NovelToon NovelToon
SALAH SERVER! MAFIA BERDARAH Di Kamar Mandi Nyonya CEO.

SALAH SERVER! MAFIA BERDARAH Di Kamar Mandi Nyonya CEO.

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Pengganti / CEO / Mafia / Mengubah Takdir
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Aku cuma mau jadi beban keluarga CEO, kenapa malah dikasih beban nyawa Mafia?!"
Velin mengira transmigrasi ke tubuh istri pengganti dalam drama CEO klise adalah tiket liburannya dari dunia korporat. Tugasnya mudah: diabaikan suami, dihina pelakor, lalu mati konyol.
Tapi Velin menolak alur! Saat ia sedang asyik berendam mawar untuk merayakan kebebasannya, plafon kamar mandinya jebol.
Bukannya suami yang datang minta maaf, justru seorang pria asing bersimbah darah jatuh tepat di hadapannya. Kieran Marva D’Arcy—Ketua Mafia kejam yang seharusnya tidak ada dalam naskah ini.
Satu pria ingin membuangnya, satu pria lagi mengancam akan menembaknya.
Saat alur drama sudah "Salah Server", apakah Velin akan tetap mengikuti naskah, atau justru menulis takdir baru bersama sang Mafia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Penulis Naskah dan Cincin Anti-Resign

Velin sedang asyik menyesap teh hangat di balkon vila sambil menatap pegunungan Alpen, sementara Kieran sibuk melakukan panggilan video dengan Kakek Evander untuk membahas nasib Sirius dan Lorenzo.

"Ah, hidup begini kan enak," gumam Velin. "Nggak ada peluru, nggak ada penculikan, cuma ada aku, suamiku yang ganteng tapi galak, dan... tunggu, siapa orang di taman itu?"

Velin melihat seorang pria paruh baya mengenakan kaos oblong bergambar karakter anime, duduk di kursi taman dengan laptop di pangkuannya. Pria itu tampak frustrasi, sesekali menjambak rambutnya sendiri sambil mengetik dengan brutal.

Karena penasaran, Velin turun ke taman. "Permisi, Pak? Anda tersesat? Ini properti pribadi klan D'Arcy, lho. Nanti kalau suami saya lihat, Anda bisa jadi pajangan kolam renang."

Pria itu menoleh. Matanya yang sembab karena kurang tidur langsung melotot lebar. "YA AMPUN! AVELINE?! Kok kamu di sini?! Harusnya kamu sekarang lagi pingsan di rumah sakit setelah kena ledakan di markas Lorenzo!"

Velin mematung. "Hah? Bapak tahu nama saya? Terus kenapa saya harus pingsan? Saya tadi sehat-sehat aja kok habis makan kacang almond."

Pria itu langsung berdiri dan memutar laptopnya ke arah Velin. Di layarnya, terlihat sebuah aplikasi penulisan novel dengan judul: "Cinta Berdarah Sang Naga: Kembalinya Istri yang Terbuang".

"Kenalkan, saya Bambang. Penulis naskah dunia ini," ujar pria itu sambil mengelap keringat. "Saya lagi stres! Kenapa alur ceritanya jadi berantakan begini?! Harusnya Kieran itu dingin dan kejam, tapi di naskah saya barusan, dia malah sibuk mijetin kaki kamu sambil ngomel? Terus kenapa Lorenzo kalah cuma gara-gara kamu ceramahin soal pemeran utama?! Itu ngerusak rating tahu!"

Velin melongo sampai rahangnya hampir lepas. "Jadi... Bapak yang bikin hidup saya jadi gado-gado begini?! Pak Bambang, kenapa Bapak kasih saya mantan suami sekikir Adriano?! Terus kenapa genre-nya pindah ke Mafia?! Capek tahu, Pak!"

"Heh, itu biar dramatis!" sahut Pak Bambang tak mau kalah. "Tapi ini masalah besar. Kamu itu aslinya cuma 'roh' yang nyasar ke tubuh Aveline karena saya salah ketik nama karakter di bab 1. Harusnya kamu sudah kembali ke meja kantormu setelah adegan dermaga semalam!"

Mendengar keributan di taman, Kieran datang dengan wajah yang sangat mengancam. "Siapa pria ini, Velin? Apa dia pengikut Lorenzo yang tertinggal?"

"Bukan, Tuan Mafia! Dia ini... emm, 'Tuhan'-nya dunia ini. Namanya Pak Bambang," jawab Velin sambil menahan tawa.

Kieran menatap Pak Bambang dari ujung kaki sampai ujung kepala. "Pak Bambang? Penulis? Jangan bicara omong kosong."

