NovelToon NovelToon
Penghianatan Tak Termaafkan

Penghianatan Tak Termaafkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Selingkuh / Cinta Terlarang / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Mengubah Takdir
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

​"Dia mencintaiku untuk sebuah taruhan. Aku menghancurkannya untuk sebuah keadilan."

​Kirana percaya bahwa Arka Mahendra adalah pelabuhan terakhirnya. Di pelukan pria itu, ia merasa aman, hingga sebuah malam di pesta megah mengoyak dunianya. Di balik tawa mahal dan denting gelas sampanye, Kirana mendengar kenyataan pahit, cintanya hanyalah sebuah objek taruhan, dan harga dirinya hanyalah alat untuk memenangkan kontrak bisnis keluarga Mahendra.

​Dikhianati, dipermalukan, dan dibuang hingga ke titik nol tak membuat Kirana menyerah. Ia menghilang, mengubur gadis naif yang penuh cinta, dan terlahir kembali sebagai wanita sedingin es yang haus akan pembalasan.

​Tiga tahun kemudian, ia kembali. Bukan untuk memohon maaf, tapi untuk mengambil setiap keping kekayaan, kehormatan, dan kewarasan pria yang telah menghancurkannya.

Selamat datang di Cerita Kirana, di mana cinta adalah racun dan pengkhianatan adalah senjatanya.

By: Miss Ra

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Kabut di pinggiran Bogor pagi itu begitu tebal, seolah-olah awan sengaja turun ke bumi untuk membungkus vila kaca itu dalam isolasi total. Cahaya subuh yang temaram menyusup masuk melalui celah gorden, menyinari wajah Kirana yang masih terlelap.

Di dalam tidurnya, Kirana tampak begitu rapuh, sangat kontras dengan sosok CEO tangguh yang biasanya ia tunjukkan di hadapan publik. Jemarinya masih mencengkeram erat kaus hitam yang dikenakan Arka, seolah-olah pria itu adalah satu-satunya jangkar yang menahannya agar tidak hanyut dalam badai konspirasi yang baru saja mereka temukan.

Arka terjaga sejak pukul tiga pagi. Pikirannya seperti mesin yang tidak bisa berhenti berputar, membedah setiap kata dalam surat wasiat siri dan hasil tes DNA yang berserakan di lantai marmer semalam. Ia menatap wajah Kirana dengan tatapan yang sulit diartikan, ada rasa sayang yang mendalam, namun ada pula kegelapan yang mulai merayap. Ia tahu, ketenangan ini hanyalah ilusi. Baskara Mahendra, atau siapa pun pria misterius di balik layar itu, tidak akan pernah membiarkan mereka bernapas lega.

Pelan, Arka melepaskan cengkeraman tangan Kirana. Ia mencium kening wanita itu dengan sangat lembut, seolah-olah ia sedang berpamitan pada bagian dirinya yang paling manusiawi. Ia bangkit dari ranjang, mengenakan kembali jasnya, dan melangkah keluar menuju ruang tengah yang berdinding kaca luas.

Dion sudah berdiri di sana. Wajahnya pucat, matanya merah karena kurang tidur. Di atas meja kopi, beberapa tablet menampilkan grafik saham yang terjun bebas secara vertikal.

"Tuan, pergerakan di pasar saham tidak wajar. Seseorang melakukan short selling besar-besaran terhadap Nirmala Capital. Ini serangan sistematis, Tuan. Mereka menghancurkan nilai perusahaan dari dalam sebelum pasar dibuka resmi," bisik Dion dengan suara parau.

Arka menyipitkan mata, rahangnya mengeras. "Baskara?"

"Bukan. Metodenya terlalu kotor dan terburu-buru untuk gaya Baskara. Ini lebih personal," Dion mengusap wajahnya yang lelah. "Roy. Dia berhasil keluar dengan jaminan medis dua jam yang lalu melalui koneksi lama. Dan dia tidak sendiri, Tuan. Dia bekerja sama dengan firma hukum Hassan & Co, firma yang selama puluhan tahun menangani warisan pribadi mendiang ibu Anda."

Arka mengepalkan tangan hingga buku jarinya memutih, menghasilkan suara gemertak yang mengerikan di tengah kesunyian vila. "Dia mengincar celah dari pernikahan siri itu. Dia ingin menggunakan status ibu Kirana sebagai istri siri ayahku untuk mengklaim bahwa Nirmala adalah aset Mahendra yang digelapkan."

"Jika dia berhasil, Kirana akan kehilangan hak legal atas perusahaannya sendiri pagi ini, Tuan," tambah Dion.

Arka menoleh ke arah pintu kamar yang tertutup. Di balik pintu itu, wanita yang ia cintai sedang bermimpi tentang kebebasan, tanpa tahu bahwa dalam hitungan jam, identitas dan harga dirinya akan kembali diinjak-injak oleh pria yang dulu ia anggap sebagai pelindung.

