NovelToon NovelToon
Kisah Sang Penguasa

Kisah Sang Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Spiritual / Misteri
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Blueria

Dengan kecerdasan aku menantang jalan ku sendiri. Aku bukanlah pahlawan atau penjahat besar tapi aku ada untuk keluargaku sendiri.

Dengan segala yang kumiliki aku menantang takdir, langit dan bumi dan menjadi penguasa dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 — Tingkatan Kultivasi

Wang Yan sampai di kediamannya dalam waktu tidak lama. Suasana rumah tampak sepi; nampaknya Lin Yue dan Paman Huo Ting sudah pergi ke pasar untuk berdagang.

Selain Wang Yan mencari uang dengan kecerdasan dan strategi yang dia miliki kepada pedagang atau seseorang yang membutuhkan analisa logis. Adik dan pamannya kerap berdagang. Tetapi bukan dagangan pribadi melainkan dagangan milik orang lain yang memiliki koneksi dengan Wang Yan.

Wang Yan segera masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu dari dalam. Menempelkan kertas segel formasi agar suaranya tidak terdengar dari luar. Sama seperti tadi malam, segel formasi ini adalah mantra biasa yang dijual di pasar dengan harga yang tidak terlalu mahal, kegunaannya sederhana; itu meredam suara dari dalam agar tidak bisa terdengar dari luar.

Wang Yan duduk bersila di atas tempat tidurnya. Mengambil satu butir Pil Pengembali Stamina dari botol yang baru dibelinya.

Pil itu berwarna hijau pudar dengan aroma herbal yang tajam, kontras dengan bau anyir darah yang masih terasa samar di pangkal tenggorokannya.

Begitu pil itu menyentuh lidahnya, rasa pahit yang menyengat segera menyebar, disusul oleh sensasi dingin yang merambat turun ke kerongkongannya. Wang Yan memejamkan mata, membiarkan obat itu bekerja.

Dalam waktu 5 menit, rasa panas yang menusuk di dadanya, sisa-sisa siksaan Bara Pelebur Jiwa semalam mulai mereda. Ia bisa merasakan energi obat itu mengalir seperti aliran air jernih yang membasahi tanah kering dan retak di dalam tubuhnya.

Otot-ototnya yang sejak pagi terasa kaku dan berat perlahan-lahan mulai rileks. Napasnya yang semula pendek dan tertahan kini menjadi lebih panjang dan teratur.

“Akhirnya... Sedikit lebih baik,” gumamnya, sambil mengembuskan napas panjang yang membawa sisa-sisa hawa panas dari paru-parunya.

Rasa sakit kepala yang berdenyut sejak ia terbangun tadi kini perlahan memudar, digantikan oleh kejernihan pikiran yang ia butuhkan untuk menghadapi proses yang jauh lebih berbahaya.

Botol porselen berisi tiga Pil Pengumpul Spiritual dan satu ikat Daun Keberuntungan Maple ia letakkan di depannya.

Sebelum memulai, Wang Yan memejamkan mata, memanggil kembali memori dari Kitab Agung Penipu Langit.

Dalam Kitab Budha yang pernah dibacanya, perjalanan kultivasi seorang kultivator dibagi menjadi beberapa tingkatan ranah besar, dengan masing-masing terdiri dari ranah kecil.

Lautan Spiritual (Lapisan 1-10)

Ini adalah tahap fondasi di mana seorang kultivator mulai merasakan energi spiritual dan memasukkannya ke dalam tubuh. Fokus utamanya pada pembersihan meridian yang kotor dan tersumbat. Energi spiritual dikumpulkan di titik dantian, namun masih dalam bentuk kabut tipis yang belum stabil.

Pada tingkatan ini peningkatan fisik dasar melampaui manusia biasa. Kultivator lapisan akhir mampu menghancurkan batu besar dengan tangan kosong.

Lautan Qi (Lapisan 1-10)

Tahap di mana kabut spiritual di dalam tubuh mulai memadat dan berubah menjadi energi cair yang disebut Qi. Kapasitas energi spiritual dalam tubuh meningkat berkali-kali lipat. Kultivator mulai bisa memanifestasikan qi ke luar tubuh, misalnya menyelimuti senjata dengan energi spiritual atau elemen qi untuk meningkatkan daya hancur.

Pada Tingkatan ini serangan jarak jauh sederhana mulai bisa dilakukan. Ketahanan tubuh meningkat drastis; kulit menjadi sekeras perunggu, sulit ditembus oleh senjata tajam biasa. Lebih baik lagi jika menggunakan sebuah teknik seni beladiri.

Mangkuk Meridian (Lapisan 1-10)

Tahap penguatan struktur internal tubuh untuk menampung energi yang lebih masif. Sesuai namanya, meridian yang tadinya hanya jalur sempit dimana energi spiritual lewat, diperlebar dan diperkuat hingga menyerupai mangkuk atau wadah yang kokoh. Jika tahap ini gagal, tubuh kultivator bisa hancur karena tidak kuat menahan tekanan energi spiritualnya sendiri.

