NovelToon NovelToon
SEESAW

SEESAW

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Terjebak dalam pernikahan tanpa cinta bersama Arthur Bond, Rexana Nycekerh hidup bagai pajangan mahal di dalam sangkar emas. Demi menyelamatkan perusahan ayahnya yang terancam runtuh, Rex terpaksa menelan bulat-bulat dinginnya penghinaan dan tuduhan atas rahasia masa lalu yang enggan ia bocorkan. Namun, ketika kembali ke New York, takdir memainkan lelucon paling kejam.

Lexana, kakaknya sendiri, secara terang-terangan memamerkan kekasih barunya—Diedrick Glodereus Ashford.
Pria itu adalah pemilik masa lalu Rex, cinta pertamanya yang kini hadir kembali membawa dendam dan kepahitan.

Di tengah kepungan tuntutan keluarga yang tak berhati dan intrik kekuasaan, Rex harus berdiri sendirian di antara dua pria yang membencinya.

Akankah rahasia di balik perpisahan masa lalu mereka terkuak, atau justru Rex akan benar-benar hancur dalam permainan pembalasan dendam ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#13

Pagi-pagi buta, pendar matahari New York yang samar menerobos masuk lewat celah tirai sutra emas di ruang makan Mansion Mewah Nycekerh.

Aroma kopi hitam pekat dan wangi panggangan roti membumbung tinggi, namun tak ada yang lebih bising daripada tawa bahagia yang menggema di antara tiga orang di meja makan bertatap marmer tersebut.

"Pelan-pelan bicaranya, Sayang. Rahangmu masih rapuh," puji sang Mommy sembari mengusap jemari putrinya dengan binar mata penuh kebanggaan.

Di kursi utama, Lexana duduk dengan penyangga leher dan gips khusus di area rahangnya.

Wajahnya yang bengkak memar tak mampu menyembunyikan binar kepuasan yang luar biasa.

Dengan suara yang sedikit terseret akibat sanggaan di wajahnya, Lexana baru saja mengaku—atau lebih tepatnya mengarang cerita bohong—bahwa semalam dia telah berhasil tidur dan bermalam bersama Diedrick Glodereus Ashford.

Dia memutarbalikkan fakta kekerasan botol kaca Diedrick di bar menjadi narasi "keberingasan di atas ranjang" yang dilakukan oleh sang pewaris Ashford hingga membuat leher dan rahangnya terkilir dan harus dilarikan ke rumah sakit.

"A-aku... uh, tidak apa-apa, Mom," serak Lexana terbata-bata, tersenyum miring di balik gipsnya. "Diedrick... dia sangat liar semalam. Dia tidak bisa menahan dirinya padaku... sampai-sampai rahangku tergeser."

Sang Dad yang duduk di atas kursi roda memukul meja makan pelan dengan tawa terkekeh gembira, selang oksigen di hidungnya naik-turun.

"Luar biasa! Pria Ashford itu benar-benar sudah bertekuk lutut di bawah kakimu! Tidak rugi kita memanjakanmu selama ini, Lexana. Kau adalah mahkota keluarga Nycekerh!"

Tawa bahagia bertaut riuh.

Mereka bertiga meminum kopi dan merayakan masa depan kekayaan yang membayang di depan mata, tanpa sedikit pun memedulikan nasib Rexana yang semalam mereka tumbalkan ke mansion Bond.

Di balik pilar ukir ruang tengah, sebuah langkah kaki terhenti.

Rexana berdiri terpaku dalam balutan kemeja oversized dan celana bahan yang longgar—pakaian milik Diedrick yang dia kenakan untuk melarikan diri.

Wajah porselennya pucat, lingkaran hitam membayang samar di bawah matanya.

Niat awalnya melangkah menginjakkan kaki di mansion ini pagi-pagi buta adalah untuk terakhir kalinya.

Setelah berhasil mentransfer uang dari rekening Diedrick ke rekening pribadinya, Rexana berencana menyerahkan amplop berisi uang tunai dalam jumlah besar sebagai biaya pengobatan sang ayah secara mandiri.

Dia tahu betul bahwa setelah peristiwa foto ranjang dan bentrokan semalam, Arthur Bond tidak akan pernah lagi mengirimkan uang sepeser pun untuk menopang hidup keluarga ini.

Rexana ingin menyelesaikan 'hutang bakti' sebagai anak sebelum dia benar-benar melangkah pergi menghilang dari New York.

Namun, langkah kakinya terkunci rapat ketika dialog di meja makan itu bergeser ke arah topik yang membekukan darahnya.

"Lalu bagaimana dengan si tidak berguna Rexana?" tanya sang Mommy dengan nada suara yang mendadak berubah dingin.

"Arthur pasti sudah membuangnya setelah pesta semalam. Anak itu benar-benar tidak membawa keberuntungan."

Sang Ayah menyedot oksigennya, membuang napas kasar sembari terkekeh sinis.

"Biarkan saja. Tugasnya sudah selesai. Empat tahun dia menahan Arthur Bond agar tidak menghancurkan perusahaan kita sudah cukup untuk membayar biaya hidupnya."

