NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA TUAN SAGA

TAWANAN CINTA TUAN SAGA

Status: tamat
Genre:Barat / CEO / Penyesalan Suami / Cinta setelah menikah / Dark Romance / Mafia / Tamat
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: An_cin

Real cerita asli
No Jiplak!!!!
Yang jiplak gue gaplak

Ivana, wanita berusia 26 tahun harus merasakan pahit yang lebih dalam setelah kakaknya meninggal. Ia di haruskan menggantikan sang kakak untuk menikahi Saga, calon kakak iparnya setelah Olivia meninggal. Namun rupanya, Saga pun tak melepaskan Ivana, karena tahu bahwa jantung yang ada di dalam dirinya adalah milik Olivia.

"Tolong, izinkan aku pergi!" Rintihan itu terus Ivana ucapkan dari balik pintu kamar berinterior mewah.

Di depan kamar itu, terdapat beberapa orang yang mengawasinya.

"Kau mau kemana Ivana? Kau harus tetap di sini, Olivia tidak akan pernah membangkang padaku. Kau harus menurut, atau aku akan mengambil jantungmu dan memberikannya pada wanita lain sebagai Olivia" ucap Saga dari balik pintu kamar Ivana.

"Kau sudah gila Saga, lepaskan aku! Aku tidak ingin di sini! Aku ingin pergi! "

Ivana, apakah kamu benar-benar akan bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon An_cin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

3 Tahun yang lalu......

Pada saat itu, Olivia tengah meminum secangkir teh hangat di taman belakang rumahnya. Dengan anggun, wanita itu mengambil secangkir cawan kecil dengan isi teh hijau. Menghirup aromanya yang harum lalu meminumnya.

“Oliv.” Panggil Saga kala itu kepada Olivia, saat itu, hubungan mereka masih hanya sekedar sahabat.

“O, hai Saga, bagaimana kabarmu?” Olivia beranjak dari tempat duduknya, ia kemudian menemui Saga.

Wanita itu dengan santainya langsung menarik lengan tangan Saga dan menariknya untuk duduk di hadapannya. “Sudah lama aku tidak melihatmu, ke mana saja kau 8 tahun belakangan ini?” Pertanyaan Olivia itu membuat Saga menaikkan satu alisnya. Ia beranggapan bahwa Olivia masih sama seperti dahulu, selalu penasaran dengan apa yang ia lakukan.

“Kau tahu, aku ini orang yang sibuk, banyak hal yang harus aku kerjakan, dan itu tak hanya satu. Dan masih banyak lagi.” Ucap Saga dengan santainya.

“Kau tidak melakukan sesuatu yang berbahaya kan.”

“Ow tentu tidak.”

“Kak Oliv, kau janji akan membelikanku anting berlian itu, di mana janjimu padaku? Jangan bodong padaku, aku tak suka kebohongan.” Suara itu adalah dari Ivana, di hari yang terang namun teduh, angin sepoi-sepoi da tidak panas ini. Wanita itu memakai payung, dengan baju ala victoria yang cantik membuatnya tampak sangat modis dan cantik.

“Ayolah Anna, bukankah kakak sudah bilang padamu. Aku akan membelikanmu bulan depan saat aku pergi paris.” Tatapan Ivana itu seolah benar-benar tak mau kalah, ia terlihat benar-benar seperti gadis angkuh kasar yang sangat mengerikan. Ia lalu ikut bergabung setelah melihat Saga duduk bersama dengan Olivia.

“Ow, hai siapa pria tampan ini, mengapa kau mencoba menyembunyikan itu dariku kakak?”

Saga yang bingung mencoba memahami ini, hingga pada akhirnya ia tetap tak paham dengan apa yang terjadi pada Ivana. “Ivana, apa kau demam.” Mendengar Saga yang berkata seperti itu membuat Ivana langsung mencibirnya.

“Kau memang tampan, tapi payah. Sudahlah kak, aku malah menanggapi ini. Berikan saja yang aku mau segera, jika tidak aku akan mengacau lagi.”

