NovelToon NovelToon
Takdir Abadi: Dua Jiwa, Satu Jalan Pedang

Takdir Abadi: Dua Jiwa, Satu Jalan Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Seorang murid sekte luar yang dianggap tidak berguna karena memiliki "Akar Spiritual Terkutuk" tanpa sengaja membangkitkan jiwa seorang jenius dari era kuno yang terperangkap dalam artefak misterius. Bersama, mereka merintis teknik kultivasi kuno yang membutuhkan perpaduan dua elemen yang saling bertentangan, menuntut mereka untuk menyatukan kekuatan dan hati

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Pertumpahan Darah di Hutan Pinus Hitam

​Hutan Pinus Hitam selalu tertutup kabut tipis menjelang malam. Pohon-pohon menjulang tinggi dengan dahan rapat, menghalangi cahaya bulan dan menciptakan lautan bayangan di dasar hutan. Ini adalah rute tersingkat dari Pasar Gelap menuju Puncak Teratai Luar, dan juga tempat di mana banyak kultivator rendahan menghilang tanpa jejak.

​Langkah kaki Li Jian terdengar berirama, memecah keheningan yang tak wajar. Ia tiba-tiba menghentikan langkahnya di tengah jalan setapak yang diapit tebing kecil. Tangannya masih berada di balik jubah, menggenggam erat gagang kasar dari pedang tumpul barunya.

​"Jika kalian ingin merampok, udara di sini sudah cukup dingin untuk mengawetkan mayat," ucap Li Jian datar, suaranya menggema pelan di antara pepohonan.

​Selama beberapa detik, hanya terdengar siulan angin. Lalu, suara tawa serak memecah kesunyian dari atas tebing. Tiga sosok berpakaian kulit kotor melompat turun, mendarat dengan suara berdebum yang menunjukkan bobot energi Qi mereka.

​Pemimpinnya, seorang pria botak dengan luka bakar di leher, menatap Li Jian dengan seringai buas. "Pendengaran yang tajam untuk seekor anjing Sekte Pedang Awan. Sayang sekali, otakmu tidak setajam telingamu. Menyerahkan diri dengan kantong penyimpanan spasial itu akan menghemat tenaga kami."

​Dua anak buahnya, yang memancarkan aura Kondensasi Qi Tingkat Dua, mengelilingi Li Jian dari sisi kiri dan kanan, menghunus pedang baja bergerigi yang memantulkan sisa cahaya.

​"Satu Tingkat Tiga, dua Tingkat Dua," bisik Yueyin di dalam pikiran Li Jian. Nadanya terdengar seperti seorang bangsawan yang sedang menonton pertunjukan jalanan yang membosankan. "Gunakan pedang barumu. Jangan gunakan Seni Pedang Awan Mengalir yang penuh celah itu. Gunakan instingmu. Biarkan hawa dingin menuntun tebasanmu."

​Li Jian menarik pedang hitam itu dari balik jubahnya. Bentuknya yang tebal, kasar, dan tanpa ujung tajam membuat ketiga perampok itu tertawa terbahak-bahak.

​"Bocah ini mau melawan kita dengan tongkat pemukul anjing?!" ejek salah satu perampok. Tanpa aba-aba lebih lanjut, ia menerjang maju. Pedang bergeriginya menebas ke arah leher Li Jian, diiringi hembusan Qi angin yang mematikan.

​Mata hitam Li Jian tidak berkedip. Alih-alih menghindar, ia memutar pinggulnya, menyalurkan energi perak dari Dantian-nya langsung ke tangan kanan, dan mengayunkan pedang tumpul itu menyambut serangan si perampok.

​Begitu Qi Bintang Pemakan Langit mengalir masuk, pedang besi yang berat itu seakan terbangun dari tidur panjangnya. Permukaannya mendadak diselimuti kabut beku yang menderu.

​CLANG!

​Bukan suara dentingan logam biasa, melainkan suara sesuatu yang hancur berkeping-keping.

​Pedang bergerigi si perampok patah menjadi tiga bagian saat berbenturan dengan pedang hitam Li Jian. Namun, ayunan Li Jian tidak berhenti di situ. Mengandalkan bobot luar biasa dari pedang tersebut, momentum tebasannya menghantam dada kiri si perampok.

​Brak!

​Suara tulang rusuk yang hancur terdengar mengerikan. Perampok itu terpental sejauh lima meter, menabrak batang pohon pinus. Ia bahkan tidak sempat menjerit. Hawa dingin ekstrem yang merambat dari pedang Li Jian langsung membekukan darah dan organ dalamnya dalam hitungan detik. Ia mati sebelum tubuhnya menyentuh tanah.

​Tawa si pemimpin botak terhenti seketika. Matanya membelalak lebar, tak percaya melihat anak buahnya tewas oleh satu serangan dari senjata tumpul.

​"Bocah ini menyembunyikan kultivasinya! Bunuh dia bersama-sama!" raung si botak, mencabut sebuah kapak bermata ganda yang terbakar oleh elemen api samar.

​Perampok kedua yang tersisa ragu-ragu sejenak, namun ancaman dari pemimpinnya memaksanya maju. Ia menusuk dari sudut buta Li Jian.

