NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Azka

Pengantin Pengganti Tuan Azka

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Penyesalan Suami
Popularitas:156.9k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Reatha terpaksa menggantikan saudara kembarnya, Raisa, yang kabur di hari pernikahan. Ia menjadi istri kontrak Azka selama satu tahun.

Azka yang masih mencintai Vania selalu bersikap dingin. Namun, Reatha tak peduli. Ia hanya ingin menyelesaikan kontrak, menerima uang yang dijanjikan orang tuanya, lalu pergi meninggalkan keluarga yang tak pernah menyayanginya.

Saat satu tahun berlalu, Reatha diam-diam pergi.

Barulah Azka mengetahui kebenaran—wanita yang selama ini menjadi istrinya bukanlah Raisa, melainkan Reatha.

Dan saat Azka sadar bahwa ia telah jatuh cinta pada wanita itu, semuanya sudah terlambat.

Reatha telah pergi. Mampukah Azka menemukannya sebelum wanita itu benar-benar menjadi milik orang lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Tiga

"Satu tahun. Hanya itu waktu yang dimiliki Reatha untuk berpura-pura menjadi kembarannya di depan pria dingin bernama Azka."

Pagi itu, suasana di rumah keluarga Handoko tampak lebih sibuk dari biasanya.

Sebuah koper berwarna hitam berdiri di dekat pintu. Raisa sudah siap dengan pakaian modisnya, lengkap dengan kacamata hitam yang bertengger di atas kepala.

Mama berdiri di sampingnya sambil membenarkan rambut putrinya. “Sudah semuanya?” tanya Mama.

Raisa mengangguk. “Sudah, Ma. Aku nggak mau ketinggalan pesawat.”

Papa Handoko datang membawa beberapa dokumen. “Paspor udah?” tanyanya.

“Udah, Pa," jawab Raisa.

“Visa?” tanya Mama.

“Aman, Ma."

“Tiket?” tanya Papa lagi.

Raisa mendengkus kecil. “Ada semua, Pa. Papa ini seperti aku mau pergi ke ujung dunia saja. Aku bukan kali ini ke luar negeri," ucap gadis itu.

Papa tertawa pelan, dan berkata, “Papa cuma memastikan semuanya aman.”

Mereka kemudian berangkat menuju bandara. Sepanjang perjalanan, Raisa terlihat santai. Berbeda dengan Reatha yang semalam hampir tidak tidur karena memikirkan pernikahan yang akan dijalaninya.

Begitu sampai di bandara, Mama langsung menggenggam tangan Raisa. “Raisa.”

“Iya, Ma," balas Raisa.

Mama menatap putrinya serius. “Ingat, Raisa. Kami memberimu waktu satu tahun. Setelah itu kamu harus kembali," ucap wanita yang telah melahirkan dirinya itu.

Raisa tersenyum. “Jangan takut, Ma. Aku pasti akan kembali," jawabnya dengan pasti.

“Kamu yakin?” tanya Mama lagi.

“Siapa yang tidak ingin menjadi istri seorang Azka?” jawab Raisa sambil terkekeh.

Namun, kemudian ekspresinya berubah sedikit. “Tapi kontrakku sudah terlanjur ditandatangani.”

Papa yang sejak tadi diam akhirnya bersuara. “Papa harap semuanya berjalan baik," ucap pria itu dengan suara lirih.

Raisa mengangguk, ia lalu berkata, “Asal Reatha tidak membuka mulut, tidak akan ada yang tahu.”

Mama menghela napas. “Jangan bicara seperti itu.”

“Memangnya salah?” Raisa mengangkat bahu. “Dia sendiri yang setuju.”

Raisa kemudian melirik ke arah koper. “Suruh saja dia memakai bajuku yang sudah tidak aku suka lagi. Biar dia terlihat sedikit lebih modis," ucapnya.

“Ya. Mama akan mengajari Reatha berdandan," jawab Mama dengan tersenyum tipis.

Raisa tertawa kecil. “Bagus. Jangan sampai nanti Azka nggak mau menikah karena melihat calon istrinya kusam."

“Raisa!” ucap Mama.

“Iya, iya. Aku bercanda," balas Raisa.

Pengumuman keberangkatan terdengar dari pengeras suara. Raisa menarik napas.

