NovelToon NovelToon
Puteri Rahasia Sang Ratu

Puteri Rahasia Sang Ratu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno / Romansa Fantasi
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Suesant SW

Seorang ratu yang kehilangan mahkota karena fitnah dan seorang putri yang tumbuh dalam pengasingan tanpa mengetahui bahwa darahnya menyimpan kunci takhta.

Enam belas tahun kemudian, seorang dayang baru memasuki istana dengan wajah polos, tangan terampil, dan rahasia yang dapat mengguncang dua kerajaan. Ia datang bukan untuk mencari cinta.
Ia datang untuk membersihkan kembali nama ibunya, membongkar dosa masa lalu, dan mengambil kembali takhta yang dirampas.

Namun, takdir mempertemukannya dengan dua pangeran: seorang pewaris takhta yang kejam tetapi kesepian, dan seorang pangeran dari kerajaan musuh yang membuatnya merasakan cinta untuk pertama kalinya.
Ketika pernikahannya dengan putra mahkota diumumkan, sang kekasih menculiknya tepat pada malam pertama. Satu tindakan nekat itu memicu perang yang mengancam menghancurkan kedua kerajaan di tengah pertumpahan darah, rahasia kelahirannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suesant SW, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8. Selir Yang Menangis Di Hadapan Raja

Tirai pintu disibakkan.

Lan Zifey memasuki aula dengan langkah perlahan. Ia tidak mengenakan perhiasan berlebihan. Jubah putih gadingnya tampak sederhana, rambutnya disanggul dengan tusuk konde perak, dan wajahnya tidak dipulas tebal.

Begitu melihat Raja Han quan ia berhenti. Lalu, seolah-olah seluruh kekuatan tubuhnya tiba-tiba menghilang, ia berlutut di atas lantai giok.

"Yang Mulia..."

Suara tangisnya pecah. Air mata segera mengalir di pipinya.

"Hamba memohon ampun karena datang mengganggu Yang Mulia pada pagi yang berat ini."

Raja memandangnya, dengan raut tak suka merasa kedatangan selir Lan zifey itu bukanlah pada saat yang tepat dan sedikit lancang mengingat tak sembarang urusan selir boleh menginjakkan kaki di aula kebesaran itu.

"Bangunlah. Apa yang membawamu kemari?" Akhirnya raja Han Quan berucap berat.

Lan Zifey menggeleng perlahan, terlihat dramatis.

"Hamba tidak dapat tidur setelah mendengar kabar dari Paviliun Fengyi. Hamba tidak pernah membayangkan bahwa peristiwa mengerikan seperti ini akan terjadi di dalam istana kita sendiri." Ia menutup wajah dengan kedua tangan.

"Bagaimana mungkin seorang pengawal tewas di kamar permaisuri? Bagaimana mungkin kehormatan keluarga kerajaan dapat terancam sedemikian rupa?" Tangisnya semakin keras.

Beberapa pejabat menundukkan kepala. Ada yang tampak terharu. Ada yang saling berpandangan dengan ekspresi muram.

Lan Zifey menangis seperti seorang perempuan yang hatinya benar-benar hancur. Bahunya bergetar, napasnya tersendat, dan air matanya jatuh ke lantai giok, satu demi satu, seperti butiran mutiara yang terlepas dari kalung yang putus. Namun, tidak seorang pun di aula itu mengetahui bahwa setiap tetes air mata telah dipersiapkan dengan ketelitian seorang seniman. Ia tahu kapan harus menundukkan kepala. Kapan harus menarik napas. Kapan suaranya harus pecah.

Dan kapan ia harus berhenti menangis agar orang-orang mulai merasa kasihan kepadanya. Raja Yan Yue mengerutkan kening.

"Lan Zifey, berdirilah."

"Hamba tidak pantas berdiri di hadapan Yang Mulia ketika kehormatan kerajaan sedang tercemar."

"Bangun."

Kali ini, suaranya lebih tegas.

Lan Zifey perlahan berdiri, tetapi tetap menundukkan kepala.

"Hamba tidak berani menyalahkan siapa pun tanpa bukti," katanya, "tetapi hamba memohon agar Yang Mulia menyelidiki kejadian ini sampai tuntas. Jika benar ada seseorang yang berani melakukan perbuatan memalukan di kediaman permaisuri, maka perkara ini bukan hanya menyangkut dua orang. Ini menyangkut kehormatan seluruh keluarga kerajaan."