Pada Tingkatan ini efisiensi penggunaan energi spiritual menjadi sangat tinggi. Kultivator bisa bertarung selama berjam-jam tanpa merasa lelah. Tapi masih bisa kewalahan jika menggunakan energi yang terlalu besar.

Roda Keemasan (Lapisan 1-10)

Tahap pembentukan inti energi padat yang berputar di dalam dantian, sering disebut sebagai Roda. Roda ini berfungsi sebagai generator energi spiritual dan qi yang memproduksi kekuatan tanpa henti. Berskala dengan sumber daya yang dimiliki.

Pada Tingkatan ini, seorang kultivator mulai bisa melayang di udara atau melakukan lompatan yang sangat jauh, hampir terlihat seperti terbang.

Jiwa Nirwana (Lapisan 1-10)

Tahap di mana kultivasi mulai menyentuh aspek spiritualitas dan kesadaran jiwa. Kultivator tidak hanya melatih tubuh dan energi, tapi juga memperkuat jiwa mereka menjadi lebih murni.

Pada Tingkatan ini, seorang kultivator dapat menggunakan Indra Ilahi mereka untuk memantau area dalam radius berpuluh-puluh kilometer.

Bagi kebanyakan kultivator di kota ini, tingkatan Lautan Qi sudah dianggap sebagai kultivator yang langka. Namun bagi Wang Yan yang memiliki Kitab Agung Penipu Langit, targetnya jauh melampaui itu.

“Mari kita mulai,” gumamnya.

Wang Yan mengambil seikat Daun Keberuntungan Maple. Sesuai instruksi rahasia dalam benaknya, ia tidak menyeduhnya, melainkan mengunyah daun-daun kasar itu mentah-mentah.

Rasa pahit yang pekat meledak di lidahnya, namun segera diikuti oleh sensasi dingin yang melapisi kerongkongan hingga ke jalur meridiannya. Ini adalah pelindung mutlak—katalis yang harus ada jika ia tidak ingin tubuh fananya hancur berkeping-keping.

Tangannya sedikit gemetar saat meraih satu butir Pil Pengumpul Spiritual milik Huo Ting. Pil itu berkilau jernih, membawa konsentrasi energi yang murni. Tanpa ragu, ia menelannya dan langsung memutar sirkulasi Teknik Kultivasi Penipu Langit.

Seketika, Wang Yan tersentak. Matanya membelalak, urat-urat di lehernya menegang hingga tampak seperti akar pohon yang menonjol.

"Ugh...!"

Ia tidak menyangka penyerapan ini akan terjadi secepat dan seganas ini. Dalam buku-buku teori yang pernah ia pelajari selama bertahun-tahun, menyerap satu butir Pil Pengumpul Spiritual bagi seorang pemula seharusnya memakan waktu berjam-jam, bahkan hingga seharian penuh meditasi.

Energi spiritual seharusnya mengalir pelan seperti tetesan air yang mengisi wadah. Namun, Teknik Penipu Langit tidak mengenal kata pelan. Begitu pil itu larut, teknik tersebut bekerja seperti pusaran lubang hitam yang rakus. Energi spiritual dari pil itu tidak mengalir, melainkan dihisap paksa secara instan.

Rasa sakit yang luar biasa menghantamnya. Tubuh Wang Yan yang berusia tujuh belas tahun—yang belum pernah sekalipun ditempa oleh energi spiritual—terasa seolah-olah sedang dialiri logam cair yang mendidih. Jalur meridiannya yang sempit dan kotor dipaksa melebar secara kasar.

BOOM!

Sebuah dentuman hebat mengguncang kesadarannya. Daun Keberuntungan Maple yang ia makan tadi bekerja lembur; hawa dinginnya mati-matian meredam ledakan energi agar tidak merobek organ dalamnya. Wang Yan terbatuk, sedikit uap panas keluar dari sela bibirnya.

Hanya dalam hitungan menit. Hambatan di lapisan pertama runtuh total. Energi itu terus melesat tanpa ampun, membakar sisa kotoran di jalurnya hingga Wang Yan secara resmi menginjakkan kaki di Lautan Spiritual lapisan kedua.

Ia terengah-engah, keringat dingin membasahi seluruh jubahnya. Pengetahuan sarjananya kini terasa tidak berguna; apa yang baru saja terjadi adalah penghinaan terhadap hukum alam kultivasi yang selama ini ia ketahui. Ia baru saja menyerap energi ‘spiritual alam semesta’ dan energi spiritual yang terkandung di pil dalam waktu sekejap mata.

Wang Yan membuka mata yang kini kemerahan karena tekanan internal. Di depannya, dua butir Pil Pengumpul Spiritual terakhir seolah menantangnya.

...

1
BlueHeaven
*Seharusnya Hukum Dinasti
Ajipengestu
Lanjut💪
Author Lover's
Belum ngontrak ni thor?
BlueHeaven: makasih ya💪👋
total 3 replies
Nanik S
Wang Bo... apa lupa Ingatan
BlueHeaven: Bisa dikatakan seperti itu bang, ingatannya Feng Bo terpecah karena suatu hal yang akan di ceritakan alasannya dalam Arc besar.
total 1 replies
Nanik S
Hadir
BlueHeaven: Absen terus💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!