NovelToon NovelToon
BERMAIN API DENGAN OM

BERMAIN API DENGAN OM

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Dokter
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: MissSHalalalal

Arabella (18th), gadis SMA yang haus kasih sayang akibat diabaikan keluarga, dia mencari kasih sayang itu dari luar. tanpa dia berpikir panjang bahwa dia di manfaatkan oleh dunia luar yang ia percaya sebagai rumah.

Merasa putra pertamanya, Nathan tak dekat dan mengabaikan bella. orang tua Nathan mengirim sang adik untuk membatu mengurus Bella.

Karena sikap liar Bella dengan kekasihnya itu membuat christian menyimpan rasa pada Bella. hingga perasaan itu berubah menjadi obsesi terlarang.
.
.
Happy reading ✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissSHalalalal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10.

Beberapa hari kemudian, keheningan di dalam mansion Allegra terasa semakin menekan bagi Bella. Sejak hari di mana ia menyerahkan seluruh tabungan daruratnya—sepuluh juta rupiah—kepada Vero, batang hidung kekasihnya itu seolah ditelan bumi.

​Hari berganti hari, pesan singkat yang dikirimkan Bella hanya bercentang dua abu-abu. Tak dibalas, tak pula dibaca. Ponselnya mendadak berubah menjadi benda mati yang menyiksa setiap kali ia mencoba menghubungi nomor Vero, menyadarkannya bahwa ia telah dibuang begitu saja.

​Pagi itu, Bella duduk termenung di meja makan. Piring berisi roti panggang di depannya dibiarkan utuh tanpa tersentuh. Wajahnya tampak pucat, matanya menyisakan lingkaran hitam tipis akibat kurang tidur dan isak tangis yang terus menggerogoti dadanya setiap malam.

​"Non Bella, roti nya tidak dihabiskan?" suara lembut Bibi Hani membuyarkan lamunan gadis itu. Bibi Hani meletakkan secangkir teh hangat di dekat piring Bella dengan penuh iba.

​Bella menggeleng lemah. "Nggak nafsu makan, Bi."

​"Dari kemarin Non Bella terlihat murung terus. Apa ada masalah di sekolah, atau... karena aturan ketat Tuan Christian?" pancing Bibi Hani pelan.

​Sebelum Bella sempat menjawab, suara langkah kaki tegap yang berat mendadak terdengar menuruni anak tangga. Bulu kuduk Bella seketika meremang. Ia tahu persis siapa pemilik langkah kaki berwibawa itu.

​Christian Gerald muncul di area ruang makan dengan balutan kemeja putih formal. Lengannya digulung rapi hingga ke siku, memperlihatkan pergelangan tangan kokoh yang melingkari jam tangan mahalnya.

Penampilannya sangat matang, rapi, dan memancarkan aura dominasi yang langsung mengisi seluruh ruangan. Pria itu melirik sekilas ke arah Bella, lalu duduk di kursi utama tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

​Bibi Hani dengan cekatan segera menuangkan kopi hitam hangat untuk sang tuan muda. "Pagi, Tuan."

​"Terima kasih, Bi," jawab Christian singkat dengan suara baritonnya yang berat. Ia mulai mengambil selembar roti, lalu melirik kembali ke arah keponakannya yang sedari tadi menunduk lesu.

​Christian memperhatikan perubahan drastis pada diri Bella selama beberapa hari terakhir. Tidak ada lagi raut wajah membangkang atau gerutuan protes seperti hari-hari sebelumnya. Yang tersisa hanyalah sosok gadis berantakan yang tampak begitu rapuh oleh pengkhianatan kecil.

​"Sarapan, Arabella," ucap Christian dingin, memecah keheningan meja makan. "Jangan biarkan piringmu kosong jika kamu tidak ingin jatuh sakit di rumah ini."

​Bella mendongak perlahan, menatap pamannya dengan mata berkaca-kaca yang menyiratkan kepedihan mendalam. "Aku nggak lapar, Om..." cicitnya pelan, suaranya parau.

​Christian menghentikan gerakan tangannya yang sedang mengoleskan mentega pada roti. Ia meletakkan pisaunya perlahan, lalu menatap lurus ke dalam iris mata Bella dengan sorot tajam yang seolah mampu menembus isi kepala gadis itu.

​"Kamu pikir saya peduli kamu lapar atau tidak?" cerca Christian datar, meski ada getar penekanan yang tegas di balik kalimatnya. "Tapi saya paling benci melihat ada orang di rumah ini yang membuang-buang waktu dengan bersikap menyedihkan hanya karena seorang pria tidak berguna."

​Mata Bella membelalak kaget. Jantungnya seolah berhenti berdetak sesaat. "O-Om ngomong apa? Siapa yang dimaksud...?"

​"Jangan pura-pura bodoh, Arabella," potong Christian dingin. Pria itu menyandarkan punggungnya di kursi, melipat kedua tangan di dada bidangnya. "Pria bernama Vero itu sudah menghilang sejak hari di mana kamu memberikan uang tunai sepuluh juta rupiah dari tabunganmu, bukan?"

​Deg!

​Darah Bella mendidih seketika, disusul rasa dingin yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Napasnya tercekat di tenggorokan. Bagaimana mungkin pamannya tahu soal uang sepuluh juta itu? Padahal ia memberikan uang tersebut secara diam-diam di ruang keluarga.

