Season 1
Kiara Anggun Taylor, seorang wanita cantik yang mempunyai trauma karena waktu kecil dia harus menyaksikan semua anggota keluarganya dibantai oleh sekelompok mafia kejam.
Hingga akhirnya, tidak sengaja Kiara bertemu dengan Frans Wild Blood seorang ketua Mafia paling kejam dan juga psyco yang tidak lain merupakan anak dari orang yang sudah membunuh keluarga Kiara.
Disisi lain, muncullah seorang pria tampan yang merupakan intel dari kepolisian, saat ini dia sedang mengemban tugas mengusut tragedi pembantai satu keluarga 20 tahun lalu yang ternyata adalah keluarga Kiara.
Season 2
Gerrald Alexander Crush, seorang ketua mafia paling kejam dan ditakuti diseluruh dunia merasa jatuh cinta kepada wanita cantik nan menggemaskan yang ditemuinya di pesawat yang tidak lain adalah Gladis Taylor Prayoga puteri dari Kiara dan Al.
Bisakah Gerrald mendapatkan hati Gladis?sedangkan orangtua Gladis sangat membenci segala hal yang berhubungan dengan mafia dan berusaha memberantas para mafia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyamaran
🔪
🔪
🔪
🔪
🔪
Setelah puas menangis,Kiara bangkit dari duduknya sesaat Kiara berdiri di balkon kamarnya dengan tatapan keatas langit,rambutnya yang panjang tampak berkibar terkena hembusan angin.
Al yang dari tadi masih memperhatikan Kiara,merasa terpesona untuk kesekian kalinya.
"Habis nangis aja masih kelihatan sangat cantik," gumam Al.
Sedangkan Kiara masih termenung..
"Pah,Kak Sandra,Kak Daniel,doakan Kiara semoga Kiara kuat menghadapi semua ini kalian disana tunggu Kiara dan Mamah ya,kita akan menyusul kalian," batin Kiara dengan mengembangkan senyumannya.
"Masyaalloh,senyumannya cantik sekali."
Al baru melihat Kiara tersenyum seperti itu karena selama didepan orang Kiara tidak pernah menunjukan senyumannya.
Kiara pun memutuskan untuk masuk kedalam kamarnya.Begitupun dengan Al yang langsung merebahkan tubuhnya dikasur king size miliknya.
Al menatap langit-langit kamarnya,wajah Kiara selalu terbayang dibenaknya dan setiap membayangkan Kiara detak jantung Al selalu berpacu dengan kencangnya.
Tok..tok..tok..
"Kiara,makan malam sudah siap kita makan dulu yuk Nak!" ajak Alex.
Kiara pun membuka pintu kamarnya,Alex tampak memperhatikan wajah Kiara.
"Kamu kenapa Kiara?kamu habis nangis ya?" tanya Alex khawatir.
"Tidak apa-apa tadi aku kelilipan," jawab Kiara dan langsung menuruni tangga meninggalkan Alex yang masih terpaku.
Alex pun memutuskan untuk menyusul Kiara,Alex tidak ada bertanya apapun kepada Kiara karena Kiara sangat tidak suka apabila ada orang yang mengorek tentang dirinya.
Seperti biasa Alex dan Kiara makan dengan heningnya,tidak ada pembicaraan apapun hanya bunyi sendok yang terdengar.
"Maaf,Kiara Om mau tanya kamu kenal sama Frans dimana?" tanya Alex.
Sejenak Kiara menghentikan makannya,hingga kemudian Kiara pun melanjutkan makannya tanpa menjawab pertanyaan dari Alex.
"Ya sudah,tidak apa-apa kalau kamu tidak mau menjawab tapi Om cuma mau bilang kamu harus berhati-hati dengan yang namanya Frans,dia adalah orang jahat Om tidak mau kalau kamu sampai kenapa-napa," ucap Alex.
Alex beranjak dari duduknya dan membawa bekas makannya kedapur untuk dicuci,tapi langkahnya terhenti saat Kiara berbicara.
"Om tahu dariman kalau Frans jahat?" tanya Kiara.
"Banyak klien Om yang meminta bantuan kepada Om untuk lepas dari cengkraman Frans tapi Om tidak bisa membantunya karena Frans mempunyai kaki tangan orang-orang penting di Negeri ini," jelas Alex.
"Om jangan khawatir,karena Kiara juga tahu kalau Frans bukan orang baik-baik," sahut Kiara datar dengan terus melahap makanan hasil masakan Alex.
Alex pun sedikit mengbangkan senyumannya dan kembali melangkah kedapur.
Keesokan harinya...
Setelah sarapan,Kiarapun siap-siap berangkat ke Kantor.Kiara sedang menunggu taxi online yang dipesannya.
