NovelToon NovelToon
Ogah Jadi Madu, Pilih Jadi Mantu

Ogah Jadi Madu, Pilih Jadi Mantu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: gadis bucin

Ogah jadi istri kedua aki-aki tapi tak mau rugi, Elara (22) memutar otak saat hendak dijadikan istri muda oleh Pak Broto (65). Di tengah acara lamaran yang tegang, dengan nekat dia menunjuk pria berjas hitam di seberang meja.

"Maaf Pak, saya nolak jadi istri kedua Bapak. Tapi kalau nikah sama anak Bapak yang itu... saya mau."

​Arka (30), CEO sekaligus anak tunggal Pak Broto, mendadak tersedak dan langsung mengiyakan tawaran gila itu, demi menyelamatkan perasaan ibunya. Namun, niat Arka menyelamatkan rumah tangga orang tuanya justru menjadi awal dari bencana di rumah mewahnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gadis bucin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nasi Goreng Seafood dan Tidur Sekamar

Kepergian Doni yang terburu-buru meninggalkan atmosfer canggung yang makin pekat di ruang tengah. Elara masih mengusap dadanya sambil terkekeh pelan di atas karpet. Sementara, Arka berdiri mematung sambil merapikan lengan kemejanya yang sempat kusut.

"Selesai ketawanya?" tegur Arka dingin, meski rona merah di ujung telinganya belum sepenuhnya padam.

Elara mendongak, berusaha menahan cengirannya agar tidak makin lebar. "Udah, Mas. Tapi sumpah, muka Mas Doni tadi kayak ngeliat hantu gentayangan. Harga diri Mas CEO benar-benar melayang dalam lima detik."

"Semua ini gara-gara kamu," pangkas Arka, menunjuk tumpukan baju thrifting yang masih berserakan. "Sekarang rapikan semua ini. Jangan sampai ada satu lembar baju pun yang tersisa di ruang tengah saat jam lima nanti."

"Iya, iya, Mas CEO. Galak amat!" Elara mencebikkan bibirnya, lalu mengingat janjinya sendiri. "Sesuai janji Ara tadi, sekarang Ara mau ke dapur buat masakin nasi goreng seafood. Mas Arka mending mandi duluan, deh, biar wangi dan nggak kaku lagi."

Arka tidak membalas. Pria itu hanya mendengus pelan lalu membalikkan badan menuju tangga lantai atas, meninggalkan Elara yang mulai membereskan barang-barangnya sambil bersenandung kecil.

Satu jam kemudian, aroma harum gurih tumisan bumbu halus, mentega, cumi, dan udang memenuhi seluruh penjuru rumah.

Arka yang baru saja turun menggunakan kaus santai warna abu-abu gelap dan celana kain panjang. Gaya paling santai yang pernah dilihat Elara dari seorang Arka. Dia terhenti di ambang pintu dapur. Langkahnya tertahan oleh pemandangan Elara yang sibuk membolak-balikkan nasi di atas penggorengan besar, rambutnya diikat asal-asalan, dan dahi berpeluh tipis.

Ada perasaan asing yang tiba-tiba menyusup ke dada Arka. Rumah mewah yang selama tiga tahun ini terasa amat dingin dan lengang, kini terasa hangat. Aroma masakan rumah dan derai suara tawa Elara mendadak mengubah rumahnya menjadi tempat yang hidup.

"Nah! Pas banget Mas Arka turun," ujar Elara saat menoleh. Dia mengambil sendok kayu, menyendok sedikit nasi goreng, lalu meniupnya perlahan sebelum menyodorkannya ke arah Arka. "Coba rasa dulu, Mas. Pas nggak asinnya?"

Arka menatap sendok di depan wajahnya, ragu sejenak. Namun melihat binar penuh harapan di mata Elara, pria itu akhirnya mendekat dan mencicipinya.

Gurihnya mentega, manisnya udang segar, serta pedas manisnya bumbu buatan Elara langsung meledak di lidahnya. Daging cuminya pun terasa sangat empuk, tidak alot sama sekali.

"Gimana?" tanya Elara antusias, wajahnya dimajukan sedikit. "Enak, kan? Ara jamin masakan resto bintang lima mah kalah!"

Arka berdeham pelan, berusaha menyembunyikan rasa kagumnya di balik ekspresi datar. "Lumayan. Bumbunya pas."

"Dih, dibilang lumayan doang?" Elara memanyunkan bibir. "Padahal matanya merem-melek pas ngunyah tadi. Bilang aja enak banget, gengsi amat sih Mas CEO!"

Meski mengeluh, Elara tetap menata dua piring nasi goreng seafood hangat di atas meja makan, lengkap dengan kerupuk dan irisan mentimun. Selama makan malam berlangsung, keheningan yang tercipta bukan lagi keheningan yang kaku, melainkan suasana hangat yang perlahan mengikis benteng pertahanan Arka.

Malam harinya, pukul delapan malam.

Drama sesungguhnya baru saja dimulai. Sesuai kesepakatan dan demi mengantisipasi kedatangan mendadak keluarga atau Doni, Elara harus memindahkan baju-baju dan barang keperluannya ke kamar utama milik Arka.

