NovelToon NovelToon
Istriku Diambil Papa

Istriku Diambil Papa

Status: tamat
Genre:Pihak Ketiga / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Konflik etika / Tamat
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rhiy Navya

Agil membawa Laila tinggal di rumah besar Baskoro. Baskoro mulai menunjukkan ketertarikan yang tidak wajar pada Laila, melalui bantuan finansial yang menjerat.

Disaat Agil perlahan menemukan keganjalan, Baskoro bermain trik dengan...
Simak selengkapnya, hanya dalam novel berikut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhiy Navya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arus Keabadian

​Kegelapan malam di laut timur Bali terasa begitu pekat. Laila duduk di atas perahu nelayan kecil yang terombang-ambing, matanya tak lepas menatap puncak tebing tempat ia terakhir kali melihat Agil. Ledakan satelit di langit tadi menyerupai bintang jatuh yang membawa pesan kehancuran. Dan saat suaminya terjun bebas bersama ibunya, Laila merasa separuh jiwanya ikut terenggut ke dasar samudra.

​"Mas... Mas Agil..." Laila berbisik, suaranya hilang ditelan deburan ombak.

​Ia teringat bisikan Agil di telinganya sebelum perahu itu didorong ke laut: "Laila, jika aku tidak kembali, carilah Gito di bawah mercusuar lama. Di sana ada kunci rumah yang sebenarnya. Jangan pernah kembali ke Jakarta."

​Bayang-Bayang di Dasar Jurang

​Di bawah tebing, air laut yang ganas menghantam bebatuan tajam. Arus bawah laut di daerah itu terkenal mematikan, mampu menyeret apa pun masuk ke dalam gua-gua karang yang gelap.

​Sesosok tubuh terdampar di antara celah batu, separuh terendam air laut yang dingin. Itu Agil. Bajunya sobek-sobek, dan darah mengalir dari luka di dahinya. Ia masih bernapas, meskipun dangkal. Namun, beberapa meter darinya, di atas bongkahan karang yang lebih tinggi, berdiri sosok yang tampak seperti hantu.

​Rina.

​Meskipun jatuh dari ketinggian yang sama, Rina tampak selamat karena ia berhasil meraih dahan pohon yang menjorok sebelum menghantam air. Wajahnya yang sudah rusak oleh operasi plastik kini dipenuhi luka sayatan baru. Ia menatap Agil dengan kebencian yang melampaui logika manusia.

​"Kau menghancurkannya, Agil... Kau menghancurkan segalanya," desis Rina. Ia memegang sebuah batu tajam, berjalan tertatih menuju anaknya yang tak berdaya. "Kekuatan yang aku bangun selama tiga puluh tahun... musnah dalam satu ketukan jari darimu."

​Namun, sebelum Rina sempat mengayunkan batu itu, sebuah cahaya senter yang kuat menyapu area bebatuan tersebut.

​"Jangan bergerak! Angkat tangan!" teriak sebuah suara parau.

​Gito muncul dari balik celah gua karang. Ia bersimbah darah, lengannya tergantung lemas, namun tangan kanannya masih kokoh memegang pistol. Ia telah berhasil meloloskan diri dari para pembunuh bayaran di atas tebing dengan cara yang tak terbayangkan.

​Pengkhianatan di Dalam Pengasingan

​Rina tertawa kecil, suara tawa yang terdengar seperti gesekan logam. "Sersan Gito... Kau masih setia pada anak ini? Kau tahu, Agil hanyalah beban. Dia menghancurkan data yang bisa membuat kita semua kaya raya."

​"Saya tidak bekerja untuk uang, Nyonya," balas Gito dingin. "Saya bekerja untuk menebus dosa saya karena pernah menjadi bagian dari organisasi Anda."

​Rina menatap ke arah laut. Ia melihat lampu-lampu kapal patroli polisi mulai mendekat. Unit kepolisian Bali telah dikerahkan setelah ledakan di desa nelayan terdengar hingga ke kota kecamatan. Rina menyadari bahwa kali ini, ia benar-benar terkepung.

​"Kau pikir ini akhir?" Rina menoleh ke arah Agil yang mulai sadar. "Agil, kau mungkin menghancurkan server satelit itu. Tapi kau lupa satu hal... aku memiliki salinan fisik di lokasi yang tidak akan pernah kau duga. Di tempat di mana semuanya dimulai."

​Tanpa peringatan, Rina melompat kembali ke dalam air yang sedang pasang. Gito melepaskan dua tembakan, namun sosok Rina hilang ditelan ombak yang menggulung.

​Pelarian Sang Janda

​Laila akhirnya ditemukan oleh kapal nelayan setempat dua jam kemudian. Ia dibawa ke daratan dalam keadaan syok. Di sana, ia dipertemukan kembali dengan Agil yang sudah mendapatkan perawatan darurat dari tim medis kepolisian.