"Pagi Kiara!" sapa Mamah Ayu.
"Pagi Tante," jawab Kiara dengan kakunya.
"Kamu mau berangkat kerja Nak?" tanya Mamah Ayu.
"Iya Tante."
"Tunggu sebentar,Tante punya sesuatu buat kamu," seru Mamah Ayu dengan sedikit berlari kedalam rumahnya.
Kiara tampak mengerutkan keningnya,entah apa yang akan Mamah Ayu berikan.
5 menit kemudian,Mamah Ayu pun keluar dengan membawakan tempat makan susun dan dengan antusiasnya memberikannya kepada Kiara.
"Kiara,tadi pagi Tante masak banyak sayang kalau ga dimakan tadi pagi Al juga bawa bekal kok sama kaya kamu," seru Mamah Ayu.
"Tapi----"
"Sudah jangan tapi-tapian,Tante ingin kamu mencoba masakan Tante,nah itu taxinya sudah datang sana cepetan berangkat nanti kamu kesiangan lagi," Mamah Ayu mengusap kepala Kiara yang membuat dada Kiara berdesir tak menentu.
Kiara pun tersenyum dan segera masuk kedalam taxi online itu.Selama dalam perjalanan Kiara tak henti-hentinya memperhatikan kotak bekal itu dan Kiara juga memegang kepalanya yang tadi diusap oleh Mamah Ayu.
Ada perasaan senang,bahagia,sedih,terharu semuanya jadi satu.Sentuhan yang selama ini Kiara rindukan dari seorang Mamahnya,kini dia bisa merasakannya dari Mamah orang lain.
Sesampainya di Kantor ada dua orang yang sedang memperhatikan Kiara,dua orang itu tidak lain adalah Al dan Boby yang menyamar menjadi tukang bubur dan tukang parkir dengan pakaian seadanya dan pemakaian kumis dan wig yang menambah penyamarannya.
Sementara Riki dan Arya menyamar menjadi tukang lontong dan air mineral di depan Kantor Frans,sama halnya dengan Al dan Boby mereka juga menyempurnakan penyamarannya menggunakan kumis,wig,dan pakaian seadanya.
Karena belum jam masuk,semua karyawan Kantor Kiara banyak yang membeli sarapan bubur milik Al.
Boby yang melihat sahabatnya itu kewalahan menghadapi pembeli,akhirnya memutuskan untuk menghampirinya dan membantu Al menyiapkan buburnya.
Al dan Boby tampak cekatan karena memang mereka sudah terbiasa melakukan penyamaran seperti itu.
Sisi tampak keluar dari Kantornya berniat untuk mencari sarapan dan dia melihat tukang bubur yang dikerubungi banyak karyawan akhirnya Sisi pun memutuskan untuk membeli bubur itu.
"Woi,minggir-minggir orang cantik mau beli," seru Sisi.
"Ngantri dong Bu," keluh salah satu karyawan.
"Woi aku lapar,mana sebentar lagi ada meeting lagi,Mas aku duluan pesan satu porsi paket komplit," teriak Sisi.
"Siap Nona cantik," sahut Boby.
"Bu Sisi,kita juga laper kali belum sarapan."
"Udah aku duluan,kalian mah enak ga bakalan ikut meeting sementara aku harus ikut meeting terus ikut pertemuan-pertemuan dengan klien," cerocos Sisi.
Akhirnya mereka pun mengalah dan membiarkan Sisi duluan,Sisi makan bubur ditempat dan satu persatu Karyawanpun mulai masuk karena memang sudah waktunya masuk.
"Lho Mbak ga masuk?" tanya Boby.
"Bapak ga lihat apa,bubur aku masih banyak biarin aja aku kan Asistennya Bos ga ada yang berani marahin aku kecuali Bos," sahut Sisi dengan asyiknya makan bubur.
Sementara didalam Kantor,Kiara sudah kelimpungan mencari Sisi kemana-mana.
"Tuh anak kemana sih?" gumam Kiara.
Kiarapun keluar ruangannnya dan memcoba bertanya kepada Resefsionis.
"Selamat pagi Bu!!" sapa Resefsionis.
"Apa kalian melihat Sisi?" tanya Kiara dingin.
"Itu Bu,Bu Sisi sedang makan bubur didepan sana."
"Terima kasih."
Kiara pun memutuskan untuk keluar dan mencari keberadaan Sisi.
"Nah lho,tuh Bosnya nongol," bisik Al.
"Kiara beda banget ya Al,tadi berangkat kerja pakai celana jeans,kemeja,sama topi tapi setelah sampai Kantor Kiara tampak cantik dan anggun memakai pakaian kantor seperti itu," bisik Boby.