"Saya serius, Kieran!" Pak Bambang menunjuk Kieran. "Harusnya kamu itu nggak bucin begini! Di draf awal saya, kamu itu bakal bunuh Velin demi kekuasaan! Tapi gara-gara roh wanita ini masuk ke tubuh Aveline, logika cerita saya jadi hancur!"

Kieran menarik kerah baju Pak Bambang. "Kau bilang... kau ingin membunuh istriku dalam tulisanmu?"

"Eh... itu kan biar dapet sad ending yang melegenda, Mas Kieran! Ampun!" Pak Bambang gemetar. "Tapi masalahnya sekarang, Velin harus pulang ke dunia nyata. Portalnya sudah saya buka di balik pohon ek itu!"

Velin menoleh ke arah pohon ek. Benar saja, ada sebuah cahaya berpendar yang memperlihatkan meja kantornya yang berantakan, tumpukan kertas revisi, dan segelas kopi dingin yang sudah berjamur.

"Itu duniaku!" seru Velin. "Aku bisa balik jadi orang normal! Nggak perlu takut ditembak lagi!"

Velin berlari menuju portal itu. Ia mencoba melangkah masuk, namun saat tangannya menyentuh cahaya itu...

ZAPPP!

Tubuh Velin terpental balik ke pelukan Kieran.

"Kenapa nggak bisa masuk?!" tanya Velin panik.

Pak Bambang mengecek laptopnya dengan panik, jarinya menari-nari di atas keyboard. "Waduh! Gawat! Cincin Darah D'Arcy di jarimu itu... itu bukan cuma properti drama, tapi itu 'Segel Absolut' yang saya buat supaya tokoh utama nggak bisa kabur dari alur!"

"Terus?!" seru Kieran dan Velin berbarengan.

"Cincin itu nggak bisa lepas, kan?" tanya Pak Bambang.

Velin mencoba menarik cincin hitam itu sekuat tenaga sampai jarinya memerah, tapi cincin itu seolah menyatu dengan tulangnya. "Nggak bisa! Ini nempel banget!"

Pak Bambang menghela napas pasrah. "Ya sudah. Karena cincin itu nggak bisa lepas, kamu terjebak di sini selamanya. Kamu nggak bisa balik ke dunia nyata karena sistem menolak keberadaan 'Cincin Mafia' di dunia kantor yang membosankan itu. Kamu... resmi jadi Nyonya D'Arcy permanen."

Velin terduduk lemas di rumput. "Jadi... aku nggak akan pernah dapet pesangon kantor itu lagi? Aku harus hidup di antara peluru selamanya?"

Kieran berjongkok di depan Velin, menggenggam tangannya yang memakai cincin itu, lalu menatap Pak Bambang dengan tajam. "Bagus. Pak Bambang, tulis ini di naskahmu: Jika kau mencoba memisahkan kami lagi atau membuat akhir yang sedih, aku akan keluar dari layar laptopmu dan memastikan kau tidak bisa mengetik lagi seumur hidup."

Pak Bambang pucat pasi. "I-iya Mas Kieran! Saya ganti genre-nya jadi Full Romantis-Komedi! Janji! Besok saya tulis kalian punya anak kembar yang pinter nembak!"

Velin menatap Kieran, lalu menatap portal yang perlahan menghilang. "Ya sudahlah. Lagian siapa juga yang mau balik kerja lembur kalau bisa punya suami Mafia yang kalau cemburu bisa beli satu kota?"

Velin memeluk Kieran dengan erat. "Pak Bambang! Tambahin adegan aku belanja pakai kartu tak terbatas di episode depan ya! Jangan kikir kayak Adriano!"

"Siap, Nyonya!" sahut Pak Bambang sambil buru-buru mengetik.

1
awesome moment
ti kn...hamidun yg super absurd
awesome moment
velin mmg super absurd
awesome moment
bikin genre kocak bgini lg dunk
Ariska Kamisa: baik, ditunggu aja ya kak,
terimakasih kak, 🙏🙏🙏
total 1 replies
awesome moment
kocak mmg tu aveline
awesome moment
cerita sekocak n koq minim pembaca😭😭😭syedih q tu
awesome moment
omelet penuh cinta
awesome moment
adriano rugi besar
awesome moment
ngabrut
awesome moment
whoah...jodoh velin n
awesome moment
😄😄😄👍😄😄👍
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
ngeluh mulu si velin ampun...
aditya rian
busett
aditya rian
telat Adriano kalah kaya habisnya/Applaud/
aditya rian
sumpah... kadang isi otak velin ini absurd ditambah bibi Amora nya yang sama /Scream/
Ariska Kamisa
siap kak..
terimakasih 🙏🙏🙏
Mifta Nurjanah
lanjut
Rin Jarin
lanjutkan
Lola Maulia
😊😊😊😊
Mifta Nurjanah
cieee ciuman
Mifta Nurjanah
wkwk cincin pindah ke lu ven
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!