NovelToon NovelToon
Kembalinya Permaisuri Yang Terlupakan

Kembalinya Permaisuri Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Dokter Genius
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: prasetiyoandi

Aura Mahendra mengira kejutan kehamilannya akan menjadi kado terindah bagi suaminya, Adrian.

Namun, malam ulang tahun pernikahan mereka justru menjadi neraka saat ia memergoki Adrian berselingkuh dengan adik tirinya, Sisca.

Tidak hanya dikhianati, Aura dibuang dan diburu hingga mobilnya terjun ke jurang dalam upaya pembunuhan berencana yang keji.

​Takdir berkata lain. Aura diselamatkan oleh Arlan Syailendra, pria paling berkuasa di Kota A yang memiliki rahasia masa lalu bersamanya.

Lima tahun dalam persembunyian, Aura bertransformasi total. Ia meninggalkan identitas lamanya yang lemah dan lahir kembali sebagai Dr. Alana, jenius medis legendaris dan pemimpin organisasi misterius The Sovereign.

​Kini, ia kembali ke Kota A tidak sendirian, melainkan bersama sepasang anak kembar jenius, Lukas dan Luna. Kehadirannya sebagai Dr. Alana mengguncang jagat bisnis dan medis. Di balik gaun merah yang anggun dan tatapan sedingin es, Alana mulai mempreteli satu per satu kekuasaan Adrian

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon prasetiyoandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32: HUTAN HIJAU YANG BERACUN

​Hutan Amazon adalah paru-paru dunia, namun di wilayah Mato Grosso yang terisolasi ini, napas dunia terasa sesak dan beracun.

Udara di sini tidak hanya lembap dan panas, tetapi juga kental dengan spora mikroskopis yang berpendar redup di bawah kanopi pepohonan raksasa.

Burung-burung tidak berkicau di sini; hanya ada keheningan yang mencekam, diselingi sesekali oleh suara gemerisik daun yang tidak wajar.

​Pesawat kargo militer yang membawa keluarga Syailendra mendarat darurat di sebuah landasan tanah tersembunyi, lima puluh kilometer dari koordinat yang diberikan Lukas.

Mereka tidak bisa terbang lebih dekat tanpa memicu sistem pertahanan udara Ouroboros yang canggih.

​Alana melangkah keluar dari palka pesawat, mengenakan setelan taktis berbahan polimer yang tahan terhadap zat korosif.

Ia menghirup udara hutan, dan seketika DNA Teratai di dalam darahnya berdenyut kencang. Sensor biometrik alaminya mendeteksi adanya toksin di udara.

​"Semuanya, aktifkan sistem filtrasi pada helm kalian," perintah Alana.

"Tanaman di sini bukan tanaman biasa. Mereka telah dimodifikasi secara genetik untuk mengeluarkan neurotoksin yang melumpuhkan sistem saraf manusia dalam hitungan menit."

​Arlan turun sambil menyandang senapan serbu khusus dengan peluru pelacak panas.

Di belakangnya, Lukas dan Luna bergerak dalam formasi berlian, masing-masing memegang perangkat sensor lingkungan.

Lukas telah memasang modul scrambler pada ranselnya untuk memastikan mereka tetap berada di bawah radar Ouroboros.

​"Mummy, sensor vegetasiku menangkap anomali," bisik Lukas melalui saluran komunikasi internal.

"Tumbuhan di depan kita memiliki struktur seluler yang lebih mirip dengan hewan pemakan daging daripada tumbuhan fotosintesis. Mereka memiliki sistem saraf pusat."

​Baru saja Lukas menyelesaikan kalimatnya, sebuah akar raksasa berwarna ungu kehitaman mencuat dari balik tanah, bergerak secepat cambuk ke arah kaki Luna.

​"Luna, merunduk!" teriak Arlan.

​Arlan melepaskan tembakan presisi yang memutuskan akar tersebut, namun dari bekas potongannya bukan getah yang keluar, melainkan cairan hijau kental yang mengeluarkan uap beracun.

Alana segera menarik Luna menjauh, sementara tangannya sendiri menyentuh batang pohon besar di dekatnya untuk memindai arah ancaman.

​"Ini bukan sekadar hutan," gumam Alana, matanya berpendar perak tajam.

"Seluruh ekosistem ini adalah satu organisme besar yang dikendalikan oleh Ouroboros. Kita sedang berjalan di dalam perut predator."

​Mereka bergerak masuk lebih dalam ke jantung hijau yang mematikan itu. Setiap langkah adalah perjuangan.

Tanaman Nepenthes raksasa yang menggantung di dahan-dahan pohon mencoba menjatuhkan cairan asam ke arah mereka, sementara serangga-serangga seukuran burung pipit dengan sengat beraliran listrik terus mencoba menembus baju pelindung mereka.

