Alina Grace tumbuh sebagai putri keluarga Kalingga. Hidup dalam kemewahan, pendidikan terbaik, dan masa depan yang tampak sempurna.
Namun semua itu runtuh seketika begitu kebenaran terungkap.
Ia bukanlah anak kandung keluarga Kalingga
Tanpa belas kasihan, Alina dikembalikan ke desa asalnya, sebuah tempat yang seharusnya menjadi rumah, tetapi justru menyisakan kehampaan karena kedua orang tua kandungnya telah lama meninggal dunia.
Dari istana menuju ladang, dari kemewahan menuju kesunyian, Alina dipaksa memulai hidup dari nol.
Di tengah keterpurukan, sebuah Sistem Perdagangan Dunia Pararel terbangun dalam dirinya.
Sistem misterius yang menghubungkan berbagai dunia, membuka peluang dagang yang tak pernah dibayangkan manusia biasa.
Dengan kecerdasan, kerja keras, dan tekad yang ditempa penderitaan, Alina perlahan bangkit, mengubah hasil bumi desa menjadi komoditas bernilai luar biasa.
Dari gadis yang dibuang, ia menjelma menjadi pemain kunci dalam perdagangan lintas dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pintu Ajaib
Berada di lantai dua gudang, Alina seolah merasakan kembali kehidupan mewahnya, tapi ini bukan kehidupan mewah di tempat yang sama sekali tidak berhubungan dengannya, melainkan ia berada di tempat yang ditinggalkan kedua orangtuanya.
“Tempat ini sangat nyaman, lebih nyaman dibandingkan dengan suasana di Desa,” gumam Alina, dan saat ia mencoba menghidupkan televisi, benda kotak pipih besar itu menyala normal, menampilkan puluhan Channel Televisi.
Mencoba peralatan lainnya. Setelah satu per satu peralatan dicoba, semuanya masih berfungsi dengan sangat baik, meski sudah sekian lama peralatan itu tak lagi digunakan.
“Tidak ada perlatan yang rusak, menunjukkan semua peralatan di tempat ini adalah peralatan dengan kualitas terbaik.”
Saat membuka lemari penyimpanan, di tempat itu hanya terdapat botol minuman, tapi Alina ragu mencicipi minuman itu karena khawatir sudah kadaluwarsa.
[Ding!]
[Minuman yang Nona lihat masih layak minum, sama sekali tidak menimbulkan efek buruk jika Nona meminumnya!]
[Selain itu ada juga lemari penyimpanan yang menyimpan makanan beku, dan semua makanan itu berada dalam kondisi terbaiknya, meski itu dikonsumsi puluhan tahun lagi!]
Mendengar itu, dengan masih sedikit keragu-raguan, Alina meminum satu teguk air, dan begitu merasakan kesegaran air di dalam botol, ia langsung meminum seluruh air di dalam botol yang telah dibuka.
“Sungguh air yang sangat menyegarkan,” ucapnya pelan, dan kini perhatiannya tertuju ke lemari penyimpanan yang menyimpan banyak makanan beku termasuk daging.
Pergi ke dapur kecil di lantai dua gudang, Alina menemukan peralatan masak lengkap yang semuanya masih berfungsi dan dalam keadaan baik.
Selain itu ia juga menemukan minyak goreng juga bumbu dapur yang sangat komplit, dimana menurut Sistem semuanya masih dalam keadaan baik dan bisa digunakan.
Ingin membuktikan jika memang semuanya yang diinformasikan Sistem benar adanya. Alina mencoba memasak daging bumbu kecap yang merupakan salah satu makanan favoritnya.
Hanya dalam beberapa menit seluruh bahan telah dipersiapkan, tinggal mengolahnya menjadi makanan lezat yang bisa mengenyangkan perut.
“Aromanya harum dan segar, tidak seperti bahan-bahan yang rusak,” gumam Alina.
Beberapa menit kemudian masakan Alina sudah siap dinikmati, dimana ia menikmati daging bumbu kecap dengan nasi panas yang baru juga matang.
“Em, ini sangat enak!!!~”
Memuji bukan karena masakannya sendiri, tapi rasa yang memenuhi mulut Alina saat ini dipenuhi kenikmatan, sebuah kenikmatan yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.
Ia tidak masak dalam porsi besar, dan semua makanan dalam waktu singkat habis oleh dirinya sendiri, dimana saat ini ia merasa sedikit kekenyangan, tapi semua itu tak menghentikan langkah kakinya yang kini telah menaiki anak tangga menuju lantai ketiga, tempat tertinggi yang ada di gudang.
Kunci pintu memasuki lantai ketiga dengan mudah berhasil Alina buka, dan begitu melihat apa yang ada di lantai tiga gudang, ia seketika mengernyit, dan sama sekali tidak bergerak dari tempatnya.
“Sistem, mungkinkah ini ruangan penelitian?” tanya Alina.
[Ding!]
[Ruangan ini memang dijadikan sebagai tempat penelitian oleh orangtua Nona.]
