NovelToon NovelToon
Agen Rahasia Dan Anak Genius

Agen Rahasia Dan Anak Genius

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Anak Genius / Anak Kembar / Agen Wanita / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 5
Nama Author: Pa'tam

Kejadian yang tidak terduga, seorang agen rahasia yang baru menyelesaikan misi nya.

Namun dia dijebak oleh rekannya sendiri yang memang ingin menyingkirkan dirinya. Sehingga dia harus tidur bersama seorang pria asing.

Olivia namanya, sebagai agen rahasia yang selalu sukses dalam menjalankan misinya. Namun hal itu menimbulkan kecemburuan pada rekannya sendiri.

Sehingga Olivia harus melahirkan tiga anak kembar yang super jenius. Dan mereka pun mengasingkan diri di sebuah desa. Delapan tahun kemudian, mereka kembali ke kota.

Bagaimana kisah selanjutnya? Jika penasaran baca yuk!

Cerita ini hanyalah fiksi semata. Tidak ada hubungannya dengan dunia nyata. Seluruh cerita di dalamnya hanya imajinasi penulisnya semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pa'tam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 5

"Tidak ada Tuan, tapi yang matang ada," kata bik Imah.

"Aku mau yang masih muda Bik," kata Dewa.

"Nanti saya beli di pasar Tuan," kata bik Imah.

"Tidak apa-apa Bik, biar aku saja yang beli." Dewa langsung keluar dari rumah untuk pergi mencari buah yang diinginkannya.

Entah kenapa, dia tiba-tiba ingin sekali memakan buah mangga muda. Sebelumnya dia paling tidak suka dengan buah yang satu itu.

"Mau ke mana Dewa, Bik?" tanya Adelia yang melihat Dewa keluar.

"Katanya mau mencari buah mangga muda. Saya heran Nyonya, bukankah tuan muda paling tidak suka buah mangga?"

Adelia tidak menjawab, dia hanya tersenyum lalu kembali ke kamarnya. Sementara bik Imah masih penasaran dan sekaligus bingung dengan sikap tuan mudanya dan nyonya nya.

"Ada apa Ma, kenapa tersenyum?" tanya Robinson.

"Dewa mencari buah mangga muda, aneh bukan? Entah wanita mana yang dihamili nya itu," jawab Adelia.

Sedangkan Dewa sudah tiba di sebuah tempat penjual buah. Dewa keluar dari mobil dan berjalan menghampiri penjual buah itu.

"Mangga muda ada Pak?" tanya Dewa.

"Ada Tuan ada," jawab penjualnya.

Dewa hanya mengambil satu kemudian memberikan selembar uang. Pria itu hendak menimbang nya, karena dikiranya akan membeli banyak.

"Tuan, mangga nya dijual perkilo bukan perbuah," kata pria itu.

"Oh maaf Pak, tapi aku hanya ingin satu buah saja," kata Dewa.

Tangan Dewa masing menggantung karena penjual buah itu belum mengambil duitnya. Akhirnya Dewa pun meletakkan uang tersebut di atas buah. Kemudian Dewa pun pergi begitu saja.

Penjual buah masih bengong, kemudian ia tersadar lalu memanggil Dewa karena uangnya lebih.

Namun Dewa sudah lebih dulu menjalankan mobilnya tanpa menghiraukan panggilan pria itu.

Sementara di sebuah desa. Olivia sedang membantu seorang wanita separuh baya. Wanita itu hidup sendirian sebelum Olivia akhirnya menumpang hidup dengannya.

"Nak, kamu sudah lelah bekerja, kamu tidak istirahat dulu?" tanya wanita itu.

"Tidak apa-apa Bu nanti saja," jawab Olivia.

Mereka bekerja di kebun sayur milik wanita itu. Selama Olivia tinggal bersamanya, hidup wanita itu menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Wanita itu bernama Mia, seorang janda tidak punya anak. Suaminya menikah lagi dengan wanita lain karena menginginkan anak.