Olivia hanya mampu mengangguk, ia kemudian memegang jidatnya seperti sudah sangat pusing dengan Ivana. “Tuhan, tolong kembalikan saja Ivana yang manis, dan jauhkan Anna yang kejam ini dariku.” Hal itu di dengar oleh Ivana, membuat langkahnya terhenti. Ia kemudian berbalik badan, dan menatap tajam ke arah Olivia.

“Jadi kau tidak bersyukur, punya adik cantik seperti aku. Dan jauh lebih memilih Ivana yang lemah itu, kau juga payah. Sama seperti dia.” Setelah mengucapkannya, Ivana pun kembali berbalik badan, ia lalu memilih pergi dari sana dan meninggalkan Olivia bersama dengan Saga.

“Ada apa dengan adikmu, apa dia benar-benar kerasukan.”

Olivia yang mendengar hal itu dari Saga pun langsung tertawa, bagaimana ia tak tertawa dengan ini. Pertanyaan Ivana benar-benar sangat lucu, membuat gelak tawanya benar-benar pecah.

“Apa sekarang kau juga takut pada Ivana, semua orang dari kemarin menyebutnya iblis kecil jika dia mengamuk.”

Hal itu menimbulkan banyak pertanyaan di benak Saga, “jadi, dia itu.......”

“Dia bukan Ivana, dia adalah Anna. Sebuah kepribadian lain dalam diri Ivana, bisa di bilang kondisi ini terjadi setelah ia benar-benar lelah menjadi Ivana yang sudah rapuh. Namanya DID (Dissociative Identity Disorder), atau Gangguan Identitas Disosiatif.” Saga yang mendengar hal ini pun langsung tertegun.

Ia kemudian menatap ke arah Ivana pergi, namun siapa sangka, orang pertama yang dapat menggetarkan hati Saga bukanlah Olivia, melainkan adalah Ivana sendiri. “Ini luar biasa, dia benar-benar menjadi sangat menarik saat menjadi Anna, benar-benar begitu cantik hingga aku menginginkannya.” Ucap Saga dalam hati.

“Jadi, dia itu?”

Olivia mengangguk, “ya, dia yang saat ini bukan Ivana, melainkan sifat dan karakter lain dalam dirinya. Anna masih mengingat Ivana ada dalam kepribadiannya yang lain, namun untuk Ivana. Saat sadar dia akan lupa sepenuhnya.”

“Dan hal itu akan terus berulang, dan terus berulang selama Ivana masih merasa tak aman, merasakan ancaman di sekitarnya. Aku sebagai kakak hanya bisa mendukung, aku tak bisa menyalahkan keadaan atau dirinya, karena semakin dia rapuh, kepribadian ganda itu akan semakin menjadi suatu kesalahan yang besar.”

“Ada apa Saga, o iya, soal ini, jangan kau beri tahu pada siapa pun, karena ini ada kaitannya dengan masalah internal keluarga.” Saga pun mengangguk, ia kemudian berjanji, tak akan membocorkan hal ini kepada siapa pun mengenai Ivana.

*****

Pada malam harinya, masih di tempat yang sama, di kediaman Wingston, Saga masih belum pulang, ia masih di tempat itu. Saat ini adalah makan malam keluarga, kini semua turun ke bawah untuk makan bersama. Nyonya wingston kini juga turun, ia lalu duduk di kursi utama.

“Olivia sayang, bagaimana soal perkembangan perusahaan?” Tanya Ema, ia menatap Olivia dengan tatapan penuh cinta dan rasa kasih sayang.

“Haha, benar-benar seperti bocah kecil.” Cetus Ivana yang membuat suasana makan langsung menjadi canggung.

“Anna, makan yang benar, jangan seperti ini.”

“Brakkkkkk” Nyonya wingston tampaknya benar-benar marah, ia lalu mengguyur secangkir wine ke wajah Ivana.

“Kau gila, mengapa tiba-tiba kau siram aku hah, mama?” Ivana seperti tak mau kalah, ia kemudian berbalik membalas nyonya wingston.  Ivana mengambil wine yang ada di gelas miliknya dan menumpahkannya ke atas kepala nyonya wingston.

