Kai yang memang memiliki tempramen sedikit tinggi, mudah tersulut emosi. Pria itu menyorong mangkuk dengan kasar hingga terjatuh dan pecah berkeping-keping.
"Kaisang Adipta Wiratama!" Kyra memekik tertahan.
Kai mendekati Kyra. "Apa kau mulai membangkang?!" Tangan sebelah terangkat untuk mencengkram dagu Kyra hingga tertekan dan menimbulkan sakit. Meski demikian, Kyra menahan untuk tidak menangis. Dia telah berniat tidak akan terlihat lemah di mata Kai. Bahkan Kyra mencoba melepas cengkraman di dagunya, namun tangan Kai justru lebih erat.
"Bunuh saja aku, Kai. Bunuh!" ucap Kyra dengan suara kurang jelas. Namun Kai tidak kesulitan memahami. Pria itu melepas tangannya dari dagu wanita yang meringis kesakitan itu. Tatapannya menajam.
Tangan Kyra terkepal. Namun berikutnya dia mengelus perut, jangan sampai hilang kendali dan terjadi sesuatu dengan calon anaknya.
"Jika kau terus melakukan tindak kekerasan, aku akan melaporkanmu ke pihak berwajib, Kai," ancam Kyra.
Kai cukup terkejut, bagaimana Kyra bisa mengancamnya. Istrinya itu benar-benar berubah. "Kau kira polisi akan percaya dengan ucapanmu? Polisi lebih percaya bila pengacara dan uang yang berkata." Dia menyeringai.
"Aku yakin, sekarang cintaku mulai terkikis. Bahkan aku mulai membencimu, Kai. Setelah anak ini lahir, aku berjanji akan pergi jauh darimu. Aku akan mengubur semua ingatan tentangmu, dulu, kemarin dan sekarang. Hingga kita akan menjadi orang asing. Dan, aku akan membawa anak ini pergi. Itu janjiku!" Kyra berkata dengan tatapan menyorot pada manik hitam suaminya.
Kai berganti mencengkram lengan Kyra. "Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Kau akan tetap seperti ini."
"Iblis! Kau benar-benar seperti iblis!" Kyra memejamkan mata, antara rasa sakit di lengannya atau sakit di ulu hatinya. "Aku tidak tahu, kenapa kau berubah seperti ini, Kai. Aku tidak tahu apa kesalahanku yang membuat hidupmu berubah membenciku." Meluruh. Akhirnya air mata Kyra merangsek keluar. Bagian dadanya terasa sesak.
"Bukankah kau sudah tahu alasan aku membencimu. Semua karena kau menerima pernikahan ini! Aku sudah katakan, bahkan aku sampai memohon padamu agar kau jangan menerima, tapi kau tetap menerima. Dan dari itu aku membencimu, Kyra."
"Demi Tuhan, apa hanya karena itu?! Itu tidak masuk akal, Kai. Terlalu klise untuk dijadikan alasan. Awalnya aku menerima karena aku sendiri sudah menyukaimu sejak beberapa kali kita bersama, dan aku senang kita dijodohkan. Tapi ... semua justru seperti ini."
Kedua kalinya Kyra mengungkap perasaanya, entah semua itu disadarinya atau tidak.
Aku juga merasakan hal yang sama, tapi perasaan itu salah. Andai Revan gak menghukumku dengan rasa bersalah, dari awal kita menikah, juga sampai saat ini, aku pasti merasa menjadi pria yang paling bahagia bisa bersamamu. Tapi ....
Kyra melepas cengkraman Kai dengan paksa, hingga pria yang ada di hadapannya tersentak kaget.
"Baiklah, kau ingin tahu alasan sesungguhnya aku membencimu. Kau ingat Revan, pria yang aku katakan menyukaimu, dia kakakku, dan dia bundir gara-gara tahu kita menikah!"
"Apaaa?!" Kyra berjengit kaget, sangat kaget.
Kai menelan ludah bulat-bulat, mengusap wajah dengan gerakan kasar. Tubuhnya bergetar tiap kali mengingat kejadian itu.
Kyra menunduk dalam, air matanya berjatuhan. Kini terungkap tabir sesungguhnya. Fakta yang sama sekali tidak diketahui selama hampir setahun.
Pada saat itu, kasus Revan bunuh diri sempat mencuat di rana publik karena Revan anak pengusaha sederajat dengan Bagus Wiratama. Keluarganya membangun bisnis baru di negara Italia, namun Revan tidak ikut pindah karena pria itu tidak ingin jauh dengan Kyra. Tetapi, satu minggu dari pernikahan Kyra dan Kai di gelar, pria berusia 33 tahun itu ditemukan tewas di apartemennya. Entah karena alasan apa, kedua orang tua Revan menutup kasus itu hingga sampai sekarang tidak jelas apa yang menyebabkan Revan Revaga di temukan bunuh diri.
Revan adalah orang paling dekat dengan Kai, mereka seperti kakak-beradik karena Revan lebih dewasa 5 tahun dari Kai dan dapat mengayomi sikap kekanak-kanakan Kai.
Pada kejadian itu, orang pertama yang mengetahui Revan meregang nyawa adalah Kai sendiri, maka pria itu sangat terpukul. Apalagi mendapati secarik kertas yang memang ditujukan untuk dirinya. Karena itulah sampai saat ini Kai selalu dihinggapi rasa bersalah.