Elara berdiri canggung di ambang pintu kamar Arka, sambil memeluk bantal guling kesayangannya dan membawa dua tas pakaian.

Kamar utama Arka sangat luas, bernuansa serba putih dan abu-abu. Tempat tidurnya berukuran king size dengan sprei sutra warna gelap. Kamar itu sangat rapi, wangi sandalwood, dan teratur. Sangat mencerminkan kepribadian pemiliknya.

Arka yang sedang bersandar di kepala ranjang sambil membaca dokumen di tabletnya, mendongak. "Kenapa cuma berdiri di situ?"

"Anu, Mas," Elara menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Ara benar-benar tidur di kamar ini mulai malam ini?"

"Ibu memegang kunci cadangan rumah ini dan bisa datang kapan saja tanpa pemberitahuan," sahut Arka datar, tanpa mengalihkan pandangan dari tabletnya. "Kalau Ibu menemui kamu tidur di kamar sebelah, sandiwara kita selesai."

Elara menelan ludah. Wajahnya yang biasanya jahil kini mendadak memerah. Walaupun Elara selalu bertingkah asal dan berani, berada di dalam satu kamar yang sama dengan pria dewasa setampan Arka tetap saja membuat jantungnya berdegup tak karuan.

"Y-ya udah," gagap Elara. Gadis itu berjalan canggung menuju lemari pakaian raksasa di sudut kamar.

Arka mengawasinya dari sudut mata. Saat Elara membuka lemari, gadis itu terperangah melihat deretan kemeja, jas, dan kaos Arka yang tersusun rapi berdasarkan warna. Elara kemudian menyelipkan beberapa stel baju dan daster warna-warninya di sela-sela jas mahal Arka. Pemandangan daster katun bermotif bunga di antara jas Armani hitam milik Arka terlihat sangat kontras dan menggelikan.

Setelah memindahkan peralatan mandinya, Elara berjalan pelan mendekati tempat tidur.

"Mas Arka, Ara tidur di mana?" tanya Elara pelan.

Arka menurunkan tabletnya, menatap kasur besarnya yang muat untuk tiga orang. "Kasurnya cukup besar. Kamu di sisi kiri, saya di sisi kanan. Jangan melewati batas tengah."

"Hah? Serius tidur sekasur?" mata Elara melotot. "Nggak ada sofa apa?"

"Sofa di luar. Dan saya tidak mau mengambil risiko jika Doni atau Ibu datang pagi-pagi," pangkas Arka tegas. Dia lalu mengambil satu bantal guling tebal dan meletakkannya tepat di tengah-tengah kasur sebagai pembatas. "Ini batasnya. Kalau kamu melewati guling ini saat tidur, saya lempar kamu ke luar."

Elara mencibir pelan, meski dalam hati merasa lega karena Arka memberi batasan yang jelas. "Dasar kaku! Dikira Ara mau meluk-meluk Mas Arka apa pas tidur?"

"Bukannya tadi pagi kamu sendiri yang bilang ke Papa kalau kita suka tidur peluk-pelukan?" sindir Arka telak, membuat Elara bungkam seketika.

Dengan wajah memerah, Elara akhirnya memanjat kasur dan merebahkan tubuhnya di sisi kiri. Kasur itu terasa sangat empuk dan nyaman, wangi maskulin khas Arka merayap masuk ke dalam indra penciumannya.

Arka mematikan lampu utama kamar, menyisakan lampu tidur remang-remang di samping ranjang. Pria itu kemudian berbaring di sisi kanan, memunggungi guling pembatas.

Keheningan melingkupi kamar luas itu. Hanya ada suara pendingin udara yang berdesing pelan.

"Mas Arka," panggil Elara pelan dari balik guling.

"Apa lagi, Elara?" jawab Arka dengan suara berat khas orang yang mulai mengantuk.

"Nasi goreng tadi ... beneran enak, kan?"

Hening sejenak. Arka memejamkan matanya, mengukir senyum sangat tipis yang tidak bisa dilihat oleh Elara.

"Ya. Enak," bisik Arka pelan. "Selamat malam, Elara."

Elara tersenyum puas di balik kegelapan. Gadis itu memeluk bantalnya erat-erat, memejamkan mata dengan perasaan hangat yang perlahan memenuhi dadanya. Perjalanan pernikahan sandiwara ini ternyata tidak seburuk yang dia bayangkan.

1
Adinda
🤣🤣🤣🤣🤣
gadis bucin: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Rian Moontero
lanjooott👍😍
gadis bucin: pantengin terus updatenya, ya, kak. 🤗❤️
total 1 replies
Putry Chan
untung dia masih waras ya walaupun kaya raya tapi dia udh tua punya bini lagi , ogah lah 🤣
gadis bucin: iyaa bener 🤣🤣🤣
total 1 replies
Putry Chan
buset pria kaya tua bangka pengen nikah
gadis bucin: nikah lagi tepatnya, kak 🤭
total 1 replies
gadis bucin
Kalau suka jangan lupa like dan komen, ya. Terima kasih untuk dukungannya. 🤗❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!