“Ma, Pa, aku pergi dulu," pamit Raisa.

Mama langsung memeluknya. “Hati-hati, Sayang.”

“Iya, Ma.”

Papa menepuk bahu Raisa dan berkata, “Jaga diri.”

Raisa tersenyum lebar. “Papa juga.”

Setelah itu, Raisa menarik kopernya dan berjalan menuju pintu keberangkatan. Ia sama sekali tidak menoleh ke belakang.

Sementara Papa dan Mama masih berdiri di tempat mereka. Tidak satu pun dari mereka menyadari bahwa keputusan yang mereka buat hari ini akan mengubah kehidupan banyak orang.

 Keesokan harinya, sebuah mobil mewah berhenti di depan rumah keluarga Handoko. Reatha yang sedang duduk di dekat meja makan langsung menoleh ketika mendengar suara pintu mobil ditutup.

Mama keluar dari dapur dan langsung berucap, “Reatha, cepat bersiap.”

Reatha mengernyit. “Kenapa?”

“Keluarga Azka datang," jawab Mama.

Jantung Reatha seketika berdegup lebih cepat. “Hari ini, Ma?”

Mama mengangguk. “Iya. Mereka ingin bertemu denganmu," ucapnya.

Reatha berdiri perlahan. Ia masih merasa aneh setiap kali mendengar namanya akan digantikan dengan Raisa. Namun, ia tahu semuanya sudah diputuskan.

Beberapa menit kemudian, Reatha keluar dari kamarnya. Ia mengenakan blouse sederhana dengan rok panjang. Rambutnya dibiarkan tergerai.

Papa Handoko langsung menatapnya. “Mulai sekarang, jangan panggil dirimu Reatha di depan mereka.”

Reatha menahan napas. “Jadi aku benar-benar harus menjadi Raisa?” tanyanya.

Papa mengangguk. “Untuk sementara. Bukankah kita sudah sepakat," ujarnya.

Reatha tersenyum pahit. “Baiklah.”

Tidak lama kemudian, kedua orang tua Azka masuk. Mama Azka langsung tersenyum.

“Maaf datang mendadak.”

“Tidak apa-apa,” jawab Mama Handoko.

Papa Handoko kemudian menunjuk Reatha. “Nah, ini Raisa.”

Reatha menundukkan kepala sedikit. “Selamat Pagi, Om, Tante."

Mama Azka tersenyum hangat. “Wah, ternyata benar. Kamu cantik sekali. Lebih cantik dari di foto.”

Reatha hanya tersenyum. Karena wajahnya dan Raisa benar-benar seperti pinang dibelah dua, tidak ada sedikit pun kecurigaan dari kedua orang tua Azka.

“Kami ingin mengajakmu memilih gaun pengantin,” kata Mama Azka.

Reatha sedikit terkejut. “Sekarang, Tante?” tanyanya.

“Iya. Pesta pernikahan tinggal satu minggu lagi," jawab Mama Azka.

Satu minggu. Reatha menelan ludah. Begitu cepat. Namun, ia akhirnya mengangguk.

“Baiklah, Nte,” jawab Raisa pelan.

Mama Azka menggandeng tangannya.

“Ayo. Azka juga sudah menunggu di butik.”

Nama itu membuat langkah Reatha sedikit terhenti. Azka, ia akan bertemu dengan pria yang dalam beberapa hari ke depan akan menjadi suaminya.

Pria yang bahkan tidak tahu bahwa perempuan di sampingnya bukanlah Raisa.

Butik itu terlihat sangat mewah. Begitu Reatha masuk, beberapa pegawai langsung menyambut mereka.

“Selamat datang, Bu,” sapa penjaga butik dengan ramah.

Mama Azka tersenyum. “Kami sudah membuat janji.”

“Baik, Bu. Silakan.”

Mereka kemudian berjalan ke bagian belakang butik. Di sana, seorang pria berdiri membelakangi mereka.

Tubuhnya tinggi dan tegap. Mengenakan kemeja putih dengan celana hitam, pria itu tampak sedang memainkan ponselnya.

"Dia pasti Azka," gumam Reatha. Ia menatapnya beberapa detik.

