NovelToon NovelToon
CINTA PERTAMA ANDREA

CINTA PERTAMA ANDREA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Konflik etika / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Essa Amalia Khairina

Kepulangan Andrea adalah hal yang paling Vhirel tunggu-tunggu. Hubungan mereka tidak pernah bisa di larang, selalu ada canda dan tawa meski kerap kali ada permusuhan yang pada akhirnya mereka saling mengerti bahwa sebuah perbedaan adalah sesuatu yang indah dalam sebuah hubungan. Namun sayangnya, status mereka hanyalah sebatas kakak beradik.

Lantas mengapa bisa mereka menganggapnya lebih dari sekedar itu?

Mereka bahkan tak pernah peduli jika keduanya telah menentang takdir Tuhan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Essa Amalia Khairina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SATU PENGAIT, SERIBU DEBAR

Udara dingin dari pendingin ruangan langsung menyambut Vhirel dan Dea begitu mereka melangkah masuk melewati pintu kaca otomatis mall pusat kota.

Kebisingan jalan raya yang tadi mengepung mereka saat di parkiran seolah teredam seketika, berganti dengan alunan berbagai jenis musik jazz instrumental yang diputar lembut di seluruh penjuru koridor.

​Mall siang itu tidak terlalu sesak, namun tetap terasa hidup. Cahaya matahari menembus atap kubah kaca raksasa di bagian atrium, menciptakan berkas-berkas sinar yang memantul di atas lantai marmer yang mengkilap hingga nyaris seperti cermin.

"Restoran yang kamu mau dulu sekarang udah pindah ke lantai atas." Kata ​Vhirel berjalan di samping Dea dengan langkah santai, dan satu tangannya sesekali masuk ke saku celana.

Ia meninggalkan jas kantornya, memilih kemeja polos biru yang jatuh pas di tubuh. Lengannya dilipat ke atas, membuat penampilannya tampak kasual, tanpa kehilangan wibawa.

Sementara Dea sendiri tampil sederhana dengan balutan busana yang nyaman, namun raut wajahnya menyimpan kegelisahan yang tak sepenuhnya bisa ia sembunyikan. Sejak Vhirel kembali datang menjemputnya, perasaan itu kian sering mengusik benaknya.

Mencoba menepis perasaan itu, Dea melirik ke salah satu toko perhiasan, membiarkan kilau etalase sejenak mengalihkan pikirannya. Dari luar, toko perhiasan itu tampak mencolok dengan etalase kaca tinggi dan pencahayaan hangat. Kilau emas dan permata tertata anggun, menciptakan kesan mewah namun tak berlebihan.

"Yuk, naik lift aja biar cepet." Kata Vhirel, refleks menuntun lengan sang adik.

Namun, geraknya tertahan. Dea membeku, pandangannya tetap fokus pada etalase toko perhiasan di hadapannya dan membuat mata Vhirel ikut menoleh ke arah yang sama.

​"Ah..." Vhirel mengangguk pelan, sebuah senyum tipis yang sulit diartikan terukir di wajahnya. Tatapannya sempat tertuju pada Dea selama beberapa detik, menciptakan keheningan yang janggal di antara hiruk-pikuk pusat perbelanjaan.

​"Kamu tunggu di sini sebentar," ucap Vhirel tiba-tiba.

​Dea mengerjapkan mata, bingung. "Tu—tunggu di sini?"

​"Iya."

​Tanpa menunggu persetujuan atau jawaban dari bibir Dea, Vhirel langsung memutar tubuh. Langkah kakinya yang lebar membawanya masuk ke dalam sebuah toko perhiasan mewah yang pendar lampunya memantul pada etalase kaca. Dea hanya bisa mematung, menatap punggung kakaknya dari kejauhan.

​"Kak Vhirel mau apa ke sana?" Gumam Dea pelan. Rasa penasaran mulai merayap di benaknya, membuatnya gelisah selama beberapa menit penantian.