"Terkadang aku jijik melihat wajahnya," sahut Lexana dengan rahang tersangga, mendengus pelan.

"Setiap kali melihatnya, aku teringat wanita jalanan yang melahirkannya."

DUAR!

Dunia di sekitar Rexana seolah runtuh, hancur berkeping-keping menjadi abu dalam satu detik yang memekakkan telinga.

Pijakan kakinya terasa melayang, oksigen di paru-parunya ditarik keluar secara paksa.

Wanita jalanan...?

Sang Mommy tertawa mengiyakan ucapan Lexana.

"Ssst, jangan keras-keras, Lex. Nanti para pelayan mendengar. Tapi kau benar... kalau bukan karena kita butuh tameng dan pembersih rumah gratis tanpa perlu membayar mahal gaji pelayan, anak piatu itu sudah kubuang ke panti asuhan sejak bayi."

"Benar sekali," timpal sang Dad tanpa penyesalan sedikit pun di raut wajah tuanya.

"Anak tidak jelas asal-usulnya seperti dia, harusnya bersyukur bisa makan nasi keluarga Nycekerh dan merasakan memakai gaun mahal sebelum kita lelang ke Arthur."

Setiap suku kata yang meluncur dari meja makan itu bagaikan sabetan cambuk beracun yang mengoyak dada Rexana hingga hancur tak berbekas.

Jadi dirinya Bukanlah Anak kandung?

Seluruh penderitaan, usaha kerasnya sejak kecil untuk mendapat sepatah kata pujian, pengorbanannya memotong selera, memendam rasa sakit disiksa kata-kata kasar Arthur selama empat tahun di Swiss, dan kerelaannya dihina sebagai wanita murahan demi keselamatan keluarga ini... ternyata semuanya dibangun di atas kebohongan paling busuk!

Dia bukan anak mereka.

Dia hanya seonggok sampah yang dipungut untuk dijadikan budak dan barang jaminan transaksi!

Rexana mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga buku-buku jarinya memutih dan kuku-kukunya menancap dalam ke telapak tangan, mengalirkan darah segar yang tak seberapa dibanding perih di dadanya.

Air mata yang hangat mengalir deras membasahi pipi porselennya, namun tatapan matanya yang tadi redup mendadak menyala oleh api kemurkaan murni.

Klek. Klek.

Suara ketukan sepatu kets milik Rexana yang melangkah keluar dari balik pilar menghentikan tawa di meja makan.

Tiga orang di meja makan itu tersentak kaget. Suasana ruang makan mendadak hening membeku.

"Rex...?" gumam sang Mommy, matanya membelalak kaget melihat keberadaan putri bungsu angkatnya yang berdiri anggun dengan pakaian pria dan wajah penuh air mata.

Rexana melangkah mendekat ke meja makan. Tidak ada lagi rasa takut, tidak ada lagi tatapan menunduk, dan tidak ada lagi kepatuhan buta dari seorang anak.

Yang berdiri di sana hanyalah seorang wanita yang seluruh harga dirinya telah dihancurkan hingga tak tersisa.

Brak!

Rexana melempar amplop tebal berisi uang tunai ke atas meja makan, tepat di depan piring kopi sang Dad.

Uang kertas ratusan dolar berserakan di atas marmer.

"Uang apa ini?!" gertak sang ayah dengan mata melotot murka, berusaha menutupi rasa terkejutnya karena pembicaraan rahasia mereka telah terdengar.

"Dari mana kau dapatkan uang ini, Rex?! Apa kau baru saja mencuri dari Arthur?!"

"Uang itu untuk biaya pengobatanmu," jawab Rexana, suaranya terdengar sangat dingin, parau, dan menusuk.

"Karena setelah detik ini, Arthur Bond tidak akan pernah lagi mengirimkan satu sen pun untukmu!"

"Jaga mulutmu, anak tidak tahu diri!" bentak sang Mommy berdiri dari kursinya.

"Harusnya kau berterima kasih! Daddy-mu membesarkanmu tidak gratis!"

Sebuah derai tawa dingin dan menyayat hati lolos dari bibir Rexana. Dia menatap wanita yang selama imi dipanggilnya Mommy itu dengan pandangan paling hina.

"Berterima kasih?" desis Rexana tajam, melangkah satu pijakan lebih dekat hingga sang Mommy mundur terpaku.

"Kau bilang membesarkan ku tidak gratis?! Kau membesarkan ku, dan aku membayarnya setiap hari! Aku melakukan seluruh tugas rumah, membersihkan ruangan ini, memasak, mengorbankan masa mudaku, dan melakukan semua hal yang kupikirkan demi sebuah kata bakti kepada orang tua!"

Rexana menunjuk wajah Lexana yang menganga kaku di balik gipsnya.

"Aku menahan cacian dan makian Arthur selama empat tahun di Swiss! Aku dijual bagaikan hewan ternak hanya agar perusahaan kalian itu bisa berdiri! Aku sudah membayar setiap piring nasi yang kumakan di rumah ini dengan darah dan air mataku!" jerit Rexana histeris, membuat sang Ayah terbatuk-batuk menahan napasnya.