Ia berhenti sejenak, lalu mengangkat wajahnya yang basah oleh air mata.

"Hamba hanya takut... rakyat akan kehilangan kepercayaan kepada takhta." Kalimat itu jatuh dengan lembut. Namun, maknanya menghantam seluruh aula.

Bukan lagi sekadar kematian seorang pengawal. Bukan lagi sekadar perkara pribadi Wang Laoyin. Kini, persoalan itu telah diubah menjadi ancaman terhadap kehormatan kerajaan. Raja Han Quan terdiam. Lan Zifey melihat perubahan kecil pada wajahnya dan mengetahui bahwa kata-katanya telah mencapai sasaran.

Ia melanjutkan dengan suara semakin lirih.

"Permaisuri Wang telah menjadi pemimpin para perempuan istana selama bertahun-tahun. Hamba selalu menghormatinya. Hamba tidak ingin mempercayai kabar buruk apa pun tentang dirinya." Ia mengusap air matanya.

"Tetapi, Yang Mulia, jika ada kebenaran yang harus diungkap, kita tidak boleh membiarkan kasih sayang pribadi menghalangi keadilan."

Raja menatapnya tajam.

"Kau sedang menyiratkan sesuatu? Apa maksudmu? "

Lan Zifey langsung berlutut kembali kali ini punggungnya lebih rendah dan terlihat gemetaran.

"Tidak, Yang Mulia! Hamba tidak berani menuduh permaisuri!" Ia menggeleng dengan penuh kepedihan.

"Hamba hanya seorang selir. Kedudukan hamba tidak sebanding dengan kemuliaan permaisuri. Hamba tidak memiliki hak untuk menilai tindakannya."

Ia menarik napas yang bergetar.

"Hamba hanya takut bahwa seseorang telah memanfaatkan kedudukan tinggi permaisuri untuk melakukan sesuatu yang tidak pantas. Jika demikian, bukankah Yang Mulia harus mengetahui kebenarannya?" Kata-kata itu terdengar seperti pembelaan. Namun, di baliknya tersembunyi sebuah tuduhan yang dibungkus sutra.

Lan Zifey tidak pernah menyebut Wang Laoyin sebagai perempuan yang bersalah.

Ia hanya menanamkan kemungkinan bahwa sang permaisuri mungkin telah menyalahgunakan kedudukannya.

Dan di istana, kemungkinan yang diucapkan berulang kali sering kali lebih mudah dipercaya daripada kebenaran yang belum sempat dibuktikan.

Raja Han Quan menatap lantai untuk beberapa saat.

" Jangan sembarangan berbicara, selir Lan..." Raja Hana Quan menatap tajam pada selirnya itu.

"Hamba tak berani, Yang Mulia..." Air mata Lan Zifey jatuh, dia menundukkan wajahnya dengan sedih.

"Apakah kau memiliki informasi mengenai kejadian ini?" Suara Raja Han Quan melunak.

Lan Zifey mengangkat wajahnya takut-takut.

"Hamba tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam Paviliun Fengyi, Yang Mulia." Ia berhenti sejenak. Suaranya tertahan.

"Tetapi... ada beberapa hal yang pernah hamba dengar." Lanjutnya kemudian dengan suara serak

Raja mengangkat kepala.

"Apa?"

Lan Zifey tampak ragu.

"Hamba takut jika menyampaikannya, hamba akan dianggap sedang memfitnah permaisuri."

"Katakan." Raja menyerah segera dengan tak sabar.

"Hamba pernah mendengar bahwa Shen Rui sering terlihat berada di sekitar Paviliun Fengyi pada malam hari." Ucapnya kemudian seraya kembali membungkuk dalam-dalam seperti sangat takut ucapannya itu membuat sang raja murka.

Beberapa pejabat langsung saling berpandangan.

Lan Zifey segera menunduk.

"Hamba tidak mengetahui alasannya. Mungkin ia hanya menjalankan tugasnya sebagai pengawal pribadi. Hamba tidak ingin membuat kesimpulan yang keliru." Ia menutup wajahnya lagi.

"Namun, setelah mendengar bahwa ia ditemukan tewas di kamar permaisuri, hamba tidak dapat menahan kegelisahan." Kalimat itu ditutup dengan provokatif oleh selir Lan Zifey.

