NovelToon NovelToon
Boy Is My Future Wife

Boy Is My Future Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Romansa / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Kejutan yang Freya siapkan untuk William berubah menjadi mimpi buruk saat ia memergoki pria itu berselingkuh. Tanpa niat melabrak, Freya justru merekam pengkhianatan tersebut dan bersumpah akan membalasnya.
Namun, sebelum rencananya selesai, Freya diculik dan dipaksa menerima perjodohan dengan Steven, pria dingin dan berkuasa.
Menolak tunduk, Freya kabur dan menghancurkan karier William dengan menyebarkan video perselingkuhannya.
Tapi, masalah tidak berhenti di sana. Steven murka karena Freya melarikan diri. Ia mengerahkan anak buah untuk menangkap gadis itu, tanpa menyadari bahwa mereka akan bertemu dengan cara yang tak terduga, yang mana Freya menyamar sebagai laki-laki, dan menjadi bodyguard barunya dengan nama Boy.
Kedekatan mereka memicu konflik yang lebih berbahaya, saat Steven mulai merasakan perasaan terlarang pada sosok yang ia yakini sebagai seorang pria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Di dalam ruang kerja utama, Denis duduk santai di kursi CEO, menyandarkan punggung dengan angkuh, bahkan mengangkat kedua kakinya di atas meja seolah ruangan itu miliknya.

Sementara itu, William berdiri di dekat jendela besar, memandangi panorama kota dari lantai atas dengan mata penuh takjub.

"Aku tidak menyangka perusahaan Steven sebesar ini," gumam William.

"Ya, bahkan lebih besar dari perusahaan kita," sahut Denis sambil menyeringai. "Tapi, ingat tujuan kita datang ke sini. Kita harus membujuknya agar mau menjadi investor di perusahaan kita. Jangan sampai kau membuatnya tersinggung atau marah."

"Iya, Pa. Aku mengerti," jawab William, lalu menghela napas pelan. "Seharusnya sejak dulu aku melamar kerja di sini. Dengan begitu, aku bisa pelan-pelan mengambil alih perusahaan ini darinya."

Denis menaikkan sudut bibirnya, sinis. "Kau baru menyadarinya sekarang, hah? Dulu Papa sudah menyuruhmu bekerja di sini. Tapi, kau menolak mentah-mentah dan malah memilih perusahaan lain." Ia terkekeh pelan. "Lihat sekarang. Kau dipecat karena skandal. Beruntung pihak perusahaan tidak menyebarkan video itu, jadi tidak ada yang tahu aibmu."

William mengepalkan tangan. "Iya, aku menyesal tidak mendengarkan mu, pa."

Di balik pintu ruang kerja, Steven berdiri diam. Tangannya mengepal erat. Rahangnya mengeras, sampai urat di pelipisnya menegang. Namun, wajahnya tetap tenang. Bahkan, ia menarik sudut bibirnya membentuk senyum tipis namun, dingin dan tajam.

Senyum seseorang yang baru saja melihat wujud asli dua pria yang mengaku sebagai keluarganya.

"Buka," perintah Steven dingin.

Freya segera membuka pintu, lalu menyingkir memberi jalan untuk Steven masuk.

Denis tersentak. Ia buru-buru menurunkan kakinya dari atas meja dan berdiri, merapikan jasnya seolah tidak terjadi apa-apa. Di sisi lain, William langsung memasang senyum ramah yang dibuat-buat.

"Akhirnya kau datang, Steve. Papa sudah menunggumu sejak tadi," ujar Denis sok hangat.

"Alasan aku datang terlambat seharusnya, kau tahu betul," balas Steven, suaranya rendah namun, menekan.

"I-itu..." Denis tergagap. Ia jelas menangkap maksud Steven, namun cepat mengalihkan topik. "Kami datang karena ada urusan penting denganmu, Steve."

Steven tidak menjawab. Ia hanya melirik ke arah Freya. Satu lirikan singkat yang membuat Freya langsung bergerak.

Ia meraih lengan Denis dan William, menarik mereka menjauh dari meja CEO.

"Hei! Lepaskan!" bentak keduanya serempak, menepis tangan Freya dengan kasar. "Jangan kurang ajar! Kau hanya bodyguard di sini!"

"Benarkah?" Freya mengepalkan tangan, lalu memukul telapak tangannya sendiri perlahan di depan dada dengan tatapan mata dingin dan mengancam.

Denis dan William seketika membeku. Langkah mereka mundur beberapa langkah.

"Steve! Usir bodyguard sialan ini!" seru Denis panik. "Dia berani menyakiti kami. Tidak menutup kemungkinan, nanti dia juga akan menyakitimu!"

Steven melirik mereka sinis. Lalu berjalan santai ke mejanya dan menjatuhkan diri di kursi kebesaran.

"Dia memang aku tugaskan untuk memberi pelajaran pada orang-orang yang tidak tahu malu seperti kalian."

"Kau—" Ucapan William terhenti saat Denis cepat mengangkat tangan memberi isyarat agar diam.

"Ingat tujuan kita, Will. Jangan terpancing emosi," bisik Denis.

William menghela napas panjang. Wajahnya segera berubah, memasang ekspresi menyesal yang dipaksakan.

"Aku minta maaf, Kak," ucapnya lirih. "Aku benar-benar menyesal. Tapi kali ini saja, tolong bantu kami."

"Iya, Steve. Perusahaan Papa sedang mengalami sedikit masalah. Jadi, kami membutuhkan dana untuk—"

"Dana?" Steven memotong dingin. Pandangannya beralih ke arah pintu yang kembali terbuka.