"Iya,cantik banget."
Sementara Sisi masih saja belum menghabiskan buburnya,Kiara pun menoleh dan menemukan keberadaan Sisi.
Dengan kesalnya Kiara menghampiri Sisi yang posisinya membelakangi Kiara,Kiara berdiri tepat dibelakang Sisi dengan wajah yang siap menerkam mangsanya membuat Al dan Boby pun bergidik ngeri.
"Mbak,ini sudah lewat jam masuk kerja lho emangnya Mbak ga takut Bosnya nyamperin kesini?" tanya Al dengan logat bicaranya dibuat medok kaya orang Jawa.
"Bodo amat ah,yang penting saat ini perut aku kenyang lagipula mana mungkin Kiara nyusulin aku sampai kesini," sahut Sisi dengan santainya.
Kiara yang mendengar ocehan Sisi menahan emosinya,dia melipat kedua tangannya diatas perut.
"Memangnya Mbak ga takut sama Bosnya?" sambung Boby.
"Enggak tuh,malah sebaliknya Bos aku yang takut sama aku orang semua keperluannya diurusin sama aku kalau sampai aku keluar aku jamin Bos aku itu bakalan kelimpungan kaya cacing kepanasan," sahut Sisi.
Sementara itu Al dan Boby yang sudah melihat wajah Kiara merah padam menahan marah tampak menahan tawanya.
"Mampus kamu Sisi,Kiara sudah terlihat emosi kaya gitu," gumam Boby.
"Sisi ga tahu kalau Kiara sudah siap menerkam mangsanya dibelakang," bisik Al.
Sisi pun menyelesaikan suapan terakhirnya dan minum dengan santainya,hingga diapun bersendawa dengan kencangnya karena kekenyangan.
"Busyet nih cewek cantik-cantik jorok amat," bisik Boby.
Al hanya mampu menahan tawanya...
"Akhirnya kenyang juga."
"Sudah selesai makannya Sisi?" tanya Kiara dingin.
"Sudah dong,perut aku sudah keny-----"
Ucapan Sisi terpotong,dia sadar itu merupakan suara yang sangat familiar ditelinganya dengan perlahan Sisi menoleh kebelakang.
Terlihat Kiara menatap tajam kearah Sisi,Sisi yang merasa dalam bahaya hanya bisa nyengir.
"Sejak kapan Ibu ada disini?" tanya Sisi dengan cengengesan.
"Jam berapa ini?" tanya Kiara dingin.
"Maaf Bu,aku akan segera menyiapkan ruangan meeting,Pak ini uangnya kembaliannya buat Bapak aja," seru Sisi yang langsung ngacir karena takut terkena amukan Kiara.
Kiara hanya menggeleng-gelenhkan kepalanya dan ikut menyusul Sisi kedalam Kantornya.
"Apa-apaan ini,kembalian dari Hongkong yang ada uangnya kurang dia kan makan habis dua porsi paket komplit seharusnya dia bayar tiga puluh ribu ini malah dua puluh ribu,ah bisa-bisa rugi bandar kalau gini," keluh Al.
Seketika tawa Boby pecah melihat kelakuan Sisi.
"Dasar,tuh anak kocak sumpah," ucap Boby dengan terus tertawa.
"Ternyata Kiara nyeremin ya kalau diKantor," sahut Al.
Tiba-tiba tawa Boby terhenti saat melihat sebuah Mobil yang sama seperti Mobil yang tempo hari mengikuti Al.
"Al,lihat deh bukannya itu mobil yang tempo hari ngikutin kamu ya," tunjuk Boby.
"Wah benar tuh,ngapain mereka disini?" sahut Al.
Dua orang dengan pakaian jas serba hitam itu keluar dari mobilnya dan menghampiri Al dan Boby.
"Mereka nyamperin kita Al."
"Kita bersikap biasa aja,jangan mencurigakan."
"Mang,buburnya dua porsi," ucap salah satu orang itu.
"Baik Tuan."
Dua orang berbaju hitam duduk dikursi yang disediakan,sementara Boby supaya tidak menimbulkan kecurigaan dia kembali menjadi tukang parkir lagi.
"Apa tidak apa-apa kita makan dulu,kalau Bos Frans sampai tahu bagaimana?" tanya salah satu pria itu.
"Woi,kita itu manusia butuh sarapan dulu emangnya mengintai orang itu ga butuh tenaga apa," sahut yang satunya lagi.
Al hanya bisa mendengarkan obrolan kedua laki-laki itu.
"Gue ga nyangka lho kalau Bos Frans jatuh cinta sama seorang wanita,gue pikir dia ga suka sama wanita," serunya lagi.