"Siapkan pengacara kita. Kita gunakan protokol 'Bumi Hangus'," perintah Arka dingin.

"Tuan? Jika kita melakukan itu, Nirmala akan hancur total. Nona Kirana tidak akan punya apa-apa lagi," Dion terkejut.

"Lebih baik dia tidak punya apa-apa daripada dia menjadi tawanan Roy atau Baskara melalui perusahaan itu. Aku akan mengambil alih semuanya sebelum Roy menyentuhnya. Jika aku harus menjadi penjahat di matanya untuk menyelamatkannya, maka biarlah begitu," Arka berbalik, menatap kabut yang mulai menipis di luar.

Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar dari arah kamar. Kirana berdiri di sana, hanya berbalut jubah mandi sutra. Wajahnya yang tadi tenang kini kembali tegang. Ia melihat wajah Arka, lalu melihat Dion, dan terakhir melihat grafik merah di layar tablet.

"Apa yang terjadi?" tanya Kirana. Suaranya datar, namun mengandung getaran ketakutan yang berusaha ia tekan.

Arka mendekati Kirana, mencoba meraih bahunya, namun Kirana menghindar. "Roy sudah bebas, bukan? Dan dia sedang menghancurkan perusahaanku?"

"Ra, dengarkan aku..."

"Jangan panggil aku 'Ra' seolah-olah semuanya baik-baik saja!" Kirana meledak. Ia mengambil salah satu tablet dan membacanya dengan cepat. "Dia menggunakan dokumen itu... dokumen yang kau temukan semalam. Bagaimana dia bisa tahu secepat itu, Arka? Hanya kau yang tahu tentang surat siri itu semalam!"

Sebuah kecurigaan yang menyakitkan mulai muncul di mata Kirana. Ia menatap Arka dengan tatapan yang membuat jantung Arka seolah berhenti berdetak. "Atau ini memang rencanamu? Kau sengaja membawaku ke sini agar Roy bisa melakukan gerakan di Jakarta tanpa gangguanku? Kau ingin menguasai Nirmala dengan cara menjadikanku anak haram Mahendra?!"

Arka menarik Kirana masuk kembali ke dalam kamar dan menutup pintunya dengan keras. Ia memerangkap Kirana di antara tubuhnya dan pintu, menatapnya dengan intensitas yang membakar.

"Kau benar-benar berpikir aku serendah itu, Kirana?!" geram Arka. "Setelah apa yang kita lalui semalam? Setelah aku hampir mati untukmu di ruang mesin?!"

"Aku tidak tahu lagi mana yang nyata dan mana yang taruhan bagimu, Arka!" Kirana memukul dada Arka, air mata mulai mengalir. "Kau selalu punya agenda tersembunyi. Kau membeli sahamku, kau menyembunyikan fakta tentang ibuku, dan sekarang perusahaanku sekarat sementara kau berdiri di sini sebagai pemegang saham mayoritas!"

Arka tidak membiarkan Kirana bicara lebih jauh. Ia membungkam bibir Kirana dengan ciuman yang kasar dan penuh dengan rasa frustrasi. Ciuman itu adalah campuran antara amarah karena tidak dipercaya dan gairah yang meledak karena rasa takut akan kehilangan.

Kirana meronta, tangannya mencakar punggung Arka, namun perlahan perlawanannya melemah. Rasa benci dan cinta dalam dirinya bertarung begitu hebat hingga yang tersisa hanyalah kepasrahan. Ia membalas ciuman Arka dengan sisa tenaganya, merintih di sela napas mereka yang memburu.

Arka mengangkat Kirana, menjatuhkannya ke atas ranjang yang masih berantakan. Ia mengunci tangan Kirana di atas kepalanya. "Aku akan menyelamatkanmu, Kirana. Meskipun kau harus membenciku sampai mati karena caranya. Pagi ini, kau akan melihatku sebagai musuhmu kembali. Dan kau harus bertahan, karena itu satu-satunya cara agar kau tetap hidup."

Arka bangkit, merapikan pakaiannya tanpa menatap Kirana yang masih terbaring lemah dengan napas tersengal. Ia mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.

"Lakukan sekarang. Beli seluruh sisa saham Nirmala di pasar terbuka. Jangan sisakan satu lot pun untuk Roy. Dan kirim surat pemberitahuan pembekuan posisi CEO Kirana Nirmala ke bursa efek," ujar Arka dingin ke arah telepon.

Kirana tersentak, ia duduk tegak dengan mata terbelalak. "Apa yang kau katakan? Kau membekukan posisiku?!"

Arka berbalik, wajahnya kini kembali mengenakan topeng pria dingin yang tak tersentuh. "Mulai detik ini, kau bukan lagi CEO Nirmala Capital. Kau adalah saksi dalam sengketa warisan Mahendra. Aku tidak bisa membiarkanmu memegang kendali sementara kau sedang dalam kondisi mental yang tidak stabil."

