NovelToon NovelToon
Yohana

Yohana

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Fantasi / Nikahmuda
Popularitas:406
Nilai: 5
Nama Author: Dutta Story_

Hana Wanita yang di Hamili mantanya, namun dia menikah dengan anak SMA yang patah hati di tinggal nikah,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dutta Story_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

-

Saat ini, Aldo mencoba mengendarai motornya menuju taman untuk menemui Hana. Perjalanan cukup cepat, kini Aldo sudah sampai di taman. Hana baru beberapa saat duduk di sana. Aldo memarkirkan motornya, lalu melangkahkan kaki untuk mendekati Hana. Saat berada di depannya, Aldo sempat diam dan bertanya kepada Hana yang duduk memandanginya. Aldo pun ikut duduk lalu berbicara.

"Han, ayahku melarang... kita harus bagaimana? Kita harus lebih cepat agar kamu tidak menjadi masalah bagi orang-orang," ucap Aldo, terdengar begitu sedih.

"Seharusnya aku yang sedih, Al, karena tidak bisa menjaga diriku. Kenapa kamu yang sedih, sih, Aldo?" ucap Hana sambil menatap Aldo.

"Aku tidak mau saja sebelum terlambat untuk menutupi semua masalah yang kamu alami. Aku mengajakmu ke sini untuk mengobrolkan ini. Emm... bagaimana kalau kita ke rumahku? Biar kita bersama-sama membicarakannya," ucap Aldo.

"Aku setuju saja denganmu, Al. Aku sangat berterima kasih sama kamu, Aldo, karena bisa membantuku sampai segitunya," ucap Hana sambil menatap dengan mata berkaca-kaca.

Aldo dan Hana pun berencana untuk menuju ke rumah Aldo untuk membicarakan dengan ayahnya agar ayahnya tahu jika Aldo tidak main-main dengan ucapannya. Kini Aldo bersama Hana sudah berada di depan rumah Aldo. Mereka berdua menuju rumah bersama-sama menggunakan kendaraan Aldo.

Mereka mencoba melangkahkan kaki beriringan. Saat Aldo akan membuka pintu rumahnya, tiba-tiba ayahnya sudah lebih dulu membuka pintu. Ayah Aldo terkejut melihat Aldo mengajak Hana. Tiba-tiba Aldo menatap ke arah Hana, lalu berbicara kepada ayahnya.

"Ayah... Aku sama Hana ingin berbicara..." ucap Aldo sambil menatap ayahnya.

Mereka pun bersama-sama masuk ke dalam rumah. Mereka berhenti, lalu duduk bersama-sama di ruang tamu. Saat mereka duduk, Aldo dan Hana terdiam. Ayah Aldo pun berbicara karena penasaran dengan Hana.

"Mau bicara apa?" tanya ayah Aldo.

"Aku mau bicara, Ayah, kalau aku sama Hana sudah lama pacaran. Aku sudah berbicara dengan Hana kalau aku akan menikahinya," ucap Aldo sambil menatap ayahnya. Meskipun Aldo sedikit berbohong, dia merasa ketakutan.

"Kamu tahu sendiri kalau keluarga kita hanya orang biasa, berbeda dengan Hana. Ayah bukan menolak, tapi ayah hanya tidak ingin keluarga kita nanti menjadi bahan pembicaraan orang-orang," ucap ayah Aldo.

Ibu Aldo datang dari ruangan lain menuju ruang tamu. Saat berada di depan kursi, ibu Aldo bertanya kepada ayahnya.

"Ada apa, Pa?" tanya ibu Aldo.

"Itu anak kita. Dia ingin menikahi Hana," ucap ayah Aldo.

"Benaran, Aldo, kamu mau menikahi Hana?" tanya ibu Aldo.

"Iya, Mamah. Aldo sudah sayang banget sama Hana. Mamah, Ayah, izinkan Aldo untuk menikahinya," ucap Aldo.

"Mohon maaf, Tante, Om. Hana bukan bermaksud lain, tapi Hana ingin bersama Aldo untuk menjalani hidup lebih baik. Hana akan menerima apa adanya. Hana juga tidak mau meminta apa pun dari Aldo. Hana hanya ingin menikah secara sah untuk menjadi suami istri," Hana ikut menyahut.

