NovelToon NovelToon
Penantian Sheilla

Penantian Sheilla

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Tamat
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: chocolate_coffee

Tujuh tahun Sheilla mencintai Ardhito dalam diam, sejak masa SMA yang polos hingga dewasa. Namun di tahun kedelapan, takdir justru memberinya luka. Akibat jebakan salah sasaran di sebuah kamar hotel yang dirancang teman-teman Ardhito, keduanya terpaksa menikah demi menutupi skandal.

Pernikahan yang Sheilla dambakan berubah menjadi neraka. Ardhito yang merasa dijebak melampiaskan amarahnya melalui pengabaian dingin dan kekerasan fisik (KDRT). Di tengah sisa-sisa cintanya yang hancur, Sheilla harus memilih: terus bertahan sebagai martir cinta yang tak terbalas, atau mengumpulkan keberanian untuk pergi dan menyembuhkan dirinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chocolate_coffee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Puing yang Tak Ingin Pulang

Dua bulan telah berlalu. Kota kecil ini telah memberikan Sheilla ketenangan yang selama ini ia anggap mustahil. Kulitnya tak lagi sepucat dulu, dan lebam di tubuhnya telah memudar, menyisakan ingatan yang mulai ia kemas rapi di sudut paling gelap pikirannya. Hingga sore itu, saat lonceng di pintu toko roti Bu Retno berdenting lebih keras dari biasanya.

Sheilla sedang menata roti tawar di rak depan ketika aroma yang sangat ia kenal menusuk indranya. Bukan aroma ragi atau mentega, melainkan aroma parfum kayu cendana dan tembakau mahal. Aroma yang selama tujuh tahun menjadi candunya, sekaligus racunnya.

Tangannya membeku di udara. Ia perlahan menoleh, dan di sana, berdiri seorang pria dengan kemeja hitam yang tampak kusut. Ardhito.

Wajah pria itu tampak berantakan. Lingkaran hitam di bawah matanya menceritakan malam-malam tanpa tidur, dan dagunya ditumbuhi jenggot tipis yang tak terurus. Namun, yang paling mengejutkan Sheilla adalah tatapannya. Tidak ada es, tidak ada kebencian. Hanya ada kerapuhan yang membuat siapapun ingin bersimpati—kecuali Sheilla.

--

"Sheilla..." Suara Ardhito serak, hampir pecah saat menyebut nama itu.

Sheilla menarik napas panjang, mencoba menenangkan debaran jantungnya yang bukan lagi karena cinta, melainkan karena trauma. Ia meletakkan roti yang ia pegang ke dalam rak dengan gerakan mekanis yang tenang.

"Toko hampir tutup, Mas. Kalau mau beli roti, silakan cepat," ucap Sheilla datar. Suaranya tidak bergetar. Dingin dan profesional.

Ardhito melangkah maju, tangannya hendak meraih jemari Sheilla di atas etalase kaca, namun Sheilla dengan cepat menarik tangannya ke belakang tubuh. "Pulanglah, Sheil. Aku sudah cari kamu ke mana-mana. Aku... aku kacau tanpa kamu. Rumah itu nggak seperti rumah lagi."

Mendengar itu, sebuah tawa getir lolos dari bibir Sheilla. "Kacau? Mas Ardhito, kamu kacau karena nggak ada yang mencuci bajumu atau karena nggak ada lagi samsak yang bisa kamu pukul saat kamu sedang marah?"

"Bukan begitu! Aku menyesal, Sheilla. Aku salah soal Valerie. Aku salah soal semuanya. Aku baru sadar kalau..."

"Kalau apa? Kalau kamu cinta aku?" Sheilla memotong dengan tajam. Matanya menatap tepat ke manik mata Ardhito. "Jangan bohong pada dirimu sendiri. Kamu cuma kehilangan kontrol atas diriku. Kamu bukan rindu aku, kamu rindu pelayan setiamu."

--

Ardhito berlutut di lantai toko roti yang beralaskan ubin tua. Di hadapan beberapa pelanggan yang tersisa, pria angkuh itu menjatuhkan harga dirinya. "Aku minta maaf. Aku akan lakukan apa saja. Kita mulai dari awal, Sheil. Aku akan beli rumah baru, kita pindah, kita lupain semuanya. Aku janji nggak akan pernah kasar lagi."

Pembaca mungkin akan merasa iba melihat pria gagah itu memohon, tapi bagi Sheilla, pemandangan itu terasa menjijikkan. Ia teringat dinginnya lantai dapur saat ia tersungkur. Ia teringat perihnya tamparan Ardhito saat ia hanya ingin menawarkan cinta.

"Mas, bangun," kata Sheilla, suaranya kini dipenuhi kelelahan yang luar biasa. "Minta maaf itu mudah. Tapi memulihkan rasa percaya yang sudah kamu hancurkan jadi debu itu mustahil. Kamu minta mulai dari awal? Awal yang mana? Masa SMA saat kamu pura-pura nggak lihat aku? Atau malam pengantin saat kamu panggil aku penipu?"

Sheilla melangkah keluar dari balik etalase, berdiri di depan Ardhito yang masih berlutut. Ia menunduk, menatap pria yang dulu ia puja seperti dewa.

"Aku sudah memaafkanmu, Dhito. Bukan karena kamu pantas mendapatkannya, tapi karena aku ingin hatiku tenang. Tapi kembali padamu? Itu artinya aku membunuh diriku sendiri untuk kedua kalinya. Dan aku sudah berjanji pada diriku untuk tetap hidup."

--

"Pergilah," usir Sheilla lembut namun tegas.

"Sheilla, tolong..."

"Kalau kamu memang punya sedikit saja rasa sayang yang tersisa, jangan muncul lagi di depanku. Biarkan aku mencintai diriku sendiri, karena selama delapan tahun, aku sudah habiskan seluruh stok cintaku hanya untukmu sampai nggak tersisa buat diriku."

Ardhito menatap Sheilla lama, mencari celah keraguan di mata itu. Namun ia hanya menemukan dinding baja yang tebal. Ia baru sadar bahwa Sheilla yang dulu, yang akan luluh hanya dengan satu senyuman palsunya, sudah benar-benar mati. Ia sendiri yang membunuhnya.

Dengan langkah gontai, Ardhito keluar dari toko. Sheilla berdiri di depan pintu, melihat mobil mewah itu perlahan menghilang di kegelapan malam. Ia tidak menangis. Ia justru mengambil napas panjang, merasakan udara segar memenuhi paru-parunya.

Malam ini, untuk pertama kalinya, penantian Sheilla benar-benar berakhir. Bukan penantian akan cinta Ardhito, tapi penantian akan kebebasannya sendiri.

To Be Continue...

-- Hallo terimakasih sudah selalu memberikan support kepada Author, Sehat selalu untuk kalian semua ya. Dukung selalu Author setiap harinya, dan jangan lupa komen selalu agar author makin semangat buat uploadnya hihi --

1
falea sezi
uda end kah
Alif
smoga saja kamu menderita dhito
Siti Chadijah Siregar
sangat mengena sekali bahasanya hatiku tersentuh
Rubiyata Gimba
baru kau tahu
Rubiyata Gimba
sedarlah jangan makan hati sendiri, jangan terlalu mengharap pada orang yang tidak pernah memandang mu
Rubiyata Gimba
siapa suruh nenyintai orang yang tidak mencintainya
Rubiyata Gimba
sialan punya teman2
Lilla Ummaya
Lanjut thor.. ini asa kelanjutannya atau engga
Maira
tolong cpt update nya kakk
Maira
seruuu banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!