NovelToon NovelToon
Perjalanan Menuju Pendekar Dewa

Perjalanan Menuju Pendekar Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:125.3k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seorang pria yang kembali ke masa lalunya.

Petualangannya terus dimulai. Ia kini harus menghadapi pendekar kuat yang datang dari alam lain. Seorang pendekar yang bahkan tidak ia temui di kehidupan pertamanya.

Jalan takdir telah berbeda akibat dirinya yang telah banyak membuat perubahan sejarah.

Apakah kali ini ia akan mampu bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penerimaan Murid Baru Sekte Dua Pedang Petir

Pagi itu, suasana Sekte Dua Pedang Petir tampak jauh lebih ramai daripada biasanya. Sejak matahari mulai terbit, para murid sekte sudah sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk penerimaan murid baru. Beberapa orang bertugas membersihkan lapangan, sementara yang lain mengatur meja pendaftaran dan menyiapkan berbagai perlengkapan yang akan digunakan dalam ujian.

Para tetua juga tidak tinggal diam. Mereka masing-masing menjalankan tugas yang telah dibagikan sebelumnya agar proses penerimaan ribuan calon murid dapat berlangsung dengan tertib.

Di luar gerbang utama sekte, Tetua Keenam Yi Min berdiri sambil mengawasi para murid senior yang bertugas melakukan pemeriksaan awal terhadap calon murid baru.

"Periksa identitas mereka dengan teliti. Jangan sampai ada yang terlewat!" ujar Yi Min kepada beberapa murid yang berjaga di dekat meja pendaftaran.

"Baik, Tetua!"

Para murid senior segera menjawab sebelum kembali melanjutkan pekerjaan mereka.

Tahun ini, Sekte Dua Pedang Petir membuka penerimaan murid baru bagi anak-anak berusia enam hingga sepuluh tahun. Mereka yang berada dalam rentang usia tersebut berhak mengikuti ujian untuk memperebutkan kesempatan menjadi bagian dari sekte.

Adapun anak-anak yang berusia di atas sepuluh tahun masih memiliki kesempatan untuk bergabung. Hanya saja, mereka tidak dapat mengikuti jalur penerimaan murid baru yang dibuka kali ini dan harus menempuh cara lain sesuai ketentuan sekte.

Keputusan tersebut membuat banyak keluarga datang dari berbagai wilayah. Sebagian membawa anak berusia enam tahun yang baru mulai memahami dunia persilatan, sementara sebagian lainnya mengantarkan anak-anak yang sudah berlatih bela diri sejak kecil.

Di luar gerbang, banyak orang tua berdiri sambil menggenggam tangan anak mereka. Mereka berharap anak-anaknya dapat diterima dan memperoleh kesempatan untuk mengubah nasib melalui kultivasi.

Sayangnya, para orang tua itu tidak diizinkan memasuki lingkungan sekte. Setelah menyelesaikan pemeriksaan awal, para calon murid harus masuk sendiri, sedangkan keluarga mereka hanya bisa menunggu di luar gerbang.

"Anakku, ingat baik-baik apa yang Ayah katakan. Ikuti semua perintah para tetua dan jangan bertindak sembarangan," ujar seorang pria paruh baya kepada putranya.

Anak laki-laki di hadapannya mengangguk dengan wajah serius.

"Ayah tenang saja. Aku pasti akan berusaha sebaik mungkin!"

Mendengar jawaban itu, pria tersebut tersenyum dan menepuk bahu putranya.

"Bagus. Ayah akan menunggumu di sini."

Pemandangan serupa terlihat di berbagai sudut gerbang. Ada orang tua yang terus memberikan nasihat, ada pula yang hanya menggenggam tangan anaknya erat-erat sebelum akhirnya melepaskannya.

Bagi mereka, kesempatan untuk memasuki Sekte Dua Pedang Petir bukanlah sesuatu yang mudah diperoleh. Sekte tersebut telah berkembang menjadi salah satu kekuatan besar di Kekaisaran Qin. Jika anak-anak mereka berhasil diterima, masa depan mereka mungkin akan jauh lebih baik daripada kehidupan yang selama ini dijalani keluarga mereka.

Antrean calon murid pun terlihat memanjang hingga ke jalan di luar gerbang. Meski jumlah pendaftar mencapai ribuan orang, proses pemeriksaan berlangsung cukup lancar. Para murid senior telah dibagi ke beberapa kelompok dengan tugas masing-masing. Ada yang memeriksa identitas dan usia, ada yang mencatat nama, sementara kelompok lainnya bertugas mengarahkan para calon murid yang telah menyelesaikan pemeriksaan. Semua itu merupakan hasil pengaturan Tetua Tamu Kehormatan Wu Xing.

Sejak beberapa hari sebelumnya, Wu Xing telah menyusun pembagian tugas secara terperinci. Berkat koordinasi tersebut, para murid senior sekte tidak perlu kebingungan menghadapi banyaknya pendaftar.

Yi Min memperhatikan antrean yang terus bergerak, lalu mengangguk puas.

"Sepertinya persiapannya berjalan dengan baik."

Ia kemudian menoleh kepada seorang murid senior yang baru saja menyelesaikan pemeriksaan.

"Berapa banyak yang sudah terdaftar?"

"Melapor kepada Tetua, jumlahnya terus bertambah. Jika tidak ada kendala, seluruh calon murid akan selesai diperiksa sebelum waktu ujian dimulai."