​Pertemuan itu tidak diwarnai dengan tangis bahagia yang dramatis, melainkan keheningan yang menyesakkan. Mereka berdua menyadari bahwa meskipun mereka selamat, mereka kini adalah target utama bagi faksi-faksi yang marah karena hilangnya data Project Cendrawasih.

​"Mas... kita harus pergi," bisik Laila di telinga Agil saat mereka berada di puskesmas kecil yang dijaga ketat.

​"Gito bilang Rina mungkin masih hidup," Agil menjawab dengan suara lemah. "Dia menyebutkan tentang 'tempat di mana semuanya dimulai'."

​Agil mencoba mengingat-ingat. Di mana semuanya dimulai? Bukan di Jakarta, bukan di London. Semuanya dimulai di sebuah perkebunan karet tua di pinggiran Jawa Tengah, tempat kakek Agil pertama kali membangun bisnisnya dan tempat Rina serta Baskoro pertama kali bertemu sebagai agen dan pengusaha.

​Konspirasi yang Lebih Luas

​Dua hari kemudian, saat berita tentang "Tragedi Karangasem" mulai mereda di media massa, Agil dan Laila menghilang lagi. Kali ini, mereka tidak dibantu oleh perlindungan saksi resmi. Mereka bergerak dalam bayang-bayang, menggunakan identitas baru yang disiapkan oleh Gito sebelum ia menghilang untuk memulihkan diri.

​Namun, di sebuah hotel mewah di Singapura, sebuah pertemuan rahasia sedang berlangsung. Beberapa pria berpakaian rapi duduk mengelilingi meja bundar. Di tengah meja, terdapat sebuah tablet yang menampilkan profil Agil dan Laila.

​"Dana kita hangus. Reputasi kita di pasar gelap hancur karena anak ini," ucap salah satu pria dengan aksen Eropa yang kental. "Tapi Rina menghubungi kita. Dia bilang dia punya 'hard copy' dari protokol itu di lokasi aslinya. Dia meminta perlindungan dan sumber daya untuk mengambilnya."

​"Dan apa syaratnya?"

​"Dia ingin anaknya dibawa kepadanya. Hidup atau mati. Tapi istrinya... Laila... dia ingin wanita itu diserahkan kepada kita sebagai kompensasi atas kerugian finansial."

​Langkah Menuju Perkebunan Tua

​Agil dan Laila kini berada dalam perjalanan kereta api menuju Jawa Tengah. Mereka berpakaian sangat sederhana, menyatu dengan para petani dan pedagang pasar. Agil tahu bahwa kembali ke perkebunan tua itu adalah langkah bunuh diri, tapi itu adalah satu-satunya cara untuk membakar habis sisa-sisa masa lalu mereka.

​"Laila, jika terjadi sesuatu di sana... kau harus mengambil tas ini," Agil menyerahkan sebuah tas kecil berisi paspor palsu dan uang tunai yang cukup banyak. "Pergilah ke pelabuhan Semarang. Ada kapal barang yang akan membawamu ke Singapura, temui seseorang bernama Sarah di sana. Dia jurnalis yang kita temui dulu."

​"Tidak, Mas. Kita sudah sampai sejauh ini bersama-sama," Laila menolak dengan tegas. Matanya yang dulu penuh ketakutan kini memancarkan keberanian yang luar biasa. "Jika kita harus menghadapi ibumu lagi, kita hadapi bersama. Aku tidak akan membiarkan wanita itu menyentuhmu lagi."

​Agil menatap istrinya. Ia melihat transformasi Laila dari seorang korban yang hancur menjadi seorang wanita yang siap bertarung. Namun ia juga tahu, Rina bukan lagi seorang manusia. Rina telah menjadi entitas yang didorong oleh dendam dan kegagalan.

​Saat kereta api melambat memasuki stasiun kecil di pinggiran kota, Agil melihat beberapa pria berambut cepak berdiri di peron dengan posisi yang terlalu kaku untuk menjadi penumpang biasa.

​"Mereka sudah menunggu," bisik Agil. "Tundukkan kepalamu, Laila. Permainan catur ini baru saja memasuki babak akhir yang paling berdarah."

​Masa lalu mereka terkubur di bawah pohon-pohon karet yang menjulang tinggi, dan di sanalah, di rumah tua yang pernah menjadi saksi cinta palsu Rina dan Baskoro, sebuah perang keluarga akan segera pecah sekali lagi.

1
ayu cantik
suka
Rhiy: Terima kasih Kak
total 1 replies
Yeni Nofiyanti
novel yang sangat bagus. cocok di filmkan💪😍
Rhiy: Makasih my reader, aamiin
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!