Andini wulandari mempunyai mata yang indah dengan warna kecoklatan. Datang ke ibukota untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Kedatanganya ke ibu kota membuat hidupnya berubah saat pertemuan tidak sengajanya dibandara dengan seorang pria bernama Bima. Bima mulai jatuh cinta kepadanya saat pandangan pertama tetapi ada hal lain yang Andini tidak ketahui tentang Bima. Hal lain apakah itu? Bagaimana kisah selanjutnya? silahkan membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvani Rosita Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9
Tidak ada kata bahagia sebelum berjuang, tidak ada kata manis sebelum merasakan pahit dan tidak ada kata kembali sebelum kepergian. Andini Wulandari nama gadis pada umumnya dan tidak terlalu asing ditelinga siapapun. Gadis berwajah biasa saja tapi bisa terpikat jika sekali memandangnya. Andini bukan gadis yang cinta kemewahan dan tidak suka belanja serta berfoya-foya seperti wanita lainnya.
Andini Wulandari anak pertama dari tiga bersaudara. Sosok pekerja keras dan membahagiakan orang tuanya adalah tujuan nomor satu dalam hidupnya.
Hari ini adalah hari libur. Andini bangun dan membersihkan tempat tidurnya seperti biasa lalu mandi dan membuat sarapan paginya. Andini melihat keluar jendela, matanya tertuju kepada dua orang tua yang berpanampilan rapi didepan kontrakan Bima. Bima belum membuka pintu padahal orang tua tersebut sudah mengetuk beberapa kali. Andini keluar dan ingin membantu orang tua terebut.
"Maaf mengganggu, sedang mencari siapa kalau boleh tahu?" Ucap Andini sopan.
"Kamu kenal dengan Bima? Katanya dia tinggal dikontrakan ini." Ucap seorang ibu paruh baya tapi masih terlihat cantik.
"Mas Bima? Iya ini kontrakan Bima bu."
"Pak gimana ini? Jangan-jangan dia kambuh lagi." Ucap ibu tersebut kepada suaminya.
"Kambuh? mas Bima sedang sakit?" Ucap Andini.
"Kamu kenal dekat dengan anak saya?" Ibu tersebut kembali bertanya kepada Andini.
"Aku teman kantornya mas Bima bu."
"Dia pacar aku ma." Bima berbicara sambil berjalan memegang makanan ditangannya.
"Bima? Astaga nak, mama sangat khawatir dengan dengan kamu."
"Mama? jadi itu orang tua Bima." Gumam Andini dalam hatinya.
"Aku pergi beli bubur ayam ma, lupa bawa handphoneku."
"Oh iya om, tante, aku pamit masuk kembali."
"Dini, tunggu." Bima menarik tangan Andini yang hendak pergi.
"Ma, Dini adalah pacarku." Ucap Bima masih memegang tangan Andini.
"Oh jadi ini gadis yang membuatmu pindah dari rumah. Apa dia tidak tahu bahwa kamu sedang....."
"Ma biarkan aku bahagia dengan caraku sendiri. Aku bukan anak kecil lagi. Aku mencintai Andini ma." Ucap Bima tegas.
"Ma, jangan ribut disini, nanti kita bicarakan dirumah." Ucap papanya Bima.
"Tapi pa... Bima tidak boleh tinggal ditempat kumuh seperti itu. Mama nggak sudi dia pacaran dengan gadis kampungan seperti dia." Teriak mamanya Bima dan terlihat penghuni lain keluar dari dalam kontrakan mereka karena mendengar suara mamanya Bima.
"Mas lepaskan tanganku. Aku mau masuk kedalam." Ucap Andini dan melepas paksa tangannya dan berlari masuk lalu menutup pintunya.
Andini meneteskan air matanya didalam kontrakannya. Bima mengetuk pintu kontrakan Andini, sedangkan mamanya sudah pergi karena papanya memaksanya pergi dari tempat itu.
"Andini tolong buka pintunya. Maafkan ucapan mamaku. Bukan maksudnya berkata seperti itu."
"Mas aku sudah bilang aku nggak mau pacaran sama kamu. Ini yang aku takutkan mas, aku tidak akan keluar dari sini sebelum kamu pulang kerumahmu. Aku akan pulang kekampungku jika kamu tidak kembali kerumah orang tuamu mas."
"Andini aku mohon jangan tinggalkan aku, aku mohon Andini. Aku mencintaimu dan aku akan melakukan semua keinginanmu asal kamu jangan pergi dari hidupku."
"Tapi aku mohon kamu kembali kerumahmu sekarang mas, mamamu sangat mengkhawatirkanmu."
"Aku akan pergi tapi berjanjilah untuk tidak meninggalkan aku." Ucap Bima sambil menangis.
"Aku janji mas." Andini juga sedang menangis didalam kontrakannya.
momen yg sudah lama di tunggu oleh Bisma...
rajin ibadah tp tidak tahu aturan agama terhadap pernikahan.
lucu sekali kau Andini
baru nyaho kmu, nt bisma 😅