Sebagaimana Tata Surya berada dalam lintasan rotasinya, demikianlah hidup seseorang berada dalam lintasan garis kehidupannya.
Diantara banyaknya garis kehidupan, yang paling sering menjadi perbincangan dan menarik untuk dikisahkan adalah :
*Garis Kehidupan Percintaan*
Karena di garis ini, ada banyak unsur dalam diri seseorang yang bisa mempengaruhi hidupnya dan hidup orang lain.
Sebagaimana garis kehidupan percintaan gadis bernama Kandara Suwendra, seorang Programmer dari Indonesia dengan Darel Kei, seorang member boyband yang terkenal dari Korea Selatan.
Mungkin menurut perspektif kita, Darel dan Kandara berada dalam lintasan garis kehidupan yang berbeda.
Tetapi bukankah ;
"Kehidupan ini, ada yang mengaturnya?"
*Ini karya pertamaku. Mohon dukungannya, ya.🙏🏻❤
*Selamat Membaca.*
🙏🏻Semoga terhibur dan tetap semangat.😊❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9. Dilindungi.
...~•Happy Reading•~...
Dalam perjalanan ke Mansion orang tuanya, Darel dan Mikha mempergunakan waktu untuk membicarakan apa yang akan mereka lakukan kedepan. Terutama tentang semua bisnis yang sedang dikelolah oleh mereka berdua.
Mikha menyampaikan perkembangan Hotel, Mall dan Restaurant yang dipercayakan Darel dalam pengelolaannya. Ditengah kegalauan hatinya, Darel merasa terhibur dengan laporan perkembangan bisnis mereka.
^^^Penghasilan Darel sebagai Idol, di investasikan untuk membangun bisnis di bidang Hotel, Mall dan Restaurant. Dia juga menyiapkan semua keperluan alat musik untuk menunjang karier musiknya.^^^
"Ooh iya, Darel. Kita kembali ke kejadian kemaren, apa yang akan kau lakukan kepada Lanna?" Tanya Mikha, mengingat apa yang dilakukan Lanna kepada Darel.
"Sementara ini, aku tidak akan lakukan apa pun padanya. Aku akan melihat, apa dia masih berani menunjukan wajahnya di depanku." Ucap Darel kesal.
"Aku tidak ingin mengingatnya, atau menyebutkan namanya. Karena hal itu membuatku merasa mual." Ucap Darel lagi.
^^^Kemarahannya sudah berkurang tetapi rasa kesal dan kecewa membuatnya muak ketika mendengar nama Lanna. Mengingat selama ini, Darel sudah menganggapnya sebagai teman, sering membantunya jika kesulitan.^^^
^^^Darel sering membatunya di studio rekaman, memilih lagu untuknya, bahkan beberapa kali membuat lagu untuknya. Beberapa kali juga Darel membantu finasialnya, tetapi dia melakukan hal jahat padanya.^^^
"Kenapa kau bisa bertemu dengannya di cafe hotel malam itu? Apakah dia tahu kau tinggal di hotel?" Tanya Mikha curiga dengan pertemuan mereka.
"Tidak... Dia tidak tahu aku tinggal di hotel. Dia telpon minta bertemu di cafe untuk membahas rencana come backnya. Dan dia ingin aku menulis satu lagu untuk Mini Albumnya." Jawab Darel, mengingat pertemuannya dengan Lanna malam itu.
"Dia juga minta pendapatku tentang rencananya untuk pindah Agency, karena dia merasa Agency yang sekarang kurang mensupportnya. Dia berencana pindah ke Agencyku. Tapi aku katakan, umumnya para Agency seperti itu, mereka lebih fokus mempromosikan artisnya yang lagi diminati pasar." Ucap Darel lagi.
"Kemudian dia memesan minuman untuk kami. Setelah minum minuman yang dipesannya, badanku terasa tidak enak. Ketika dia ke toilet, aku langsung balik ke kamar. Cerita selanjutnya engkau sudah tahu." Ucap Darel lagi mengingat kejadian malam itu.
"Aku telah periksa, ternyata Lanna tamu hotel hari itu. Berarti dia sudah menyiapkan semua untuk menjebakmu. Dia merencanakan untuk bersama denganmu malam itu." Mikha menggelengkan kepalanya. Namun Darel sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan Mikha. 'Ternyata wanita itu sudah merencanakan hal sejauh itu.' Ucap Darel dalam hati.
"Aku jadi teringat ucapan Mommy kepada kita: Darel, Mikha... Jangan lupa berdoa minta Tuhan jauhkan dari segala yang jahat." Mikha mengingatkan nasehat Mommynya sambil tersenyum. Darel juga tersenyum mengingat itu.
"Itulah mengapa hari ini aku mau pulang dulu ke rumah, sebelum ke Agency. Aku rindu sekali ingin memeluk Mommy." Ucap Darel sambil tersenyum tipis.
"Sebelumnya aku menganggap Mommy cerewet sekali, suka mengatur kita. 'Jangan lupa bersyukur saat bangun pagi, jangan lupa berdoa sebelum bekerja, jangan lupa ke Gereja, jangan lupa mengisi pujian di Gereja ... dan masih banyak lagi." Ucap Darel lagi dan tersenyum memikirkan Mommynya.
"Tapi lihatlah... Jika aku tidak menuruti semua nasehatnya, mungkin sekarang aku sudah dililit ular." Ucap Darel serem.
"Hiiiii..." Mikha membuat lilitan dengan jarinya.
"Sekarang aku sudah merasakan sendiri, efek dari nasehat Mommy. Apa yang akan terjadi denganku jika Tuhan tidak menjauhkan aku dari rencana jahat wanita itu?" Ucap Darel sambil bergidik membayangkan dia terjebak bersama Lanna.
