NovelToon NovelToon
Gadis Milik Tuan Dingin

Gadis Milik Tuan Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Helena Fox

Aliora Amerta gadis cantik 19 tahun. Hidupnya berubah ketika pamannya berhutang besar pada Saga. Untuk melunasi hutang itu, Liora dipaksa menikah dengan Saga, pria yang sangat ditakutinya.

Sagara Verhakc berusia 27 tahun. Di dunia bisnis ia dikenal sebagai CEO jenius dan juga kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Helena Fox, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 8

Pagi itu terasa berbeda.

Cahaya matahari masuk melalui jendela kamar, menyinari sosok Liora yang sudah berdiri di depan cermin.

Rapi.

Dengan pakaian kuliahnya sudah terpasang.

Tas kecil tergantung di bahunya. Namun tangannya… masih gemetar.

Semalaman ia hampir tidak bisa tidur. Setiap kali memejamkan mata, ia sadar..

ia tidak lagi bebas.

Ia menarik napas pelan.

“Aku harus tetap kuliah…” bisiknya pada diri sendiri. “Aku gak boleh kehilangan semuanya…”

Dengan langkah hati-hati, Liora keluar dari kamar.

Melalaui Lorong mansion terasa sunyi di pagi hari.

Namun semakin ia mendekati ruang tamu…

semakin terasa berat. Dan benar saja—

di sana.

Saga duduk di sofa.

Tegak.

Dengan setelan rapi, seolah siap untuk hari yang penting.

Namun yang paling mencolok…

tatapannya.

Dingin.

Tajam. Langsung tertuju pada Liora.

DEG.

Langkah Liora terhenti. Jantungnya berdegup kencang.

Refleks… ia menunduk. Seperti kucing kecil yang tahu siapa pemilik wilayah itu.

“Ke mana?” tanya Saga datar.

Suara itu rendah.

Namun cukup membuat udara di ruangan terasa menekan.

Liora menelan ludah.

“A-aku…” suaranya kecil, hampir tidak terdengar. “Mau… kuliah…”

Hening.

Beberapa detik terasa sangat lama.

“Tidak,” jawab Saga singkat.

Satu kata.

Langsung mematikan harapan. Tubuh Liora langsung menegang.

Namun kali ini—

ia tidak diam. Ia masih berusaha.

“Tapi… aku harus kuliah…” ucapnya pelan, masih menunduk. “Aku baru semester satu… aku gak mau berhenti…”

Saga tidak menjawab. Tatapannya masih sama menuju liora.

Diam.

Menilai.

Liora mengepalkan tangannya.

“Please…” bisiknya lagi. “Aku gak akan macam-macam…”

Hening.

Satu langkah.

Dua langkah.

Liora memberanikan diri mendekat sedikit. Meski tubuhnya jelas gemetar.

“Aku janji…” lanjutnya lirih. “Aku gak akan kabur…”

Dan itu—

membuat Saga bergerak.

Tanpa peringatan, tangannya menarik pergelangan Liora.

“Ah—!”

Tubuh Liora langsung terhuyung.

Dan dalam sekejap—

ia sudah terduduk di pangkuan Saga.

DEG!

Tubuhnya kaku. Napasnya langsung tercekat.

Ia tidak berani bergerak. Tidak berani menatap saga, yang masih menatapnya tajam. seperti mengulitinya.

Tangannya kaku di udara, tidak tahu harus ke mana.

“Janji?” ulang Saga pelan di dekat telinganya.

Suaranya rendah.

Menusuk.

Liora menelan ludah.

“I-iya…” jawabnya cepat.

Matanya tetap menunduk.

Takut. Benar-benar takut. Saga mengamati wajahnya dari dekat.

Melihat ketakutan itu.

Melihat bagaimana gadis ini… akhirnya mulai patuh. Tangannya menahan pinggang Liora.

Tidak keras.

Tapi cukup untuk memastikan ia tidak pergi.

“Kalau kamu kabur lagi…” ucapnya pelan.

Ia berhenti sejenak. Memberi tekanan pada setiap kata.

“Aku tidak akan sebaik kemarin.”

Deg!

Tubuh Liora langsung gemetar. Bayangan tembakan itu kembali muncul di pikirannya.

Ia mengangguk cepat.

“Iya… aku gak akan kabur…”

Hening.

Beberapa detik.

Lalu..

“Baik.”

Satu kata itu membuat Liora sedikit terkejut.

Saga melepaskan tangannya. Namun belum sepenuhnya membiarkannya pergi.

“Kamu boleh kuliah,” lanjutnya dingin.

Deg.

Mata Liora sedikit membesar.

Ada harapan.

Namun..

“Dengan pengawalan.”

Harapan itu langsung terasa berat.

“Anak buahku akan ikut,” lanjut Saga. “Setiap langkah kamu.”

Liora terdiam.

Ia tahu…

ini bukan kebebasan. Ini hanya… rantai yang lebih panjang.

“T-tidak apa-apa…” bisiknya pelan.

Yang penting…

ia bisa keluar. Saga menatapnya lagi. Seolah memastikan.

Lalu....

“Aku yang antar.”

Kalimat itu membuat Liora menegang lagi.

“Iya…” jawabnya cepat.