"Sssttt kalau ngomong jangan sembarangan,kalau Bos sampai tahu lo bisa dibunuh."
Akhirnya kedua pria tersebut melahap bubur yang dibuatkan oleh Al.
Tidak lama kemudian,terlihat Kiara dan Sisi keluar dari Kantornya dan memasuki mobil Perusahaan untuk bertemu dengan klien.
"Ayo cepetan Nona Kiara mau berangkat," seru salah satu pria itu.
"Mang ini uangnya,kembaliannya ambil saja."
Kedua pria itu dengan cepat berlari memasuki mobilnya dan langsung mengikuti mobil yang membawa Kiara dan Sisi.
Sedangkan Boby langsung menghampiri Al..
"Ada apa Al?" tanya Boby.
"Ternyata mereka ditugaskan oleh Frans untuk mengikuti kemana pun Kiara pergi,tapi yang membuat aku aneh kenapa Om Alex harus diikuti juga," sahut Al.
"Nah,aku pikir kalau si Frans itu sangat terobsesi sama Kiara makannya menyuruh anak buahnya untuk mengikuti dia,termasuk orang-orang yang berhubungan dengan Kiara kan tempo hari juga kamu sempet diikuti mereka alasannya karena kamu yang menjadi pelatih Boxingnya Kiara," jelas Boby.
"Benar juga omongan kamu."
"Apa kita ga perlu ikutin mereka?takutnya mereka nyakitin Kiara."
"Enggak,karena menurutku mereka tidak akan pernah berani menyakiti Kiara,baiklah sekarang kita pulang," jawab Al.
Al dan Boby pun memutuskan untuk pulang dan mengakhiri penyamarannya.Sementara di Perusahaan Frans,Riki dan Arya tidak menemukan hal yang mencurigakan dan mereka pun memutuskan untuk pulang.
Al pun sampai di rumahnya...
"Al,sudah pulang?" tanya Papah Hendra.
"Sudah Pah,Al mandi dulu ya gerah nih lengket."
***
Hari ini Kiara begitu lelah karena pekerjaan yang semakin banyak,Kiara duduk dikursi kebesarannya dia memejamkan matanya dan memijat keningnya.
Disaat Kiara membuka mata,Kiara melihat rantang susun yang diberikan oleh Mamahnya Al.
Perlahan Kiara membuka rantang susun itu,mata Kiara tampak berbinar pasalnya didalam rantang itu isinya ada sambal goreng hati makanan kesukaannya.
Kiara mencicipi makanannya dan ternyata rasanya sangat enak,Kiara melahap makanannya disela-sela makan tiba-tiba air mata Kiara menetes,Kiara teringat dengan Mamahnya.
Kiara begitu lahap memakan makanan itu walaupun harus diselangi dengan tangisannya,tapi Kiara menghabiskannya sampai tidak bersisa.
Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 17.00 Kiara membereskan meja kerjanya dan bersiap untuk pulang.
Sesampainya dirumah,Kiara langsung mandi dan makan malam bersama Alex.Kiara mencuci bekas makannya dan tidak lupa Kiara juga mencuci rantang susun milik Mamah Ayu.
Kiara melangkahkan kakinya menuju rumah Al.
"Kamu mau kemana Ra?" tanya Alex.
"Mau kerumah depan mengembalikan ini," jawab Kiara datar dengan memperlihatkan rantang susun yang sudah bersih itu.
Kiarapun meninggalkan Alex dan melangkah menuju rumah Al.Sesampainya didepan rumah Al,Kiara tampak ragu-ragu untuk menekan bel,dia menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan.
Ting..tong..ting..tong
Mamah Ayu,Papah Hendra,serta Al yang sedang asyik menonton tv tiba-tiba saling pandang satu sama lain.
"Siapa yang datang bertamu?" tanya Papah Hendra.
"Palingan teman-temannya Al," sahut Mamah Ayu.
"Ya sudah biar Al yang buka pintunya."
Al pun melangkah pergi untuk membuka pintu pada saat Al membuka pintunya,mata Al terbelalak melihat siapa yang datang.
"Kiara..."
"A--aku mau ngembaliin ini sama Mamah kamu," ucap Kiara dengan menunjukan rantang susun yang dibawanya.
Sesaat Kiara dan Al saling pandang satu sama lain,tidak ada yang ingin melepaskan pandangannya membuat jantung mereka berdua berdetak kencang tak karuan.
🔪
🔪
🔪
🔪
🔪
Hallo semuanya,ayo dong mana dukungannya jangan lupa tinggalkan jejak like,komen,dan vote sebanyak-banyaknya🙏🙏😘😘
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU💕💕💕