Raja Han Quan berdiri dari singgasananya, wajahnya memerah.

"Siapa yang memberitahumu tentang hal itu?" Pertanyaan itu terdengar seperti bentakan.

Lan Zifey tampak terkejut oleh ketegasan pertanyaan tersebut.

"Hamba... hamba tidak ingat dengan jelas, Yang Mulia. Ada pelayan yang pernah membicarakannya." Suara Lan zifey terbata-bata.

"Pelayan siapa?"

Lan Zifey menggigit bibirnya.

"Hamba sebenarnya tidak ingin menyeret orang lain ke dalam perkara ini."

"Lan Zifey!" Suara raja menggema di seluruh aula. Para pejabat segera berlutut. Lan Zifey tersentak, lalu menundukkan kepala sampai dahinya menyentuh lantai.

"Hamba mohon ampun!" Lan Zifei bersimpuh gemetaran. Raja memandangnya dengan amarah yang belum sepenuhnya reda.

"Aku tidak meminta air matamu. Aku meminta kebenaran." Tegas Raja Han Quan, dia merasa benar-benar kehilangan muka mendengarnya. Lan Zifey terdiam.

Untuk sesaat, ia merasakan sesuatu yang dingin menjalar di sepanjang punggungnya. Ia tahu Raja Ha Quan bukan lelaki yang sepenuhnya bodoh. Meski mudah dilukai oleh kecemburuan dan harga diri, ia tetap seorang penguasa yang telah bertahan melalui berbagai intrik politik.

Ia harus berhati-hati. Terlalu banyak tuduhan akan membuat dirinya tampak seperti penyerang. Terlalu sedikit informasi akan membuatnya tidak berguna. Maka, ia memilih jalan yang telah disiapkannya sejak semalam.

"Hamba tidak ingin menuduh siapa pun, Yang Mulia," katanya dengan suara nyaris berbisik.

"Tetapi jika Yang Mulia menghendaki, hamba bersedia membantu penyelidikan. Ada seorang pelayan yang mungkin pernah melihat sesuatu." Ucap Lan zifei sambil mengusap pipinya yang basah dengan jemarinya.

Raja menatapnya.

"Siapa?"

"Mei'er, pelayan yang pernah bertugas di sekitar Paviliun Fengyi."

Nama itu diucapkan dengan hati-hati, seolah-olah Lan Zifey baru mengingatnya setelah berusaha keras.

"Namun, hamba tidak tahu apakah ia berani berbicara. Ia hanyalah seorang pelayan rendahan."

Raja mengangkat tangan kepada kepala kasim.

"Panggil Mei'er ke aula ini."

Kepala kasim segera membungkuk.

"Titah diterima."

Lan Zifey menundukkan kepala, menyembunyikan kilatan kemenangan yang melintas di matanya. Jaring itu mulai mengencang.

(Bersambung🥰)

1
Rara
apa aku kedua thor
Aisyah Suyuti
good
☪︎⃟⃝𝐇𝐅ᵐᵃᵘˡ✰͜͡𝐯𐝃W⃠
semangat terus dengan karya² barunya Thor 💪💪💪💪💪
Sri Rahmawati
ibu yg bijak 😍😍
Sri Rahmawati
pertama ☝️☝️☝️
Deandra
lanjut thorrr
Eka Burjo
huhuhu aku ikutan 😭
Sri Rahmawati
/Angry/
Rara
😔😔😔😔😔
🌼EmeLBy🌼
lanjut
🌼EmeLBy🌼: Masih OL thor hihihihii
sama
total 2 replies
Sri Rahmawati
peluk dariku Yang Mulia 🤗🤗🤗
Sri Rahmawati
ku menangis 😭😭😭
Sri Rahmawati
aku maraton bacanya baru tau hari ini dan udh hbs satu pak tisu 😭😭😭
Sri Rahmawati
hadir Thor 🥰🥰
Suesant SW: makasih Kak Sri🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Rara
sediiih
Rara
lanjut marathon
🌼EmeLBy🌼
lahir sudah putriku🤣🤣🤣
Suesant SW: iyaaaaa🤭
total 1 replies
Salsa
ratu yang di makzulkan
Salsa
panjang lagi tor💪
Li Ce
real banget sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!