“Dasar anak sialan tak tahu diri.”

Nyonya wingston pun berdiri dari duduknya, ia kemudian menampar putrinya. “Plakkkkkkk” Sebuah tamparan melayang di wajah Ivana. Namun Ivana yang tak terima pun balik membalas mamanya.

“Dasar anak tak tahu diri.”

“Kau yang tahu di untung, seharusnya kau bersyukur punya anak secantik aku.” Keduanya saling menarik rambut, menjambak dan tak mau kalah. Bagi Olivia ini benar-benar hal yang paling sulit, ia harus menghadapi dua orang dengan penyakit mental yang serius.

Ivana dengan DID miliknya dan sang ibu yang mempunyai BPD. Hal ini menjadikan tekanan untuk Oliv, “tolong berhenti, cukup bertengkarnya. Aku mohon pada kalian cukup!”

Keduanya tak mau mendengarkan Olivia, mereka masih tetap bertengkar bahkan beradu mulut. Saga yang menolong Olivia memisahkan keduanya pun di buat sangat kuwalahan akan hal itu.

“Ma, sudahlah, tolong mengalah saja pada Anna.”

Ema pun menghentikan aktivitasnya, ia membenarkan rambutnya dan kemudian kembali mendorong Ivana. Ivana yang tak mau kalah mencoba kembali menyerang Emalia, namun hal itu di hadang oleh Saga yang langsung dengan sigap membantunya.

“Cukup Ivana!” Ucap Saga kala itu, namun bukannya sadar, Ivana justru kini menatap Saga dengan tatapan yang seolah benar-benar menunjukkan kebencian.

Keduanya sama, mereka memiliki penyakit mental yang serius, dan itu bukan hal main-main. Ivana dengan DID nya, itu bagaikan bencana bagi orang di sekitarnya. Saat kepribadian ganda itu, mereka lebih baik pergi dan sebisa mungkin tak terlibat saat Ivana berubah menjadi Anna.

Hal yang serupa juga untuk Emalia, karena BPD yang ia miliki, semua orang tak bisa sembarangan ada di dekatnya, ia bisa saja merasa kecewa, dan sekali ia merasa kecewa, ia tak akan mudah untuk memaafkan orang tersebut. Seperti hubungannya pada putri keduanya yang berujung tragis. Mereka saling menyayangi, namun Ivana sebagai Anna, ia membenci Ema, namun Ivana begitu mencintai ibunya.

Dan Ema, yang telah memiliki luka rapuh, luka itu tak akan sembuh dengan begitu mudah. Luka itu akan terus membesar, terus membesar hingga keduanya tak tahu bagaimana arti cinta yang sesungguhnya.

Saga yang tahu hal ini tak akan cepat berakhir pun memutuskan untuk membawa Ivana pergi, membawanya menuju kamarnya. Sedangkan Olivia, kini mencoba menenangkan ibunya. Oliv tahu, jika ia jauh lebih dekat dengan Ivana, maka Ema akan merasa di tinggalkan. Untuk itu, ia mencoba menenangkan wanita paruh baya itu.

Olivia menggenggam lengan tangannya, mencoba memberikan kehangatan pada Ema.

1
Melia Gusnetty
ada yaa ibu macam anjing gituu...🐕🐕😡
tokoh utama nya lemah amat...😏😏
lawan dong goblok...👊
Mar lina
aku mampir
Thor
An_cin HIATUS: Terima kasih kak😍
total 1 replies
Homerun
Alurnya bagus dan terkonsep. Aku suka. Lanjut thor🤗
An_cin HIATUS
Yang suka akal-akalan barat, ayo sini
Homerun
aw aw, sempat suuzon sama Jane. Tapi ternyata baik juga tu anak 🤭btw semangat cintaku
An_cin HIATUS: makasih sayangku🤭👍
total 1 replies
christian Defit Karamoy
mantap thor
An_cin HIATUS: Terima kasih kak, sudah mampir 🤭👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!