​Namun, ancaman sesungguhnya muncul saat mereka mencapai sebuah rawa yang airnya berwarna perak—sama seperti warna Formula Teratai.

Di sana, di balik kabut tebal, muncul sosok-sosok yang seharusnya tidak ada di alam liar.

​Dua ekor jaguar raksasa muncul dari balik semak. Namun, kulit mereka tidak berbulu; mereka dilapisi oleh sisik perak yang keras, dan mata mereka bersinar merah mekanis.

Taring mereka terbuat dari paduan logam dan tulang, dirancang untuk merobek baja.

​"Predator hibrida," desis Arlan, ia segera mengatur senjatanya ke mode tembakan beruntun.

"Sepertinya Faksi Amazon berhasil menyatukan DNA Teratai dengan fauna liar untuk menciptakan penjaga perbatasan yang sempurna."

​Kedua jaguar itu menerjang dengan kecepatan yang mengaburkan pandangan.

Arlan melepaskan tembakan, namun peluru-peluru itu hanya memantul di atas sisik perak mereka.

​"Peluru biasa tidak akan menembus mereka, Arlann!" Alana berteriak.

Ia mencabut dua bilah pedang pendeknya yang kini telah ia aliri dengan energi biolistrik dari tubuhnya sendiri.

"Lukas, cari frekuensi kendali mereka! Mereka pasti dikendalikan melalui implan saraf!"

​Alana melompat maju, menghadang salah satu jaguar yang mencoba menerjang Lukas. Pertarungan itu berlangsung brutal.

Jaguar tersebut bergerak dengan kekuatan yang setara dengan tank kecil. Setiap cakaran yang mengenai pedang Alana menciptakan percikan api yang menerangi hutan yang gelap.

​Alana menggunakan kemampuan regenerasinya untuk menahan beban fisik yang luar biasa.

Ia melakukan gerakan salto di udara, mendarat di atas punggung predator tersebut, dan menghujamkan pedangnya tepat ke pangkal tengkorak di mana ia merasakan adanya komponen elektronik.

​CRIEEEKKKK!

​Jaguar itu mengejang hebat saat arus listrik dari tubuh Alana menghanguskan sirkuit internalnya.

Makhluk itu tumbang, namun jaguar kedua sudah bersiap menerkam Alana dari sisi buta.

​"Mummy, awas!" Luna melemparkan sebuah bola kecil yang ia bawa—sebuah granat pengganggu frekuensi buatan Lukas.

​BZZZZZT!

​Ledakan frekuensi itu membuat jaguar kedua limbung sesaat, memberikan waktu bagi Arlan untuk menghantamkan pangkal senjatanya ke rahang makhluk itu, sementara Alana menyelesaikan serangannya dengan satu tebasan mematikan di bagian leher yang tidak bersisik.

​Setelah kedua predator itu dilumpuhkan, hutan kembali sunyi, namun suasana terasa jauh lebih menekan.

Lukas segera berlutut di samping bangkai jaguar tersebut, menghubungkan kabel datanya ke implan yang mencuat dari kepala makhluk itu.

​"Aku masuk ke jaringan sarafnya, Mummy," kata Lukas, wajahnya serius di balik kaca helmnya.

"Ini mengerikan. Mereka bukan hanya diprogram untuk menjaga; mereka adalah sensor berjalan. Setiap inci hutan yang mereka lewati dipetakan langsung ke markas pusat Ouroboros yang mereka sebut 'The Hive' (Sarang)."

​"Dapatkah kau melacak jalurnya?" tanya Arlan.

​"Ya. Tapi ada satu hal lagi. Data ini menunjukkan bahwa faksi ini dipimpin oleh seseorang yang memiliki kode nama 'The Botanist'.

Dia tidak hanya ingin menyembuhkan manusia, dia ingin menggantikan seluruh kehidupan di bumi dengan 'Versi Teratai'. Dia menyebutnya 'Kiamat Hijau'."

​Alana menatap tangannya yang masih berpendar perak. Ia merasakan kesedihan yang mendalam.

Kakeknya menciptakan Formula Teratai untuk memperpanjang kehidupan, namun di tangan orang-orang ini, ciptaan itu menjadi alat untuk memusnahkan kehidupan alami dan menggantinya dengan monster sintetis.

​"Kita harus menghancurkan 'The Hive'," kata Alana tegas. "Jika spora ini terbawa angin ke luar wilayah ini, tidak akan ada hutan alami yang tersisa di bumi. Semuanya akan berubah menjadi predator perak ini."

​Mereka melanjutkan perjalanan melewati rawa perak.

Alana memimpin di depan, menggunakan energinya untuk menciptakan kubah pelindung tipis di sekitar keluarganya agar spora beracun tidak merusak filter helm mereka.

