《PROSES REVISI》
Meidina Andini adalah gadis belia berusia 16 tahun, namun ia harus menerima takdirnya untuk menikahi pria lumpuh dari keluarga kaya raya untuk melunasi hutang kakeknya pada renternir.
Arsakha Virendra Alfarizqi, pria berusia 21 tahun ini sudah mendapatkan julukan sebagai raja bisnis. Karena berkat kerja keras, dan juga ketegasannya ketika mengelola bisnis mendapat julukan tersebut dari pegawai dan rekan bisnisnya.
Seorang penulis dan pengusaha dijodohkan secara tiba-tiba, mau tidak mau mereka berdua harus mau. Akan tetapi, hati Arsakha yang masih menyimpan nama mantan tunangannya tersebut membuat Meidina pergi meninggalkannya.
Sampai akhirnya, Arsakha telah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Ia teramat-amat menyesal atas perbuatannya, andai saja Sakha tidak menyia-nyiakan Meidina. Mungkin ia tidak akan sampai semenderita seperti ini, dan terluka begitu dalam.
SEASON 1 - 2
follow instagram author : @pinkymey55
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pinky Mey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RENCANA PERJODOHAN part 2
Disekolah, Meidina tengah membaca buku diperpustakaan, tidak jauh dari itu ada Adinda dengan setia menemaninya.
"Meidina?" lirih Adinda.
"Iya, ada apa Dinda?" tanya Meidina melirik Adinda.
"Sepertinya, aku harus mundur mencintai Kak Husein" ucap Adinda.
"Kenapa memangnya?" tanya bingung Meidina.
"Kita tidak akan bisa bersama Meidina, keyakinan kita saja sudah berbeda" lirih Adinda.
Nampak jelas raut kesedihan diwajah Adinda, Meidina mengusap punggung Adinda dengan lembut.
"Sabar Din, jika Kak Husein memang berjodoh denganmu kalian akan dipersatukan" ujar Meidina.
"Bagaimana kita bisa berjodoh Meidina, tuhan dan iman kita saja berbeda" saut Adinda.
"Ya bisa jadi, nanti ada Kak Husein versi seiman denganmu ada Adinda, hehehe"
Mendengar perkataan Meidina, membuat sedikit adinda merasa membaik. Mereka berdua kembali ke kelas nya, karen sebentar lagi sudah waktunya kelas dimulai.
.........
Virendra Group
Sakha memeriksa berkas-berkas penting, tentang pengeluaran uang perusahaan bulan lalu. Tak jauh dari itu, nampak disampingnya ada Adam yang selalu setia menemaninya.
TOK
TOK
TOK
Suara ketukan pintu membuyarkan pikiran Sakha yang sedang konsentrasi.
"Masuk" jawab Sakha.
CEKLEK
Pintu terbuka, nampak gadis sexy yang didepan Sakha dengan membawa berkas.
"Presdir, hari ini ada pertemuan penting dengan CEO dari RQ Company" Ucap nya.
"Hm baiklah, kau boleh kembali Jessi" ucap Arsakha.
Sang sekretaris pun membungkukkan badannya dengan sengaja, agar Sakha tergoda ketika melihat dua gunung kembar miliknya.
Adam menatap sekertaris Sakha, ia hanya geleng-gelang kepala memijat pelepis matanya. Sakha dikelilingi banyak wanita yang sudah matang, dan dewasa.
Bagaimana nanti reaksinya, jika ia mengetahui akan dijodohkan dengan gadis masih berumur belasan tahun.
Siang berganti malam, semua sudah berada dikediamannya masing-masing. Meidina yang sedang menulis novel di platform pilihan nya, dengan ponselnya.
Sedangkan Arsakha diruang kerjanya, tengah mencocokan angka yang diberkas dengan di komputernya.
"Meidina, ayo makan malam dulu" Ucap Kakek Setya, memanggil Meidina yang berada dikamarnya.
Sedangkan Di Mansion Virendra
"Sakha, ayo makan malam dulu" Ucap Papah Rendra, memanggil putranya yang berada di ruang kerjanya.
Meidina keluar dari kamarnya, dan menghampiri sang kakek dan nenek yang berada di ruang makan.
Sakha pergi dengan kursi roda otomatisnya, ia turun menggunakan lift dan menghampiri sang papah dan mamah nya.
Mereka semua menunggu Arsakha, di sana juga ada Adam.
Keluarga Virendra dan Kakek Setya sepakat, akan memberitahukan perjodohan Arsakha dan Meidina.
"Ada suatu hal yang ingin bicarakan serius padamu Meidina" ucap Kakek Setya.
"Tumben papah ingin berbicara serius padaku, ada apa pah?" tanya Sakha pada sang papah.
"Kami sepakat, akan menjodohkanmu" ucap Kakek Setya dan Papah Rendra bersamaan, namun berbeda dilain tempat.
"Uhuk, uhuk. Apa!" ucap Meidina dan Arsakha,secara bersamaan namun di lain tempat.
"AKU TIDAK AKAN MENIKAH!" ucap mereka secara bersamaan lagi.
"Jika Sakha tidak mau,papah akan mengambil kembali perusahaan papah. Dan kau akan dicoret dari kartu keluarga" ancam Papah Rendra.
"Jika Meidina tidak mau,kakek dan nenek akan merasa sangat sedih" ucap Kakek Setya memelas.
Kedua insan itu pun,lebih baik pergi dari meja makan dan kembali ke aktivitasnya lagi.
"Bersiaplah,seminggu lagi kalian akan menikah" ucap Kakek Setya dan Papah Rendra,meneriaki cucu dan putranya yang pergi dari ruang makan.
Nenek Siti yang berada disamping sang suami ,kaget dan tersedak makanan nya.
Sama seperti Nenek Siti, Mamah Devi dan Adam yang ikut tersedak.
"Uhuk, uhuk"
Siti melototi suaminya,begitu juga sama dengan Devi.
"Hubby,bukankah minggu depan itu pertemuan mereka" ucap Siti.
"Pah,bukankah minggu depan itu pertemuan mereka" ucap Devi.
"TIDAK ADA PILIHAN LAGI!, LEBIH CEPAT LEBIH BAIK!"
..........
...Gengs, liat bab selanjutnya yu! ...
...💕 c e k i d o t 💕...
anaknya Nico juga pas lahir harus kembar khan
tetap semangat author ya. 👍👍👍