Mia yang tidak ingin dimadu pun memilih untuk bercerai. Menurutnya, lebih baik berpisah daripada harus dimadu.

"Nak, kamu kelihatan pucat. Apa kamu sakit?" tanya Mia.

"Tidak Bu, aku baik-baik saja. Tapi ...." Olivia tidak melanjutkan ucapannya. Dia teringat jika tamu bulanannya sudah terlambat.

Seharusnya dua hari yang lalu tamunya datang. Namun sampai sekarang belum datang juga.

"Kalau kamu sakit sebaiknya kita pulang saja. Kita ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan," kata Mia.

Olivia ragu untuk mengatakannya. Dihitung dari kejadian malam itu, Olivia mengalami masa subur. Jadi dia curiga kalau dirinya sedang hamil.

Tapi Olivia belum bisa memastikan, dia akan mengetesnya menggunakan testpack nantinya.

"Kalau benar aku hamil, aku siap mental untuk menerima cacian dan hinaan dari orang-orang desa," batin Olivia.

Jika Olivia benar-benar, dia tidak berniat untuk menggugurkan kandungannya. Dia akan merawatnya walaupun tanpa seorang suami.

Mereka pun pulang ke rumah dengan membawa beberapa jenis sayuran untuk di masak.

Rencananya besok mereka akan panen sayur, karena ada orang yang akan mengambil sayuran untuk dijual.

"Bu, bagaimana jika aku hamil?" tanyanya saat baru tiba di rumah. Kebetulan kebun sayurnya tidak terlalu jauh dari rumah mereka.

"Apa maksudmu Nak? Ibu tidak mengerti yang kamu bicarakan."

Olivia tertunduk, kemudian dia pun menceritakan kejadian yang menimpa dirinya. Bukan sebagai agen rahasia, tapi sebagai seorang wanita yang dijebak oleh sahabatnya.

"Kok ada sih sahabat seperti itu?" tanya Mia geram.

"Itu sebabnya aku kabur, lalu nyasar kemari," jawab Olivia.

Mendengar hal itu, Mia langsung ke puskesmas untuk membeli testpack. Olivia tidak bisa mencegahnya. Dia pasrah jika penduduk desa mengusir nya karena hamil tanpa suami.

Tidak berapa lama Mia datang dengan membawa testpack. Kemudian meminta Olivia untuk segera mengetesnya.

Beberapa menit kemudian, Olivia terdiam. Ternyata dugaannya benar. Hasil test nya menunjukkan positif.

"Huft, hanya dengan hubungan satu malam sudah ada hasilnya," gumamnya sambil tertawa kecil mentertawakan dirinya sendiri.

Kemudian Olivia memperlihatkan hasilnya kepada Mia. Mata Mia berkaca-kaca, antara senang, sedih dan terharu dengan nasib Olivia.

"Lalu bagaimana?" tanya Mia.

"Aku akan merawatnya dengan baik Bu. Aku yakin, suatu saat nanti anak ini akan membawa kebahagiaan," jawab Olivia.

Mia memeluk Olivia. Mia tidak kuat menahan air matanya lalu menangis sambil memeluk Olivia.

"Hanya aku khawatir, bagaimana dengan tanggapan penduduk desa ini?" tanya Olivia.

Mia terdiam, dia juga tidak tahu. Karena masalah seperti ini tidak bisa disembunyikan. Ibarat menyimpan bangkai, lambat laun akan ketahuan busuknya.

"Biar kita sama-sama hadapinya," kata Mia akhirnya.

Mia sudah siap menghadapi cemoohan dari penduduk desa. Dia akan memperjuangkan Olivia dan calon bayinya. Walaupun harus di usir dari desanya.

"Tapi aku tidak merasakan apa-apa Bu, aku hanya sadar saat aku terlambat datang bulan," kata Olivia.

"Mungkin belum, nanti pasti akan terlihat tanda-tanda kehamilannya," kata Mia.

