Tiara Mo akan menghadiri kompetisi tinju tahunan, namun dalam perjalanan ia mengalami kecelakaan dengan truk tangki minyak , saat sadar ia sudah menempati tubuh permaisuri 200kg.
" APA APA INI ! APA PEMILIK TUBUH ASLI TIDAK BISA MENAHAN RASA LAPAR !" Pekik tiara mo kesal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10 : Pasar
Pasar ibu kota Daxuan sangat ramai. Bau rempah, suara pedagang, dan hiruk-pikuk manusia membuat Lin Yue merasa hidup kembali. Namun, berjalan di kerumunan dengan tubuh 200 kg bukanlah hal mudah. Orang-orang menyenggolnya, menatapnya dengan heran, dan beberapa anak kecil menunjuk-nunjuknya sambil tertawa.
"Lihat! Ada pelayan raksasa!" seru seorang anak.
Lin Yue mengabaikannya. Ia menuju ke sebuah toko tabib tua di sudut pasar yang terlihat kumuh namun lengkap. Ia butuh ephedra dan beberapa tanaman herbal pembakar lemak serta pendetoks racun yang lebih kuat.
Saat sedang memilih bahan, ia merasakan seseorang mengikutinya. Insting petinjunya berteriak. Melalui pantulan baki perunggu di meja pedagang, ia melihat sosok pria dengan pakaian rakyat jelata namun dengan postur yang terlalu tegap untuk seorang warga biasa.
Han Shuo? Atau mata-mata kaisar gadungan itu?
Tiba-tiba, seorang pria mabuk dengan kasar menabrak bahu Lin Yue. "Hei! Jalannya jangan dihabiskan sendiri, babi betina!"
Pria itu mencoba mendorong Lin Yue. Di kehidupan sebelumnya, dorongan seperti itu tidak akan berarti apa-apa bagi Tiara Mo. Namun dengan tubuh ini, Lin Yue hampir kehilangan keseimbangan.
Saat pria itu hendak melayangkan pukulan ke arah wajah Lin Yue, tangan Lin Yue bergerak lebih cepat. Meskipun lamban, ia menggunakan teknik counter yang tepat. Ia menangkap pergelangan tangan pria itu, memutarnya dengan memanfaatkan berat tubuhnya sendiri sebagai daya tekan, dan...
KRAK!
Suara tulang bergeser terdengar jelas. Pria mabuk itu berteriak kesakitan dan tersungkur di tanah.
Orang-orang di pasar terdiam. Mereka tidak menyangka wanita sebesar itu bisa bergerak dengan presisi seperti itu.
"Jangan pernah sentuh aku lagi," bisik Lin Yue dari balik cadarnya. Suaranya mengandung otoritas yang membuat orang-orang di sekitar mundur ketakutan.
Lin Yue segera menarik Xiao Xiao untuk pergi sebelum perhatian semakin besar.
Namun, saat ia berbelok ke sebuah gang sempit untuk kembali ke gerbang istana, sosok pria tegap tadi sudah berdiri di sana, menghalangi jalan.
Pria itu melepaskan capingnya. Benar, itu Han Shuo. Tapi tatapannya kali ini berbeda. Ada semacam rasa hormat yang dipaksakan di matanya.
"Teknik yang bagus untuk seseorang yang 'hanya simbol kekalahan perang'," ucap Han Shuo dingin.
Lin Yue menatapnya tajam. "Kau mengikutiku?"
"Aku menjagamu. Karena jika kau mati di pasar ini, rahasia tentang siapa kau sebenarnya tidak akan pernah terungkap," balas Han Shuo misterius. Ia melangkah mendekat, suaranya merendah hingga hanya Lin Yue yang bisa mendengar. "Teh kemarin... kau selamat. Itu membuktikan kau punya nilai. Tapi ingat, di istana ini, anjing yang terlalu pintar biasanya akan dipotong lidahnya."
Han Shuo melemparkan sebuah bungkusan kecil ke arah Lin Yue.
"Gunakan ini untuk membalut memar di kakimu setelah latihan. Dan jangan ke pasar lagi tanpa bantuanku. Kau terlalu mencolok."
Han Shuo menghilang begitu saja, masuk ke dalam kerumunan.
Lin Yue menggenggam bungkusan itu. Ia tahu, Han Shuo bukan sekadar pengawal.
Pria ini punya agenda besar, dan entah bagaimana, Lin Yue telah menjadi bagian dari rencananya.
Balas dendam ini... sepertinya akan melibatkan lebih banyak darah dari yang kukira, batin Lin Yue sambil melangkah kembali menuju tembok istana yang menyesakkan.
Awal nya, aku akan membiarkan mereka menghina , untuk mengetahui siapa yang pantas hidup dan siapa yang pantas dihancurkan.Dan seperti nya , semua nya pantas dihancurkan kecuali Xiao Xiao dan pengawal gadungan itu. Batin Lin Yue.
***
Mohon Dukungan untuk :
• Like
• Komen
• Subscribe
• Follow Penulis
Terimakasih banyak❤️
🧐