"Bekerja di bidang sepertiku ini, jika tidak bersama Tuhan, kita seperti hidup di tengah ular yang siap melilit dan menggigit tanpa kita menyadari kehadirannya. Atau juga, kita seperti hidup di tengah serigala tanpa perlindungan." Darel merasa ngeri membayangkan ucapannya.
...°-° Hanya Tuhan yang dapat melindungi, dan mengamankan hidupmu °-°...
"Apakah kau tidak tahu kalau Lanna menyukaimu." Tanya Mikha, karena dia tahu, Lanna sering berusaha mendekati Darel dengan berbagai cara.
Darel tidak menjawab, tetapi menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Darel menyadari itu dan dia mengira Lanna seorang wanita yang baik, sehingga membiarkan dia mendekatinya.
Tanpa terasa mereka telah tiba di Mansion orang tuanya. Darel segera turun dari mobil, karena Mikha akan kembali ke hotel.
"Titip salam untuk Mommy dan Daddy. Aku tidak bisa mampir karena nanti ada meeting." Darel mengangguk lalu berjalan masuk ke Mansion. Kemudian Mikha menjalankan mobil keluar gerbang.
^^^Mikha memanggil orang tua Darel seperti Darel, karena itu adalah permintaan orang tua Darel. Mereka sudah menganggapnya anak seperti Darel. Semenjak orang tua Mikha meninggal dalam kecelakaan mobil, Darel mengajaknya untuk tinggal bersama dengannya di Mansion orang tuanya. Karena Darel sangat menyayanginya.^^^
^^^Semua kebutuhan sekolah dan kuliah dibiayai oleh orang tua Darel. Sehingga Mikha sangat bersyukur, karena lewat sahabatnya dia bisa mendapatkan orang tua pengganti yang sangat baik hati.^^^
^^^Selesai kuliah, Mikha mengurus semua bisnis Darel. Salah satunya adalah Relkha Hotel yang terhubung dengan Relkha Mall. Mereka berdua memiliki kamar pribadi di hotel tersebut tanpa ada yang tahu.^^^
Setelah masuk ke dalam rumah, Darel mencari Bu Richel, Mommynya. "Pak Joe... Mommy ada di mana?" Tanya Darel kepada kepala pelayan.
"Nyonya sedang di ruang baca, tuan muda." Jawab Pak Joe, sambil menunjuk ke arah ruang baca.
Darel langsung ke ruang keluarga dan memanggil Mommynya. "Mommiiii..." Teriak Darel.
"Iyaaaa, kenapa teriak-teriak. Pulang bukannya kasih salam." Protes Mommynya yang keluar dari ruang baca.
Darel langsung memeluknya dari belakang dan meletakan dagu dibahu Mommynya. "Mommyku yang terbaik. Daddy sudah berangkat kerja, Mom?" Tanya Darel, sambil terus memeluk Bu Richel.
"Daddymu sedang ke Jepang. Dari kemaren ada pertemuan bisnis di sana. Nanti malam sudah kembali." Jawab Bu Richel sambil memegang wajah Darel di bahunya.
"Kok Mommy tidak ikut Daddy?" Tanya Darel.
"Bagaimana mau ikut Daddy, kalau anak Mommy sedang uring-uringan tidak jelas. Kemarin Manager Melo dan David terus hubungi Mommy. Mommy jawab sesuai pesanmu." Ucap Bu Richel.
"Thank u, Mom." Ucap Darel tanpa melepaskan pelukannya.
"Anak Mommy kenapa? mmmm...?" Tanya Bu Richel, sambil mengusap tangan Darel yang sedang memeluknya.
"Lagi kecewa saja, Mom. Tapi setelah bertemu Mommy sudah berkurang. Jadi sekarang Darel mau ganti baju dan mau berangkat ke Agency." Darel melepaskan pelukannya, lalu berjalan ke tangga menuju kamarnya.
"Darel. Sebelum berangkat, temani Mommy sarapan, ya." Ajak Bu Richel sambil melihat punggung putranya.
"Ok, Mom." Jawab Darel sambil naik tangga menuju kamarnya.
Bu Richel merasa ada sesuatu yang terjadi dengan putranya. Walaupun dia berusaha tenang, tapi matanya tidak bisa berbohong. Matanya menunjukan telah terjadi sesuatu.
Beberapa saat kemudian, Darel dan Bu Richel duduk sarapan di ruang makan. Setelah sarapan, Bu Richel mengambil tangan Darel lalu mengelus pelan, sambil berkata : "Darel, hidup itu seperti cuaca. Kadang cerah, kadang mendung, kadang hujan. Ketika hujan, kita harus menggunakan payung agar tidak basah. Payung tidak bisa menghentikan hujan, tetapi bisa melindungi kita dari air hujan." Ucap Bu Richel, pelan.
"Begitupun ketika menghadapi masalah, kita harus terus berdoa. Memang doa tidak bisa menghentikan masalah, tetapi bisa memberikan kekuatan untuk menyelesaikan masalah." Ucap Bu Richel lagi dengan sayang. Darel menatap Mommynya takjub, karena mengetahui kegundahan hatinya.
"Mommy percaya, anak Mommy akan melewati semua yang terjadi dengan kekuatan yang Tuhan berikan." Ucap Bu Richel untuk menguatkan Darel.
"Amen. Thanks, Mom." Ucap Darel, lalu berdiri dan memeluk Mommynya dengan sayang.
...°-° Setiap masalah akan terasa ringan, jika Tuhan bersamamu °-°...
...~***~...
...~●○♡○●~...