NovelToon NovelToon
DINIKAHI MANTAN MERTUA

DINIKAHI MANTAN MERTUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Alvaraby

Dunia Andini Kharisma Sulistia (21 tahun) runtuh seketika saat kecelakaan maut merenggut nyawa suaminya, Keenan Adiwijaya. Di tengah duka yang masih basah, Andini harus menghadapi kenyataan pahit tanpa sosok pendamping. Namun, hadirnya Farhady Sastranegara (41 tahun) membawa kebimbangan baru.
​Farhady bukanlah orang asing; ia adalah mantan ayah mertua yang ternyata hanyalah ayah sambung Keenan. Meski tak ada ikatan darah, lamaran Farhady memicu badai emosi dan stigma sosial yang tajam. Terjebak antara kesetiaan pada mendiang suami dan kasih sayang tulus Farhady, Andini harus menentukan arah hatinya dalam balutan dilema cinta yang rumit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaraby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dingin di Puncak

​Udara Lembang pagi itu begitu menggigit, seolah ribuan jarum es halus menembus kulit, namun bagi Andini Kharisma Sulistia, dingin hanyalah latar figuran yang tak berarti. Di pelukan Keenan Adiwijaya, suhu sedingin apa pun terasa seperti musim semi yang abadi. Mereka sengaja mengambil jeda sejenak dari rutinitas mengajar di Cicalengka untuk menyesap ketenangan di sebuah vila tua bergaya kolonial yang dikelilingi kebun pinus dan kepulan kabut putih yang malas bergerak.

​Keenan, dengan kemeja flanel kotak-kotak yang membungkus tubuh tegapnya, sedang sibuk menyeduh kopi tubruk. Wangi kopi yang pahit dan tajam beradu dengan aroma tanah basah pasca hujan semalam. Ia menoleh, mendapati Andini yang sedang terpaku menatap jajaran pegunungan yang masih tertutup selimut awan. Di mata Keenan, Andini adalah puisi yang belum selesai ditulis; muda, lembut, dengan binar mata yang selalu mencari perlindungan di balik ketenangannya.

​"Kenapa melamun, Sayang? Dinginnya sampai ke hati?" Keenan mendekat, menyerahkan cangkir keramik hangat ke tangan istrinya.

​Andini tersenyum, sebuah senyum yang sanggup meluluhkan kebekuan Lembang. "Tidak, Mas. Aku hanya sedang menghitung syukur. Rasanya terlalu indah untuk menjadi nyata. Kadang aku takut, apakah manusia diizinkan untuk sebahagia ini?"

​Keenan menarik napas panjang, aroma pinus memenuhi paru-parunya. Ia merangkul bahu Andini, membawa wanita itu bersandar di dada bidangnya yang selalu menjadi pelabuhan paling aman. "Kebahagiaan bukan pinjaman yang harus dikembalikan dengan bunga air mata, Dini. Ini hak kita. Kita sudah berjanji di depan Tuhan, bukan?"

​Percakapan mereka mengalir seperti sungai pegunungan—jernih dan tanpa hambatan. Keenan bercerita tentang ambisinya membangun perpustakaan kecil untuk anak-anak di desa tempat mereka tinggal, sementara Andini menyimak dengan penuh minat, sesekali membenarkan kerah kemeja suaminya yang berantakan. Ada kedekatan yang begitu intens, bukan sekadar nafsu pengantin baru, melainkan penyatuan dua jiwa yang seolah sudah mengenal satu sama lain sejak ribuan tahun yang lalu.

​"Mas Keenan tahu tidak?" Andini mendongak, menatap rahang tegas suaminya. "Dulu aku membayangkan suamiku adalah pria yang kaku dan membosankan. Tapi Mas... Mas adalah kejutan yang paling manis."

​Keenan tertawa, tawanya renyah memecah kesunyian hutan pinus. "Dan aku membayangkan istriku adalah guru yang galak. Ternyata aku malah mendapatkan gadis manja yang hobi menulis plot novel di kepalanya."

​Sore harinya, mereka berjalan menyusuri jalan setapak di antara barisan pohon yang menjulang tinggi. Keenan menggenggam tangan Andini erat-erat, seolah takut jika terlepas sedikit saja, kabut Lembang akan menelan wanita itu. Di sebuah bangku kayu yang mulai berlumut, Keenan berhenti. Ia mengeluarkan sebuah kotak beludru kecil dari sakunya.

​"Untuk apa ini, Mas? Kan tidak sedang ulang tahun?" tanya Andini bingung.

​"Cincin ini hanya pengingat," Keenan memasangkan cincin emas putih sederhana di jari manis Andini, menumpuk dengan cincin pernikahan mereka. "Bahwa di setiap langkahku, di setiap napasku, ada kamu. Kalau suatu saat nanti aku tidak bisa menggenggam tanganmu secara fisik, ingatlah bahwa jiwaku selalu terikat di jari ini."

​Mata Andini berkaca-kaca. Kalimat Keenan selalu punya cara untuk menyayat hati sekaligus menghangatkannya. Ia memeluk suaminya erat, membenamkan wajah di leher Keenan yang hangat. Mereka berdiri lama dalam posisi itu, dua insan yang saling mengunci dalam cinta yang begitu murni di bawah langit Lembang yang mulai berubah jingga keunguan.

​Keindahan momen itu terasa begitu rapuh, seperti kristal es yang akan hancur jika disentuh terlalu keras. Tak ada yang menyangka bahwa kenangan di atas bukit ini akan menjadi harta karun terakhir yang akan didekap Andini dalam kesendiriannya nanti. Kebahagiaan mereka saat itu adalah puncak dari segalanya, sebelum takdir menarik garis pemisah yang kejam di jalan raya yang licin dan dingin.

1
ayu cantik
sukaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!