Di tengah jalan, mereka menemukan sisa-sisa desa nelayan lokal yang telah tertelan sepenuhnya oleh tanaman merambat perak.

Tidak ada tulang manusia yang tersisa; tanaman itu telah mencerna segalanya menjadi nutrisi.

​"Mereka sudah mulai melakukan uji coba pada manusia di sini," Arlan bergumam, matanya menyapu sisa-sisa reruntuhan gubuk yang kini tertutup bunga-bunga raksasa yang berdenyut seperti jantung manusia.

​Tiba-tiba, suara tawa yang halus namun bergema terdengar dari segala arah, seolah-olah pepohonan itu sendiri yang sedang tertawa.

​"Begitu indah, bukan, Dr. Alana?" Suara itu terdengar feminin namun dingin, disiarkan melalui tanaman-tanaman yang berfungsi sebagai pengeras suara biologis.

"Kematian di sini bukanlah akhir. Ia adalah transisi menuju harmoni yang lebih besar. Aku adalah The Botanist, dan aku telah menunggumu untuk menyempurnakan mahakaryaku."

​"Keluar kau!" tantang Alana.

​"Sabar, sayangku. Kau harus melewati 'Taman Gantung' terlebih dahulu. Mari kita lihat apakah DNA Teratai-mu bisa bertahan melawan evolusi yang telah kupersiapkan selama dua puluh tahun."

​Di depan mereka, pepohonan raksasa mulai bergeser, membuka sebuah jalan setapak yang dihiasi oleh bunga-bunga yang mengeluarkan cahaya biru pucat yang memikat namun mematikan.

Alana tahu, markas musuh sudah dekat, namun rintangan di depan mereka akan menguji batas kemanusiaan mereka sekali lagi.

​"Tetap bersama," bisik Alana pada Arlan dan anak-anaknya. "Jangan hirup udaranya, jangan sentuh bunganya. Kita akan masuk ke jantung Sarang itu dan membakarnya sampai habis."

​Malam di Amazon baru saja dimulai, dan di bawah cahaya bulan yang tertutup kabut perak, keluarga Syailendra bersiap untuk menghadapi mimpi buruk botani yang akan mengubah sejarah bioteknologi selamanya.

1
cinta semu
jahat banget tu Adrian 😡 bikin gedek
Casudin Udin
Luar biasa
Alif
katanya penthousnya aman tp dg gmpang di bobol, lah anak buahnya cm leo, narasi tentang alana sangat hebat seakan tk butuh orang lain, lah anak buahnya cm 1 konyol gk sih ckck
Alif
mommy di panggil mummy jd ingat mummy di jaman kuno
Alif
perempuan klo cerdas dia akan dg senyap cari bukti dan pergi bkn malah mewek yah itu dapatnya disiksa dan di bunuh
Osie
waaaw perjalanan dna perjuangan alana msh teramat sangat panjang
Osie
uwoooowww amazing..diawali aku protes arlan terlalu ikut campur urusan RT alana tapi sekarang aku dukung abiz dah
Osie
deg deg an dah aku bacanya
Osie
kereen abiz ceritanyaaa...napa msh sepi pembaca ya
Nor Azlin
semoga mereka menjadi keluarga yang utuh yah ...aku harap si Arlan pun mencuba formula teratai juga agar mereka bisa membantai para musuh-musuh mereka dengan mudah ...semoga mereka selamat sampai ke tujuan nya yah ...Alana kembali lagi deh di mana Pulau rahsia mu kan masih ada yah ...di sana kalian bisa membentuk satu Tim yang lebih baik lagi juga setia yah ...lanjutkan thor
Nor Azlin
kasihan Leo kerana terpaksa di berkhianat pada Alena namun pada akhirnya dia berkorban demi Alena sama anak2 nya ...semoga mereka semua terselamat dari musuh2 mereka yah ...lanjutkan thor
Nor Azlin
siapa agak nya yang berkhianat yah tidak mungkin si Leo tapi siapa yah🤔🤔🤔 semoga cepat ketahuan orang nya deh...lanjutkan thor
Osie
eh msh continue yaaa...waah lg seruuu ini..moga msh ada lanjutannya 🙏🙏🙏
Lili Inggrid
lanjut
Osie
waaw makin kesini makin kompleks alur nya...kereeeennn
Osie
fuuuiiihh deg deg an aku bacanya..alana n anak anak nya best banget dah
Osie
balas dendam yg sangat apik👍👍👍👍👍
Osie
siapa atlan hingga dia terlalu ikut campur urusan hidup alana
Osie
hmmm menarik..tapi aku kok curiga ya kalau anak alana bukan anak Adrian tapi anaknya arlan syeilendra....bisa jd kan..siapa tau ada insiden di masa lalu yg bikin Alan tidur dgn arlan..
Osie
waaaaawww amazing...kereeenn abiizzzz😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!