"Jangaaaaan, jangan bunuh aku! "
Ardian berlari kencang di tengah Desa ketika dia melihat sesuatu yang sangat mengerikan mengejar dirinya malam ini, tidak ada yang mendengar suara jeritan pria itu sehingga sosok yang menyerang dia dengan leluasa memberikan serangan.
Kematian secara misterius datang di Desa ini karena mereka semua telah melakukan perbuatan yang sangat buruk di Malam Satu Suro, dendam yang sangat membara karena ketidakadilan yang telah dia terima sehingga membuat para pelaku harus menebus dengan derita yang begitu besar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28. Curiga para warga
Kali ini kematian Iwan mengundang pertanyaan besar dari para warga yang ada di desa itu, ini mereka masih belum mengetahui tentang kematian dari Bu Kades sehingga tetap terlihat biasa dan tidak mengusut tentang masalah tersebut, sebab Badrun dengan sengaja menutupi apa yang telah terjadi sehingga mereka semua tidak mengetahui dengan jelas Bagaimana kematian dari wanita tersebut.
Iwan tidak ada yang menutupi karena sebenarnya Maimunah juga sama sekali tidak tahu tentang kematian sang suami, malah yang ada ini menjadi pertanyaan besar untuk dia sendiri dan bertanya-tanya kepada para warga yang ada di sekitar sana tentang keadaan suami dia yang mendadak saja meninggal seperti itu.
Maimunah sama sekali tidak mengetahui apa yang telah terjadi sehingga mendadak Iwan meninggal dunia dan sekarang justru para warga juga terlihat sangat kaget, tidak ada di antara mereka yang mengetahui apa yang telah terjadi pada Iwan itu dan bahkan teman-teman yang lain juga sama sekali tidak menyadari kematian dia.
Bila sebelumnya para warga hanya cuek dan mengatakan bahwa Doni meninggal karena dibunuh oleh seseorang dari luar desa, Tapi kini mereka sekarang mulai bergunjing dan mulai mengatakan bahwa bisa saja Iwan dan Doni dibunuh oleh orang yang sama, bahkan lebih parah lagi sebagian warga sudah mengatakan bahwa ini adalah bisa saja ulah dari arwah Yayuk.
Meski sebagian besar ada yang tidak percaya dengan hal itu namun tetap saja sebagian lagi tetap merasa yakin kalau ini memang ulah dari para arwah yang mati karena penasaran, mereka memang tidak tahu secara pasti namun yang jelas mereka mengetahui sendiri bagaimana kedua orang ini meninggal dunia.
"Kini Semua sudah jelas bahwa bisa saja ini memang ada sesuatu yang tersembunyi." Pak RT menatap mereka semua.
"Kenapa Bapak malah berkata seperti itu dan mengundang kecurigaan dari para warga." Mang Ujang bertanya dengan wajah bingung.
"Kita semua sudah melihat dan mengetahui sendiri bahwa Yayuk meninggal dunia dalam keadaan mengerikan, kita belum mengetahui dengan jelas Siapa pembunuh Yayuk." Pak RT berkata dengan sangat lantang.
"Jadi dengan kata lain Bapak mengatakan bahwa bisa saja mereka berdua adalah pembunuh Yayuk?" Ibnu langsung maju karena ini berhubungan dengan saudara dia.
"Kita memang belum tahu secara jelas namun kematian mereka berdua sangat aneh sehingga bisa saja berhubungan dengan Yayuk." Pak RT merasa begitu yakin.
Mang Ujang berdehem beberapa saat karena dia merasa ucapan itu bukti bahwa benar, namun dia tidak berani dengan lantang mengatakan bahwa dirinya setuju karena nanti yang ada justru akan memicu perdebatan yang cukup membingungkan diantara mereka semua.
"Suami saya sudah meninggal itu seperti ini jadi tolong jangan membuat fitnah semakin panjang.'' Maimunah berkata kepada mereka semua.
"Ini bukan fitnah dan rasanya tidak mungkin juga menjadi sebuah kebetulan." juragan Kandar juga setuju dengan Pak RT.
"Betul aku merasa kalah mereka ini adalah pembunuh dari Yayuk itu sendiri dan sekarang ya yuk mulai datang untuk menuntut balas." Muhammad mendadak saja setuju dengan mereka semua.
Tentu saja ucapan tersebut membuat perdebatan yang cukup panas dan mereka maju belum mampu mengetahui dengan jelas siapa pelaku utama, terlebih lagi mau berbicara sembarangan juga tidak mungkin karena nanti yang ada justru akan membuat suasana semakin panas saja, ini Maimunah dan juga keluarga sudah merasa sangat malu dan juga ketakutan karena mereka tidak menyangka bahwa Iwan akan meninggal seperti ini.
Dewi yang ada di sebelah Maimunah tentu saja merasa ikut gemetar karena dia juga tidak menyangka bahwa kematian tragis akan datang, bahkan bisa di katakan dia dan juga Maimunah adalah saksi utama dari kematian Iwan itu, lalu sekarang Iwan telah terbujur kaku di atas kasur yang telah mereka sediakan untuk kepergian dia terakhir kalinya di bumi ini.
"Ardian Ke mana dia pergi?" Jamal berbisik kepada Amri yang sedang duduk diam.
"Aku tidak tahu dengan jelas namun Sepertinya dia pergi bersama dengan sang ayah." ujar Amri.
"Ah saat suaminya Genting seperti ini dia malah pergi dan kita tidak tahu harus bagaimana untuk mengatasi masalah ini." Jamal panik karena dia tidak mau bilang sampai ketahuan.
"Bang Jamal jangan panik seperti itu karena nanti aku juga akan ketakutan." Amri berbisik dengan sangat geram.
Mansyur sebenarnya terkadang menyadari bahwa sang adik memiliki gelagat yang tidak baik ketika sedang berkumpul dengan teman-temannya itu, tapi dia juga tidak bisa untuk menahan Amri agar tidak bergabung dengan mereka semua karena itu sudah menjadi tuntutan pekerjaan sang adik.
"Kita harus segera berbicara dengan dia karena warga mulai merasa curiga." Jamal kembali membuka suara.
"Sudah, nanti saja kita bahas masalah ini karena aku tidak mau bilang nanti Bang Mansyur sampai mendengar dan aku akan kena marah." Amri melirik sesaat.
"Ah kau selalu saja seperti itu karena ketakutan tidak jelas." Jamal menjadi kesal sendiri.
"Ya mau bagaimana lagi karena kita juga sama sekali tidak tahu dan bingung untuk mencari solusi." Amri berkata dengan kebingungan.
Jamal juga tidak bisa menjawab karena saat ini pikiran dia sangat gundah dan tidak tahu harus bagaimana, sementara dia juga mulai percaya bahwa arwah Yayuk memang datang untuk menuntut balas kepada mereka semua yang telah menyakiti Gadis itu dengan sangat kejam di Malam Satu Suro.
Selamat malam, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.
Yayuk makin ga jelas👻
aku udah mampir di cerita barumu Bess..👍👍
aahh..aku padamu purrr🥰🥰
ibnu ditolong ular janda euyyy..😁