Entah kenapa, jantungnya berdebar lebih cepat. Bukan karena jatuh cinta. Melainkan karena ia sadar, pria itu adalah orang yang akan mengikat hidupnya selama satu tahun.

Mama Azka memanggil putranya. “Azka.”

Pria itu menoleh. Tatapan mereka bertemu. Untuk sesaat, Reatha membeku.

Azka menatapnya tanpa ekspresi. Sementara Reatha buru-buru mengalihkan pandangan.

Papa Azka tersenyum dan berjalan mendekati putranya. “Azka, kenalkan. Ini Raisa, calon istrimu.”

Reatha kembali mengangkat wajah. Azka menatapnya dalam. Sementara gadis itu hanya bisa berdiri diam, menyadari bahwa mulai detik ini, ia bukan lagi Reatha di mata pria tersebut. Ia adalah Raisa. Dan tidak ada seorang pun yang boleh tahu kebenarannya.

Azka akhirnya mengulurkan tangannya. “Raisa?” tanyanya

Reatha menatap tangan itu beberapa saat.

Lalu perlahan, ia menyambutnya.

“Iya, aku," jawabnya.

Azka menggenggam tangannya singkat. Tatapan pria itu masih dingin. “Aku Azka," ucapnya.

Reatha tersenyum tipis. “Aku tahu.”

Azka mengangkat alis. “Bagaimana kamu bisa tahu?” tanyanya.

Reatha tersenyum kecil. “Karena Papa dan Mama sering menyebut namamu."

Azka terdiam. Ini pertama kali mereka berdiri berhadapan sebagai dua orang asing yang sebentar lagi akan terikat dalam sebuah pernikahan.

Azka tidak tahu siapa sebenarnya perempuan di hadapannya. Dan Reatha tahu, jika semuanya berjalan sesuai rencana, pria ini akan menjadi suaminya selama satu tahun.

Satu tahun yang mungkin akan mengubah hidup mereka selamanya.

Sambil menunggu novel ini update bisa mampir ke novel teman mama di bawah ini. Terima kasih.

1
Naufal Affiq
semangat azka,jangan patah semangat,rea belum ada yang memiliki
Naufal Affiq
semangat azka,jangan patah semangat,rea belum ada yang memiliki
Nar Sih
azka ...kayak nya bkln saingan nih dgn laki,,yg dekat dgn reata
Apriyanti
lanjut thor
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Ida Nur Hidayati
itu David....rivalmu Azka 🤭🤭😄
Linda Ayu Tong-Tong
dia rival lo nanti 🤣🤣🤣 baik² lo sma reatha...
Suanti
ayok david kata kan cinta pada reatha seblm reatha kembali sm azka 🤭
Sugiharti Rusli
Reatha ga salah sih, toh dia sejatinya dulu juga hanya jadi pengganti si Raisa, jadi kalo dia sekarang bersama seseorang itu bukan kesalahan,,,
Sugiharti Rusli
bahkan di sebuah kota kecil pun, ternyata Reatha sudah bisa menemukan kehidupan baru dan bahkan mungkin orang baru,,,
Sugiharti Rusli
entah harapan yang sudah kamu pupuk setelah memutuskan kalo kamu ingin bersama Reatha akan pudar setelah kamu melihat apa yang kamu lihat sekarang Ka,,,
Yayang Coedil
selamat berjuang azka
salsabila
bagus alur nya, beda dari novel2 yang lain. semangat /Smile/
Radya Arynda
saingan mu,,,🤣🤣🤣🤣🤣
Sri Supriatin
Kadian Azka, tenang2 sesuai pemula minta maaf dulu n ingat pesan mamamu 👍👍🙏🙏
❥␠⃝ ͭ🍁Amalia💋❣️
mama aku tunggu up nya.. udah aku kasih kopi 10 mah
Lusi Hariyani
slow aska...
Patrick Khan
wes wes gelot ayo royok an.🤣🤣🤣kira2 rea milih sopo ya
ken darsihk
Kan aq bilang gercep biar nggak ketikung 🤭🤭🤭
Sri Supriatin
seberltulnya Reatha sdh ada benih2 sayang buat Azka n Reatha rindu kasih sayang ortu Azka....semoga berhasil n semangat Azka 👍👍🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!