"Rexana! Berani-beraninya kau—"

"Tutup mulutmu, Tuan Nycekerh!" potong Rexana dengan bentakan menggelegar yang menghancurkan wibawa pria tua di kursi roda itu.

Rexana menyapu air mata di pipinya secara kasar, menyunggingkan senyum paling dingin dan paling merdeka yang pernah dia miliki.

"Kalian pikir kalian bisa terus menginjak-injak harga diriku karena aku tidak punya asal-usul?" desis Rexana, matanya menyapu ketiga orang itu satu per satu dengan kebencian murni.

"Dengar baik-baik, wahai keluarga Nycekerh yang terhormat... Mulai detik ini, tidak ada lagi ikatan di antara kita. Kalian bukan keluargaku, dan aku bukan lagi tameng murahan kalian!"

Rexana melangkah mundur dua langkah, membalikkan badannya membelakangi meja makan yang mencekam.

Sebelum melangkah keluar dari pintu utama mansion, Rexana menoleh sekilas, menyemburkan sumpah serapah terakhirnya.

"Ku doakan agar hubungan palsu mu dengan Ashford menghancurkan seluruh sisa hidupmu, Lexana. Dan untuk kalian berdua... membusuklah di neraka!"

Tanpa membuang waktu satu detik pun, Rexana berjalan tegap melangkah keluar dari Mansion Mewah Nycekerh.

Pintu besar itu tertutup dengan hantaman keras.

Di bawah sinar matahari pagi New York yang mulai menyengat, Rexana membuang napas panjang.

Dia telah kehilangan keluarga palsunya, dia telah memutus rantai dengan Arthur, dan dia telah meninggalkan Diedrick.

Namun di balik seluruh puing kehancuran itu, untuk pertama kalinya dalam empat tahun... Rexana akhirnya bernapas sebagai manusia yang benar-benar bebas.

1
Yusry Ajay
tp cerita nya bagus semangat berkarya Thor 💪🤗🤗
Yusry Ajay
Thor nama anaknya balerina koq susah 2 ya Thor 😁😁😁
Asriani Rini: Kukits kemarin anaknya balerina kebsr ya kenspa sekarsng bedah umur satu 19 th satunya 14 th
total 2 replies
winpar
ceritanya seru bgt.
Rosdianah 🌷: ma'aciww komentarnya kak 😍🫶
total 1 replies
winpar
waw cerita anknya balerina jg seru nih 🥰
Rosdianah 🌷: ma'aciww komentarnya kak 🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
cerita ezquil dlu aja Thor 🤗🤗
Rosdianah 🌷: mohon maaf nggak bisa upload hari ini, karena author benar² sedang sibuk di dunia nyata.
total 1 replies
Yusry Ajay
waduh uda dewasa aja ya anaknya Thor 😁😁
Mei TResna Rahmatika
udah hampir se umuran brarti mereka sama anaknya james hazel🤣kaya nya ceritanya ezquil dulu deh kak seru soalny sama bar"nya kaya jett cm kalo jett kan dalem rumah goodboy bener kalo di luar bringas🤣
Rosdianah 🌷: bisa aja kak Reader 🤭🤣
total 1 replies
Isma Nayla
berasa sekejap bacanya Thor
boleh up lagi gak Thor 🤭
Rosdianah 🌷: arggg Esokkk ya kak🤭🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
lanjut up Thor 🤗💪
Mei TResna Rahmatika
otw baby moon ke helsinki thor🤭
Rosdianah 🌷: nah kejutan 🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
selamat diedrick and rexana baby twins kirain triplets kaya 3D thor🤣
dan diedrick pria ashford paling bar" gak bisa tahan🤣
Mei TResna Rahmatika: ehh galfok kirain twins kak🤣
total 2 replies
Mei TResna Rahmatika
rexana sensitif apa hamil thor🤭
Mei TResna Rahmatika: wkwkwk biar anaknya penny punya saudara thor🤣 abis itu anaknya dom sama Ester otw🤣
total 2 replies
Mei TResna Rahmatika
lanjut kak🤭
Yusry Ajay
moga aja ga ada pelakor thor😁😁
Rosdianah 🌷: nggak janji🤭🤣
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat up Thor,..💪🤗
Rosdianah 🌷: huhu author benar² minta maaf karena belum bisa double bab 🫶🙏🏻
total 1 replies
Yusry Ajay
duhhh...so sweet bgt Thor 🤗🤗🤗
Mei TResna Rahmatika
ada Dominic yg masih jomblo Sophia 🤣kalo Draxler udah punya si ember🤣
Rosdianah 🌷: wkwkwk🤭 Demi kak readers 😍🫶
total 5 replies
Yusry Ajay
hu ... akhirnya bahagia 🤗🤗🤗
Mei TResna Rahmatika
apapun nanti badainya yg pntg diedrick sama rexana udah nikah🤣
Rosdianah 🌷: nah benar 🤭🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
semoga jangan ada huru hara lagii ya thor🤭
Rosdianah 🌷: wkwkwk kak reader emang de best 🤭
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!