"Bagus. Pastikan mereka semua diarahkan ke lapangan setelah pemeriksaan selesai."

"Baik!"

Yi Min kembali mengalihkan pandangannya ke arah gerbang. Sebagai salah satu tetua yang bertanggung jawab atas penerimaan murid kali ini, ia tidak ingin terjadi kekacauan hanya karena kelalaian kecil.

Tidak lama kemudian, kelompok demi kelompok calon murid mulai memasuki lingkungan sekte. Mereka berjalan mengikuti arahan para murid senior hingga akhirnya tiba di sebuah lapangan luas yang terletak tidak jauh dari aula utama.

Lapangan tersebut mampu menampung ribuan orang sekaligus. Di sekelilingnya berdiri beberapa bangunan sekte, sementara bendera Sekte Dua Pedang Petir berkibar tertiup angin pagi.

Di bagian depan lapangan, sebuah panggung telah disiapkan. Di atas panggung itu terdapat beberapa kursi yang ditempati oleh para petinggi sekte.

Patriak Wang Zhou duduk di kursi utama. Di sebelahnya terdapat Tetua Agung Wang Tian, Tetua Kedua Qiu Ling, Tetua Kelima Han Bikwang, Tetua Keenam Yi Min, serta Tetua Tamu Kehormatan Wu Xing. Mereka semua memandang ke arah ribuan anak muda yang berkumpul di bawah panggung.

Wang Zhou tampak cukup puas melihat pemandangan tersebut. Jumlah pendaftar tahun ini bahkan melampaui perkiraannya. Sekte Dua Pedang Petir yang dahulu tidak banyak dikenal kini telah menjadi tujuan banyak keluarga yang ingin anak-anak mereka menempuh jalan kultivasi.

"Jumlah mereka benar-benar tidak sedikit," ujar Qiu Ling sambil mengamati kerumunan.

Wang Tian tersenyum tipis.

"Itu wajar. Reputasi sekte kita sekarang berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu."

Han Bikwang mengangguk setuju.

"Semakin kuat sekte kita, semakin banyak pula orang yang ingin bergabung. Ini pertanda baik."

Wu Xing hanya tersenyum tanpa menanggapi. Ia sudah memperkirakan bahwa penerimaan kali ini akan menarik banyak perhatian.

Sementara itu, para calon murid mulai memperhatikan orang-orang yang duduk di atas panggung. Beberapa dari mereka tampak gugup ketika menyadari bahwa orang-orang yang berada di sana merupakan tokoh penting Sekte Dua Pedang Petir. Ada pula yang berbisik kepada teman di sebelahnya, membicarakan kekuatan dan kedudukan para tetua tersebut.

Namun, tidak sedikit yang terlihat kecewa.

"Di mana Dewa Kematian?"

"Benar. Bukankah katanya Tetua Keempat Sekte Dua Pedang Petir sangat kuat?"

"Aku datang dari Kota Qingshuan justru karena ingin melihatnya!"

Bisikan-bisikan itu segera menyebar di antara para calon murid.

Nama Boqin Changing telah dikenal luas. Banyak orang datang dengan harapan dapat melihat sosok yang disebut-sebut sebagai salah satu pendekar terkuat di dunia persilatan. Sayangnya, dari seluruh orang yang duduk di atas panggung, tidak ada seorang pun yang terlihat seperti sosok yang mereka cari.

"Apakah Dewa Kematian tidak akan hadir dalam penerimaan murid kali ini?"

"Entahlah. Mungkin ia sedang menjalani pelatihan tertutup."

“Bisa jadi ia ada kesibukan yang lain.

Beberapa calon murid saling bertukar pendapat. Meski begitu, mereka tidak berani berbicara terlalu keras karena khawatir mengganggu ataupun menyinggung para petinggi sekte.

Wang Zhou mendengar sebagian percakapan tersebut. Ia hanya tersenyum kecil sebelum berdiri dari kursinya.

Seketika, kerumunan yang semula dipenuhi bisikan mulai mereda.

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Perlu bantuan segera🔥🌽
Sarip Hidayat
waah jadi ingat kembali😍
will
mungkin dianya msh lapar mo pesenn lg tp malu....🤭
Jeffie Firmansyah
ada apa gerangan yang telah menimpa Luan Feng....? ceritalah pendekar dunia dihadapan Mu pasti membantu nya tuk membalas dendam Luan Feng 🤣🤣🤣💪💪💪💪👍👍👍👍
Jeffie Firmansyah: tunggu lanjutannya dengan sabar ya 😅😍🤭
total 1 replies
meiii
sama guru Tian udah begitu hormat, apa lagi nanti tau kalau di sebelahnya ada Raja Dunia... wkwkwwk😄😄😄❤️❤️❤️❤️
y@y@
⭐👍🏾👍🏿👍🏾⭐
ibarumbung
💛💛💛💛💛
Mahayabank: lanjuuut keenn
total 1 replies
Mahayabank
Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍💪💪
Mahayabank
Yaudah lanjuuuut lagi 🔁🔁👀👀
Akhmad Baihaki
👍👍👍👍👍
Ipung Umam
lanjutkan
Sarip Hidayat
waaah knapa ini
mbono keling
💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪💪💪💪👍💪
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Andi Heryadi
dengan sumber daya yg berlimpah dr boqin chanqing,mestinya wan tian sdh diranah pendekar suci puncak thor😄
Rinaldi Sigar
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!