Miko masuk, membungkuk hormat, lalu meletakkan sebuah map tipis di atas meja.

"Ini berkas yang Anda inginkan, Tuan," seru Miko.

Steven membuka map itu perlahan. Sudut bibirnya terangkat tipis, senyuman yang sama sekali tidak hangat. Ia menutup kembali berkas itu, lalu melemparkannya ke depan Denis.

"Apa ini?" tanya Denis ragu.

"Kau akan tahu setelah membukanya."

Denis menatap William, yang mengangguk pelan. Dengan tangan sedikit gemetar, ia mengambil map itu dan membukanya.

Baru satu lembar, wajah keduanya langsung memucat. Ia membuka lembar berikutnya, lalu berikutnya lagi.

"T-tidak... Ini tidak benar. Ini fitnah!" teriak Denis panik.

"Iya! Kami tidak mungkin melakukan hal seperti itu," timpal William cepat.

"Kalian mengaku atau tidak, faktanya tetap sama." Ia menopang dagu dengan satu tangan di atas meja. "Dan, jika dokumen itu sampai bocor ke publik... " Steven tersenyum tipis. "Kira-kira, apa masih ada perusahaan yang mau bekerja sama dengan kalian?"

William menggeram, menahan emosi. "Kau keterlaluan, Steve. Bagaimanapun juga kami ini keluargamu!"

"Keluarga?" Steven terkekeh pendek. "Aku tidak mempunyai keluarga dengan moral serendah kalian. Dan... Apa kau pikir aku tidak tahu alasan kenapa kau dipecat, hm?"

William mengepalkan tangan, rahangnya menegang.

"Bajingan! Pria brengsek! Penjahat kelamin—"

William refleks menoleh tajam ke arah Freya. "Apa katamu?!"

"Apa kurang jelas, hah?" Freya menatap dingin. "Aku bahkan mempunyai videonya. Mau aku perlihatkan sekarang?"

"Kau—!"

"Cukup!" Suara Steven rendah, namun mematikan. "Sebelum aku benar-benar bertindak kasar, lebih baik kalian pergi dari sini."

"Steven!" Denis membentak, akhirnya kehilangan kendali. "Papa memang pernah salah, dan Papa sudah berusaha menebusnya! Tapi, kau tidak pernah menghargainya. Bagaimanapun juga, kami ini keluargamu!"

Rahang Steven mengeras. Ia berdiri dan langsung menggebrak meja dengan keras.

BRAKH!

"APA KALIAN TULI?" Suaranya terdengar keras, cukup membuat ruangan terasa membeku. "Aku tidak pernah mempunyai keluarga seperti kalian."

"Dan, soal menebus kesalahan? Jangan membuatku tertawa. Apa kau pikir aku tidak tahu tujuan busuk kalian datang ke sini, hah?" lanjutannya . Ia mengangkat tangan, menunjuk kamera CCTV di sudut ruangan. "Lihat itu!"

Denis dan William menegang. Tenggorakan nya terasa berat untuk mengeluarkan sepatah kata.

"Aku masih cukup baik hanya mengusir kalian. Jangan paksa aku melakukan lebih dari itu," ujar Steven dingin.

William segera menarik lengan Denis. "Ayo pergi, Pa. Kita cari cara lain."

Mereka berdua bergegas keluar, tanpa berani menoleh lagi.

"Huh, dasar tidak tahu diri," ejek Freya pelan.

"Boy!" panggil Steven.

Freya kembali berdiri tegak, menatap lurus ke depan. "Ya, Tuan."

Steven menatapnya dengan sorot matan tajam, penuh selidik. "Dari mana kau tahu tentang video skandal William?"

Tubuh Freya menegang. Perlahan, ia menurunkan pandangannya, seolah tengah mencari alasan yang tepat.

"T-tuan, aku... "

"Katakan, Boy!"

1
+21 🎂
dan pada akhirnya ada freya yang drama.. 😭
🇦 🇵 🇷 🇾👎
seru
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣
+21 🎂
langsung tarik rambutnya steve!!! 🦖
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: Tidak untuk dipraktekkan anak kecil
total 3 replies
shabiru Al
waaaaaaahhhhh🤭🤭🤭
shabiru Al
ada apa dengan 'boy' kenapa begitu kecewa dtolak steven,, sudah ada rasakah?
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: Sakit jantung, di bentak2🥲
total 1 replies
shabiru Al
calon istrinya itu elo freyaaaa... makanya jangan asal kabur dcerna dulu napa tanya dulu calon nya siapa..
🇦 🇵 🇷 🇾👎
ketauan lh.... klo🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣😭😭😭
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mmmm kpn mrk tau satu sm lain... sdgkn mokondo tu mkin gl
🇦 🇵 🇷 🇾👎: di buang
total 4 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
gk tau malu
🇦 🇵 🇷 🇾👎
good
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: /Casual//Casual//Casual/
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣dy blm tau
🇦 🇵 🇷 🇾👎
good🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cp kau
🇦 🇵 🇷 🇾👎
yak ny evelyn tau... gk sbr aq🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
moga tau
shabiru Al
kayaknya evelyn dah tau kalo boy itu freya,, secara singa betina lho evelyn itu...😄
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: Feeling emak tiada tandingannya 😌
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
jgn lama x ketauan ny kk... biar mt wil gila tu
🇦 🇵 🇷 🇾👎: mmmm 🤣🤣
total 2 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
dy yg rekam🤣🤣🤣🤣
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!