Kehilangan suami dan anaknya dalam sebuah kecelakaan membuatnya sangat terpukul, sehingga berniat pergi dari kotanya & memutuskan memulai kehidupan baru seorang diri, belajar bela diri untuk menjaga diri, belajar musik piano dan melukis hanya untuk perubahan dalam dirinya. Kenangan suami dan anaknya tetap membuatnya menjadi seorang diri selama bertahun tahun di kota orang. Akankah dia mampu jatuh cinta lagi selama bertahun tahun meninggalkan kotanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nila Z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9
Berbulan-bulan menjauhi Naomi, Darvin hanya berdiam diri dikantor dan tiba dirumahnya selalu bergegas kekamar menjauhi orang-orang rumahnya. Orangtua Darvin Pak Nico Dan Bu Alma, berencana menjodohkan Darvin, mengingat usianya yang kepala tiga.
Darvin yang sedang sarapan dengan Livy dan Vania. Bu Alma menghampiri mereka dan berbicara kepada Darvin.
"Vin, sampai kapan kamu mau melajang?" Tanya Bu Alma serius. Darvin menghentikan sejenak sarapannya, Ia terdiam dan menatap ibunya. "Kalau kamu belum punya pendamping, Mama dan Papa akan menjodohkanmu". Kata Bu Alma melanjutkan.
"Apapun keputusan Mama, Darvin akan ikuti Mama dan Papa. Darvin belum punya pendamping". Kata Darvin santai, Livy dan Vania yang mendengar hal itu kaget, sesaat mereka menghentikan sarapan tapi tetap diam tidak berkomentar apapun.
Baru kali ini Darvin mengiyakan keinginan orangtuanya, selama tinggal bersama, Darvin sangat tegas dalam hal apapun jika tak setuju akan sulit membujuknya.
"Baiklah, kalau begitu maukan kamu bertemu dengan anak teman papa mu?" Tanya Bu Alma dengan hati yang sangat senang.
"Darvin tunggu kabar dari mama saja, kapanpun akan siap". Jawab Darvin dengan tetap tenang.
"Well, mama dan papa akan menjodohkan mu dengan teman bisnisnya papa, namanya Mona. Dia cantik dan berpendidikan tinggi, Mama yakin kamu pasti akan jatuh cinta ketika melihatnya, anaknya juga baik". Kata Bu Alma memuji calon pilihannya sambil beranjak dari tempat duduknya lalu pergi meninggalkan meja makan. Darvin terdiam mendengarnya, hatinya tidak menentu dan pikirannya kacau.
Livy pun mempertanyakan rasa penasaran hubungan Naomi dan Darvin.
"Mas Darvin, serius mau dijodohkan?" Tanya Livy penasaran.
"Iya, Mas serius". Jawabnya dengan tegas.
"Bagaimana dengan Naomi yang Mas Darvin kejar-kejar selama tiga tahun ini? Apa Mas Darvin sudah menyerah?"
"Habiskan makananmu, aku mau berangkat ke kantor". Kata Darvin sembari bangkit dari kursinya dan pergi mengacuhkan pertanyaan Livy.
Livy dan Vania pun keheranan, mereka tahu Darvin bukan orang yang mudah menyerah meski 1000x di tolak Naomi, 1000 akalnya akan berjalan. Dalam benak mereka muncul banyak pertanyaan, bahkan Vania yang sudah mengharapka Darvin dan Naomi bersatu, akhirnya harapan itu akan mustahil, karena Darvin menerima perjodohannya.
Dalam perjalanannya ke kantor Ia terus berpikir masalah perjodohan dan rasa cintanya ke Naomi. Ia membelokkan mobilnya kearah jalan rumah Naomi.
Tiba dirumah Naomi, seperti biasa masuk tanpa izin, mencari Naomi yang Ia temukan dalam keadaan tidur di kamarnya dengan pakaian minim, dari balik selimut tebalnya. Saking pulasnya, Naomi tidak merasakan kedatangan Darvin, pelan-pelan melangkah kearah Naomi.
Melihat Naomi dalam keadaan tidur, Ia duduk di pinggir ranjangnya membelai pipinya dan tersenyum bahagia, sesekali memainkan rambut Naomi, kemudian mencium keningnya. Naomi terbangun merasakan ada yang hangat dari jidatnya, betapa kagetnya Naomi saat bangun melihat Darvin sudah ada disampingnya.
"Tuan Darvin, apa yang kamu lakukan dikamarku?" Tanyanya dengan panik, sembari menarik selimut menutup tubuhnya.
"Aku rindu padamu". Jawabnya dengan pandangan seduh tanpa menatap mata Naomi. Seketika hening dan diam tanpa berkata apa-apa lagi.
Entah kenapa rasa terharuku UI sayu.
"Tuan Darvin, tidak perlu minta maaf. Jika tidak bisa menerimaku, setidaknya kita tetap menjadi Guru dan Murid, karena aku juga tidak bisa melupakan masa laluku." Kataku dengan senyum terpaksa, meski rasanya sakit, entah apa yang ku rasa selama beberapa bulan tanpa Darvin, merasakan kembali kesendirian.
maaf telat
Semangat up terus😘
Jangan lupa feedback ya🤗
Semangat up terus😘
Jangan lupa feedback ya🤗
Semangat up terus😘
Jangan lupa feedback ya🤗
Semangat up terus😘
Jangan lupa feedback ya🤗
Semangat up terus😘
Jangan lupa feedback ya🤗
kiranya berkenan membaca novel kami :
- TERIMA KASIH CINTA SEJATI
- MENANTI CINTA UNTUKKU
- ALANARA
semoga bisa menghibur kakak2 semua. terima kasih..🙏🙏
Salam "Cinta Pertama"😁👍