Disekian banyaknya cinta,akhirnya aku hanya memilihmu untuk kucintai.
Suatu penantian dari seorang Ibu yang terbaring lemas dan berpesan kepada seorang pria muda yang selalu merawatnya
dan menjaganya. Bernama Dirga Arbian seorang aktor terkenal diamanahkan untuk menjaga anak gadisnya, ke Dirga seorang aktor kaya dan juga CEO terkenal memaksa menikahinya. Gadis tersebut bernama Tiara Bella.Tiara adalah Gadis nan cantik,terseret banyak masalah membajirinya.Hingga gadis yang yang dibenci seorang lelaki yang sah menjadi suaminya itu.Akhirnya mencintainya setulus genangan air mengalir.Bulir-bulir air mata bisa mereka lalui karena kisah cinta mereka yang datang sendiri.Tumbuhnya cinta membuat mereka buta akan nikmatnya.Kebencian dulu,hingga kebahagian datang dan kesedihan larut dalam garam yang mereka buat.
Akankah mereka selamanya bahagia?Sama dengan cerita drama?Ayo lanjutkan membaca awal kisah mereka...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ecca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dokter ilegal
"Yaudah dok.Terima kasih."dokter menganguk berlalu pergi.
Dirga tidak sadarkan diri membelai rambut halus Ara yang terlelap tidur.Mungkin karena lelah dan akibatnya pingsan mendadak.Ucap Dirga.Dirga berpalingkan tanganya dan baru sadar.Dari pada melihat dirinya lebih baik aku telepon dokter luar negeri.Setelah menelepon dokter dari Amerika yang terkenal ampuh mengobati pasien yang terkena tumor termaksud Bu Ella.Walau tadi dengan gapangnya dokter berbicara seenaknya jika Bu Ella meninggal.Dirga masih tidak percaya, bahkan ia rela mengobati Bu Ella mahal ke rumah sakit luar negeri agar sembuh dan sadar.
Dirga meninggalkan kamar perawatan Ara.Karena Ara masih belum sadarkan diri.Dirga menyuruh asisten Rayyan menunggu di kamar agar Ara tidak kabur saat sadar.Dirga merelakan pekerjaanya saat ini dan membolos.Karena yang lebih penting baginya nyawa Bu Ella lebih penting.Dirga masuk ke ruang gawat darurat.Dan mengengam tangan Bu Ella.Sembari mengalirkan air mata tidak rela.
"Bu.Bangun saya gak bisa hidup tenang jika Ibu tidak bangun-bangun.Saya minta tolong bu...,"Dirga yang diperbolehkan masuk oleh dokter sebelum ia ke kamar Bu Ella.
"Bu...bangun.Saya janji akan menjaga anak gadis Ibu dengan sangat baik.Saya janji bu...,"Dirga memeluk Bu Ella yang masih tidak membuka matanya.
Bip!!!!!
Suara dari mesin defibrillator berbunyi membuat Dirga terkejut dan memanggil dokter.Untung dokter segera datang dengan cepat.Dirga langsung ke luar ruangan dan menelepon asisten Rayyan agar menjemput dokter yang dari Amerika 2 jam lagi.Niatnya tadi ingin membawa Bu Ella ke Amerika.Tapi jika dibawa dengan keadaan seperti ini Bu Ella akan semakin lemah saat di pesawat.Untuk sementara Bu Ella dirawat dahulu di Indonesia.Setelah selesai menyudahi telepon.Dirga ke kamar Ara untuk bergantian menjaganya.
"Sana.Kamu tunggu di bandara.Jika ia lama dalam semenit saja.Bangkrutkan dokter itu."
Dirga mengancam dokter Amerika yang akan kesini jika telat.
"Baik Tuan akan saya sampaikan nanti.Mungkin sedang dalam penerbangan kemari jadi ponselnya tidak dapat dihubungi."
Setelah selesai berbicara dengan pelan di depan pintu kamar Ara.Asisten Rayyan pergi sedangkan Dirga masuk melihat Ara masih terlelap tidur.Ia mendekat dan duduk disamping ranjang Ara.Melihat setiap sudut wajahnya.Terbilang cantik gadis ini,mana mungkin aku menyukaimu.Aku hanya ingin menjaga dan menafkaimu.Dengan kehendak beliau aku akan kabulkan.Untuk mencintai aku tidak akan pernah mau.Gumam Dirga menyeringai seyumanya.
"Hahaha.Dasar lelaki ini hanya bisa memainkan perasahaanku.Tidak seperti lelaki yang sebelumnya yang pernah menolak cintaku.
Kini aku akan menolak para lelaki termaksud dirimu.Dasar Om-Om pemain perasahaan hati."
Batin Ara yang sebenarnya sudah bangun setelah asisten Rayyan keluar saat menjaganya.Tapi matanya masih terpejam berpura-pura menutup mata dan tidur.Dan sebenarnya sudah mau membuka mata.Karena Dirga berbicara seperti itu Ara mengurungkan niatnya sebentar.