Olivia ingin memasak untuk makan siang mereka. Namun Mia melarangnya. Olivia tidak boleh terlalu capek, karena kehamilan di trimester pertama rentan keguguran.

Namun Olivia bersikeras, karena menurutnya memasak bukan pekerjaan yang berat. Mia pun menurut saja.

Namun Mia tetap mengingatkan kalau Olivia tidak boleh terlalu lelah. Olivia pun mengangguk agar Mia merasa tenang.

Pekerjaan seperti membereskan rumah, mencuci pakaian, Mia melarang Olivia untuk melakukannya.

Apalagi kerja di kebun, Mia juga melarangnya. Namun Olivia merasa jika dirinya kuat dan baik-baik saja. Jadi Olivia masih melakukan pekerjaan seperti biasa.

Hari-hari berlalu. Olivia masih aktif bekerja. Bahkan panen sayuran pun melimpah dengan dibantu beberapa orang penduduk desa.

Olivia tidak merasakan apa-apa tentang kehamilannya. Hanya porsi makannya yang bertambah.

Juga berat badannya pun naik dari sebelumnya. Olivia belum tahu kalau dirinya hamil anak kembar.

Karena sampai sekarang, Olivia tidak melakukan USG untuk melihat perkembangan bayinya.

"Bu, selera makan ku bertambah," kata Olivia.

Mia tersenyum. "Itu normal Nak, lebih baik daripada tidak makan sama sekali. Biasanya orang yang sedang ngidam ada yang tidak mau makan."

Sementara di tempat lain ...

Dewa malah semakin parah. Dari yang sering mual-mual dan muntah, kini dia tidak punya selera untuk makan.

Hanya minum air dan buah yang diinginkannya. Dan lebih anehnya lagi, Dewa ingin setiap hari minum susu bumil.

"Pa, kenapa anak kita semakin aneh-aneh saja? Sampai-sampai ingin minum susu bumil segala," ujar Adelia.

"Nggak tahu Ma, biasanya orang hamil juga tidak seperti itu," ucap Robinson.

Kedua pasangan suami istri itu merasa prihatin dengan putranya. Karena sudah beberapa hari ini Dewa tidak mau makan nasi dan makanan lainnya kecuali buah dan minuman saja.

1
Ifana
posesif 🤭
Pran Pran
bapak durhaka
Erna Masliana
Melinda yang tidak bisa apa apa dilenyapkan..s Luna yang seorang agen di biarkan ya bales dendam lah
Erna Masliana
tiap kali Frans ngadain pesta kacau mulu.. kedepannya gak usah ada pesta.. cukup kumpul keluarga aja
Erna Masliana
bodo amat... ngapain lapor
Erna Masliana
hey assisten boss itu hebat
Erna Masliana
kasian Pak sopir kena fitnah..yang sabar y Pak
Erna Masliana
kamu hebat punya harga diri tinggi.. udah ditolak ya udah.. cukup jadikan pengalaman pernah ditolak 😁
Erna Masliana
s Luna udah metong belum sih 🤔
Erna Masliana
kasian Valeria sibuk sampe lupa jodoh
Erna Masliana
mamvus... serakah
Erna Masliana
ho'oh mulai lembek... ngurusin jalang
Erna Masliana
sama aja tinggal tambah huruf a doang.. panggilannya jadi apa?
Erna Masliana
lagi lagi
Erna Masliana
selagi ada duit semuanya bisa di atur😁✌️
Erna Masliana
lagi lagi belum sempat makan udah bubar /Facepalm/
Erna Masliana
mana Mia udah bohong ke s mantan lagi kalo Oliv anak dia ketauan dong bohong nya..
Erna Masliana
jadilah sodara yang baik .. harus punya harga diri dong kamu kaya pintar elegan...masa iya mau merendahkan diri jadi pelakor jangan y
Erna Masliana
atuh suruh orang kepercayaan satu lagi tes DNA di RS yang lain..kalo perlu pakai darah biar cepet
Erna Masliana
lah kenapa di bubarkan rugilah belum makan ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!