"Tuh, kan, Ayah, Mamah, dengar sendiri dari Hana. Aldo dan Hana tidak mau menikah dengan mewah, cukup sederhana pun jadi," ucap Aldo menatap ayahnya.

"Ya sudah kalau begitu, Aldo. Nanti kita bicarakan bersama keluarga Hana juga agar bisa menentukan tanggal pernikahan kalian," ucap ayah Aldo.

Hana kini bersama Aldo berjalan bersama-sama setelah berpamitan kepada ayah dan ibu Aldo. Saat dalam perjalanan menuju rumah Hana, Hana sempat terhenti dan berbicara kepada Aldo dengan tatapan begitu sayu.

"Aldo, aku berterima kasih sama kamu. Aku tidak bisa berkata lain. Aku merasa sangat bahagia. Walaupun anak ini bukan dari keturunanmu, maafkan aku. Ini salahku karena terlalu lemah. Tapi aku janji akan membuatmu bahagia," ucap Hana sambil meneteskan air matanya.

"Kamu jangan bilang begitu, Hana. Aku akan menerimamu dan menerima anakmu nanti jika lahir. Kamu jangan pernah bicarakan dan ucapkan semua masalah ini agar kita berdua yang mengetahuinya," ucap Aldo sambil mendekat dan mengusap tetesan air mata Hana yang menetes di pipinya.

Waktu terus berlalu. Kini mereka berdua pun melanjutkan langkah kaki menuju ke rumah Hana. Saat berada di dekat rumah, Aldo langsung berpamitan, tetapi Hana mengajak Aldo untuk mampir terlebih dahulu.

"Aku pamit pulang, ya, Han. Aku antar sampai sini saja," ucap Aldo sambil menatapnya dengan senyuman.

"Kamu tidak mau mampir dan bertemu dulu dengan kedua orang tuaku?" tanya Hana.

"Enggak, Hana. Aku mau langsung pulang saja. Sampai jumpa, nanti kita bertemu kembali. Sampai nanti," ucap Aldo lalu pergi.

Hana sempat menatap kepergian Aldo. Setelah Aldo tidak terlihat lagi, Hana pun membalikkan tubuh dan masuk ke dalam rumah. Saat akan menuju kamarnya, Hana sempat ditanya oleh ibunya dari ruang tamu. Hana pun terhenti dan menatap ibunya. Ternyata ibunya sempat melihat Hana saat berada di halaman rumah bersama Aldo.

"Hana, kamu sama Aldo tumben dekat banget?" tanya ibu Hana.

"Ehh... Mamah lihat, ya? Aku barusan sama Aldo," ucap Hana.

"Mamah lihat kalian kayaknya dekat banget. Biasanya kamu tidak pernah sama Aldo sampai mengobrol sambil senyum-senyum. Memangnya kalian lagi ada apa sih sampai sedekat itu?" tanya ibu Hana.

"Emm..." ucap Hana. Tiba-tiba ibunya kembali berbicara.

"Apa kalian saling suka, ya? Jujur saja, Hana, sama Mamah. Jangan bohong. Kamu tidak bisa membohongi Mamah kalau kalian saling suka," ucap ibu Hana sambil tersenyum.

"Nanti saja, deh, Mamah. Hana mau istirahat, soalnya habis jalan kaki," ucap Hana lalu pergi menuju kamar tanpa langsung menjawab pertanyaan ibunya.

Beberapa hari berlalu. Saat ini, hari libur sekolah Aldo. Aldo, ayah, dan ibunya sudah bangun pagi. Aldo juga sempat memberi kabar kepada Hana untuk datang ke rumahnya. Hana langsung memberi tahu kedua orang tuanya dan Hana juga bersiap-siap untuk berdandan rapi. Sementara itu, Aldo kini baru saja masuk ke kamar mandi untuk mengguyur tubuhnya.

Setelah selesai mandi, Aldo menuju kamar dan memakai pakaian yang rapi. Hingga selesai berpakaian, ayah serta ibu Aldo juga sudah bersiap-siap. Karena rumah Aldo dan Hana tidak jauh, mereka kini melangkah bersama-sama untuk menuju rumah Hana.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!