Kenara Alianiy Putri, wanita cantik dan baik hati terpaksa harus menikah dengan pria dingin yang tidak berperasaan bernama Angga Aryana.
Dan Angga pun juga terpaksa karena paksaan dari kedua orang tuanya, orang tuanya tau bahwa Angga sudah memiliki kekasih namun mereka tidak merestui hubungan Angga dengan kekasihnya.
Setelah Nara dan Angga menikah, 1 bulan kemudian Angga pun menikah lagi dengan kekasihnya tanpa sepengetahuan orang tuanya.
Dan apakah Kenara akan bertahan dengan pernikahan yang menyiksa batinnya atau memutuskan untuk pergi dari hidup Angga? Yuk ikutin kisah mereka..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meywh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab8
selesai makan malam nara dan angga langsung masuk ke kamar
"Angga kau tidur di sofa"Ujarku
"Kau saja ini kamarku"balasnya
"Heh kau mau aku bilang pada mama"Ancam ku
"Beraninya kau mengancamku nara"
"Apa kau pikir aku takut pada mu angga aku bukan wanita yang mudah di tindas tapi aku Suka menindas hhha"Ujarku
aku pun melempar bantal pada angga tapi angga melemparkan balik pada ku hingga aku lempar kembali dan meleset karna angga menghindar dan mengenai mama
"Angga nara ada apa dengan kalian"tanya mama
"Hah tidak ada ma kami hanya becanda iya kan sayang"Ujar angga melirik dan memberi kode padaku
"Ah iya ma benar"
"Tidurlah ini sudah malam"
"Baik mah "Ujarku dan angga
"Nara kou tidur di sebelah sana aku di sebelah sini"Ujarnya
"Baiklah"
"Dan ini guling pembatas"
"Iya"
...----------------...
Pagi hari angga dan aku pun terbangun
'Pria gila'Gumam ku
'Wanita stres rambut acak acakan benar-benar menjijikan'gumamnya
"hhha kau habis tidur apa habis berperang"Ejeknya
"sembarangan aku tidak mengikat rambutku jadi acak acakan"Ujarku
"dasar wanita setress"
"Pria tua gila"
'tok tok tok
"Siapa"ujarnya
"Ini den ibu nyuru saya buat bangunin den angga sama non nara buat ke meja makan"balasnya
"Iya"
"Sisir rambut mu"
"Iya bawell"
kami pun turun dan duduk sejajar di meja makan.
"Angga nara sepertinya hubungan kalian makin baik"Ucap mama
"Hha iyh"Ujrku dan angga
'Cih baikan sama cowo gila ini mimpi'Gumamku
...----------------...
selesai sarapan aku dan angga bersiap siap untuk pulang
"Angga jaga menantu mama baik baik ya"Ucap mama
"Iyah ma"Jawabnya
"Ma nara sama mas angga pamit dulu ya"
"Iya sayang hati hati"
"Iyh ma"
angga pun menjalankan mobilnya keluar garisi rumah mama
"sampai kapan kau akan membohongi mama"ujarku
"aku tidak tau"jawabnya
"Aku lelah angga berpura-pura mesra di depan mama dan kenyataannya kau bukan hanya miliku"aku tak tau mengapa ucapan ku ini bisa meluncur bebas dari mulutku
"Apa katamu"
"Tidak ada lupakan"ujarku
di rumah
terlihat jelas di depan teras seorang gadis berpakaian mini memakai sepatu hak tinggi tengah duduk di kursi teras rumah kami ya gadis itu adalah aura
"Sayang akhirnya kamu pulang"Ujarnya
"Iyah"
"Hai mba nara"Sapanya
"Hem"jawabku singkat dan langsung masuk tanpa memerdulikan mereka
"Lihat lah mas sepertinya mba nara ga suka sama aku"
"Sudahlah ra kita sebentar lagi akan menikah"Ujarnya
'Sadar tidak kamu mas aku yang merasa sakit di sini mungkin aku hanya mencintaimu dalam diam'Gumamku
...****************...
...----------------...
"Nara"panggil angga
"Apa sih ga usah teriak teriak deh"
"Nar bantu aku"
"Kenapa kamu bangkrut"Ujarku karna melihat wajah acak acakan angga dengan kemeja yang kusut dan rambut acak acakan
"Sembarangan"
"Lalu kenapa"
"Bantu aku menyiapkan semua kebutuhan ku untuk besok karna besok aku akan menikah dengan aura"Ujarnya
'Deg'Hatiku rasanya hancur berkeping-keping
"Me..menikah"Ujarku gagap
"Iyah"
"Dimana dan kenapa mendadak bukan kah 1minggu lagi"Jawabku
"Tadinya memang satu minggu lagi tapi jika besok aku tidak menikah juga dengan aura dia akan di jodohkan dengan pria lain"Ujarnya
"Ba..baiklah"
Pagi hari jam 06:00
"Angga aku sudah menyiapkan semuanya"Ujarku
"Makasih"Jawabnya angga pun memeluku
"Iyh sama-sama"balasku
"Hem"
"angga sebaiknya mobilmu tidak usah di hias saja"ujarku
"Mengapa"
"Kau mau mama dan papa mu tau"balasku
"Ah iyh benar juga"
'Aku harus kuat ayo kenara lu harus kuatt'Gumamku