[Selain digunakan sebagai ruang penelitian, ruangan ini memiliki sebuah rahasia yang sangat luar biasa, dan semua itu ada di balik lemari besar di dekat meja kerja orangtua Nona!]
Mendengar itu pandangan Alina segera menyapu ke dalam ruangan, mencari keberadaan meja kerja dan lemari besar yang ada di dekatnya.
“Itu dia lemarinya!~”
Cepat Alina melangkahkan kaki, berjalan mendekati lemari besar yang letaknya persis di sebelah meja kerja, sebuah meja kerja rapi yang jelas milik orangtuanya.
“Sistem, apa di balik lemari ini tidak ada sesuatu yang membahayakan keberadaanku?” tanya Alina.
[Ding!]
[Nona tenang saja, semuanya aman!]
Meski Sistem sudah mengatakan jika semua aman. Alina tetap was-was, dan dengan perlahan ia mulai membuka pintu lemari besar.
Gerakannya benar-benar perlahan, dan begitu pintu terbuka, seketika itu juga Alina terkejut sekaligus terperangah sebab tepat di depan matanya adalah kamar yang ada di rumah kayu.
Untuk membuktikan jika yang dilihatnya adalah kamarnya di rumah kayu, Alina melangkah maju, dan memeriksa keadaan kamar yang sama persis seperti terakhir kali sebelum meninggalkannya.
Keluar dari kamar. Alina mengintip ladangnya juga jalanan Desa, dan saat melihat penduduk Desa berjalan sambil bergurau seru, barulah ia yakin jika tempatnya saat ini benar-benar di rumah kayu miliknya, bukan tempat serupa tapi ada di Dunia Paralel.
“Lemari tua di kamar yang selama ini belum pernah aku buka ternyata terhubung langsung ke gudang, tapi sepertinya pintu itu baru bisa dibuka setelah aku membuka dari sisi gudang.”
Ia teringat kalau sebelumnya pintu lemari tidak bisa kebuka, dan karena itu lemari ia biarkan tertutup, sambil berharap suatu hari nanti menemukan kuncinya.
“Jadi seperti itu.” Alina yang berdiri di depan lemari tua di kamarnya yang terbuka lebar, sekarang ia tau alasan kenapa pintu lemari itu terkunci, dan setelah melakukan penyelidikan mendalam, ada hal menarik dari pintu lemari, dimana ternyata pintu itu memiliki dua sisi, dimana sisi lain menunjukkan isi dalam lemari yang berisikan pakaian lama, sedangkan jika dibuka di sisi lainnya, lemari menjadi jalan tembus menuju lantai ketiga gudang.
“Sistem, aku yakin lemari ini bukan sesuatu yang dibuat sendiri oleh orangtuaku!” ucap Alina.
[Ding!]
[Pintu penghubung merupakan hadiah dari Dunia Bulan, sebuah nama yang diberikan Ibu Nona pada Dunia yang warnanya menyerupai bulan purnama.]
Alina mengangguk kecil. “Pastinya jasa orangtuaku sangatlah besar sampai-sampai mendapatkan hadiah yang sangat luar biasa!” gumamnya.
Setelah puas melihat-lihat teknologi yang saat ini masih mustahil dikembangkan di Bumi. Alina kembali ke lantai tiga gurau, melihat segala fasilitas penelitian milik orangtuanya, dimana fasilitas di tempat itu sangat lengkap, dan di atas meja kerja, ia menemukan sesuatu yang sangat berharga, yaitu buku catatan milik kedua orangtuanya.
Senyum lebar seketika menghiasi wajah Alina, tapi ia tidak membaca buku catatan yang baru ditemukan, melainkan ia lebih dulu menyimpannya, dan baru akan membaca setelah ada waktu luang.
Saat ini ia belum puas berkeliling, melihat apa saja yang ada di tempat penelitian.
“Benar-benar tempat penelitian yang sangat lengkap, jauh lebih lengkap dari apa yang ada di ruang penelitian seorang Profesor, yang dulu pernah mengajariku saat masih tinggal di keluarga itu.”
Terus saja berjalan kesana-kemari, akhirnya Alina merasa lelah, dan ia kembali ke lantai dua gudang untuk mengambil minum, sekaligus mengawasi keadaan sekitar melalui layar monitor yang terhubung dengan puluhan CCTV.
“Hanya ada beberapa binatang liar, bahkan tempat aku menyembunyikan motor terpantau dari salah satu CCTV,” ucap Alina.
Cukup lama ia berada di dalam gudang, dan karena tau jalan pintas tercepat kembali ke gudang. saat matahari mulai condong ke arah barat, ia bergegas meninggalkan gudang.
Sebelum pergi, Alina memastikan keamanan gudang kembali terpasang seperti sebelumnya, dan sesuatu yang tidak diketahui Alina terjadi saat ia sudah mengendarai motornya menjauh.
Gudang yang semula terlihat tiba-tiba menghilang, tapi kenyataannya bangunan itu masih berada di tempatnya, hanya saja kini tak terlihat, dan tak sembarangan orang bisa mendekati tempat itu.