Menceritakan tentang kesedihan seorang istri yang tidak pernah anggap ada. Dan selalu saja di salahkan
_Akankah, Safira mampu bertahan dengan pernikahan yang tanpa cinta ini....???
_Atau mampu kah, Arjuna mempertahankan Safira atau justru melepaskan nya....???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
08
Maaf mas jika membuat mu marah, aku hanya ingin memberi tahu jika aku hamil mas..."Ucap Safira"... Sambil tersenyum di hadapan Juna..
Terus.. Apa urus nya dengan ku..??? "Ucap Juna dengan cuek nya"...Dan berjalan meninggalkan Safira yang berdiri mematung
Dek...
Ucapan yang sangat tidak di sangkah sama sekali oleh Safira.. Safira berfikir jika Juna akan bahagia mendengar kabar ini.. Tapi justru sebaliknya, Juna hanya bersifat datar.. Dan itu membuat Safira merasa sakit di hati nya..
Kamu yang sabar yah' nak.. Mungkin ayah mu lagi capek.. Jadi berbicara seperti itu.."Ucap Safira sambil membelai perut nya"..
Kasian kamu non.. Kamu tidak pernah di anggap sama sekali oleh tuan.. Tapi kau masih saja bersabar.. "Batin bibi"... Saar melihat Safira bersedih" ...
Sedangkan di kamar...
Acchhhhhkkkkk.. Teriak Juna sambil menjambak rambut nya..
Apa yang harus ku lakukan sekarang..??"Teriak Juna"..
Dan Juna terus saja berfikir.. Langkah apa yang tepat ia lakukan..
Beberapa jam kemudian..
Tok tok tok.. Mas sudah waktu nya makan malam.. Aku dan Alira tunggu di bawah yah'.."Ucap Safira"
Saat semua nya berada di meja makan..Juna membuka suara..
"Gugurkan kandungan mu..!!!!!"Ucap Juna dengan santai nya.
"Maksud mas...???" Ucap Safira dengan mata yang sudah mulai berkaca kaca.
"Kau tidak dengar.. Aku bilang gugurkan kandungan mu.. Aku hanya punya satu anak yaitu Alira.,"
"Tapi mas.. Bayi yang ku kandung juga anak mu.. Tidak mungkin aku...." Ucapan Safira terpotong.
"Bayi yang kamu kandung hanya sebuah kesalahan.. Dan tidak akan menjadi kebenaran, jadi gugurkan,.."
"Tidak.. Sampai kapan pun aku tidak akan menggugurkan kandungan ini..."Ucap Safira
"Itu terserah padamu.. Yang jelas aku hanya menganggapmu sebagai kesalahan, tidak akan pernah lebih." Ucap Juna sambil berjalan meninggalkan meja makan...
Safira hanya mengangis,.. Meratapi nasib anak nya.. Anak yang baru ia kandung, tapi tidak di harapkan oleh ayah nya sendiri.. Anak yang hanya di anggap sebagai kesalahan, dan yang lebih paran nya, ayah nya ingin membunuh bayi nya sendiri..
"Ibu akan menjagamu sayang,"Batin Safira sambil mengusap perutnya
"Bunda, bunda kenapa menangis.?? "Ucap Alira.. Ayah jahat yah sama bunda...???
Tidak sayang, bunda baik baik saja, mungkin ayah lagi ada masalah jadi marah sama bunda.. "Ucap Safira"..
Bunda bohong,.. Ayah ingin membunuh adik Alira kan, adik yang bunda kandung kan..?? "Ucap Alira".
Sayang, tidak seperti itu,.. Alira salah mengerti.."Ucap Safira".. Bagaimana pun Safira tidak ingin memberi tau yang sebenarnya terhadap Alira, walaupun alira sudah sedikit mengerti tentang percakapan antara dia dan Juna..
Tapi bunda beneran kan, sebentar lagi Alira akan menjadi seorang kaka... "
Ia sayang, sebentar lagi.. "Ucap Safira sambil tersenyum"..
Hore, hore... "Ucap Alira"
"Kau sungguh wanita yang kuat non..Masih bisa tersenyum, meskipun hatimu merasakan sakit." Batin bibi Asri
.
.
.
.
Keesokan hari nya setelah setelah mengantar Alira ke sekolah, Safira memutuskan untuk segerah berangkat menuju Rs, memeriksa kandungan nya... Setiba nya Safira di RS,,. Ia berjalan masuk dengan semangat nya.. Dan tanpa sengaja Safira beratatapan dengan Juna, namun Juna hanya menatap nya sejenak dengan tatapan menusuk, lalu kembali melanjutkan langkah nya dan tak menghiraukan Safira.
Safira merasa sangat kecewa karna seperti nya Juna sengaja tidak ingin mengenal dirinya.. "Kamu jahat mas,. Apa kamu malu punya seorang istri pengasuh seperti diriku." Batin Safira.
*Makasih kak, Sudah baca hingga bab ini.. Jangan lupa like, komen dan Vote yah kak.. Yah,yah,yah🥰😘😘😘..
Salam sayang untuk kalian semua🥰🥰.. Semoga selalu di beri kesehatan,😇.. Dan bisa terus membaca karyaku 🙏🙏*