​Namun, indra Li Jian telah dipertajam oleh energi bulan. Ia menunduk, menghindari tusukan itu dengan jarak selebar rambut, lalu memutar tubuhnya sambil menarik pedang hitamnya dari bawah ke atas. Ujung tumpul pedang itu menghantam rahang si perampok kedua dengan telak. Kepalanya tersentak ke belakang dengan bunyi retakan yang keras, dan tubuhnya ambruk seketika.

​Kini, hanya tersisa sang pemimpin botak. Keringat dingin mengucur membasahi luka bakar di lehernya. Ia akhirnya menyadari bahwa pemuda di hadapannya bukanlah domba yang tersesat, melainkan iblis yang menyamar.

​"Kapak Pemecah Gunung!" teriak si botak dengan putus asa. Ia melompat tinggi, mengerahkan seluruh sisa Qi Tingkat Tiganya ke dalam kapaknya, berniat membelah Li Jian menjadi dua dari atas. Energi api berkobar, mencoba mengusir hawa dingin di sekitarnya.

​Li Jian mendongak. Matanya memancarkan cahaya perak yang kejam.

​"Terlalu lambat," bisik Li Jian.

​Ia memegang pedangnya dengan kedua tangan, menanamkan kakinya kuat-kuat ke tanah, dan menyalurkan seluruh Qi di Dantian-nya ke bilah pedang hitam. Pedang itu mengeluarkan dengungan rendah, menyerap energi Li Jian dan melepaskan aura Yin yang sangat pekat hingga udara di sekitarnya membeku menjadi serpihan es yang melayang.

​Li Jian mengayunkan pedangnya secara vertikal, menyambut kapak berapi itu secara langsung.

​BOOM!

​Ledakan energi tak terhindarkan. Api berbenturan dengan es yang absolut. Namun, api fana dari si botak bukanlah tandingan Qi Bintang Pemakan Langit. Dalam sekejap, apinya padam. Kapaknya terbelah menjadi dua bagian seakan terbuat dari kayu lapuk.

​Pedang hitam tumpul Li Jian terus melaju tanpa hambatan, menghantam dada si botak dengan kekuatan yang setara dengan jatuhnya sebuah batu raksasa.

​Pria botak itu memuntahkan darah hitam yang bercampur bongkahan es kecil, jatuh terjerembab ke tanah lumpur, dan berhenti bernapas.

​Hutan Pinus Hitam kembali sunyi. Hanya terdengar suara napas Li Jian yang sedikit memburu. Ia memutar pergelangan tangannya yang sedikit kebas; mengayunkan pedang seberat itu berturut-turut ternyata cukup menguras tenaga fisiknya.

​"Tidak buruk," puji Yueyin. Nada suaranya terdengar sedikit lebih hangat, mengindikasikan kepuasannya. "Kau memiliki insting membunuh yang alami. Pedang tumpul itu benar-benar cocok dengan gaya bertarungmu yang brutal. Namai pedang itu."

​Li Jian membersihkan sisa darah yang membeku di ujung pedangnya dengan mengibaskannya ke udara. Ia menatap lekat-lekat bilah hitam legam tersebut.

​"Karena ia menyerap cahaya bintang dan menelan kehangatan... aku akan menyebutnya 'Gerhana'."

​Li Jian kemudian berjongkok, dengan teliti menggeledah mayat ketiga perampok itu. Ia menemukan lima belas batu spiritual tambahan dan beberapa botol pil penyembuh luka tingkat rendah. Meski tidak seberapa, semuanya adalah sumber daya yang berguna.

​"Tiga minggu menuju Ujian Kenaikan Sekte," gumam Li Jian sambil memasukkan barang rampasannya ke dalam kantong spasial, matanya menatap tajam ke arah Puncak Teratai Luar yang menjulang di kejauhan. "Waktunya berlatih tertutup.

1
alex kawun
kecewa berat deh
novel silat dari author yg kereen kapan nyambung nya
ayo ... semangat doong thor
Dian Pravita Sari
dlegek cerita gak tamat lagi pengarang nya binatang gak tanggung jawab
alex kawun
elok nya di certain dong suasana dan kesibukan sekte yg di tinggal kan mc nya
alex kawun
kagum dgn susunan bahasa dan kata2 dari author sangat rinci dan teratur , nampak kelas nya bukan kaleng2
semangat & lanjuuuut thor
Night Watcher
sayang banget zhao dibunuh..
pinginnya dihancurin pusat meridiannya kyk suruhannya biar jd sampah selama hidupnya
Eko
bantaaaaaaiiiii
Eko
mantap Thor
Night Watcher
sbg sesama murid, kok zhao tian bisa berkuasa memerintah yg lain thor? apa penyebabnya?
nanya bukan protes loo.. 🤭🙏
Eko
hahahaha...hanya mengantarkan nyawa
Eko
trik sampah licik
Eko
ayoooo lebih kuat lagi
Eko
mantap Thor
Eko
bantaaaaaaiiiii lah
Eko
ayoooo bantaaaaaaiiiii
Eko
alur cerita yang bagus dan menarik
Night Watcher
nyoba ngintib..
Lekat Wahyudi
👍👍👍
Udin Alex
lanjut thor
Aisyah Suyuti
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!