"Kau bajingan, Arka Mahendra!" Kirana melempar lampu tidur ke arah Arka, namun Arka menghindar dengan tenang.

"Sebut aku apa pun yang kau mau. Tapi setidaknya, di bawah kendaliku, aset keluargamu tidak akan jatuh ke tangan Roy," Arka berjalan menuju pintu. Sebelum keluar, ia berhenti sejenak. "Dion akan mengantarmu ke kantor pusat. Pakai baju terbaikmu, Kirana. Pagi ini, kita akan menunjukkan pada dunia sebuah drama pengkhianatan yang paling sempurna."

Di dalam mobil menuju Jakarta, Kirana hanya menatap keluar jendela dengan tatapan kosong. Ia merasa seperti boneka yang talinya baru saja diputus. Tujuh tahun ia membangun Nirmala dari puing-puing kehancuran ayahnya, dan dalam satu subuh yang berkabut, pria yang baru saja ia cintai merenggutnya dengan alasan 'perlindungan'.

Ia menyentuh liontin perak di lehernya, cincin pemberian Arka. Ia ingin melepasnya dan membuangnya ke jalan tol, namun tangannya seolah tidak sanggup. Di dalam dirinya, ada bagian yang masih ingin percaya pada Arka, namun kenyataan di layar ponselnya berkata lain. Breaking News - Arka Mahendra Mengambil Alih Nirmala Capital, Kirana Nirmala Didepak dari Kursi CEO.

Kesunyian di dalam mobil itu adalah kesunyian sebelum badai besar yang akan menghancurkan mental Kirana di Arc selanjutnya. Ia tidak tahu bahwa ini adalah awal dari rencana Arka yang lebih gelap, sebuah pengorbanan yang melibatkan kehancuran nama baik Kirana demi menjebak Roy dan Baskara dalam satu lubang yang sama.

Namun bagi Kirana, ini adalah pengkhianatan kedua yang jauh lebih menyakitkan daripada taruhan judi tujuh tahun lalu. Kali ini, Arka tidak hanya mencuri hatinya, tapi juga mencuri martabatnya sebagai seorang wanita.

...----------------...

Next Episode....

1
shabiru Al
mau tamatkah ?
Miss Ra: Belum kak..

masih panjang..
total 1 replies
Eva Karmita
benarkah Arka meninggal... sedihnya 😭😭😭😭
kalea rizuky
Kirana goblok pergi jauh lah gatel amat li kayak jalangg
Eva Karmita
😭😭 Arka kau laki" sejati...kau rela di pandang rendah dan hina demi penebusan dosa mu ...cintamu tulus Arka semoga ada keajaiban kamu bisa selamat dari ambang kematian yang menanti ...Kirana apa yang sekarang kmu rasakan melihat Arka lemah dan tidak berdaya 😭😭💔
Eva Karmita
perjuangan cinta yang rumit dan penuh pengorbanan berdarah 💔🥀🥺
Eva Karmita
nyesek banget dah 😩😩 ....cinta Arka yang begitu besar tapi Dimata Kirana hanya sebuah kepalsuan 💔😭
Eva Karmita
otor keren jalan ceritanya bagus aku suka melihat perjuangan cinta Arka tidak pernah menuntut untuk dibalas cintanya cuma mau selalu dekat dgn wanitanya ❤️🤍👍
Miss Ra: thank u atas apresiasinya kak..

semoga berkesan dengan semua ceritaku yaa..

/Kiss//Heart/
total 1 replies
Eva Karmita
terharu banget melihat perjuangan Arka dalam menembus semua dosa nya ...semoga kalian bisa bersatu dalam suka dan duka ❤️
shabiru Al
ta kasih vote ya thor biar makin semangat up nya 💪
Miss Ra: thank u kakak...

semoga berkesan dengan ceritaku..
/Kiss/
total 1 replies
shabiru Al
ta kirain kirana gak bakalan tau siasat arka,, akhirnya tau juga strategi arka agar bisa menangkap baskara,, meski harga yang harus dbayar arka sangat mahal
shabiru Al
rumit benar2 rumit,,, arka melindungi kirana dengan menghancurkan jiwanya...
shabiru Al
permainan semakin berbahaya
shabiru Al
makin rumit dengan jalan pikiran arka,, dah curiga juga pasti arka tetep terlibat... kasihan sekali kirana
shabiru Al
makin rumit makin jlimet dan bodohnya kirana gak bisa lepas dari arka
shabiru Al
benar2 pelim
Miss Ra: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
anju hernawati
bagus jalan ceritanya author lanjut y .....
Miss Ra: siaaappp
total 1 replies
zhelfa_alfira
makin seru
Renjana Senja
nah bener. harus waspada sama barang asing gitu
Renjana Senja
eh. kiriman apa itu kalau boleh tau kawan?
zhelfa_alfira
wah keren²
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!