Tidak berani menolak.

***

Mobil hitam melaju meninggalkan mansion.

Kali ini…

bukan untuk kabur. Tapi menuju kampus.

Liora duduk diam di samping Saga. Tangannya menggenggam tasnya erat.

Matanya menatap lurus ke depan. Tidak berani bergerak.

Tidak berani bicara.

Aura di sampingnya…

terlalu berat.

Saga duduk tenang. Tatapannya lurus.

Namun kehadirannya… cukup untuk membuat Liora merasa terkurung.

Bahkan di luar mansion.

Dan saat mobil itu mendekati gerbang kampus—

Liora sadar satu hal. Ia memang diizinkan keluar.

Tapi…

bukan berarti ia bebas. Tidak sama sekali. Ia masih dalam pengawasan sang penguasa.

***

Mobil hitam itu berhenti tepat di depan gerbang kampus.

Suasana pagi yang biasanya ramai terasa… berbeda bagi Liora.

Mahasiswa lalu-lalang.

Tertawa.

Berbicara santai. Seolah dunia mereka baik-baik saja. Berbanding terbalik dengan dirinya.

Pintu mobil terbuka.

Namun Liora tidak langsung turun.Tangannya mencengkeram tasnya erat.

Ia bisa merasakan… tatapan di sampingnya.

Yang sangat Menekan.

“Turun,” ucap Saga datar.

Liora menelan ludah. Perlahan… ia turun dari mobil.

Kakinya masih sedikit pincang, tapi ia berusaha berjalan normal.

Namun belum sempat melangkah jauh—

“Liora.”

Suara itu menghentikannya. Ia langsung berbalik.

Refleks.

Takut.

Saga keluar dari mobil. Berjalan mendekat ke arah liora.

Langkahnya tenang, tapi aura yang ia bawa langsung membuat beberapa orang di sekitar menoleh. Bahkan menatap kagum dengan ketampanan saga, Mereka tidak tahu saja orang seperti apa saga.

Diam.

Menghindar. Ia berhenti tepat di depan Liora.

Dekat.

Terlalu dekat.

“Lihat sekelilingmu,” ucapnya pelan.

Liora mengernyit. Namun tetap menurut.

Matanya menyapu area sekitar. Awalnya… tidak ada yang aneh.

Mahasiswa biasa.

Orang lewat. Semuanya terlihat normal.

Namun...

“Yang pakai jaket hitam di sana,” lanjut Saga.

Liora mengikuti arah pandangnya. Dua orang pria berdiri santai, seolah hanya bermain ponsel.

“Tiga langkah dari kantin,” tambahnya lagi.

Liora menoleh lagi.

Ada satu lagi. Dan satu lagi.

Dan satu lagi. Di berbagai tempat.

Deg.

Jantungnya berdegup kencang.

Mereka… bukan mahasiswa biasa. Tatapan mereka.

Sikap mereka.

Terlalu… siaga.

“Semua itu orangku,” ucap Saga dingin.

Kalimat itu membuat napas Liora tercekat.

Matanya langsung membesar.

“Di setiap sudut,” lanjutnya pelan, “ada yang mengawasi kamu.”

Deg!

Tubuh Liora langsung kaku. Ia menatap Saga.

Takut.

Benar-benar takut.

“A-aku…” suaranya bergetar. “Aku kan udah janji gak kabur…”

Saga menatapnya.

Tanpa ekspresi.

“Aku tidak percaya janji,” balasnya singkat.

Menusuk.

Langsung. Liora menunduk. Tangannya mengepal.

Hatinya terasa sesak. Kehidupan sekarang berubah , tidak sebebas dahulu. yang bisa kemana-mana.

“Ini bukan penjara…” bisiknya lirih, lebih ke dirinya sendiri.

Namun...

“Ini lebih dari penjara,” potong Saga.

Liora langsung terdiam. Matanya perlahan terangkat.

Menatapnya.

“Karena kamu tidak akan pernah keluar,” lanjutnya dingin.

Sunyi.

Beberapa detik yang berat.

Lalu..

Saga mengangkat dagu Liora sedikit. Memaksanya menatap lurus.

“Jadi bersikaplah seperti mahasiswa biasa,” ucapnya pelan. “Jangan buat masalah.”

Liora mengangguk cepat.

“Iya…”

Ia tidak punya pilihan.Saga melepaskan tangannya.

Namun tatapannya masih menahan.

“Masuk.”

Perintah itu jelas.

Liora berbalik kembali melangkah. Langkahnya sangat pelan.

Namun terasa berat.

Setiap langkah—

ia bisa merasakan tatapan.

Mengawasi.

Mengikuti.

Dan untuk pertama kalinya…

kampus yang seharusnya menjadi tempat kebebasannya.

berubah menjadi tempat yang sama menakutkannya dengan mansion itu.

Sementara di belakang—

Saga masih berdiri. Mengawasi Liora yang menjauh.

Matanya dingin.

Tapi fokus.

Seolah memastikan satu hal—

bahwa gadis itu… tidak akan pernah lepas darinya. Sampai kapanpun.

.

.

.

.

.

.

.

.

Bersambung...............................

1
park jongseong
cerita yang menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!