Rara Raina Sunjaya. seorang Nona besar di keluarga Sunjaya.
Rara tidak menyangka akan nasib hidup nya yang berakhir di sebuah pulau yang usia nya lebih dari ratusan tahun. pulau itu di kenal sebagai pulau vampier pada masa nya nanun setelahnya pulau itu di kenal sebagai pulau rindang dan sudah berabad-abad semua yang melewati pulau itu di larang mendekat atau memasuki pulau tersebut di karnakan setiap orang yang mendekati atau memasuki pulau, maka tidak akan bisa kembali lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shkira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 8
"Heh.. bagaimana bukan kah itu sakit!" rara tersenyum puas setelah mencambuk pengawal itu.
Semua yang ada di aula di buat tercengang melihat pengawal pilihan raja, tersungkur hanya dengan satu cambukan dari seorang gadis manusia.
Pengawal itu merasa terhina oleh Rara ia nampak geram mengumpulkan kekuatan untuk menyerang Rara.
namun Afkar menyadari itu lebih dulu lalu pergi untuk menahan Rara yang akan kembali mencambuk.
"Cukup nona raina! sebaik nya kita ke pergi dari sini, " Afkar merebut cambuk dari Rara.
"Paman Tolong anda mengampuni perbuatan gadis ini, dia manusia baru jadi tidak mengerti aturan di istana! aku akan membawa nya pergi sekerang." Afkar membawa Rara pergi dari aula setelah ia mewakili nya untuk meminta pengampunan.
Afkar menarik paksa Rara keluar dari aula.
untuk menghindari masalah semakin runyam jika sampai terdengar oleh raja.
"Afkar, apa kau tidak bisa berjalan tanpa menarik ku?" cetus Rara berontak.
setelah lumayan jauh dari aula, Afkar melambatkan langkah nya lalu melepas tangan Rara.
"Rara, bukankah tadi sudah ku katakan jangan mencampuri urusan kerajaan!" afkar bicara dengan suara tinggi.
rara tersentak kaget ketika melihat Afkar seperti orang yang berbeda.
"Aku memang tidak ingin ikut campur! tapi apa yang mereka lakukan terhadap pelayan itu semua nya konyol tidak masuk akal hanya karna sebuah makanan dia harus mati. apa ini yang kau bilang hukuman raja selaku adil, cih aku rasa raja kalian tidak ada otak!"
Afkar tercengang mendnegar Rara lagi-lagi memaki sang raja. afkar tidak tau harus bagaimana mengahadapi gadis yang tidak ada rasa takut itu.
"Jaga kata-kata mu Rara, aku tidak akan bisa menolong mu jika kata-kata mu itu sampai ke telinga raja!" tegas Afkar memberi peringatan keras.
Rara yang melihat reaksi afkar yang pani, merasa kalau raja mereka bukan lah vampir yang mudah di hadapi. Rara terdiam tanpa membantah ucapan afkar lagi.
"Kedepan nya, kau harus bisa menahan emosi sebab jika bertemu dengan para petinggi dan raja kau tidak boleh salah berkata atau bersikap!" jelas afkar, mengehla lega saat melihat Rara paham.
"Apa yang kau katakan afkar, aku tidak akan pernah lagi bertemu dengan orang-orang menyebalkan itu, sebab setelah aku bertemu dengan Raja mu, aku akan langsung meminta nya utuk mengantar ku pulang ke dunia ku!" tegas Rara, berjalan meninggalkan afkar.
Langkah Rara tiba-tiba terhenti, ia berbalik kembali degan expresi malu lantaran ia tidak tau tujuan nya itu mau kemana dan malah meninggalkan afkar. saat sedang emosi Rara menjadi sangat konyol dan tak masuk akal.
"Ada apa?" tanya afkar datar.
"Uhuk.. kau jalan duluan, aku tidak tau jalan?" dengan sangat malu wajah nya sampai ngeblus.
afkar tertawa kecil melihat ke konyolan rara,
mereka kembali berjalan dan berhenti di salah satu ruangan yang terlihat seperti ruang tunggu tapi juga seperti kamar tidur.
"Hari ini kau istirahat di sini dulu, kau pasti sangat lelah kan! aku akan menyuruh pelayan untuk menyiapkan makanan dan pakaian ganti untuk mu." ucap afkar
"Lalu kau mau ke mana? aku takut di sini sendiri, bagaimana bisa aku istirahat di sini sendirian? jika ada vampir lain menyerang ku diam-diam bagaimana., aku akan ikut denganmu saja!" Rara menahan tangan afkar dan memegang nya dengan erat Agar tidak meninggalkan nya.
Kontak fisik secara langsung yang di lakukan Rara membuat afkar salah tingkah sebab Rara yang tidak sadar begitu menempel dengan afkar.
"Huk.. kau tidak perlu khawatir di sini aman dan tidak akan ada yang berani mendekati mu, aku menjamin itu!" Afkar memalingkan pandangan nya lalu mendorong kecil Rara agar menjauh dari nya.
"Tapi.."
"Sudah lebih baik kau istirahat sekarang nanti aku akan kembali lagi.."
" Baiklah jika terjadi sesuatu pada ku,
mati pun aku akan datang mencekik mu untuk balas dendam!" dumal rara kesal, melihat afkar yang sudah meningal kan nya di ruangan itu sendiri tanpa keamanan yang menjamin diri nya
karna merasa tidak tenang berada di ruangan asing Rara diam-diam mengintip arah pergi Afkar.
"Kenapa afkar kembali ke aula?" rara mengendap mengikuti afkar, mencari tau apa tujuan nya selain itu ia juga tidak mau jauh dari afkar sebab takut jika ada vampir yang menyerang nya.
di tengah perjalanan rara berpapasan dengan melihat gadis-gadis berpakaian seperti penari hanya saja baju yang mereka pakai sangat terbuka namun wajah mereka di tutupi oleh cadar.
Beberpa pengawal di depan memimpin para gadis-gadis itu. Rara langsung bersembunyi di tikungan kecil saat mereka melewati nya.
hampir saja ketahuan.. *bagai*mana ini aku tidak bisa mengikuti nya lagi? tiba-tiba Rara mendapat ide
saat pengawal yang memimpin jalan gadis-gadis itu melewati nya, Rara menarik salah satu gadis dari rombongan nya lalu memukul pingsan gadis malang itu,
ia membawa gadis yang sudah pingsan itu ke sudut lorong dan mengganti pakaian nya dengan pakaian yang ia kenakan.
"Maafkan aku nona, sungguh aku terpaksa melakukan ini.. semoga kau tidak dendam dengan ku!" ucap Rara. mendumal sendiri
Setalah rara berganti pakaian, ia segera mengikuti rombongan yang sudah terlihat jauh.
salah satu pengawal yang mengawal para gadis mencengkram tangan rara dan mendorong nya untuk berjalan lebih cepat.
Ia sangat geram melihat perlakuan kasar para pengawal itu.
Pengawal brengsek, lihat saja jika ada kesempatan aku akan membuat tulang-tulang mu patah berserakan. batin nya mengutuk.
Rombongan yang di pimpin pengawal berhenti di pintu aula
rara tidak menyangka kalau romboangan para gadis itu juga menuju aula.
Rara panik saat ia harus tetap mengikuti rombongan gadis-gadis masuk kedalam aula lantaran jika ketahuan di tengah jalan maka dia akan mampus Karna diam-diam menyusup pada rombongan.
BERSAMBUNG...
be like gw yang udah baca ni novel 3× 🗿