"Mas.Aku mau lihat Ibu.Ibu masih hidup aku yakin Mas."
Aku membuka mata setelah terbangun dan tidak ada suara sekali pun dan hening aku membuka selimut lalu berdiri.
"Kamu sudah pulih.Jangan!Kamu tenang saja.Aku akan menyuruh dokter untuk memastikanya lagi.Jangan khawatir!"
Dirga meniduriku di ranjang sembari membenarkan bantalku.
"Kamu.Dengan mudahnya bisa bilang jangan khawatir.Ini gak semudah yang kamu bayangin.
Kematian memang kamu ini Tuhan yang bisa bangkitkan nyawa Ibu.Seolah kaya malaikat yang dikirim Tuhan olehnya."
Entah apa yang bisa dilakukan oleh diriku yang hina,tidak berguna ini.Membiarkan Ibu terbaring disana.Tapi aku juga tidak bisa membantah suami baruku ini.Karena Ibu juga berpesan.Seperti apapun bentuk pernikahan apalagi aku dijodohkan oleh Ibu,itu yang terbaik untukku dan aku juga harus menghormati suamiku jika aku tidak mencintainya.Dengan ini aku juga menghormati apa yang Ibu berikan.Kini diriku yang lemah dan hanya bisa menangis tersedu-sedu walau di bilang tidak sopan bagaimana lagi.Aku menangis juga membalikkan tubuhku agar aku bisa menangis semauku.Saat aku berbaring dan membelakangi Dirga.
"Nangislah.Sesukamu,jika sudah kehendak Tuhan.Jangan menyerah yakinlah dengan doa.
Kan tinggal tidur sambil berdoa aku akan bantu dengan berusaha mengobati Ibumu.Aku tidak yakin apa yang diucap dokter tadi.
Jika kalau Ibumu meninggal tenang saja aku akan mengeluarkan uang sebanyak mungkin agar Ibumu bisa hidup."
Setelah apa yang diucapkan Dirga kepadaku hatiku ada senang ada sedihnya juga dan terlebih masih kurang percaya.Aku harus melihat Ibu dan meminta maaf padanya untuk terakhir kali.Walau bukan terakhir tapi aku akan bersujud terus agar ia semangat untuk bangkit.
"Mas,antarkan aku sebentar.
Hiks..hiks...hiks..jika memang Ibu
pergi tolong izinkan aku melihatnya agar aku tidak stres."
Aku masih tetap nakal untuk bertemu Ibuku.
"Baiklah.Tunggu aku ambil kursi roda."
Dirga tidak butuh waktu lama mengambil kursi roda lalu mengendong Ara duduk di kursi roda.
Kamar gawat darurat Bu Ella dan kamar perawatanya tidak terlalu jauh dengan kamar perawatan Ara saat pingsan tadi.Sekarang Dirga ingin masuk tapi dicegah suster yang menjaga di pintu gawat darurat.
"Loh.Kenapa ya sus.Kalo boleh kami tahu?"
Aku penasaran saat suster yang bekerja sama di bidang ini sama persis dengan saat aku bekerja menjadi suster.
"Dokter baru yang diperintah dari Amerika datang Mbak.Dan sekarang kedua dokter masuk untuk memeriksa dan memeriksa ulang lagi atas perintah Pak Dirga."
Suster pun jujur walau Dirga tidak memberitahu mengenai dokter Amerika kemari setelah diperintahkan oleh dirinya.Ara menoleh ke Dirga.Dirga mengaruk kepalanya lalu menjelaskan kondisi sebenarnya.
***
Di dalam kamar gawat darurat dokter Amerika menaruh tas dan menganti langsung pakaianya dengan jubah ala pakaian khusus rumah sakit lengkap dengan topi plastik,masker tebal,dan sarung.Setelah mencuci tangan dokter Amerika berkomunikasi dengan bahasa Ingris dengan dokter yang memeriksa terus Bu Ella.
"Saya akan mengoperasi ulang tentang sesuai prediksi.Kamu jangan mencari keuntungan semata.Kesehatan dan kehidupan pasien sangat berharga daripada uang."
Dokter Amerika ini dengan santainya berbisik di hadapan dokter palsu yang memberikan informasi pada Dirga dan Ara secara ilegal.
"Bagaimana kamu tahu?"Dokter itu panik dengan wajah ragu-ragu takut dokter ini hanya menakutinya.
"Kita selesaikan masalah ini setelah operasi.Sus,bawa orang ini keluar aku akan mengoperasinya!"
Dokter Amerika memerintahkan kedua perawat laki-laki dan perempuan agar dokter ini keluar.
"Baik dok."keempat perawat membawa dokter ilegal keluar agar mendapat hukuman setimpal.
Bersambung...
Mohon maaf kalau sy salah, tapi terus terang sy aga bingung mengimajinasikan reka adegannya di episode ini, terutama yg bagian akhir.. 🙏🏻
Semangat berkarya.. 💪🏻💪🏻💪🏻
lanjut tor...
ditunggu feedbacknya 🤗🦋