​"Om... Om nguping pembicaraan kami?!" teriak Bella tak terima, air matanya langsung tumpah membasahi pipinya karena merasa privasinya diinjak-injak. "Om jahat banget! Om ngawasin gerak-gerik aku terus!"

​Christian sama sekali tidak terpancing emosi. Pria itu tetap tenang, menatap keponakannya dengan tatapan meremehkan yang menusuk ulu hati.

​"Saya tidak perlu menguping untuk melihat kebodohan yang dilakukan seorang gadis remaja yang dibutakan oleh bujuk rayu bajingan," jawab Christian tajam tanpa ampun. Ia maju sedikit, mencondongkan tubuhnya ke depan meja. "Dia memanfaatkan kepolosanmu, mengambil uangmu, lalu pergi meninggalkanmu begitu saja tanpa jejak. Dan kamu masih menangisi pria pengecut seperti itu?"

​"Vero bukan bajingan!" tangis Bella histeris, emosinya meledak tak tertahankan. Ia berdiri dari kursinya, menatap Christian dengan kebencian dan rasa sakit yang meluap-luap. "Om nggak tahu apa-apa tentang hubungan kami! Om cuma bisa menghakimi aku! Kalian semua sama aja! Papa Mama nggak peduli sama aku, dan Om di sini cuma pengen nyiksa aku!"

​Bibi Hani yang berdiri di sudut dapur membelalak ngeri, tidak berani bernapas mendengar bentakan lancang sang keponakan kepada Tuan mudanya.

​Namun, reaksi Christian di luar dugaan. Pria itu tidak membentak balik. Ia ikut berdiri dari kursinya, tubuh tingginya yang menjulang membuat Bella mau tak mau harus mendongak untuk menatapnya. Dengan langkah tenang dan terukur, Christian mendekati Bella hingga jarak di antara mereka hanya tersisa beberapa jengkal saja.

​Aroma woody yang khas bercampur sabun antiseptik langsung menguar dari tubuh Christian, menciptakan tekanan psikologis yang membuat Bella merinding ketakutan.

​Christian mengangkat tangannya yang kokoh, lalu dengan lembut—namun penuh cengkeraman mutlak—menangkup dagu Bella, memaksa gadis itu agar tidak mengalihkan pandangannya.

​"Ingat posisimu, Arabella," bisik Christian tepat di depan bibir Bella, suaranya begitu berat, dingin, namun mengandung daya pikat gelap yang berbahaya. "Saya tidak sedang menyiksa kamu. Saya sedang menyelamatkan kamu dari kebodohanmu sendiri."

​Bella terengah-engah, air matanya terus mengalir membasahi jemari Christian yang menangkup dagunya. Jarak yang terlalu dekat ini membuat jantung Bella berdegup kacau, terjebak di antara rasa benci, marah, dan debaran aneh yang mulai merayap di dadanya.

Christian menatap lurus ke dalam iris mata Bella yang basah, lalu perlahan menurunkan tangannya dari dagu gadis itu. Pria itu merapikan lengan kemejanya yang sedikit bergeser dengan gerakan yang begitu tenang, kontras dengan gejolak emosi yang baru saja ia lepaskan ke udara.

"Hentikan air mata itu, Arabella," ujar Christian dengan nada datar dan dingin yang kembali mendominasi. "Air mata tidak akan pernah cukup untuk menebus kebodohanmu. Jadikan ini pelajaran agar kamu tidak lagi menyerahkan diri—atau uangmu—pada pria murahan."

Tanpa menunggu balasan atau bantahan apa pun dari keponakannya, Christian memutar tubuhnya dan melangkah meninggalkan ruang makan, meninggalkan Bella yang terpaku di tempatnya dengan napas tersengal dan dada yang masih naik-turun menahan sisa amarah serta rasa hancur yang teramat sangat.

*

*

*

1
Nurmalia Lia
aishhh gak sabar nunggu bella nih thor😍👍
+1
kapan plok2 🌚
Vira Anisah
lanjut
Ita Putri
munafik tingkat dewa si Alan 🤭
+1
lama 😗
Mia Camelia
rasakan kau nathan di jutekin Clarisa🤣🤣🤣
Mita Paramita
lanjut Thor double up 😍😍😍
Mia Camelia
ceritain Clarisa dan nathan dulu thor, makin penasaran nih 🤭
+1
jodoh anda 🌚
+1
bisa dipercepat alurnya 🌚🌚🌚
Mia Camelia
aduh makin rumit nih😔
Mita Paramita
nah gitu dong sih Vero mesti dikasih dipenjara biar sadar🫡 om Christ tegas banget buat lindungi Bella 😍
Mia Camelia
akhirnya bella di Terima keluarga nya😂
Mia Camelia
bella keras kepala banget sih😔😂
Mia Camelia
cristian udh mulai melindungi bella, 🤭
Ita Putri
pergi yg jauh sekalian Bella
kesel banget liat keluarga allegra
Ita Putri
pret lah....
tadi aja pada diem Bae pas Bella di maki"
pake acara marah segala pas Bella di culik orang
Mia Camelia
plis bella jangan kabur2an mulu, capek nih🤭🤭
+1
kejar om.. borgol kakinya 🌚
+1
mati🌚
MissSHalalalal: eh, jangan donk kak..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!