​Hingga tak lama kemudian, sosok Vhirel kembali muncul. Ia berjalan mendekat dengan kedua tangan disembunyikan di balik punggung. Begitu berdiri tepat di hadapan Dea, ia menarik tangannya ke depan, memamerkan seuntai kalung perak dengan liontin kupu-kupu yang indah. Dan, sayap-sayap kecil pada liontin itu tampak berkilau setiap kali terkena cahaya.

​"Untuk kamu," ujar Vhirel pendek, namun tulus.

​Mata Dea membulat sempurna. "Untuk aku, Kak?"

​"Sebagai permohonan maaf tulus Kakak," Angguk Vhirel lembut.

​Belum sempat Dea mencerna keterkejutannya atau sekadar menolak dengan sopan, Vhirel sudah melangkah ke belakang tubuhnya. Dengan gerakan yang sangat hati-hati, ia melingkarkan kalung itu di leher Dea. Jemari Vhirel yang dingin sesekali bersentuhan dengan kulit leher Dea, mengirimkan sensasi aneh yang membuat gadis itu menahan napas.

​Dan di sekitar mereka, beberapa pengunjung mall mulai melirik. Suara bisikan samar mulai terdengar di telinga mereka.

​"Wah, pasangan yang romantis ya..." Celetuk salah satu pejalan kaki kepada temannya. "Iri deh, punya cowok se-perhatian itu."

"Iya, gue juga nih. Pengen deh punya cowok se-care itu sama pasangan!"

​Deg.

​Gerakan tangan Vhirel mendadak terhenti tepat setelah pengait kalung itu terpasang sempurna. Jantung Dea berdegup kencang, seolah-olah dentumannya bisa terdengar oleh Vhirel yang berdiri sangat dekat di belakangnya.

Begitu juga Dea. Kata 'pasangan' itu menggantung di udara, menciptakan kecanggungan yang manis sekaligus menyesakkan.

Detik berikutnya, Vhirel perlahan menarik tangannya, namun ia tidak segera menjauh. Ia berdiri mematung, menatap pantulan Dea di cermin besar di depan mereka. Di sana, mata mereka bertemu sejenak, hanya satu detik—sebelum keduanya kompak membuang muka ke arah yang berbeda.

Vhirel akhirnya berdehem pelan, suara seraknya memecah keheningan yang menyesakkan itu. "Sudah. Ayo kita pergi ke tempat makan," ucapnya datar, meski matanya tak berani menatap Dea langsung. "Kebetulan Kakak udah laper banget."

​Dea hanya mengangguk kecil, ia mulai mengikuti langkah Vhirel dari belakang. Ia menatap punggung tegap itu dengan perasaan campur aduk; merasa begitu dekat, namun di saat yang sama, merasa bermil-mil jauhnya.

****

1
falea sezi
heran liat ortunya ini egois bgt wong bukan saudara kandung sah saja lah jalin hubungan klo. ttep aja emak nya melarang pergi aja dea pergi jauh biar anak nya gila jd ibu koke egoiss amatt
falea sezi
virel g tegas maunya ma siapa Luna apa dea klo mau dea ya jauhin si ulet luna
Kar Genjreng
pokonya jangan ada cinta Antara kakak' Adek kesan nya yang anak angkat ga tau diri padahall namanya perasaan kan tapi jangan sampai itu memalukan keluarga
falea sezi
lanjut . emakk nya knp sih wong bukan inces aja kok hadeh
Kar Genjreng
jangan ada rasa cinta dong biar pun bukan satu kandung tetapi ,,di besarkan oleh orang tua yang sama kasih sayang yang sama jangan ada rasa cemburu layaknya
kekasih tetapi ingat sebagai kakak beradik,,,
Penulis🇰🇷Nuansa Korea: hai kak, salam kenal. jika berkenan saya penulis novel Chef seleb bergaya Korsel, kalau suka yg ada nuansa Korea, kuliner, dan budaya Korsel 😊 saya penulis pemula, masih banyak belajar, boleh dikasih saran & dukungannya ya💜terima kasih🙏
total 1 replies
Kar Genjreng
sapai dua bab belum tau
Kar Genjreng
mampir tapi masih kurang paham ,,, sebenarnya bayi siapa ,,dan Surya dan Oliv itu siapa nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!